Author name: Ghina Nafsiya

Berita

Unpad Terima 2.636 Calon Mahasiswa Baru Melalui Jalur SNBP

Jatinangor, 26 Maret 2024 – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) akan dibuka pada Selasa (26/3) pukul 15.00 WIB pada laman Pengumuman SNBP 2024 atau di laman mirror https://snbp.unpad.ac.id/.  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa tahun ini Unpad menerima 2.636 calon mahasiswa baru lewat jalur SNBP. Jumlah pendaftar SNBP ke Unpad mencapai 31.329 orang, yang menjadikan Unpad sebagai PTN dengan jumlah pendaftar terbanyak kelima di Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa jumlah yang diterima di jalur SNBP sudah sesuai dengan kuota yang ditetapkan.  Unpad telah meningkatkan jumlah kuota untuk calon mahasiswa baru pada jalur SNBP di tahun ini. Prof. Arief mengatakan bahwa penambahan jumlah kuota tersebut dilakukan dengan maksud untuk menjaring talenta-talenta terbaik di seluruh Indonesia.  Upaya tersebut diimplementasikan melalui empat kebijakan keberpihakan Unpad, yaitu alokasi untuk peserta difabel, siswa berprestasi yang tinggal di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T); siswa berprestasi dari kalangan keluarga yang belum pernah melanjutkan studi ke perguruan tinggi; hingga siswa yang sekolahnya belum terepresentasikan di Unpad.  Melalui empat kebijakan tersebut, calon mahasiswa baru yang diterima di Unpad pada SNBP merupakan siswa-siswa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.  Prof. Arief menjelaskan bahwa tahun ini terdapat banyak peserta dari luar pulau Jawa yang mendaftar SNBP ke Unpad. Ia mengatakan bahwa hal ini membuktikan, banyak siswa dari seluruh Indonesia berminat untuk masuk ke Unpad dan prestasi dari para siswa dinilai baik, sehingga prestasi yang mereka capai masuk ke dalam kriteria Unpad.  Selain itu, jumlah asal sekolah yang diterima di Unpad meningkat dua kali lipat. Prof. Arief mengatakan bahwa jumlah sekolah yang diterima di Unpad tahun lalu berkisar 700-an, sedangkan jumlah sekolah yang diterima di Unpad tahun ini lebih dari 1.000 sekolah. Hal ini menandakan cakupan aksesibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Lebih lanjut, Prof. Arief menjelaskan bahwa calon mahasiswa yang sudah diterima di SNBP, tidak dapat mendaftar ke jalur SNBT maupun jalur Mandiri. Kendati demikian, Prof. Arief mengatakan bahwa masih diperkirakan akan tetap ada calon mahasiswa dari jalur SNBP yang tidak melakukan registrasi ulang dengan berbagai alasan.  “Pada jalur SNBP yang dilaksanakan tahun lalu, hampir 90 persen calon mahasiswa melakukan registrasi ulang. Kemungkinan tahun ini tetap ada yang tidak mengambil karena ada hal lain yang dikejar. Namun, harapannya 99% calon mahasiswa pada tahun ini dapat melakukan registrasi ulang,” jelasnya.  Selain itu, jika calon mahasiswa memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan pada jalur SNBP, hal ini juga dapat berpotensi mengganggu peringkat sekolah di tahun yang akan datang. Menanggapi hal ini, Prof. Arief mengatakan bahwa jika calon mahasiswa memiliki kesempatan, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin, yaitu dengan melakukan registrasi ulang, karena kesempatan yang dimiliki mahasiswa sangat berharga.  Prof. Arief pun mengingatkan bahwa tidak ada pengumuman kelulusan susulan dari jalur SNBP. Calon mahasiswa baru juga wajib mengetahui informasi registrasi melalui laman resmi Unpad.  “Gunakan tata cara yang sudah ditentukan di dalam pengumuman registrasi nanti saat mendaftar. Jangan percaya kalau ada pihak yang bisa membantu untuk pindah (perguruan tinggi). Manfaatkanlah kesempatan ini dengan mendaftar,” pungkas Prof. Arief. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Gelar Pemeriksaan Gigi kepada Santri, FKG dan RSGM Unpad Berkolaborasi bersama Unilever Indonesia

