Kegiatan

Berita, Kegiatan, SDG 2026

Tim Kesenian FIB Unpad Tampil di Africa Day 2026, Bawa Tari Ketuk Tilu Cikeruhan ke Panggung Diplomasi Budaya

Sesi Foto Tim Kesenian FIB Unpad di Africa Day 2026, Hotel Four Seasons, Jakarta Tim Redaksi FIB Unpad – Tim Kesenian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) mendapat kehormatan tampil dalam peringatan Africa Day 2026, sebuah momen internasional yang diselenggarakan oleh Consulate General of Seychelles di Jakarta. Acara bergengsi ini berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026, bertempat di Hotel Four Seasons Jakarta. Acara ini dihadiri oleh para diplomat, perwakilan negara-negara Afrika, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Sesi Foto Tim Kesenian FIB Unpad di Africa Day 2026, Hotel Four Seasons, Jakarta Dalam kesempatan tersebut, Tim Kesenian FIB Unpad menampilkan Tari Ketuk Tilu Cikeruhan sebagai hasil dari proses revitalisasi Tari Ketuk Tilu Cikeruhan Buhun, sebuah bentuk seni tari rakyat tradisional Sunda menjadi seni pertunjukan yang komunikatif dan representatif di hadapan penonton internasional. Africa Day: Momentum Solidaritas dan Dialog Antarbangsa Africa Day diperingati setiap tanggal 25 Mei untuk menandai berdirinya Organisasi Persatuan Afrika (OAU) pada tahun 1963 di Addis Ababa, Ethiopia. Peringatan ini menjadi simbol persatuan, kedaulatan, dan semangat pembebasan bangsa-bangsa Afrika dari belenggu kolonialisme, sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan Afrika dengan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, Consulate General of Seychelles Jakarta secara konsisten menjadi tuan rumah peringatan Africa Day yang menjadikannya salah satu ajang diplomasi budaya yang strategis. Kehadiran FIB Unpad dalam acara ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pihak yang aktif dalam memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan komunitas internasional. Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Kegiatan ini relevan dengan dua dari tujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dirancang PBB, khususnya: Pelestarian dan promosi warisan budaya lokal Tari Ketuk Tilu Cikeruhan sebagai bagian dari identitas yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Penguatan kerja sama internasional dan kemitraan budaya antara Indonesia dan negara-negara Afrika melalui pertunjukan di forum diplomasi multilateral. Pertunjukan Tari Ketuk Tilu Cikeruhan oleh Tim Kesenian FIB Unpad di hadapan tamu undangan Keikutsertaan Tim Kesenian FIB Unpad dalam Africa Day 2026 merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Universitas Padjadjaran untuk berkontribusi aktif di arena internasional, tidak hanya melalui riset dan publikasi ilmiah, tetapi juga melalui diplomasi seni dan budaya. Penampilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa revitalisasi budaya bukan hanya kepentingan komunitas lokal, melainkan kontribusi Indonesia dalam merayakan keberagaman. Penulis:Rivani Shafa Salsabila /22/05/2026

Berita, Kegiatan

Prodi Ilmu Sejarah FISIP UNY Lakukan Kunjungan Kemitraan dengan Prodi Ilmu Sejarah FIB Universitas Padjadjaran

