“Mocaf Sebagai Alternatif Gandum”: FIB Unpad dan Pesantren di Desa Hegarmanah Melakukan Pengolahan Lahan untuk Keberlanjutan Ekonomi

Jauza Maryam Mumtazah

Melalui Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), para dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran telah melakukan 32 kegiatan yang melibatkan warga lokal di beberapa desa di Kabupaten Sumedang. Kegiatan-kegiatan tersebut telah terlaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun, dari 2023 sampai tahun 2025 dan berfokus pada topik keberlangsungan ekonomi lokal untuk menghindari kemiskinan.

Salah satu dari kegiatan tersebut terdapat di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor dengan upaya mengatasi krisis pangan melalui peningkatan keterampilan vokasi di Pondok Pesantren Hurriyatul Ummah Desa. Kegiatan berbasis pesantren ini diketuai oleh Abu Sufyan, dengan Johan Arifin, Hasbini, dan Nandang Nur Saleh sebagai anggota tim. 

Tim ini mengatakan bahwa pada tahun k-3 pelaksanaan programnya, mereka akan memfokuskan kegiatan pada peningkatan kualitas dan kuantitas kurikulum pesantren dengan mengintegrasikan program ketahanan pangan ke dalamnya. Bersama para santri. tim berhasil melakukan pengolahan lahan untuk budidaya singkong varietas unggul. Dengan ini, hasil oalah dapat memberikan bahan baku berkualitas untuk produksi mocaf. 

Kemudian, kegiatan dilanjut dengan dua tahap pelatihan intensif, yaitu budidaya singkong dan pengolahan mocaf. Dalam sesi budidaya singkong, pelatihan mencakup teknik penanaman, pemupukan organik, dan pengendalian hama terpadu. Setelah itu, sesi pengolahan mocaf meliputi proses fermentasi, pengeringan, dan pengemasan, yang kemudian menghasilkan mocaf sebagai alternatif pengganti gandum. 

Untuk efektivitas yang maksimal, sebelum kegiatan dapat disimpulkan, tim PPM kemudian mengadakan pelatihan tata niaga pangan yang memberikan keterampilan dalam manajemen usaha, pengemasan, strategi branding, dan pemasaran digital. Para santri belajar cara membuat konten promosi yang menarik dan melakukan pemasaran produk melalui e-commerce dan media sosial. Dengan banyak pelatihan dan kolaborasi ini, tim PPM, para santri, dan warga lokal berharap program intensif ini akan menyediakan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya melalui bidang pangan. 

Red. Jauza Maryam Mumtazah

Scroll to Top