Author name: Ghina Nafsiya

Berita, SDG 2025

Empowering Local Entrepreneurs through Branding Support

Sumedang, August 31st, 2025 — A Community Service Program (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) team from the Faculty of Cultural Sciences, Unpad, launched an scheme titled “Online Business Management and Branding for MSMEs in Margamekar Village” to strengthen the capacity of local micro-entrepreneurs in adapting to the digital era. This activity reflects the university’s commitment to supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in promoting local economic growth, food security, and partnerships with local food producers. Margamekar Village, located in South Sumedang District, has significant economic potential through its diverse micro, small, and medium enterprises (MSMEs), especially in the culinary sector. However, surveys conducted by the PKM team revealed that many local entrepreneurs still face challenges in digital literacy, such as understanding online marketing strategies, producing promotional content, and utilizing social media to expand their market reach. “Through this program, we aim to provide direct assistance so that MSMEs can build a strong brand identity while leveraging digital technology to enhance their competitiveness,” the team reports.  The team has conducted two field surveys to map the needs of MSMEs and identify opportunities for business development. They also visited several production sites, including Nufaras Bitter Melon Chips owned by Bu Siti, Wening Cake & Cookies owned by Bu Tina, and Kue Basah Bu Neni located in Leles Village. From these findings, three MSMEs—Pricilla Frozen Meatballs, Kue Basah Bu Neni, and Wening Cake & Cookies—were selected for intensive assistance. The program also engages university students through a Community Service Internship (KKN) to support the digitalization of branding processes. One of the early outcomes was the creation of a profile and promotional video for Kue Basah Bu Neni, which was shortly after, distributed through social media platforms. Similar content production for other MSMEs is currently in progress. This initiative not only helps increase the visibility and competitiveness of local products in the digital marketplace but also demonstrates the university’s role in bridging access to knowledge, technology, and resources for local food producers. Ultimately, the program is expected to strengthen business sustainability, improve community income, and support the independence of the local economy. By Dhia Anaulva PutriFakultas Ilmu Budaya

Berita, SDG 2025

Fakultas Ilmu Budaya Tingkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Desa di Wilayah Sumedang melalui Program Pengabdian Berkelanjutan