Jatinangor, 22 Maret 2024 – Rabu (20/3), dalam rangka memperingati World Oral Health Day (WOHD) 2024, Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran, bersama dengan PT Unilever Indonesia melakukan pemeriksaan gigi gratis bagi 50 santri Rumah Tahfiz Qur’an Anak Bandung di Ballroom Masjid Agung Trans Studio Bandung. Dalam kegiatan ini, FKG Unpad melibatkan 18 residen, 20 koas, dan 15 dosen sebagai pembimbing dari semua departemen untuk pemeriksaan gigi dan pemberian edukasi kepada para santri. Kegiatan kolaborasi dalam rangka WOHD ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Selain pemeriksaan gigi, kegiatan juga diisi dengan edukasi dan Talk Show bagi para peserta dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Talk Show diisi oleh Ketua PB PDGI drg. Usman Sumantri, M.Sc., Ketua ARSGMPI Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes,AAK., Ketua AFDOKGI Prof. Suryono, drg.,SH.,MM.,Ph.D., Ustaz Dr. Zulkarnain Muhammad Ali, SE., MSi., Ph.D, dan Citra Kirana dari kalangan selebritas.  Ketua Pelaksana Dr. Indra Mustika Setia Pribadi, drg.,Sp.Perio.,Subsp.MP(K)., mengatakan bahwa pada tahun ini, acara diadakan bertepatan dengan bulan Ramadhan, di mana biasanya setiap tahunnya, acara ini dilakukan full day. Indra juga mengatakan bahwa acara tersebut memiliki Talk Show bersama Ustadz yang berbicara terkait fatwa mengenai perawatan gigi selama puasa Ramadhan. Demi memastikan pasien tidak ragu dalam merawat gigi mereka saat berpuasa, Fatwa MUI dijelaskan secara terperinci. Selain itu, edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta penggunaan aplikasi fluor juga disampaikan. Berkaitan dengan hal ini, Indra menambahkan bahwa edukasi mengenai aplikasi fluoride diberikan kepada pendamping santri untuk diaplikasikan ketika mereka tidak berpuasa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong anak-anak rutin berkonsultasi dengan dokter gigi dan mendorong kebiasaan baik untuk memelihara gigi dan mulut mereka seumur hidup. Selain itu, pendidikan kesehatan gigi akan ditingkatkan di sekolah/pesantren demi mendukung transformasi kesehatan Kemenkes RI dalam pilar promotif preventif. “Dengan terbiasanya para santri menghadapi dokter gigi, diharapkan agar kedepannya mereka tidak takut lagi ke dokter gigi. Begitu pula dengan orang dewasa. Dengan diberikan edukasi, mereka dapat memahami bahwa ternyata ke dokter gigi itu tidak harus cabut ataupun tambal, melainkan dapat berupa pemberian fluor untuk anak-anak sehingga bisa membuat gigi lebih kebal terhadap lubang gigi. Hal ini akan menyehatkan gigi dalam jangka waktu yang lebih lama, dan membuat gigi tidak mudah berlubang,” ujar Indra. Dalam kampanye ini, FKG Unpad, RSGM Unpad, bersama dengan PT. Unilever Indonesia berupaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat sebagai bagian dari perwujudan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.  “Kita dapat menginformasikan bahwa memelihara kebersihan gigi harus dilakukan sejak kecil untuk mencegah kasus-kasus yang lebih parah, bukan dilakukan ketika kita sudah dewasa,” ujar Indra. Kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan ini mendapat dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Budaya dan fakultas lainnya di lingkungan Universitas Padjadjaran.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Total Dana Pengeluaran Fakultas Ilmu Budaya untuk Seni di Tahun 2023