Foto: Muze – FIB Unpad, 8 Mei 2026 Pada Jumat, 8 Mei 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) menyambut kedatangan delegasi dosen dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (FISIP UNY), dalam rangkaian kegiatan studi banding dan kerjasama antara kedua program studi. Rangkaian Kegiatan Studi Banding Pertemuan berlangsung di ruang Unit Penjaminan Mutu (UPM) Lantai 1 Gedung A (Dekanat) FIB Unpad. Rombongan tamu disambut langsung oleh Wakil Dekan bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Riset, Dr. Lina Meilinawati R., M.Hum., bersama Kepala Departemen Sejarah dan Filologi Dr. Mumuh Muhsin Z., M.Hum., serta Manajer Riset, Inovasi dan Kemitraan Ferli Hasanah, S.S., M.Hum. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan audiensi yang turut dihadiri oleh Ketua Program Studi S1 Ilmu Sejarah Dr. Miftahul Falah, M.Hum. dan Ketua Program Studi Sastra Arab Dr. Eka Kurnia Firmansyah, M.Hum. dari pihak FIB Unpad. Adapun delegasi dari Prodi Ilmu Sejarah UNY terdiri atas tiga dosen, yakni Eka Ningtyas, M.A., Kuncoro Hadi, M.A., dan Nanang Setiawan, M.A. Foto: Muze – FIB Unpad, 8 Mei 2026 Diskusi Tugas Akhir Mahasiswa hingga Peminatan Studi Diskusi menyentuh topik skema tugas akhir mahasiswa. Prodi Ilmu Sejarah UNY diketahui belum menerapkan alternatif di luar skripsi konvensional, seperti publikasi jurnal maupun pembuatan film dokumenter. Hal ini berbeda dengan Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad yang sejak dua tahun lalu telah mengimplementasikan skema alternatif, di antaranya publikasi di jurnal terakreditasi Sinta 3. Ke depannya, Prodi Ilmu Sejarah Unpad juga akan mulai memberlakukan skema-skema lain dari total 10 skema tugas akhir yang telah diatur dalam Peraturan Rektor. Berbagai hal lain turut diperbincangkan dalam forum tersebut, antara lain peminatan studi di seluruh jenjang strata, kebebasan mahasiswa dalam kegiatan demonstrasi politik, pengaturan kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat, penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan, serta fasilitas laboratorium yang aktif digunakan saat ini. Kegiatan kunjungan kemitraan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama antara kedua belah pihak, menandai terjalinnya hubungan yang lebih erat antara Prodi Ilmu Sejarah FISIP UNY dan Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad. Penulis:Rivani Shafa Salsabila /08/05/2026

Berita, Kegiatan

FIB Unpad Sambut Kunjungan Benchmarking Prodi Sastra Indonesia Unmul dalam Rangka Persiapan Akreditasi Unggul

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) membuka pintu atas kunjungan resmi Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman (Unmul) di Kampus Jatinangor, Senin (20/4/2026). Kunjungan ini ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (Pengaturan Pelaksanaan) antara kedua program studi untuk kegiatan benchmarking akademik dan tata kelola menuju akreditasi unggul. Perjanjian ini kemudian ditandatangani oleh Dekan FIB Unpad, Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., dan Koordinator Prodi Sastra Indonesia FIB Unmul, Anwar Ibrahim Triyoga, M.Phil.. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Agreement (MoA) Tridharma yang disepakati kedua universitas pada 4 November 2024. Prodi Sastra Indonesia FIB Unpad dalam kegiatan ini berbagi praktik terbaik kepada mitra dari Unmul dalam tiga area utama: pengembangan kurikulum dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), tata kelola dokumen borang akreditasi, serta strategi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Ketiga hal tersebut adalah kunci keberhasilan Prodi Sastra Indonesia Unpad dalam kesuksesannya meraih dan mempertahankan peringkat akreditasi Unggul. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 7 hari kerja tanpa melibatkan transaksi finansial antar institusi. Koordinasi teknis dari pihak Unpad dipegang oleh Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB Unpad, Nani Darmayanti, S.S., M.Hum., Ph.D.. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dari kemitraan akademik yang lebih luas antara FIB Unpad dan FIB Unmul, membuka peluang kolaborasi penelitian, pertukaran sivitas akademika, hingga program bersama di kemudian hari. Penulis:Rivani Shafa Salsabila /20/04/2026

Berita, Berita Dosen, Kegiatan

FIB Unpad Hadirkan Prof. Mikihiro Moriyama dalam Kuliah Umum Sastra dan Budaya

Kamis (12/3/2026) – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menghadirkan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama dari Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang. Beliau hadir di FIB Unpad sebagai dosen tamu kuliah umum dengan pembahasan sastra dan budaya dari tiga perspektif. Acara ini terbagi ke dalam tiga sesi untuk mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Sunda, dan Sastra Jepang: Intertekstualitas Sastra Asia: Studi Komparatif Sastra Jepang dan Indonesia Sundanese Studies: Suatu Bidang Studi yang Mendunia Introduction to Japanese Literature and Teaching Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian kolaboratif antara budaya lokal dengan perspektif global, sejalan dengan visi misi FIB Unpad dalam melestarikan budaya di tengah arus globalisasi.

Berita, Hobbies, Kegiatan

Workshop Kain Perca bersama Dharma Wanita FIB

Untuk meningkatkan kebersamaan dan soliditas, Dharma Wanita Fakultas Ilmu Budaya mengadakan workshop untuk membuat gantungan kunci dari kain perca. Kegiatan tersebut berlangsung dengan hangat, kreatif, dan penuh dengan kebersamaan. Dari kain bekas yang didaur ulang dari kegiatan kita, ibu-ibu Dharma Wanita dapat membuat karya yang indah dan bermanfaat.