Jatinangor, 30 Agustus 2025 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran terus berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Program ini tersebar di Kabupaten Sumedang, meliputi kecamatan Jatinangor, kecamatan Sumedang Selatan, kecamatan Rancakalong, dan kecamatan Cimanggung. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan, seperti pemanfaatan potensi ekonomi yang belum maksimal dan kurangnya strategi pemasaran produk oleh para pegiat ekonomi. Dengan melibatkan dosen-dosen FIB Unpad, program PPM FIB  ini berfokus pada empat model pengembangan desa, yaitu Pembangunan Sosial-Ekonomi, Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal, Pembangunan Sosial-Ekonomi Desa Berbasis Pesantren, dan Desa Literasi Budaya.  No Nama Kegiatan Anggaran 1 Pemberdayaan Masyarakat dalam Memulihkan dan Menjaga DAS Sungai Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Rp.5.000.000  2 Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi Kreatif di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat Rp5.250.000  3 Upaya Peningkatan Minat Baca Generasi Milenial Dengan Penyediaan Fasilitas di Perpustakaan Riyadlul Jannah Desa Cikeruh Jatinangor  Rp.5.000.000  4 Membangun Kearifan Lokal Berbasis Nilai Religius dalam Menyiapkan SDM Pengelolaan BUMDes Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang  Rp 5.250.000  5 Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Lokal di Desa Wisata Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang  Rp4.900.000  6 Pemberdayaan Masyarakat Desa Jatiroke dalam Menggali Potensi Kearifan Lokal sebagai Daya Tarik Wisata Rp 4.500.000 7 Peningkatan SDM melalui Revitalisasi dan Pengembangan Kesenian Sunda sebagai Daya Dukung Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Jatiroke Rp4.900.000  8 Branding Pariwisata Desa Jatiroke Rp 4.500.000 9 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi dan Literasi Gerakan Gaya Hidup Halal di Desa Hegarmanah Rp5.250.000 10 Akselerasi Pondok Pesantren Melalui Skill Vokasi untuk Mengatasi Krisis Pangan di Desa Hegarmanah  Rp5.000.000 11 Pemberdayaan Masyarakat melalui Ketahanan Bisnis Pesantren Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Hijau Rp5.250.000 12 Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Lokal di Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang  Rp5.250.000 13 Pendampingan Pokdarwis dalam Upaya Optimalisasi Potensi Wisata Desa Margamekar Rp 5.000.000 14 Pengelolaan Bisnis Online dan Branding untuk UMKM di Desa Margamekar  Rp4.500.000 15 Optimalisasi Potensi Agrowisata Desa Margamekar Rp5.000.000 16 Strategi Promosi Potensi Wisata Desa Margamekar Rp2.500.000 17 Pengembangan Sekolah Budaya di Desa Citengah  Rp.5.500.000 18 Membangun Narasi dan Promosi Sekolah Budaya Sumedang sebagai Upaya Optimalisasi Pariwisata di Desa Citengah  Rp5.250.000 19 Pengembangan Potensi Literasi Digital sebagai Daya Dukung Sekolah Budaya Rp5.000.000 20 Pengembangan Budaya Literasi sebagai Upaya Pembentukan Karakter dan Cara Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Budaya Rp. 4.919.000  21 Pengembangan Desa Ramah Anak Berbasis Literasi Digital  Rp5.250.000 22 Pengayaan Materi Sekolah Budaya melalui Manuskrip sebagai Dokumen Budaya dan Referensi Literasi di Desa Citengah Rp5.250.000 23 Pengembangan Produk Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro Pedang Melalui Literasi Anak di Desa Citengah Rp5.250.000 24 Pengembangan Sentra Kopi di Desa Nagarawangi Rp 5.250.000 25 Pewarisan Seni Koromong sebagai Upaya Revitalisasi Seni Pertunjukan Tradisional Rp.5.250.000 26 Strategi Pengembangan Objek Pemajuan Kebudayaan di Desa Nagarawangi Rp8.000.000 27 Percepatan Transformasi Digital sebagai Sarana Promosi Desa Wisata di Desa Nagarawangi Rp5.250.000 28 Pemanfaatan Hasil Pertanian Desa Sindulang menjadi Makanan Ringan Sehat  Rp5.250.000 29 Pemanfaatan Produk Pertanian Lokal untuk Pembuatan Tsukemono sebagai Bahan Pelengkap Bentou dalam Meningkatkan Perekonomian Rp5.425.000 30 Penguatan Sistem Kerja Sama Kader Desa dalam Penurunan Jumlah Penderita Stunting di Desa Sindulang Rp5.250.000 31 Pengelolaan Lingkungan Berbasis Budaya Lokal di Desa Sindulang,  Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang  Rp7.500.000 32 “Meramban di Desa”: Menanamkan Literasi Pangan Sunda berbasis Pengetahuan Sejarah Budaya di Lingkungan Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang  Rp5.250.000 Total dana Melalui total 32 program PPM dan dana sebesar Rp165.894.000, diharapkan desa-desa binaan FIB Unpad dapat mencapai kemandirian dan kesejahteraan yang lebih maksimal dengan upaya yang berkelanjutan dan terpadu.

Berita, SDG 2025

“Mocaf Sebagai Alternatif Gandum”: FIB Unpad dan Pesantren di Desa Hegarmanah Melakukan Pengolahan Lahan untuk Keberlanjutan Ekonomi