Pada tahun 2023, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran mengalokasikan dana sebesar Rp305.723.500,00 untuk mendukung berbagai kegiatan dan program seni. Pengeluaran ini mencerminkan komitmen fakultas terhadap pengembangan seni dan budaya sebagai bagian integral dari kurikulum akademik dan kegiatan kampus. Penggunaan Dana: Dana sebesar Rp305.723.500,00 digunakan untuk berbagai keperluan yang mendukung seni di FIB, termasuk: Pendanaan Acara dan Pertunjukan Seni: Sebagian besar dana dialokasikan untuk menyelenggarakan acara dan pertunjukan seni, seperti pameran, konser, teater, dan pertunjukan tari. Kegiatan ini tidak hanya memberikan platform bagi mahasiswa dan dosen untuk menampilkan karya seni mereka tetapi juga memperkaya pengalaman budaya di lingkungan kampus. Pengembangan Program Seni dan Kursus: Dana ini juga digunakan untuk mengembangkan dan memperluas program seni dalam kurikulum fakultas. Ini mencakup biaya untuk penyelenggaraan workshop, seminar, dan pelatihan yang melibatkan seniman dan praktisi seni dari berbagai disiplin. Pemeliharaan dan Pengadaan Fasilitas Seni: Sebagian dana dialokasikan untuk pemeliharaan dan pengadaan fasilitas seni, termasuk studio seni, ruang pamer, serta peralatan dan bahan seni yang diperlukan untuk kegiatan akademik dan ekstrakurikuler. Dukungan untuk Mahasiswa dan Dosen: FIB juga menggunakan dana ini untuk mendukung mahasiswa dan dosen dalam proyek seni mereka, baik melalui hibah, beasiswa, maupun dukungan logistik untuk proyek-proyek seni yang inovatif. Komitmen Fakultas terhadap Seni: Pengeluaran ini menegaskan komitmen FIB Unpad terhadap pengembangan seni sebagai bagian dari pendidikan tinggi. Dengan investasi ini, fakultas tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik tetapi juga pada penyampaian nilai-nilai budaya dan kreativitas, yang penting bagi pertumbuhan holistik mahasiswa. Dana yang dialokasikan untuk seni di tahun 2023 mencerminkan dedikasi fakultas untuk terus memperkaya lingkungan akademik dan memperkuat peran seni dalam kehidupan kampus. Melalui berbagai program dan inisiatif yang didanai, FIB berupaya untuk memberikan pengalaman yang berharga dan mendalam bagi seluruh anggota komunitas akademik, sekaligus mendukung pengembangan seni dan budaya di tingkat lokal dan nasional. Red. Gilang Januarsyah

Berita

Luas Area Parkir dan Pemeliharaan Gedung di Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Luas Area Parkir: Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menyediakan area parkir seluas 450 m² untuk mendukung kebutuhan parkir bagi mahasiswa, dosen, dan staf. Luas area parkir ini dirancang untuk memfasilitasi aksesibilitas dan kenyamanan pengguna dalam memasuki lingkungan fakultas. Dengan kapasitas yang memadai, area parkir ini berperan penting dalam memastikan kemudahan mobilitas di kampus, terutama dalam mendukung kelancaran kegiatan akademik dan administratif. Pemeliharaan Gedung: Pada tahun 2023, fokus utama pemeliharaan gedung di FIB adalah pada pengoperasian dan pemeliharaan bangunan secara berkala. Tujuan dari pemeliharaan ini adalah untuk menjaga fungsi dan keamanan fasilitas serta menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang nyaman dan aman bagi seluruh civitas akademika fakultas. Kegiatan Pemeliharaan: Pengoperasian Berkala: Kegiatan pemeliharaan melibatkan pengecekan rutin dan pengoperasian sistem bangunan seperti sistem listrik, air, dan HVAC (heating, ventilation, and air conditioning). Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua sistem berfungsi dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Perbaikan dan Renovasi: Tim pemeliharaan juga melakukan perbaikan dan renovasi yang diperlukan untuk menjaga kondisi bangunan tetap optimal. Ini termasuk perbaikan minor seperti cat ulang dan perbaikan infrastruktur, serta renovasi yang lebih besar jika diperlukan. Keamanan dan Keselamatan: Aspek penting dari pemeliharaan adalah memastikan bahwa fasilitas memenuhi standar keamanan dan keselamatan. Ini mencakup pemeriksaan sistem keamanan seperti alarm kebakaran dan sistem pemadam kebakaran, serta pemeliharaan jalur evakuasi dan alat keselamatan lainnya. Kenyamanan Lingkungan: Pemeliharaan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman untuk belajar dan bekerja. Ini mencakup perawatan kebersihan gedung, pengelolaan suhu ruangan, dan penataan fasilitas umum. Komitmen terhadap Kualitas: Melalui upaya pemeliharaan ini, FIB Unpad berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan akademik dan operasional dengan lingkungan yang optimal. Dengan fokus pada pemeliharaan berkala dan perbaikan yang diperlukan, fakultas memastikan bahwa semua anggota komunitas akademik dapat menikmati fasilitas yang aman, nyaman, dan berkualitas. Investasi dalam pemeliharaan gedung dan area parkir adalah bagian dari komitmen FIB untuk mendukung proses belajar mengajar dan operasional fakultas secara berkelanjutan. Dengan menjaga fasilitas tetap dalam kondisi terbaik, fakultas berupaya menciptakan pengalaman akademik yang positif dan mendukung bagi seluruh civitas akademika.

