Author name: Ghina Nafsiya

Berita, SDG 2025

Inovasi Mahasiswa FIB Unpad Atasi Gizi Buruk dan Kemiskinan di Desa Citengah Lewat Pangan Lokal

JATINANGOR, 26 Juli  2025  – Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran di Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, melahirkan inovasi untuk mengatasi masalah gizi buruk dan kemiskinan. Melalui kegiatan berjudul “Pengembangan Produk Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro Pedang Melalui Literasi Anak”, tim pelaksana berupaya memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi kacang koro pedang yang melimpah. Pangan lokal seperti kacang koro pedang memiliki nilai gizi yang tinggi, tapi belum banyak dikenal masyarakat. Oleh karena itu, tim PPM dan mahasiswa KKNM mengintegrasikan upaya pengembangan pangan dengan edukasi gizi dan literasi bagi anak-anak dan ibu rumah tangga. Melalui pelatihan dan praktik langsung, ibu-ibu rumah tangga di Desa Citengah diajarkan mengolah kacang koro pedang menjadi produk pangan bernilai tambah seperti nugget dan kue kering. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas ibu-ibu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual. Dengan berpartisipasi aktif dalam produksi makanan bernutrisi tinggi dari kacang koro pedang, mereka diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan secara signifikan.  Kegiatan yang digagas oleh Dr. Dewi Ratnasari, M. Hum. Kamelia Gantrisia, M.Hum. serta Genita Cansrina, M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya ini berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), serta Generasi Berencana (Genre) Indonesia Kabupaten Sumedang. Dengan melibatkan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam hal edukasi dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan solusi konkret untuk masalah gizi buruk dan kemiskinan.

Berita, SDG 2025

Tiga Startup di Lingkungan Kampus Fakultas Ilmu Budaya

JATINANGOR, 15 Juli 2025 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran kini memiliki tiga startup yang berada di lingkungan kampus. Tiga start up tersebut di antaranya coffee shop bernama Poeta, kantin Inspirasa, dan sebuah toko barang bekas bernama Second Chance.  Poeta didirikan pada 1 November 2024 saat Dies Natalis FIB Unpad. Coffee shop yang terletak di lantai 1 Gedung Dekanat ini memiliki staf magang yang berasal dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. Lekat dengan kesusastraan, nama minuman diambil dari nama-nama sastrawan dunia. Seperti Lakoff choco, Americano Gorky, dan lain sebagainya. Baru didirikan tahun ini, Inspirasa adalah kantin baru FIB Unpad yang dikelola oleh Dharma Wanita, sebuah organisasi istri pegawai negeri sipil yang berdedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui inisiatif pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Dengan dukungan Dharma Wanita, Inspirasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi mahasiswa dan staf, membantu mereka tetap berenergi dan produktif sepanjang hari. FIB juga memiliki Second Chance, sebuah toko barang bekas. Toko ini dimulai dari imbauan Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, pada tahun 2023. Toko ini bertujuan sebagai penjualan baju-baju dan barang-barang yang bagus dengan harga murah melalui sumbangan barang-barang yang masih layak dan sudah tidak dipakai. Namun, lebih penting lagi, toko ini membuka program magang untuk mahasiswa. Para mahasiswa yang magang diberikan keuntungan finansial dari uang suka dan peringanan UKT. Manajer Operasional, Bu Ferli Hasanah mengatakan, “Program magang ini membantu jika ada yang kesulitan urusan UKT atau yang beasiswa telat, seperti yang mendapat beasiswa KIP tetapi dananya masih belum turun.”  Red. Lusiana Dewi dan Jauza Maryam Mumtazah