Jauza Maryam Mumtazah Melalui Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), para dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran telah melakukan 32 kegiatan yang melibatkan warga lokal di beberapa desa di Kabupaten Sumedang. Kegiatan-kegiatan tersebut telah terlaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun, dari 2023 sampai tahun 2025 dan berfokus pada topik keberlangsungan ekonomi lokal untuk menghindari kemiskinan. Salah satu dari kegiatan tersebut terdapat di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor dengan upaya mengatasi krisis pangan melalui peningkatan keterampilan vokasi di Pondok Pesantren Hurriyatul Ummah Desa. Kegiatan berbasis pesantren ini diketuai oleh Abu Sufyan, dengan Johan Arifin, Hasbini, dan Nandang Nur Saleh sebagai anggota tim.  Tim ini mengatakan bahwa pada tahun k-3 pelaksanaan programnya, mereka akan memfokuskan kegiatan pada peningkatan kualitas dan kuantitas kurikulum pesantren dengan mengintegrasikan program ketahanan pangan ke dalamnya. Bersama para santri. tim berhasil melakukan pengolahan lahan untuk budidaya singkong varietas unggul. Dengan ini, hasil oalah dapat memberikan bahan baku berkualitas untuk produksi mocaf.  Kemudian, kegiatan dilanjut dengan dua tahap pelatihan intensif, yaitu budidaya singkong dan pengolahan mocaf. Dalam sesi budidaya singkong, pelatihan mencakup teknik penanaman, pemupukan organik, dan pengendalian hama terpadu. Setelah itu, sesi pengolahan mocaf meliputi proses fermentasi, pengeringan, dan pengemasan, yang kemudian menghasilkan mocaf sebagai alternatif pengganti gandum.  Untuk efektivitas yang maksimal, sebelum kegiatan dapat disimpulkan, tim PPM kemudian mengadakan pelatihan tata niaga pangan yang memberikan keterampilan dalam manajemen usaha, pengemasan, strategi branding, dan pemasaran digital. Para santri belajar cara membuat konten promosi yang menarik dan melakukan pemasaran produk melalui e-commerce dan media sosial. Dengan banyak pelatihan dan kolaborasi ini, tim PPM, para santri, dan warga lokal berharap program intensif ini akan menyediakan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya melalui bidang pangan.  Red. Jauza Maryam Mumtazah

Berita, SDG 2025

Building a Caring Campus: Healthy, Affordable Dining for Staff and Students

Jatinangor, August 30th, 2025 — As the number of staff and students continues to grow, the need for affordable and accessible food options has become increasingly important. To create a more supportive campus environment, the Faculty of Cultural Sciences (FIB) at Universitas Padjadjaran has expanded its dining facilities by opening ‘Inspirasa’, located behind the FIB security post and near the main lecture halls. Managed by members of Dharma Wanita, ‘Inspirasa’ offers home-style, organic meals that are both healthy and flavorful. With the addition of this canteen, FIB Unpad now hosts three canteens in total, giving staff and students more options for affordable and nutritious meals. The canteen serves a variety of dishes at accessible prices, including ready-to-go meal packs for those rushing to class, as well as comforting homemade specialties like soto and kupat tahu, all prepared with care by the dedicated canteen staff. “We want to create a space where everyone—staff, lecturers, and students—can feel cared for and supported,” said Hilman Fauzia, the Head of the Internationalization Unit Office at FIB Unpad. “Having more dining options is not just about convenience; it’s about ensuring that our academic community has access to healthy meals that keep them energized throughout the day.” The presence of ‘Inspirasa’ plays a significant role in reducing food insecurity within the faculty, providing a sense of comfort and support for both academic and administrative staff. This initiative contributes to building a more inclusive and nurturing work and learning environment. Through efforts like these, FIB Unpad reaffirms its commitment to supporting the well-being of the entire academic community, ensuring that both staff and students have access to nutritious meals and a welcoming campus atmosphere. By Dilla Maharani PutriFakultas Ilmu Budaya