Berita

Ahli Fkep Unpad Sampaikan Kuliah Umum kepada Sivitas Akademika Umgo

Jatinangor, 27 Februari 2024 – Pakar Palliative Care dan Mental Health dari Fakultas Keperawatan (Fkep) Universitas Padjadjaran menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo di Aula Suharyati Fkep Unpad Jatinangor, Rabu (21/2).  Kegiatan ini didukung oleh berbagai Fakultas di Unpad, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  Para pemateri tersebut adalah Hana Rizmadewi Agustina, Ph.D., yang membahas “Tren, Isu, dan Perkembangan Palliative Care” serta Prof. Suryani, Ph.D., dengan materi “Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Psikososial”.  Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keperawatan Unpad, Prof. Kusman Ibrahim, Ph.D berharap bahwa kuliah pakar yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Universitas Muhammadiyah Gorontalo dapat bermanfaat, menambah wawasan, dan menjadi pengalaman yang berharga, serta lebih semangat untuk memajukan palliative care dan mental health.   Menurut Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Ns., Andi Akifa Sudirman, M.Kep., kunjungan Universitas Muhammadiyah Gorontalo juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama dengan Fakultas Keperawatan Unpad pada tridarma perguruan tinggi.  Harapannya, peluang kerja sama kedua institusi ke depannya dapat ditingkatkan, terutama pada bidang Palliative Care dan Mental Health, demi manfaat yang lebih signifikan bagi masyarakat luas. Selain itu, diharapkan juga pendidikan keperawatan semakin maju dan terus mengikuti perkembangan zaman. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Pusat Bahasa FIB Unpad Tawarkan Layanan Jasa Penerjemahan Hingga Kursus Kebahasaan

