Author name: Ghina Nafsiya

Riset

Spatial–Sartorial Negotiation: Constructing Class Representation in Bandung-Based Instagram Accounts

Judul:Spatial–Sartorial Negotiation: Constructing Class Representation in Bandung-Based Instagram Accounts Resume:Penelitian ini mengkaji bagaimana representasi kelas sosial dikonstruksi melalui negosiasi antara ruang (spatial) dan gaya berpakaian (sartorial) dalam akun-akun fashion berbasis Bandung di platform Instagram. Fokus utama penelitian adalah melihat bagaimana lokasi, latar visual, serta pilihan busana digunakan secara strategis untuk membangun citra kelas tertentu di media sosial. Dengan pendekatan kajian budaya dan visual, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen ruang—seperti kafe, jalan kota, atau ruang publik tertentu—dikombinasikan dengan estetika fashion untuk menghasilkan representasi identitas kelas. Selain itu, konsep negosiasi digunakan untuk memahami bagaimana kreator konten menyesuaikan diri dengan tren global sekaligus mempertahankan konteks lokal. Penelitian ini juga menyoroti peran media sosial dalam membentuk persepsi publik terhadap status sosial, serta bagaimana praktik representasi tersebut dapat memperkuat atau menantang struktur kelas yang ada. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman kritis tentang hubungan antara ruang, gaya, dan identitas dalam budaya digital kontemporer. Periset: Prof. Aquarini Priyatna,MA., M.Hum., Ph.D

Riset

Perkembangan Novel Indonesia Awal Abad ke-20 hingga Masa Balai Pustaka

Judul:Perkembangan Novel Indonesia Awal Abad ke-20 hingga Masa Balai Pustaka Resume:Penelitian ini mengkaji perkembangan novel Indonesia pada awal abad ke-20 hingga periode penerbitan oleh Balai Pustaka sebagai tonggak penting dalam sejarah sastra Indonesia modern. Fokus utama penelitian adalah menelusuri perubahan tema, gaya penulisan, serta fungsi sosial novel dalam konteks kolonial dan awal pembentukan identitas nasional. Melalui pendekatan historis dan analisis sastra, penelitian ini membahas bagaimana karya-karya awal mencerminkan dinamika sosial, seperti modernisasi, pendidikan, konflik adat dan Barat, serta munculnya kesadaran kebangsaan. Peran Balai Pustaka juga dianalisis sebagai institusi yang tidak hanya memfasilitasi produksi karya sastra, tetapi juga mengontrol isi dan arah perkembangan sastra melalui kebijakan penerbitan di masa kolonial. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa periode ini merupakan fase penting dalam pembentukan tradisi novel Indonesia, di mana sastra berfungsi sebagai medium ekspresi sosial sekaligus alat ideologis dalam konteks kekuasaan kolonial. Periset: Dr. Drs. Ari Jogaiswara Adipurwawidjana, MA.

Riset

Fiksi Spekulatif Anglofon Asia Tenggara sebagai Kritik atas Imperialisme dan Hegemoni Negara

Judul:Fiksi Spekulatif Anglofon Asia Tenggara sebagai Kritik atas Imperialisme dan Hegemoni Negara Resume:Penelitian ini mengkaji karya-karya fiksi spekulatif berbahasa Inggris (anglofon) dari Asia Tenggara sebagai medium kritik terhadap imperialisme dan hegemoni negara. Fokus utama penelitian adalah bagaimana narasi fiksi—seperti dystopia, science fiction, dan fantasy—digunakan oleh penulis untuk merepresentasikan relasi kuasa, penindasan, serta dampak historis dan kontemporer dari imperialisme. Melalui pendekatan kajian poskolonial dan analisis sastra, penelitian ini menelaah tema, simbol, serta struktur naratif yang mencerminkan resistensi terhadap dominasi kekuasaan, baik dari negara maupun pengaruh global. Fiksi spekulatif dipandang sebagai ruang imajinatif yang memungkinkan kritik sosial-politik disampaikan secara metaforis, sekaligus membuka kemungkinan alternatif terhadap realitas yang ada. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana konteks Asia Tenggara—dengan sejarah kolonialisme dan dinamika politiknya—membentuk karakter khas dalam karya-karya tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memperlihatkan bahwa fiksi spekulatif tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat refleksi kritis terhadap struktur kekuasaan dan ketidakadilan. Periset: Dr. Drs. Ari Jogaiswara Adipurwawidjana, MA.