Berita, SDG 2025

Healthy and Affordable Food Choices at FIB Unpad

Jatinangor, August 30th, 2025 — With the growing number of students and staff, the Faculty of Cultural Sciences (FIB) at Universitas Padjadjaran is committed to providing healthy and affordable meals. This initiative aims to promote a healthier lifestyle within the academic community while ensuring easy access to nutritious food on campus. FIB Unpad currently has three canteens offering home-cooked and organic meals at student-friendly prices. These canteens provide a wide range of options, from convenient grab-and-go meals for busy students and staff to hearty homemade dishes. The variety includes vegetarian options, local specialties, and other nutritious choices. The presence of these canteens helps improve the health and well-being of students and faculty members. It also reduces barriers to accessing healthy meals, making it easier for people to dine without leaving campus and fostering a culture of healthy eating within the faculty. “I love eating at Inspirasa because the food reminds me of home—healthy, delicious, and very affordable!” said Evelyn Daniela, a Russian Studies student at FIB Unpad. In addition, FIB Unpad is committed to sustainability by encouraging the use of eco-friendly packaging and sourcing fresh, local ingredients to ensure the best quality meals for its community. Moving forward, FIB Unpad aims to continue building a healthy, inclusive, and sustainable campus ecosystem to create a safe and comfortable learning environment for all. By Dilla Maharani PutriFakultas Ilmu Budaya

Berita, SDG 2025

Menggunakan Pemasaran Kreatif, Tim PPM FIB Unpad Membantu dalam Promosi Produk Lokal Desa Cikeruh

Dalam upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi kreatif, Tim PPM Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan penyuluhan di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor untuk keperluan pemasaran usaha warga-warga lokal. Tim ini diketuai oleh Dr. Ade Kosasih, dengan Dr. Widyo Nugrahanto, Dr. Miftahul Falah, dan Ayu Septiani sebagai tim anggota.  Kegiatan PPM ini dilakukan dalam jangka tiga tahun. Pada tahun pertama, tim PPM memulai dengan pemetaan masalahnya dan menyusun upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut. Mereka melihat bahwa Pemerintah Desa Cikeruh telah memberikan upaya yang masif dalam peningkatan pemasaran produk rumahan. Namun, pemasaran untuk produk-produk perumahan tersebut belum maksimal.  Oleh karena itu, pada tahun kedua, tim PPM membuat penanaman edukasi melalui program ini. Mereka mengadakan kegiatan penyuluhan tentang pembuatan desain produk yang menarik dan juga cara memakai media sosial, seperti Instagram, X, dan TikTok, yang lebih efektif. Dengan ini, produk rumahan akan semakin dikenal luas dan jangkauan wilayah pemasaran produk semakin luas.  Kemudian, melalui Focus Group Discussion, hasil upaya yang dilakukan oleh tim PPM dengan warga lokal dan Pemerintah Desa Cikeruh akan lebih berkelanjutan. Dalam FGD, para pihak menyusun rancangan program yang akan dilakukan untuk tahun berikutnya. Semua pihak tentunya memiliki harapan bahwa produk rumahan warga lokal dan juga ekonomi Desa Cikeruh dapat beradaptasi dan berkembang melalui pemasaran digital.  Jauza Maryam Mumtazah

Berita, SDG 2025

Mini Gym FIB Unpad, Fasilitas Olahraga untuk Civitas Akademika

Aliyah Zahra Saffanah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menyediakan sebuah mini gym yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga ringan di lingkungan fakultas. Kehadiran mini gym ini menjadi salah satu bentuk dukungan FIB terhadap kesehatan dan kebugaran civitas akademika di tengah padatnya aktivitas kampus. Mini gym ini dilengkapi dengan beberapa peralatan olahraga dasar, seperti treadmill dan alat angkat beban sederhana. Fasilitas ini dirancang agar sivitas akademika memiliki ruang alternatif untuk menjaga kebugaran tanpa harus keluar dari lingkungan fakultas. Selain mendukung aktivitas olahraga, mini gym juga kerap dimanfaatkan sebagai ruang singkat untuk beristirahat dari kesibukan akademik. Dapat digunakan untuk melepas lelah sejenak, dan dapat pula dijadikan tempat berkumpul kecil sebelum melanjutkan kegiatan. Kehadiran fasilitas ini menambah variasi ruang di FIB, tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk menunjang kesejahteraan fisik. Mini gym di FIB memperlihatkan upaya fakultas dalam menghadirkan lingkungan belajar yang seimbang. Fasilitas ini melengkapi suasana akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi juga memperhatikan kesehatan tubuh dan mental. Dengan adanya ruang olahraga di kampus, civitas akademika diingatkan bahwa menjaga kebugaran adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ke depannya, mini gym ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga mampu dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa maupun staf. Dengan peningkatan yang berkelanjutan, mini gym dapat menjadi sarana olahraga yang mendukung gaya hidup sehat sekaligus memperkuat interaksi di lingkungan kampus.

