Berita Mahasiswa

Berita, Berita Alumni, Berita Mahasiswa

Raih Wisudawan Terbaik, Hana Yulia Buktikan Konsistensi dan Semangat Berkarya Mahasiswa Sastra Arab FIB Unpad

    Apresiasi pada postingan Instagram @unpadfib Tim Redaksi FIB Unpad – Hana Yulia, mahasiswi Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran (Unpad), berhasil meraih penghargaan Wisudawan Terbaik Program Sarjana Universitas Padjadjaran gelombang III Tahun Akademik 2025/2026. Prestasi gemilang ini diraih berkat ketekunan, konsistensi akademik, dan aktifnya Hana dalam berbagai kegiatan ilmiah selama masa perkuliahan. Selama menempuh pendidikan di Unpad, Hana tidak hanya menonjol dari sisi akademik, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah yang diakui di tingkat nasional. Ia berhasil mempublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 3 dan satu artikel pada jurnal terindeks SINTA 4. Selain itu, Hana juga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2024, serta diakui sebagai penulis favorit dalam lomba menulis puisi tingkat nasional. Meneliti Quarter Life Crisis Lewat Lagu Arab Skripsi yang diangkat Hana mengkaji fenomena quarter life crisis (QLC) yang direpresentasikan dalam lirik lagu Arab, dianalisis melalui pendekatan semiotika dan psikologi sastra. Topik yang relevan dengan kehidupan anak muda masa kini yang menjadi bukti kepekaan Hana dalam memadukan kajian budaya dengan isu psikologis yang aktual. PKM dan Organisasi Menjadi Pengalaman Paling Berkesan Dalam sebuah sesi wawancara, Hana menyebut perjalanannya di PKM sebagai momen yang paling berbekas. “Sempat ikut pada tahun 2023, namun belum berhasil didanai. Mencoba kembali  pada tahun 2024, Alhamdulillah berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek,” ujarnya. Tak hanya PKM, Hana juga aktif di organisasi mahasiswa, khususnya Himasa dan KMMK Unpad. Hana juga membagikan kunci menjaga prestasi akademiknya yang bertumpu pada dua hal, yakni doa dan usaha. Ia selalu memulai dengan meminta pertolongan Allah SWT dan doa orang tua, lalu mengiringinya dengan konsistensi dan manajemen waktu yang terstruktur. Pesan Untuk Mahasiswa FIB Unpad Di penghujung wawancara, Hana menyampaikan pesan yang menyentuh untuk seluruh mahasiswa FIB Unpad. “Kesempatan menjadi mahasiswa S1 di Unpad hanya sekali. Oleh karena itu, semangat menjalankan peran sebagai mahasiswa. Maksimalkanlah amanah yang tengah diemban, gunakan kesempatan dengan baik dan bijak, jadikan setiap episode perjalanan sebagai pembelajaran, dan tetap sisihkanlah ruang dalam diri untuk menampung luasnya samudera ilmu.”  Menerima penghargaan ini dengan rendah hati, Hana menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT. Ia berharap penghargaan Wisudawan Terbaik ini adalah amanah yang besar bagi Hana untuk terus belajar dan berkontribusi kepada civitas akademika FIB Unpad. Penulis:Rivani Shafa Salsabila /05/05/2026

Berita, Berita Mahasiswa

Mahasiswa FIB Unpad, Dika Aulia Ardiansyah, Ukir Prestasi di Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unpad 2026

Prestasi membanggakan kembali datang dari lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Salah satu mahasiswa terbaiknya, Dika Aulia Ardiansyah, terpilih sebagai salah satu dari 10 jajaran kandidat utama dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas Padjadjaran 2026. Keberhasilan ini tentunya bukan sekadar keberuntungan satu malam, melainkan hasil dari konsistensinya sejak menginjakkan kaki di Universitas Padjadjaran. Dika merupakan mahasiswa program studi Sastra Rusia, angkatan 2023. Dikenal mampu menyeimbangkan akademik dengan keaktifannya dalam berorganisasi, ia mengemban amanah sebagai Ketua Badan Legislatif Himpunan Mahasiswa Sastra Rusia periode 2025. Tidak berhenti disana, minatnya terhadap seni dan disiplin, membawanya aktif di unit kegiatan mahasiswa tingkat universitas, Sadahulung Padjadjaran Drums Corps (SPDC). Manajerial dan Prestasi Internasional Di SPDC, Dika tidak hanya hadir sebagai anggota. Ia memberikan kontribusi manajerial dengan menjabat sebagai Inventaris (2025) dan Keuangan (2025). Peran ini ia jalankan sembari tetap terjun dalam kompetisi internasional. “Selama kuliah saya berusaha untuk tetap aktif menyeimbangkan sisi akademik dengan kegiatan di luar kelas.” Ujar Dika dalam sebuah sesi wawancara. Bagi Dika, kompetisi dan kegiatan organisasi menjadi usahanya untuk mengasah soft skill yang tidak ia peroleh di dalam kelas. Arti dari “Proses yang Melelahkan” Menjadi salah satu dari 10 kandidat utama Mawapres Unpad merupakan pencapaian yang besar. Namun, sikap rendah hati selalu ia terapkan. Ia menyampaikan bahwa berkas Capaian Unggulan (CU) yang ia kumpulkan adalah hasil dari setiap tetesan keringat yang ia kumpulkan sejak awal kuliah. “Setiap sertifikat dan pengalaman yang saya dapatkan itu butuh proses yang cukup panjang. Bisa berada di titik 10 besar ini bagi saya merupakan bentuk apresiasi atas kemauan untuk berproses meski melelahkan,” ungkapnya. Pesan Dika untuk Mahasiswa Lain Bagi teman-teman mahasiswa lain yang memiliki impian sama dengannya, Dika menitipkan pesan tentang keberanian untuk memulai. “Jangan minder kalau merasa ‘belum punya apa-apa’, karena sertifikat dan pencapaian itu akan datang seiring dengan kerja keras kalian. Yang paling penting, nikmati setiap prosesnya, karena lelahnya akan terbayar saat kita melihat sejauh mana kita telah berkembang.” Tutup Dika memberikan motivasi. Dukungan terus mengalir dari civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya, berharap Dika dapat membawa harum nama fakultas di tingkat universitas maupun nasional. Oleh Rivani Shafa Salsabila /01/04/2026