Berita

Pascasarjana FIB Unpad Ajak UGM Adakan Seminar Sastra

Jatinangor, 9 September 2024 — Program studi Ilmu Sastra Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Program studi Ilmu Sastra Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dalam menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “Academic Student Networking” (ASN) dengan tema Ruang Dinamis: Evolusi Sastra dan Budaya Populer. Seminar yang dilangsungkan secara luring ini diadakan pada Senin (9/9/2024) di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ).  Pada seminar ini, dihadirkan para dosen dari kedua prodi tersebut. Di samping itu, seminar turut dihadiri oleh para mahasiswa magister Ilmu Sastra Unpad dan UGM. Kegiatan ini berlangsung secara dinamis dan interaktif dengan turut melibatkan para mahasiswa untuk menyampaikan presentasi karya ilmiahnya.  Adapun kegiatan presentasi pada seminar tersebut dibagi ke dalam tiga sesi dengan pemateri dan moderator yang berbeda-beda pada setiap sesinya. Sesi 1 Pemateri :  Moderator : Muhammad Dzaky A. (mahasiswa Unpad) Sesi 2 Pemateri :  Moderator : Zalifa Nuri (mahasiswa UGM) Sesi 3 Pemateri :  Moderator : Aditya Martin Muhammad (mahasiswa UGM) Tidak hanya seminar, kegiatan yang mempertemukan kedua universitas ini turut dimeriahkan dengan pentas seni, sharing section, dan networking. Dengan diadakannya kegiatan bersama ini, diharapkan perguruan tinggi di Indonesia dapat saling mengembangkan ilmu pengetahuan yang berguna bagi kemajuan pendidikan bangsa.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

FIB Ajak Civitas Suarakan Isu HAM

Jatinangor — Edukasi tidak hanya memberikan sisi akademis, melainkan juga nilai-nilai sosial. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kepekaan terhadap isu-isu yang terjadi di sekitarnya.  Sejalan dengan hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM Gama FIB) selalu berupaya untuk memberikan edukasi kepada civitas akademika FIB terkait nilai-nilai diversity, equity, inclusion, human right, honesty, respect, dan fairness melalui setiap kegiatan yang diselenggarakan. Salah satu bentuk program BEM Gama FIB terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM), yaitu September Hitam. Kegiatan yang diusung dan dinaungi oleh Departemen Kajian dan Aksi Strategis ini memberikan edukasi sebagai pengingat akan sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia melalui aksi dan unggahan artikel pada laman media sosial.  Beberapa artikel yang pernah diunggah di media sosial FIB, yaitu Tragedi Pembunuhan Munir Said Thalib, Pembantaian Tanjung Priok, Penembakan Pendeta Yeremia, dan Tragedi Semanggi.  Di samping itu, BEM Gama FIB pada tahun ini turut menyelenggarakan sebuah acara seni teater yang mengangkat isu tentang pelanggaran HAM, baik nasional maupun internasional bertajuk “Kenang Kelabu”. Program-program tersebut dilakukan oleh BEM Gama FIB sebagai bentuk edukasi kepada civitas FIB untuk membangkitkan ingatan akan peristiwa kelam yang belum usai hingga saat ini. Selain itu, melalui program ini juga BEM Gama FIB turut mengundang civitas untuk selalu menyuarakan isu HAM yang menjadi tanggung jawab bersama.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Stroberi Premium Unpad Pikat Perusahaan Roti dan Kue Asal Jepang