Bandung, Jawa Barat — Pusat riset menjadi sebuah fasilitas penunjang kampus yang sangat dibutuhkan oleh civitas. Selain berfungsi sebagai sarana penelitian, pusat riset juga berfungsi sebagai sarana pengembangan, pengkajian, dan penerapan bidang keilmuan fakultas. Dengan demikian, umumnya setiap fakultas memiliki pusat risetnya masing-masing.  Hal ini turut berlaku pada pusat riset yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran atau yang biasa disebut sebagai “Pusat Bahasa FIB Unpad”. Pusat Bahasa FIB Unpad terletak di Kampus Unpad Dipati Ukur dan Kampus Unpad Jatinangor.  Fasilitas penunjang yang dimiliki oleh FIB Unpad ini menyediakan beberapa layanan kegiatan berbahasa, seperti kursus Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, maupun bahasa asing. Adapun bahasa asing yang ditawarkan, yaitu Bahasa Inggris, Perancis, Jepang, Jerman, Rusia, Mandarin, dan Arab. Kegiatan kursus yang ditawarkan ini dapat dilakukan melalui program reguler maupun non-reguler, baik kursus intensif maupun privat.  Di samping kursus, Pusat Bahasa FIB Unpad turut menyediakan jasa konsultasi kebahasaan, penyuntingan, penerjemahan, dan tes kemahiran Bahasa Indonesia yang umumnya ditujukan kepada penutur asing. Hal ini sejalan dengan kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Umumnya kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pengenalan Bahasa Indonesia bagi para mahasiswa asing yang hendak berkuliah di Indonesia.  Sama dengan kursus bahasa asing, Bahasa Indonesia yang diajarkan pada Pusat Bahasa FIB Unpad juga dapat dilakukan melalui program reguler maupun non-reguler. Program reguler diadakan selama empat semester secara berjenjang, yaitu tingkat pemula atau dasar (kelas 1), tingkat lanjut (kelas 2), tingkat terampil (kelas 3), dan tingkat mahir (kelas 4). Di sisi lain, pilihan program non-reguler menyediakan kursus intensif dan privat. Adapun kursus BIPA kelas khusus disediakan untuk memfasilitasi persiapan masuk perguruan tinggi bagi mahasiswa asing, seperti program Kemitraan Negara Berkembang (KNB).  Metode pembelajaran yang ditawarkan oleh Pusat Bahasa FIB Unpad dilakukan secara menarik, yaitu pembelajaran di luar dan di dalam kelas. Hal ini bertujuan agar para peserta didik mampu menyerap dengan efektif teori yang sudah didapatkan, sehingga menunjang kompetensi kebahasaan, seperti membaca, menyimak, menulis, dan berbicara.  Tidak hanya diajarkan Bahasa Indonesia, para peserta didik juga diajak untuk mengenal budaya yang dimiliki Indonesia. Hal ini tercermin dari aktivitas Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan wisata kota dengan materi terkait budaya, sejarah, dan alam.  Koordinator Pusat Bahasa dan Ketua Pelaksana ELT, Vincentia Tri Handayani, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa Pusat Bahasa FIB Unpad telah bekerja sama dengan institusi-institusi lain dalam penyelenggaraan kegiatan kebahasaan.  “Yang pasti reguler, ada Bappenas yang dilakukan setiap akhir tahun ditujukan untuk mengetahui atau melatih kemampuan berbahasa Inggris para calon peserta (ASN/PNS) untuk melanjutkan studi lanjutan ke luar negeri. Kemudian dengan Pusdikpengmilum TNI AD di Cimahi untuk Bahasa Perancis dan Bahasa Inggris. Kemudian SMA Islam Boarding School Nurul Fikri untuk penyelenggaraan TOEFL ITP. Kami (juga) bekerja sama dengan IIEF Jakarta. Juga dengan STISIP Guna Cianjur untuk penyelenggaraan ELT setiap tahun,” ujar Vincentia melalui podcast Fakultas Ilmu Budaya.  Selayaknya pusat riset yang berkontribusi terhadap akademik fakultas, begitu juga upaya-upaya inovasi yang kerap dilakukan dan digencarkan oleh Pusat Bahasa FIB Unpad. Melalui fasilitas tersebut, diharapkan kesempatan memperoleh pembelajaran dan pelayanan kebahasaan, baik mahasiswa maupun umum dapat diakses dengan efektif dan optimal.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Sehat, Bersemangat, dan Berbudaya Bersama Festival Ilmu Budaya 2024