Berita, Kegiatan

Rektor Resmikan Kantin Kampus FEB Unpad

Jatinangor, 15 Juni 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran resmi membuka gerai kantin fakultas di kampus Jatinangor, Jumat (14/6), dan diresmikan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, serta dihadiri Dekan FEB Unpad Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, S.E., MS., Ak., CA, beserta pimpinan fakultas.  Dalam sambutannya, Rektor memberikan apresiasinya kepada pimpinan FEB atas berdirinya kantin fakultas. Ia mengatakan bahwa kantin ini merupakan komitmen ibu dekan dan bapak wadek, di mana mahasiswa FEB harus sejahtera dengan fasilitas yang sangat memadai, di samping bekerja dan belajar dengan sungguh.  Ia juga mendorong agar kantin tersebut tidak mengalami kenaikan harga dan bertahan lama, serta dapat dikunjungi oleh mahasiswa Fakultas lain, seperti mahasiswa FIKOM, FH, FIB, dan sebagainya Rektor berpendapat, bahwa kantin FEB Unpad tetap harus memiliki berbagai varian makanan dengan harga yang murah. Ia berharap, seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran selalu berdoa, bahwa seluruh kantin dan fasilitas lain dapat terus memberikan manfaat yang besar pada seluruh mahasiswa, dosen, tendik, dan pimpinan, juga masyarakat, sehingga seluruh orang dapat terjamin kesehatannya lewat makanan yang dapat dijangkau di lingkungan kampus.  Di lain sisi, Prof. Nunuy mengatakan bahwa kantin FEB Unpad memiliki delapan tenant yang berasal dari keluarga FEB sendiri, yaitu dosen, tendik, purnabakti, dan dari para mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa ke depannya sarana dan prasarana di FEB Unpad akan terus bertambah untuk melengkapi Tri Dharma perguruan tinggi dengan skala internasional, sehingga hal tersebut dapat mendukung adanya pelaksanaan program “Jumat Berkah” yang berasal dari donasi dari para dosen.  Prof. Nunuy berharap bahwa kantin FEB Unpad yang merupakan salah satu dari sarana dan prasarana FEB Unpad dapat menjadi fasilitas yang diterima dengan baik, khususnya oleh mahasiswa, dan dapat menambah semangat belajar mahasiswa.  Bentuk layanan fasilitas yang dimiliki oleh FEB Unpad ini dinilai sangat baik dan mendapat dukungan positif dari berbagai fakultas, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita, Kegiatan

Asistensi Mengajar Internal Unpad: Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pengabdian Mahasiswa Unpad di Jatinangor

Jatinangor, 30 Juni 2023 – Universitas Padjadjaran membuka peluang untuk seluruh mahasiswanya untuk belajar dan mengajar dengan efektif yang diimplementasikan lewat program Asistensi Mengajar Internal Universitas Padjadjaran. Program ini dimulai oleh angkatan pertama pada tahun 2021. Asistensi Mengajar Internal Unpad adalah program aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa secara kolaboratif dengan guru/tutor/fasilitator/orang tua di berbagai satuan pendidikan di sekitar kampus Unpad Jatinangor. Kehadiran asisten pengajar memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Selain itu, melalui asistensi mengajar, mahasiswa Unpad juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mereka dan mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang pendidikan. Asistensi Mengajar Angkatan 5 Universitas Padjadjaran Tahun 2023 dilaksanakan dari 10 Januari 2023 hingga 20 Juni 2023. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang minimal berada di semester 4 dan dapat diikuti oleh semua mahasiswa di seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran. Seluruh mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata pelajaran, tetapi disarankan untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan program-program studi di fakultasnya masing-masing. Fakultas Ilmu Budaya sendiri didominasi oleh mahasiswa yang mengajar pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, agama, dan tematik.  Salah satu sekolah yang diisi oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya adalah SMK Baabul Kamil, yang berlokasi di Cikuda, kecamatan Jatinangor. Selain kolaborasi antara guru dan mahasiswa, mahasiswa Unpad juga melakukan kolaborasi dengan sesama mahasiswa. Seperti yang dilakukan oleh Reza Amin Yasiri dengan Muhamad Rizal dari program studi Sastra Arab yang berkolaborasi membuat bahan ajar mata pelajaran agama dan mengajar di kelas-kelas yang sama. Dalam prosesnya, kegiatan mengajar di kelas diisi oleh materi yang beragam dan disampaikan lewat pembelajaran yang interaktif, di mana mahasiswa mengajak siswa-siswa untuk berperan aktif mengungkapkan pendapat, berkolaborasi bersama rekan serta melatih kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan asistensi mengajar di SMK Baabul Kamil ini diakhiri dengan siswa-siswa yang memberikan surat-surat kesan pesan untuk mahasiswa yang telah mengajar. Surat-surat tersebut bernada positif dan menerima dengan baik kegiatan asistensi mengajar Universitas Padjadjaran. Lusiana Dewi Saefudin