Riset

Agensi, Negosiasi, dan Performatifitas: Gender dan Budaya Populer dalam Pembentukan Karakter yang Inklusif dan Egaliter

Judul:Agensi, Negosiasi, dan Performatifitas: Gender dan Budaya Populer dalam Pembentukan Karakter yang Inklusif dan Egaliter Resume:Penelitian ini mengkaji peran agensi individu, proses negosiasi sosial, serta performativitas gender dalam konteks budaya populer, dan bagaimana ketiganya berkontribusi dalam pembentukan karakter yang inklusif dan egaliter. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana representasi gender dalam berbagai produk budaya populer (seperti media sosial, film, musik, dan hiburan) memengaruhi cara individu membangun identitas diri serta memaknai relasi sosial. Dengan menggunakan perspektif performativitas gender, penelitian ini melihat gender sebagai konstruksi yang terus dibentuk melalui praktik sosial dan representasi budaya. Sementara itu, konsep agensi dan negosiasi digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu tidak hanya menjadi objek pengaruh budaya populer, tetapi juga secara aktif menafsirkan, menerima, atau menolak nilai-nilai yang ada. Penelitian ini juga menyoroti potensi budaya populer sebagai ruang strategis untuk mendorong nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan, sekaligus mengkritisi kemungkinan reproduksi stereotip gender. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih responsif terhadap dinamika budaya kontemporer. Periset: Prof. Aquarini Priyatna,MA., M.Hum., Ph.D

Riset

Kolonisasi Digital TikTok Refugees terhadap Aplikasi RedNote dan Potensi Dampaknya bagi Pembangunan Karakter Bangsa: Kajian Poskolonial dan Budaya

Judul:Kolonisasi Digital TikTok Refugees terhadap Aplikasi RedNote dan Potensi Dampaknya bagi Pembangunan Karakter Bangsa: Kajian Poskolonial dan Budaya Resume:Penelitian ini mengkaji fenomena yang disebut sebagai “kolonisasi digital” oleh kelompok TikTok refugees terhadap aplikasi RedNote, yakni perpindahan atau migrasi pengguna dari TikTok ke platform lain serta dampak kultural yang ditimbulkannya. Fokus utama penelitian adalah bagaimana dominasi budaya digital, pola komunikasi, serta praktik bermedia dari kelompok pengguna tertentu dapat memengaruhi ekosistem platform baru dan membentuk ulang ruang digital. Dengan menggunakan perspektif poskolonial, penelitian ini menelaah relasi kuasa, dominasi simbolik, dan potensi reproduksi hegemoni budaya dalam ruang digital. Sementara itu, pendekatan kajian budaya digunakan untuk menganalisis perubahan nilai, identitas, serta perilaku pengguna yang muncul akibat interaksi lintas budaya di platform tersebut. Penelitian ini juga menyoroti potensi dampak fenomena tersebut terhadap pembangunan karakter bangsa, khususnya dalam hal nilai-nilai lokal, identitas nasional, serta etika bermedia di tengah arus globalisasi digital. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman kritis mengenai bagaimana dinamika migrasi digital dan dominasi budaya global dapat memengaruhi masyarakat lokal, sekaligus menawarkan refleksi dalam merumuskan strategi penguatan karakter bangsa di era digital. Periset: Dr. Trisna Gumilar, S.S., M.A

Riset

Integrasi Motif, Teknik Produksi, dan Desain Batik Kasumedangan: Studi Komparatif Batik Citengah, Sumedang dan Batik Cyntok, Kedah sebagai Basis Pengembangan Desain Busana Multikultural Asia