Berita, SDG 2025

Zumba Bersama UUM, FIB Unpad Ikut Sukseskan Program Unpad Sehat

Aliyah Zahra Saffanah Sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat di lingkungan kampus, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan zumba bersama dengan mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM). Acara ini menjadi salah satu rangkaian dari program Unpad Sehat yang berlangsung di Jatinangor. Menurut Pak Gilang, dosen FIB yang mendampingi kegiatan, zumba dipilih karena sifatnya yang populer dan mudah diikuti lintas budaya. “Kenapa zumba? Karena zumba olahraga yang familiar dengan mereka, olahraga yang sudah dikenal secara internasional” jelasnya. Acara yang berlangsung selama satu jam ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta. Mahasiswa dari kedua universitas terlihat antusias mengikuti setiap gerakan. “Respon mahasiswa sangat bahagia, banyak dari mereka bilang kalau waktu satu jam itu kurang, karena mereka bisa zumba bersama anak-anak Unpad dan juga sebaliknya. Selain mahasiswa, dosen-dosen juga ikut” ujar Pak Gilang. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini juga mempererat interaksi antara mahasiswa Unpad dan UUM. Suasana yang penuh energi positif menjadikan zumba sebagai sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus menjaga kesehatan bersama. Pak Gilang menilai kegiatan ini sejalan dengan komitmen universitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan melalui program Unpad Wellness. “Kesan saya bagus, ini salah satu program yang dapat menggalakkan kesehatan, sesuai dengan program Unpad Wellness. Semoga ke depannya semakin banyak mahasiswa yang ikut” ungkapnya. Melalui kegiatan zumba ini, FIB Unpad menunjukkan perannya dalam menciptakan ruang olahraga yang inklusif dan menyenangkan. Diharapkan program serupa dapat terus digelar dan semakin melibatkan banyak pihak untuk membangun gaya hidup sehat di lingkungan kampus.

Berita, SDG 2025

Magang di Second Chance, Mahasiswa FIB Unpad Mendapat Penurunan UKT Sambil Menulis Skripsi