Kegiatan

Bantuan Finansial Dinilai Tidak Cukup, Dosen Unpad Ungkap Hal Lain  Memutus Kemiskinan

Bandung, Jawa Barat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference Integrated Microfinance Management (IMM) for Sustainable Community Development, di Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada 20-21 September. Konferensi yang didukung penuh oleh Fakultas Ilmu Budaya dan segenap fakultas lainnya ini mengundang sejumlah narasumber yang berpengalaman pada bidang IMM, salah satunya pelopor Martha Tilaar Group Dr. (H.C.) Martha Tilaar.  Ketua pelaksana konferensi Dr. Adiatma Y. M. Siregar mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan konsep Integrated Microfinance Management (IMM) kepada masyarakat luas, sekaligus melakukan pencatatan atau pendaftaran aktivitas IMM di Indonesia.  “Kita ingin mengenalkan konsep Integrated Microfinance Management kepada masyarakat umum, termasuk praktisi, pemerintah, dan akademisi. Tujuannya karena konsep ini belum banyak diketahui orang walaupun sebenarnya penerapannya sudah banyak — hanya tidak terinventarisir dengan baik,” ungkap Adiatma.  Selain mengungkapkan tujuan konferensi, Adiatma turut menambahkan bahwa IMM merupakan salah satu tindakan yang lebih dari sekedar pemberian bantuan keuangan. Dirinya percaya bahwa bantuan keuangan yang telah dilakukan, tidak cukup untuk memutus rantai kemiskinan dalam masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari berbagai faktor-faktor lain yang juga perlu dicermati, seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan kearifan lokal.  Sejalan dengan pendapat Adiatma, bantuan keuangan yang dilakukan seharusnya seiring dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan yang lahir dari budaya lokal.  “Intinya tidak hanya menyalurkan uang. Tetapi bagaimana uang bisa berguna dengan baik,” imbuhnya.  Meskipun pengetahuan dan konsep IMM relatif baru bagi masyarakat, tetapi sejatinya telah banyak pendekatan yang mirip dengan konsep tersebut di Indonesia. Adiatma memaparkan contoh kasus seperti yang terjadi di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi.  “Jadi sebenarnya secara konsep akademik, mungkin konsepnya tidak terlalu dikenal. Tetapi pelaksanaannya sudah banyak terjadi,” tambahnya.  Konferensi internasional ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta sekitar 150 yang berasal dari latar belakang yang beragam, seperti akademisi, pemerintah, dan praktisi. Tidak hanya latar belakang profesi, peserta konferensi ini juga datang dari berbagai macam negara, seperti Indonesia, Malaysia, Tanzania, dan Belanda. Adapun sebanyak 40 makalah turut dipresentasikan pada konferensi internasional ini.  Melalui acara ini, Adiatma kembali menegaskan bahwa proses pengentasan kemiskinan melalui bantuan keuangan semata tidak akan pernah cukup. Hal ini perlu didukung dengan proses pemberdayaan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang berkapasitas dan pada akhirnya terbebas dari jerat kemiskinan. “Saat orang diberi bantuan keuangan, dia tidak serta merta keluar dari kemiskinan, kalau tidak juga memperhatikan beberapa faktor, seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan kearifan lokal yang sudah dimiliki,” ungkapnya.  Red: Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Kegiatan