Jatinangor, Jawa Barat — Menggunakan sumber pangan yang berkualitas menjadi salah satu kunci produksi makanan bagi para produsen. Bukan saja kesegaran bahan, sumber pangan yang berkualitas turut berkontribusi pada rasa dan kandungan gizi pada makanan atau minuman yang diproduksi tersebut.  Salah satu perusahaan roti dan kue asal Jepang, Chateraise mengadakan kunjungan ke Universitas Padjadjaran pada 12-13 Agustus 2024. Kunjungan tersebut dilaksanakan di rumah kaca Bale Tatanen Unpad Kampus Jatinangor. Adapun kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kerja sama antara Chateraise Co., Ltd. dengan Bale Tatanen Unpad.  Kerja sama antara perusahaan roti dan kue asal Jepang tersebut dilakukan dengan penggunaan stroberi hasil panen Unpad pada produk makanan yang mereka produksi. Stroberi premium yang dibudidayakan oleh Bale Tatanen Unpad sejatinya telah berlangsung sejak 2023 sebagai hasil kolaborasi dengan Japan Premium Vegetable (JPV) dan Japan International Research Centre for Agricultural Sciences (JIRCAS). Perwakilan PT. Chateraise Gobel Indonesia, Nobu Hirai mengungkapkan ketertarikan perusahaannya terhadap stroberi yang dibudidayakan oleh Universitas Padjadjaran. Hal ini didasari atas kebutuhan pihak Chateraise pada stroberi yang berkualitas. Di sisi lain, Nobu turut menambahkan bahwa Chateraise berusaha untuk menarik pasar Indonesia.  “Misi utama kami adalah untuk membuat masyarakat Indonesia senang dengan produk kami. Di sini kami tidak hanya mengimpor produk, tapi juga memproduksi produk kami. Maka dari itu, kami perlu mendapatkan bahan-bahan berkualitas tinggi pula dari sini. Sangat penting untuk mendapatkan stroberi berkualitas yang kebutuhannya terus meningkat,” jelas Nobu.  Koordinator pengelola Plant Factory Ichigo Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Reginawanti Hindersah, M.P. turut menjelaskan bagaimana stroberi yang dibudidayakan oleh Bale Tatanen Unpad dapat memikat produsen mancanegara, seperti perusahaan roti dan kue Chateraise yang sudah memiliki 1000 cabang di seluruh dunia dengan 45 cabang di Indonesia.  “Ketertarikan Chateraise adalah buah yang harum dan manis, bahkan buah yang paling asam di kultivar yang ditanam di sini masih manis dibandingkan kultivar lokal sehingga masih masuk ke dalam kisaran kemanisan yang mereka cari,” jelasnya.  Di sisi lain dirinya juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Chateraise turut berkontribusi dalam kolaborasi yang telah dijalin antara Unpad dengan JPV. Hal ini merupakan hal yang sangat baik, mengingat Bale Tatanen merupakan ujung tombak dalam interaksi internasional yang dilakukan oleh Unpad dengan bisnis dan institusi swasta di berbagai bidang terkait.  “Harapan saya ke depan, rumah kaca ini tetap sustain dengan dukungan Fakultas Pertanian, dukungan Unpad, dan dukungan penelitian dari DRPM,” harap Prof. Regina.  Selain perwakilan dari PT. Chateraise Gobel Indonesia, kunjungan yang diadakan ke Bale Tatanen Unpad juga dihadiri oleh CEO JPV, Kenji Edo beserta Manager Procurement Strategy Office Chateraise, Eiji Hayashi dan General Manager Purchasing Department, Ryoichi Inoue. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