Jatinangor, Jawa Barat – Sebagai bentuk implementasi dari kesehatan yang baik dan kesejahteraan mahasiswa, FIB Unpad mengadakan acara Festival Ilmu Budaya 2024. Festival Ilmu Budaya (Fesbud) merupakan ajang kompetisi olahraga dan non-olahraga yang melibatkan seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya untuk berkompetisi sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa. Setiap tahunnya, Festival Ilmu Budaya memiliki filosofi pada logo yang menggambarkan ciri khas dari FIB Unpad itu sendiri. Pada tahun ini, filosofi logo pada Festival Ilmu Budaya berkaitan erat dengan keberagaman, semangat, kebudayaan, eksplorasi, sehat dan aktivitas, serta kompeten.  Seluruh mahasiswa FIB dari berbagai jurusan mengikuti Fesbud dengan antusias yang tinggi. Berbagai lomba olahraga yang diikuti oleh para mahasiswa, yaitu futsal, basket, badminton, climbing, dan catur. Sedangkan, berbagai lomba non-olahraga yang diikuti, yaitu mobile legend, PUBG, dan Fifa.  Acara ini mendapat tanggapan positif dari berbagai peserta, salah satunya Ahmad Fadel Rusmana (Fadel) dari Sastra Jerman. “Fesbud tahun ini agak berbeda karena biasanya, Fesbud sudah selesai dilaksanakan sebelum perkuliahan. Tapi sangat menyenangkan rasanya bisa menyalurkan hobi dan juga bakat melalui Fesbud edisi kali ini. Sebagai peserta juga kami diperhatikan, jika ada yang terluka ataupun kehausan kami diberikan tindakan. Fesbud kali ini akan jadi kenangan yang cukup membekas. Terimakasih panitia Fesbud 2024!,” terang Fadel.  Dengan adanya acara Festival Ilmu Budaya, diharapkan seluruh mahasiswa FIB dari berbagai jurusan dapat mengembangkan bakat dalam bidang olahraga maupun non-olahraga, mempererat hubungan persahabatan antar berbagai jurusan, dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masing-masing individu.  Red: Yohanes William Ivakdalam

Berita

Unpad Tawarkan 3 Jalur Undangan di Seleksi Mahasiswa Baru 2024

Jatinangor, 12 Januari 2024 – Dengan mengusung semangat keberpihakan, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka tiga jalur atau program undangan dan satu beasiswa bagi penyandang disabilitas di seleksi mahasiswa baru 2024.  Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut terkait dengan tiga jalur atau program undangan Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2024: 1. Undangan Siswa Berprestasi dari Sekolah yang Kurang Terepresentasi  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa program ini ditujukan kepada siswa dari sekolah yang yang selama ini alumninya belum pernah ada yang diterima di Unpad. Siswa dari sekolah tersebut mendapatkan kesempatan khusus yaitu berupa prioritas untuk diterima di Unpad.  “Jadi teman-teman yang berasal dari sekolah yang seniornya belum pernah ada yang diterima di Unpad jangan berkecil hati,” katanya.  Prof. Arief melanjutkan bahwa Unpad sudah memiliki database sekolah yang berhasil diterima di Unpad pada periode lima tahun ke belakang. Ia juga mengatakan bahwa pihak Unpad akan melihat para siswa yang lulus dari sekolah yang belum pernah diterima di Unpad dan akan diberikan perhatian khusus.  2. Undangan Siswa dari keluarga yang Belum Pernah Menempuh Studi di Perguruan Tinggi  Jalur undangan kedua ini diberikan dan diprioritaskan secara khusus kepada siswa yang berprestasi, namun dari keluarga yang anggotanya belum pernah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.  Menanggapi hal tersebut, Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad akan memberikan perhatian khusus bagi siswa yang dalam keluarganya menjadi anggota keluarga pertama yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, karena siswa tersebut merupakan wakil pertama dari keluarga tersebut untuk bersekolah ke perguruan tinggi.  Selain itu, Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad, Mohamad Fahmi, S.E., M.T., menilai bahwa program ini bertujuan untuk membuka peluang bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki akses pendidikan menuju perguruan tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan sebuah keluarga.  Sebagai implementasinya, Unpad akan membuka pendaftaran khusus untuk program ini pada Jalur Mandiri. Calon pendaftar diminta untuk memasukkan dokumen yang diperlukan serta pernyataan bahwa siswa tersebut merupakan wakil pertama dari keluarga tersebut untuk bersekolah ke perguruan tinggi.  3. Undangan bagi Siswa Berprestasi dari Wilayah 3T  Melalui program ini, Unpad mengundang siswa berprestasi dari sekolah yang berada di wilayah kelompok 3T di Indonesia. Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad akan mengundang siswa terbaik di wilayah-wilayah tersebut untuk diberikan “free pass” agar dapat masuk ke Unpad tanpa mengikuti berbagai tes yang cukup berat.  Perhatian tersebut dilakukan mengingat tidak semua siswa Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Maka dari itu, program ini terbuka bagi seluruh provinsi di Indonesia yang berada di wilayah kelompok 3T.  Di Jawa Barat, Unpad akan memprioritaskan calon mahasiswa baru yang berasal dari wilayah-wilayah di pesisir selatan. Hal ini disebabkan oleh persentase mahasiswa asal Jabar di Unpad sekitar 67 persen, di mana jumlah ini masih diisi oleh mahasiswa asal kota-kota besar di Jabar.  Di luar ketiga jalur undangan tersebut, Unpad juga menyediakan program beasiswa difabel pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).  Tahun ini, kelompok difabel mempunyai kesempatan yang sama untuk mendaftar pada seluruh program studi di Unpad. Namun, Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad akan tetap menghimbau peserta untuk memilih program studi yang sesuai dengan kondisi yang dialami. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Profil Staf Akademik Senior di FIB Unpad: Kontribusi dan Keseimbangan Gender