Judul:Integrasi Motif, Teknik Produksi, dan Desain Batik Kasumedangan: Studi Komparatif Batik Citengah, Sumedang dan Batik Cyntok, Kedah sebagai Basis Pengembangan Desain Busana Multikultural Asia Resume:Penelitian ini mengkaji integrasi antara motif, teknik produksi, dan desain dalam batik Kasumedangan dengan pendekatan komparatif antara Batik Citengah (Sumedang, Indonesia) dan Batik Cyntok (Kedah, Malaysia). Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam aspek visual (motif dan ornamen), teknis (proses produksi), serta desain sebagai produk budaya dari dua wilayah yang memiliki latar belakang historis dan budaya yang berbeda. Melalui pendekatan komparatif dan analisis desain, penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi pengembangan batik sebagai inspirasi desain busana multikultural Asia. Aspek historis dan budaya juga dipertimbangkan untuk memahami bagaimana interaksi lintas wilayah di Asia Tenggara memengaruhi perkembangan batik di kedua daerah tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan konsep integratif yang menggabungkan kekhasan lokal dari masing-masing tradisi batik menjadi inovasi desain busana yang merepresentasikan identitas multikultural Asia, tanpa menghilangkan nilai tradisional yang melekat. Periset: Dr. Drs. Taufik Ampera, M.Hum.

Riset

Multikulturalisme Seni Visual Batik Indramayu dalam Bingkai Historis

Judul:Multikulturalisme Seni Visual Batik Indramayu dalam Bingkai Historis Resume:Penelitian ini mengkaji karakter multikultural dalam seni visual batik Indramayu dengan menempatkannya dalam perspektif historis. Fokus utama penelitian adalah mengungkap bagaimana ragam pengaruh budaya—baik lokal maupun luar (seperti Tionghoa, Arab, dan Eropa)—tercermin dalam motif, warna, serta gaya visual batik Indramayu. Melalui pendekatan historis, penelitian ini menelusuri perkembangan batik Indramayu dari masa ke masa, termasuk kaitannya dengan jalur perdagangan, migrasi, dan interaksi sosial budaya di wilayah pesisir. Sementara itu, analisis seni visual digunakan untuk mengidentifikasi simbol, ornamen, dan makna yang terkandung dalam motif batik sebagai representasi dari keberagaman budaya tersebut. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa batik Indramayu merupakan produk budaya yang terbentuk dari proses akulturasi, sehingga mencerminkan identitas multikultural masyarakatnya serta dinamika sejarah yang melatarbelakanginya. Ketua Periset: Dr. Nyai Kartika, SS., M.Hum.

Riset

Kota-Kota di Pesisir Pulau Jawa: Perspektif Historis dan Morfologi Kota

Judul:Kota-Kota di Pesisir Pulau Jawa: Perspektif Historis dan Morfologi Kota Resume:Penelitian ini mengkaji perkembangan kota-kota pesisir di Pulau Jawa dengan menitikberatkan pada dua aspek utama, yaitu sejarah (historis) dan bentuk fisik kota (morfologi). Kajian historis digunakan untuk menelusuri proses kemunculan dan pertumbuhan kota-kota pesisir yang umumnya dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan, kolonialisme, serta interaksi budaya antarwilayah dan bangsa. Sementara itu, pendekatan morfologi kota digunakan untuk menganalisis struktur ruang, pola permukiman, jaringan jalan, serta elemen-elemen fisik lain yang membentuk karakter kota pesisir. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana faktor geografis (kedekatan dengan laut), ekonomi (pelabuhan dan perdagangan), serta politik (kekuasaan kolonial dan lokal) berperan dalam membentuk dinamika perkembangan kota. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan bahwa kota-kota pesisir di Jawa memiliki pola perkembangan yang khas, sebagai hasil interaksi antara faktor sejarah dan kondisi lingkungan, serta memperlihatkan transformasi ruang kota dari masa ke masa. Ketua Periset : Prof. Drs. Kunto Sofianto,M.Hum., Ph.D

Riset

Vernakularisasi Islam dalam Manuskrip Sunda Beraksara Pegon di Tatar Pasundan: Studi Filologis dan Historis terhadap Tradisi Intelektual Islam Lokal