KPK Ajak Sivitas Unpad Senantiasa Mengimplementasikan Nilai-Nilai Antikorupsi

Jatinangor, Jawa Barat — Korupsi merupakan sebuah ancaman yang kerap terjadi di mana saja. Tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan semata, korupsi juga dapat terjadi dalam lingkungan pendidikan. Adapun pelakunya pun beragam dari berbagai golongan dan latar belakang. Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, mahasiswa merupakan salah satu agen penting. Hal ini dimulai dengan menanamkan nilai-nilai antikorupsi dengan diawali untuk senantiasa taat hukum oleh diri sendiri.  Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Wawan Wardiana, ST., MT menyampaikan bahwa budaya korupsi lahir dari budaya koruptif.  “Hal ini (budaya korupsi) bisa terjadi karena perilaku-perilaku yang sifatnya koruptif itu dianggap wajar. Kalau itu dianggap wajar, maka yang terjadi adalah tindak pidana korupsi,” ujar Wawan dalam Kuliah Umum Roadshow Bus KPK yang bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Pencegahan Korupsi di Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan di Bale Sawala Unpad Jatinangor pada Kamis (8/8/2024).  Wawan menjelaskan setidaknya terdapat tujuh jenis tindakan pidana korupsi. Hal tersebut terkait dengan kerugian negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, suap, pemerasan, gratifikasi, dan benturan kepentingan. Selain itu, pihak yang tidak melakukan korupsi, tetapi melakukan hal yang berkaitan dengan itu juga dapat dilaporkan. Berkaitan dengan ketujuh hal tersebut, Wawan menjelaskan bahwa KPK menerapkan tiga pendekatan dalam menjalankan tugasnya. Pendekatan-pendekatan tersebut mencakup penindakan, pencegahan atau upaya memperbaiki sistem dengan digitalisasi, dan pendekatan dengan pendidikan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada siswa sebagai generasi muda. “Pendekatan ini tidak mungkin dapat berhasil dilakukan hanya oleh KPK sendiri. Maka pendekatan lainnya yang dilakukan adalah partisipasi publik. Kalau masyarakat tidak berkontribusi, tidak berpartisipasi, akan sulit”, terangnya.  Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dalam pemberantasan ini, yaitu untuk senantiasa taat kepada hukum yang berlaku. Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan, yaitu dengan mengingatkan orang sekitar, melakukan riset dan mengaplikasikan keilmuan, dan membuat gerakan atau komunitas antikorupsi.  Wawan menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai antikorupsi di institusi pendidikan tidak hanya dilakukan dengan memberikan edukasi. Hal lain yang tidak kalah penting, yaitu dengan memperbaiki ekosistem lingkungan pendidikan. Selain itu perlu juga untuk menyuarakan gerakan antikorupsi melalui implementasi tridharma perguruan tinggi. “Kita semua harus membiasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa padahal itu salah”, seru Wawan.  Gerakan antikorupsi merupakan suatu hal yang perlu digaungkan oleh semua pihak, sebab sejatinya kesadaran akan nilai-nilai tersebut harus tumbuh dari dalam diri setiap individu. Dengan demikian, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan bersama masyarakat.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Peduli Ekosistem Laut, HIMAIKA Unpad Lakukan Penanaman 300 Bibit Mangrove di Desa Mundupesisir

Kehidupan berkelanjutan menjadi salah satu hal yang menjadi tujuan saat ini. Salah satu upaya mewujudkannya, yaitu dengan menjaga ekosistem laut.  Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAIKA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu pelestarian lingkungan laut. Kegiatan ini dilakukan di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (3/8/2024) dan Minggu (4/8).  Kegiatan ini mendapat dukungan dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan berbagai Fakultas lainnya di Unpad.  Ketua Himpunan Ilmu Kelautan Unpad, Agam Rachmat menyatakan bahwa fokus kegiatan ini, yaitu pelestarian kawasan mangrove. Hal ini dikarenakan besarnya potensi desa terhadap mangrove.  “Desa Mundupesisir merupakan salah satu desa yang berpotensi untuk dikembangkan, terutama area kawasan mangrove yang berpotensi besar untuk dijadikan kawasan wisatawan dan menarik banyak pengunjung apabila dikembangkan lebih baik lagi, maka dari itu HIMAIKA Unpad hadir untuk membantu mengembangkan wilayah tersebut,” ujarnya.  Kegiatan pengabdian yang dijalankan oleh HIMAIKA FPIK Unpad telah direncanakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat. Tugas departemen ini, yaitu merancang dan melaksanakan berbagai bentuk aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi salah satu cara agar HIMAIKA mampu menunjukkan kontribusi nyata kepada publik melalui kegiatan sosial. “Saya berharap kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya agar Desa Mundupesisir sebagai Desa Binaan HIMAIKA dapat terjaga lingkungannya dan menjadi desa wisata bahari yang berkembang,” tutur Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat HIMAIKA FPIK Unpad, Dhan Dhan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan ini terdiri berbagai macam aktivitas. Kegiatan pada hari pertama, yaitu “HIMAIKA Mengajar”. Pada program ini, tema yang diangkat, yaitu “Tumbuh Bersama Laut: Pendidikan Lingkungan dan Kreativitas Anak-Anak Pesisir”. Pada program ini, HIMAIKA memberikan pematerian kepada para pelajar SDN 3 Mundupesisir tentang pentingnya menjaga kebersihan, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak pesisir agar senantiasa menjaga kelestariannya. Pada hari kedua, dilaksanakan program penanaman mangrove “Rangkul Desa” yang bertajuk “Mangrove Selamatkan Masa Depan”. Tujuan kegiatan ini, yaitu mendukung potensi hutan mangrove yang dimiliki oleh Desa Mundupesisir dengan aksi nyata penanaman 300 bibit mangrove. Melalui program ini diharapkan potensi dapat dikembangkan lebih optimal, sekaligus memberikan manfaat ekologi sebagai benteng alami masyarakat setempat. Dengan kegiatan pengabdian yang diusung ini, HIMAIKA FPIK Unpad berharap dapat berkontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir. Di sisi lain, mereka juga berharap agar kegiatan ini menjadi pondasi agar masyarakat sadar dan bertanggung jawab dengan lingkungannya.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