Di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran, struktur staf akademik senior memainkan peran penting dalam pengembangan dan pengelolaan akademik. Dari total 116 dosen aktif di FIB, sebanyak 105 di antaranya termasuk dalam kategori staf akademik senior, yaitu Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar. Ini mencerminkan pengalaman dan keahlian yang mendalam yang ada di fakultas ini, berkontribusi secara signifikan pada kualitas pendidikan dan penelitian. Dari 105 staf akademik senior tersebut, 58 di antaranya adalah perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan memegang peran penting dalam tingkat akademik yang lebih tinggi, mendemonstrasikan kontribusi mereka yang signifikan dalam bidang penelitian, pengajaran, dan kepemimpinan di FIB Unpad. Dengan 47 staf akademik senior laki-laki, keseimbangan gender dalam kategori ini menunjukkan kemajuan yang positif dalam upaya menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan beragam. Peran staf akademik senior di FIB Unpad tidak hanya mencakup pengajaran tetapi juga termasuk kontribusi dalam penelitian dan pengembangan kebijakan akademik. Staf akademik senior perempuan di FIB memberikan dampak besar dengan menghadirkan perspektif unik dan inovatif dalam berbagai disiplin ilmu yang ditawarkan oleh fakultas. Keberadaan mereka turut memperkuat kualitas akademik dan penelitian di FIB, serta mempromosikan kesetaraan gender dalam lingkungan akademik. Komposisi gender di kalangan staf akademik senior ini merupakan cerminan dari upaya FIB Unpad untuk memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi di tingkat tertinggi akademik. Dengan mayoritas perempuan di level senior, FIB Unpad menunjukkan komitmen terhadap keberagaman dan inklusi, serta memberikan contoh yang baik bagi institusi pendidikan tinggi lainnya. Secara keseluruhan, profil staf akademik senior di FIB Unpad menyoroti keseimbangan gender yang progresif dan kontribusi signifikan dari perempuan dalam bidang akademik. Ini menegaskan peran penting perempuan dalam membentuk masa depan pendidikan tinggi dan memberikan dampak positif pada komunitas akademik secara luas. FIB Unpad berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan staf akademik senior, memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk sukses dalam peran mereka. Dengan melanjutkan fokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan, FIB Unpad akan terus memajukan kualitas akademik dan memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan berkelas dunia. Red. Gilang Januarsyah

Berita

Bantu Masyarakat Melanjutkan Studi, Wakil Rektor Unpad Jelaskan Empat Kebijakan Keberpihakan