Judul: Vernakularisasi Islam dalam Manuskrip Sunda Beraksara Pegon di Tatar Pasundan: Studi Filologis dan Historis terhadap Tradisi Intelektual Islam Lokal Resume:Penelitian merupakan kajian interdisipliner (teks, budaya, dan sejarah) yang membahas proses vernacularisasi (pembumian) ajaran Islam dalam konteks budaya lokal Sunda melalui manuskrip beraksara Pegon di wilayah Tatar Pasundan. Fokus utama kajian adalah bagaimana nilai-nilai dan ajaran Islam diterjemahkan, disesuaikan, serta diintegrasikan ke dalam bahasa dan tradisi lokal Sunda. Melalui pendekatan filologis, penelitian ini menganalisis teks-teks manuskrip untuk mengungkap isi, struktur, serta perubahan atau variasi naskah. Sementara itu, pendekatan historis digunakan untuk menelusuri latar belakang kemunculan manuskrip tersebut, termasuk konteks sosial, budaya, dan intelektual masyarakat Sunda pada masa lalu. Hasil penelitian diharapkan dapat memperlihatkan bahwa tradisi intelektual Islam lokal tidak bersifat statis, melainkan berkembang melalui proses adaptasi dengan budaya setempat. Manuskrip Pegon menjadi bukti penting interaksi antara Islam dan kearifan lokal Sunda dalam membentuk corak keislaman yang khas di Pasundan. Periset: Dr. Drs. Ade Kosasih, M.Ag (Ketua)

Berita, Kegiatan, SDG 2026

FESTIVAL BUDAYA MARITIM UNPAD: JEJAK BUDAYA MARITIM, WARISAN DUNIA

Tim Redaksi FIB Unpad – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran sukses menyelenggarakan Festival Budaya Maritim bertajuk “Jejak Budaya Maritim, Warisan Dunia” pada Jumat, 5 Juni 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB di Lapangan Parkir Gedung A FIB Unpad ini menjadi ajang perayaan budaya yang meriah dan penuh warna. Rangkaian Kegiatan Festival diselenggarakan dalam rangka Ujian Akhir Semester (UAS) 2025/2026 Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda, menampilkan karya dan kreativitas mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unpad. Rangkaian kegiatan festival meliputi karnaval yang dilakukan setiap program studi dengan berjalan bersama secara meriah, dimulai dari pos satpam FIB Unpad menuju depan gedung dekanat. Kegiatan dilanjut dengan pertunjukan seni dengan konsep yang dirancang oleh masing-masing program studi, mulai dari kabaret, pembacaan puisi, pertunjukan ritus, hingga tari tradisional. “Sasper pas pertunjukan bawain puisi dua bahasa, jadi bahasa Prancis tapi pakai alunan musik Sunda dan ada yang memeragakannya juga,” kata Ayi, salah satu peserta Festival Budaya Maritim dari program studi Sastra Perancis ketika ditanya perihal penampilan yang dibawakan oleh program studi nya. Terakhir, kegiatan ditutup oleh penampilan fashion show, yakni ketika setiap program studi memamerkan kreasi kostum khas negara yang mewakilkan program studi masing-masing dengan padu padan budaya Nusantara, memadukan estetika budaya lokal dengan internasional. Stand Pameran Budaya Maritim Selain tiga rangkaian utama tersebut, setiap program studi juga menyiapkan stand pameran yang menampilkan kreasi hidangan bertema maritim dari Sunda yang dipadukan dengan kekhasan masing-masing program studi. Stand-stand ini turut dinilai dari segi dekorasi dan juga dilengkapi dengan banner berisi infografis tentang Budaya Maritim Sunda dan Budaya Maritim khas negara asal program studi masing-masing. Semangat Pelestarian Budaya Melalui festival ini, FIB Unpad menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya maritim Nusantara kepada generasi muda. Perpaduan antara seni pertunjukan, pameran kuliner, dan fashion show menjadikan festival ini sebagai ruang ekspresi budaya yang dinamis dan edukatif. Selain itu, acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang SDGs 14 tentang ekosistem lautan. Penulis:Rivani Shafa Salsabila /11/06/2026

Scroll to Top