Second Chance, sebuah toko barang bekas, merupakan kreasi unik dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Toko ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk penjualan barang bekas, tetapi juga memberikan pembantuan finansial untuk mahasiswa dari latar belakang keluarga yang berpenghasilan rendah. Toko Second Chance dimulai dari imbauan Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, pada tahun 2023. Toko ini bertujuan sebagai penjualan baju-baju dan barang-barang yang bagus dengan harga murah melalui sumbangan barang-barang yang masih layak untuk tidak dipakai. Namun, lebih penting lagi, program ini memberikan keuntungan finansial untuk mahasiswa karena dapat membantu dalam peringanan UKT. Manajer Operasi, Bu Ferli mengatakan, “Program magang ini membantu jika ada yang kesulitan urusan UKT atau yang beasiswa telat, seperti yang mendapat beasiswa KIP tetapi dananya masih belum turun.”  Awalnya, program ini ingin diadakan sebagai unit usaha, tetapi kemudian dijadikan charity shop agar toko tidak harus menempuh target spesifik dan sekaligus membantu mahasiswa dengan latar belakang finansial yang rendah.  Setiap semester, terdapat dua orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang magang di Second Chance. Di tahun sebelumnya, mahasiswa yang magang berasal dari Sastra Indonesia dan Sastra Jepang. Tahun ini, terdapat mahasiswa dari Sastra Prancis dan Sastra Jepang pada semester genap, kemudian dua mahasiswa dari Sastra Indonesia pada semester ganjil ini.  Mahasiswa yang diperuntukkan untuk mengikuti program magang ini adalah mahasiswa yang sedang melakukan skripsi dan membutuhkan keringanan UKT.  Selama mereka magang, mahasiswa dapat bekerja di toko, yang juga berlokasi di fakultas, sambil mengerjakan skripsi.  Saat Second Chance diadakan, fakultas mengadakan pendaftaran program magang secara terbuka. Namun, pada akhir-akhir ini, untuk menspesifikasikan program untuk mahasiswa dari latar belakang keluarga yang berpenghasilan rendah, fakultas menerima mahasiswa magang langsung dari ketua program studi. Mahasiswa yang magang di Second Chance memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola toko. Mereka menjadi penjaga toko dari pukul 09:00 sampai 16:00 dan penjadwalan disesuaikan dengan bimbingan dan pekerjaan tesis, serta kesepakatan antara dua mahasiswa yang magang. Mereka pun melakukan berbagai pencatatan, seperti setiap transaksi yang masuk dan barang-barang yang dititipkan untuk dijual. Selain itu, mereka mengurus konten di Instagram Second Chance. Namun, menurut Bu Ferli, yang paling penting adalah para mahasiswa yang magang “menjaga kerapihan toko Second Chance agar pengunjung bisa datang dengan nyaman.” Selama mahasiswa magang, mereka pun dapat keuntungan pengalaman sekaligus keuntungan finansial. Mereka mendapatkan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari dan juga pemotongan UKT sebesar Rp500.000,00. Selain mahasiswa yang magang, keuntungan pun dapat dirasakan oleh para dosen dan mahasiswa lain karena mereka dapat menyumbang atau menitip jual barang-barang mereka. Sampai sekarang, jumlah orang yang mendonasi barang adalah 20 dan yang menitip jual adalah 119.  Jika dibandingkan dari tahun lalu, Bu Ferli mengatakan bahwa di awal-awal, Second Chance mendapatkan lebih banyak donatur dan penjual, tetapi, karena hype yang sudah mulai pudar, pembeli sudah mengurang. Ia merasa masalahnya terdapat dari posisi letak toko Second Chance yang kurang strategis. Karena itu, semester ini, FIB telah memutuskan untuk memindahkan posisi Second Chance dari belakang gedung PSBJ ke gedung B agar dapat terlihat oleh lebih banyak orang.  Bu Ferli berharap bahwa setelah pemindahan Second Chance, “dapat lebih banyak penjualan supaya keuntungannya juga bisa meningkat dan kalau peningkatan meningkat dan omzet lebih banyak, jadi makin banyak mahasiswa yang bisa kebantu.” Red. Jauza Maryam Mumtazah

Berita, SDG 2025

INSPIRASA FIB: Affordable Eats and Home-Cooked Meals to Support Student Well-Being

Jatinangor, August 27th 2025 — A healthy and supportive campus begins with simple yet meaningful choices—like ensuring students have access to nutritious, affordable meals throughout their busy days. To create a healthier environment for students, the Faculty of Cultural Sciences at Universitas Padjadjaran has introduced ‘Inspirasa’, a canteen offering homemade organic meals. Inspirasa is the FIB Unpad canteen managed by Dharma Wanita, an organization of civil servants’ wives dedicated to improving family welfare through educational, economic and socio-cultural initiatives. With support from Dharma Wanita, Inspirasa aims to meet students’ and staff’s nutritional needs, helping them stay energized and productive throughout the day. Conveniently located next to the security post and the classroom building, Inspirasa is easily accessible to all students. With a variety of food and affordable prices, the Inspirasa canteen has become a new favourite spot for FIB students. Inspirasa received positive feedback from one of the students at FIB Unpad, Lusiana Dewi Saefudin. Lusiana said she was delighted with the arrival of Inspirasa as one of the canteens at FIB Unpad. “The food and drinks are delicious and reasonably priced. What I like most is the service. The lady who runs the canteen is very friendly to me and my friends,” said Lusiana. Inspirasa is more than a canteen; it reflects FIB UNPAD’s commitment to supporting students’ well-being and fostering a campus community where no one is left behind. Red. Dilla Maharani PutriFakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Scroll to Top