Bandung, Jawa Barat — Pendidikan sejatinya menjadi sebuah hal yang dapat diakses oleh setiap elemen masyarakat dari latar belakang yang beragam. Akan tetapi, nyatanya hal ini masih belum terpenuhi secara maksimal. Adapun berbagai cara dilakukan, baik oleh perguruan tinggi maupun pemerintah dalam mengurangi kesenjangan tersebut. Universitas Padjadjaran kerap kali dipilih oleh para calon mahasiswa sebagai tempat untuk melanjutkan studi perguruan tinggi. Adapun calon mahasiswa Unpad terdiri dari berbagai latar belakang masyarakat. Dalam menanggapi hal itu, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025, sejumlah kebijakan telah dilakukan guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk bisa melanjutkan studinya di kampus ini. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Arief S Kartasasmita. Adapun Unpad membagi kebijakan tersebut ke dalam empat program. Program pertama merupakan beasiswa untuk mahasiswa berkebutuhan khusus (difabel) yang diterima melalui jalur masuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).  Program kedua merupakan program undangan bagi siswa berprestasi yang tinggal di daerah yang terindikasi 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal).  Program ketiga Unpad diberikan dalam bentuk undangan bagi siswa berprestasi yang keluarganya belum pernah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.  Sedangkan, program terakhir diberikan kepada siswa yang sekolahnya belum memiliki representasi di Unpad.  Terkait keberpihakan kepada teman-teman difabel, Arief menyampaikan bahwa Unpad memiliki perhatian khusus kepada mereka yang memiliki potensi untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Adapun bentuk dukungan dan perhatian khusus tersebut turut selaras dengan upaya Unpad untuk mengingatkan peserta didik difabel agar dapat memilih program studi yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya.  Di satu sisi, Arief turut menyampaikan bahwa Unpad memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para calon peserta didik yang berasal dari daerah 3T. “Unpad juga mengundang siswa berprestasi dari sekolah yang berada di wilayah yang termasuk kelompok 3T di Indonesia. Kami akan undang siswa terbaik di sana, untuk diberikan semacam free pass, agar bisa masuk ke Unpad, tanpa perlu mengikuti tes-tes yang cukup berat,” ungkapnya.  Adapun untuk wilayah Jawa Barat, Unpad lebih memprioritaskan para calon peserta didik yang berasal dari wilayah 3T di pesisir selatan. Hal ini dikarenakan Unpad masih didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari kota-kota besar di Jawa Barat.  Arief turut menyampaikan bahwa Unpad membuka peluang besar bagi para calon mahasiswa dari keluarga yang belum pernah berkuliah untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. “Jadi kalau di keluarga tersebut tidak ada yang berkuliah, maka yang pertama kali itu akan kami berikan perhatian khusus, karena dia akan menjadi wakil pertama dari keluarga tersebut untuk bersekolah ke perguruan tinggi,” tambah Arief.  Unpad turut mengundang para calon mahasiswa yang alumni sekolahnya belum pernah diterima di Unpad. Hal ini didasarkan pada database asal sekolah mahasiswa yang dimiliki oleh Unpad.  “Mereka akan diprioritaskan untuk bisa diterima di Unpad. Unpad telah memiliki database sekolah yang berhasil diterima di Unpad dalam lima tahun terakhir. Nanti, kami lihat kalau ada yang lulus dari sekolah yang belum diterima di Unpad, maka kami akan berikan perhatian khusus,” ungkap Arief. Arief turut menambahkan bahwa pada tahun akademik 2024/2025 ini, pihak Universitas Padjadjaran tidak menaikkan UKT mahasiswanya. Hal ini dikarenakan Unpad menganut prinsip bahwa UKT mahasiswa perlu untuk menyesuaikan dengan kemampuan orang tua atau wali. Di sisi lain, Unpad turut menilai bahwa sebagian ekonomi masyarakat masih belum pulih akibat terdampak pandemi Covid-19.  Dengan kebijakan-kebijakan kooperatif yang dilakukan Unpad, diharapkan membuka peluang besar bagi masyarakat dari latar belakang dan kondisi yang beragam untuk dapat melanjutkan studinya hingga ke jenjang perguruan tinggi.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top