Komunitas UMKM Alumni Unpad Gencarkan Kegiatan Gerebek Warung di Kota Bandung

Bandung, Jawa Barat — Wabah covid-19 yang pernah menjadi pandemi di seluruh dunia membawa dampak besar dalam segala segi kehidupan manusia. Bukan hanya menjangkit dan menewaskan sejumlah besar manusia, wabah ini juga menyebabkan beberapa pekerjaan dan bidang usaha lain bangkrut. Alhasil, hal ini justru membawa kerugian bagi sebagian besar pekerja. Dalam menanggapi hal tersebut, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang tergabung dalam komunitas UMKM Alumni Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Gerebek Warung di Kota Bandung pada Sabtu (14/8) lalu. Hal ini diinisiasi dengan tujuan membantu pemulihan dan peningkatan ekonomi pedagang kecil yang terkena imbas pandemi corona.  Pada kesempatan tersebut, UMKM Alumni Unpad memiliki target untuk membantu 11 warung kecil beromzet Rp200.000 atau kurang per harinya yang terdapat di sekitar Kota Bandung. Koordinator Gerebek Warung UMKM Alumni Unpad Andri Ganamurti juga mengungkapkan beberapa upaya yang dilakukan, yaitu dengan memberikan bantuan modal usaha berupa bantuan produk yang dijual dan membimbing pemasaran produk.  “Jadi setiap warung kita kasih tambahan modal dalam bentuk produk yang mereka jual. Kita juga buatkan mereka spanduk agar dikenal orang. Saat Gerebek Warung, kita bagikan juga nasi boks kepada warga sekitar warung dengan syarat warga harus beli produk di warung itu,” ujar Andri.  Andri juga memberikan contoh upaya pemasaran yang dilakukan, yaitu dengan pemberian nasi boks kepada setiap warga yang membeli kopi di warung kopi.  Selain bertujuan untuk membantu memulihkan dan meningkatkan pendapatan warung kecil, kegiatan Gerebek Warung juga memiliki visi untuk mengubah imaji UMKM yang sering dianggap hanya menunggu bantuan menjadi turut memberikan bantuan kepada anggota dan warga sekitar warung. UMKM Alumni Unpad telah terbentuk sejak 2020 dan memiliki badan hukum yang bernama Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), koperasi bernama Koperasi UMKM Alumni (Kuali), dan outlet berupa kafe yang bernama Kafe Lupba di BTC Mall Bandung.  Melalui bantuan dan pemberdayaan yang ditujukan untuk membantu meningkatkan UMKM merupakan sebuah langkah bijak dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan bentuk tercapainya asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Kegiatan

Unpad Gelar Job Fair Gratis: Peluang Besar Publik dan Mahasiswa Raih Masa Depan

Bandung, Jawa Barat — Mendapatkan pekerjaan sesuai yang dicita-citakan merupakan impian setiap orang, tidak terkecuali mahasiswa. Dalam meraih hal tersebut, umumnya pihak universitas menyelenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan ataupun menyelenggarakan bursa kerja (job fair) sebagai salah satu cara agar para mahasiswa dan masyarakat dapat mengakses informasi di bidang pekerjaan yang diminati.  Salah satunya, yaitu kegiatan Job Fair bertemakan ‘Embrace Adversity Build Your Winning Career’. Agenda Job Fair ini diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran dan terbuka untuk umum. Dalam hal ini, Fakultas Ilmu Budaya Unpad dan segenap fakultas lain di Unpad turut serta dalam mendukung program ini.  Job Fair diselenggarakan pada 14-15 Juni 2023 pukul 08.00-16.00 WIB di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.  Kepala Pusat Pengembangan Karir Unpad, Rosaria Mita Amalia menegaskan bahwa pada acara ini terdapat 34 perusahaan yang akan menyediakan lowongan kerja.  “Perusahaan yang sudah komitmen berpartisipasi ada 34 perusahaan dari berbagai industri, seperti perbankan, kesehatan, pertambangan, finance, retail, dan lain-lain. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” terangnya.  Selain menyediakan informasi terkait lapangan pekerjaan, Unpad Job Fair turut menyediakan informasi terkait magang, beasiswa, presentasi perusahaan, peluang studi, perbincangan tentang karir, potential mapping, dan konsultasi dengan dosen Fakultas Psikologi Unpad.  Untuk menunjang segala fasilitas yang disediakan, para peserta diharapkan membawa curriculum vitae terbaru dan melakukan registrasi melalui tautan bit.ly/UnpadJobFair2023 atau dapat juga melakukan pendaftaran secara langsung.  “Akan ada banyak acara dengan sejumlah doorprize menarik untuk para pengunjung,” ujar Rosiana.  Melalui kegiatan semacam Job Fair ini diharapkan mampu menjadi ladang bagi mahasiswa dan masyarakat dalam mengais informasi dan pengetahuan terkait bidang kerja, beasiswa, ataupun pengembanngan karir dengan bertanya secara langsung kepada pihak yang bersangkutan. Dengan demikian, baik para calon sarjana maupun masyarakat mampu untuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk melamar kerja atau melanjutkan studi, sekaligus mendapatkan gambaran terkait instansinya tersebut.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top