FIB Unpad Selenggarakan Seminar Peringati Isu Gender dalam Sastra, Budaya, dan Media

Jatinangor, 10 Juli 2024 — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menaruh perhatian penuh pada isu hegemoni, ketidaksetaraan gender dan resistensinya dalam konteks budaya, sastra, dan media. Hal ini tercermin dari kegiatan seminar gender, seksualitas, dan hegemoni kebudayaan yang diselenggarakan pada tanggal 3 Juli 2024 di aula Pusat Studi Bahasa Jepang.  Seminar ini merupakan proyek ujian akhir semester mata kuliah gender, seksualitas, dan hegemoni kebudayaan yang dirancang oleh mahasiswa magister Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Sekaligus rangkaian Dies Natalis Universitas Padjadjaran ke-67, seminar gender, seksualitas, dan hegemoni kebudayaan ini terbuka bukan hanya untuk civitas akademika saja tetapi dapat dihadiri dan terbuka untuk umum.  Mengawali pemaparan dalam seminar ini, Dr. Ari Jogaiswara Adipurwawidjana sebagai keynote speaker membawakan materi berjudul “Elipsis sebagai Ruang Perempuan Berdiam Lantang”. Kegiatan pun dilanjutkan oleh 19 presenter yang terdiri dari mahasiswa magister ilmu sastra pengutamaan sastra kontemporer dan kajian budaya yang membawakan materi yang beragam. Mulai dari tubuh dan kuasa, performativitas gender, femininitas, maskulinitas, serta heteronormativitas.  Setiap materi yang dipaparkan oleh presenter akan diberi timbal balik oleh para dosen pengampu mata kuliah, yaitu Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., Dr. Rasus Budhyono, M. Hum., dan Dr. Mega Subekti, S.S., M.Hum. yang merupakan para pakar di bidangnya. Seminar ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa magister Ilmu Sastra sebagai peneliti dan terbiasa tampil menyajikan penelitian yang telah dilakukan. Red. Lusiana Dewi Saefudin

Berita

Meningkatkan Kesadaran Pencegahan dan Pencegahan Kekerasan Seksual Bersama PSDKU Unpad

Jatinangor, 5 Juli 2024 – Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus yang berlangsung secara hybrid pada Jumat (28/6).  Untuk menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus, acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika PSDKU Unpad Kampus Pangandaran. Dosen Program Studi S-1 Keperawatan serta Koordinator Bidang Riset dan PPM PSDKU Universitas Padjadjaran Kampus Pangandaran, Donny Nurhamsyah, S.Kep., Ners., M.Kep., membuka acara sosialisasi tersebut sebagai master of ceremony sekaligus moderator dalam kegiatan ini.  Dalam sambutannya, Direktur PSDKU Unpad Alexander M. A. Khan, S.Pi., M.Si., Ph.D., menyampaikan mengenai pentingnya menyikapi, menyadari, dan terlibat secara bersama-sama dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Lebih lanjut, Alexander juga menyampaikan dukungan PSDKU Unpad secara penuh terhadap kebijakan Unpad mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.  Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Padjadjaran Dr. Antik Bintari, S.IP., M.T., menghadiri acara ini sebagai narasumber acara. Ia memaparkan langkah-langkah dan strategi yang harus diterapkan Unpad dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual di kampus, serta memberikan panduan praktis mengenai tata cara melaporkan dan menangani insiden kekerasan seksual. Antik juga menekankan peran penting seluruh sivitas akademika dalam mendukung upaya ini.  Dalam acara ini, terdapat sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai topik yang dibahas. Bagi seluruh sivitas akademika, diskusi ini merupakan forum penting untuk lebih mendalami isu yang relevan serta menjadi tempat untuk mencari solusi bersama. Acara ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian PSDKU Unpad Kampus Pangandaran terhadap isu kekerasan seksual yang menjadi perhatian serius saat ini, sekaligus bentuk komitmen PSDKU Unpad Kampus Pangandaran untuk terus mendukung dan menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.  Dengan adanya acara ini, diharapkan kalangan sivitas akademika dapat meningkatkan kesadaran dan pemahamannya mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Kegiatan Penghijauan Area Pusat Bahasa FIB Unpad

Jatinangor, 2 Juli 2024 – Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) melaksanakan kegiatan penghijauan di area Pusat Bahasa FIB Unpad. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan tim Pusat Bahasa dan tim Sarana dan Prasarana FIB Unpad pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30. Adapun pelaksanaan ini dilandaskan pada inisiatif Koordinator Pusat Bahasa, Vincentia Tri Handayani, M.Hum, di mana Dr. Taufiq Ampera melihat rerumputan dan tanaman-tanaman yang tidak terawat di depan area pusat bahasa. Beliau merasa perlu adanya tindak lanjut dari rumput dan tanaman-tanaman tersebut. Oleh karena itu, kegiatan penghijauan ini dilaksanakan sebagai perwujudan dari inisiatif tersebut. Tidak hanya itu, aksi ini dinilai juga untuk melestarikan lingkungan, menambah biodiversitas pilihan, dan memperindah lingkungan FIB Unpad, khususnya area pusat bahasa. Kegiatan penghijauan ini mendapatkan perhatian lebih dan melibatkan berbagai pihak, salah satunya Ferli Hasanah, M.Hum, dosen dari Program Studi Sastra Perancis. “Beberapa hari sebelumnya, saya sudah membeli keperluan untuk berkebun ini (pupuk, sekam bakar, rumput, dan tanaman). Tim sarana dan prasarana menggemburkan tanah yang sudah mengeras terlebih dahulu, kemudian saya mencampurkannya dengan pupuk kandang dan sekam bakar. Setelah tercampur merata, rumput gajah disusun dan tanaman-tanaman yang telah dipersiapkan ditanam,” ujarnya. Ferli berharap, kegiatan penghijauan ini dapat terus digalakkan, mengingat bagian-bagian dari FIB lain masih memerlukan perawatan dan penghijauan.  Aktivitas penghijauan yang dilakukan pun mampu memberikan dampak yang bermakna bagi lingkungan FIB Unpad. Dengan adanya penghijauan ini, lingkungan fakultas menjadi asri dan segar, sekaligus menambah kesan estetik serta kenyamanan yang lebih baik bagi para tenaga didik, staf, dan mahasiswa FIB Unpad. Area pusat bahasa yang dulunya tidak terawat, kini telah berubah menjadi area yang dipenuhi dengan vegetasi elok dan tertata rapi sehingga menciptakan kesan menyegarkan dan indah yang mampu memberikan semangat dan daya produktivitas.  Dengan adanya kegiatan penghijauan yang terus dilangsungkan ini, diharapkan seluruh Civitas Akademika FIB Unpad bergerak kepada perubahan yang signifikan untuk semakin mencintai dan menaruh atensi lebih terhadap lingkungan fakultas, serta meningkatkan semangat dan produktivitas dalam bekerja dan belajar.  Red. Yohanes William Ivakdalam

Scroll to Top