Berita, Berita Mahasiswa

Dukung Perkembangan Startup Digital, Unpad Adakan HackathonNasional

Dalam rangka dies natalis ke-64 Universitas Padjadjaran, Pusat Inkubator Bisnis Unpad dan BEM Kema Unpad bekerja sama dengan SEAL by Amazon Web Services (AWS) untuk menyelenggarakan program National Hackathon and CollaborAction.   Program yang diinisiasi tersebut merupakan bentuk dukungan Universitas Padjadjaran kepada industri startup digital untuk berkembang. Adapun kegiatan ini berfokus pada dua topik utama, yaitu Educational Technology dan SME Digital Transformation and Aggregator.  Acara nasional ini diselenggarakan melalui empat rangkaian yang dimulai dari September hingga 9 Oktober yang menjadi sesi Final National Hackathon. Pada sesi ini, terdapat sepuluh tim startup terbaik untuk berkompetisi demi mendapatkan uang tunai senilai Rp150 juta dan program kredit AWS senilai USD 110 ribu.  Sepuluh tim yang lolos hingga ke sesi final, yaitu Nursing Catalyst, Mentify, Harta Tahta Data, ReadyLearn, Fishery Skill Lab, Picknic, Toko Clouds, Bizlook, Sandangin, dan Team Infinite.  Adapun para juri yang diundang yang menilai, yaitu Furin Ongko (AWS Education Program Lead Indonesia), Christina Agustin (Asdep Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop UKM), Mohamad Fahmi (Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad), Deeng Sanyoto (Head of TaniAcademy TaniHub), Rhezandra Priatama (CTO Sekolahmu), dan Melvin Santoso (Investment Manager PT. Mandiri Capital Indonesia).  Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari menyampaikan bahwa program National Hackathon and CollaborAction merupakan bagian dari bentuk visi Unpad menjadi hybrid university yang menyatukan pembelajaran daring dan luring yang didukung dengan teknologi yang memadai.  Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memberi dampak kepada masyarakat lokal, nasional, dan global agar menjadikan Unpad menjadi kampus yang bermanfaat dan mendunia.  Program National Hackathon and CollaborAction 2021 turut didukung oleh Kementerian Koperasi UKM RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Bank Mandiri dan Mandiri Capital Indonesia, TaniHub, dan lainnya.  Dukungan terhadap startup digital lokal perlu untuk selalu berkembang. Bukan hanya meningkatkan kualitas yang lebih kompetitif secara nasional, melainkan dukungan juga diharapkan mampu agar startup digital lokal dapat turut bersaing secara global.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita, Berita Mahasiswa

Dukung Kampus Hijau, Alumni FIB Unpad Serahkan Bibit Pohon Usai Sidang Akhir

Laporan oleh Arif Maulana [unpad.ac.id,10/2/2020] Merayakan kelulusan merupakan hal yang tidak akan dilewatkan ketika selesai menjalani sidang akhir. Namun, ada hal unik yang diinisasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran tatkala menyelesaikan sidang skripsi. Awal 2020, alumni program studi Sastra Inggris Unpad menyumbangkan sejumlah bibit pohon usai menyelesaikan sidang skripsinya. Inisiasi ini kemudian disetujui pihak prodi, sehingga niat baik ini kemudian menjadi kesepakatan bersama dan anjuran kepada mahasiswa lainnya yang akan menempuh sidang skripsi. Wakil Dekan FIB Unpad Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum., mengatakan, aktivitas baik ini kemudian diikuti oleh mahasiswa dari program studi lain, seperti Sastra Jerman hingga prodi Sejarah pun menyusul melakukan aktivitas tersebut. “Kami sepakat untuk menjadi kegiatan bersama, karena ini program bagus sekali,” ujar Dr. Mumuh saat diwawancarai via telepon, Senin (10/2). Dr. Mumuh mengatakan, dipilihnya bibit pohon sebagai kenang-kenangan dari alumni bertujuan untuk mendukung implementasi kampus hijau (green campus) di Unpad. Upaya ini juga dilakukan untuk mengurangi sampah balon ataupun sampah plastik yang kerap dihasilkan ketika perayaan kelulusan. Bibit pohon ini nantinya akan ditanam di area kampus FIB Unpad. Dr. Mumuh menjelaskan, penanaman ini menjadi bagian dari proses peremajaan pohon yang ada di kawasan FIB Unpad, mengingat sebagian pohon sudah berusia tua dan dikhawatirkan roboh. “Ini akan dikoordinasikan dengan pihak universitas mengenai jenis tanaman dan tempat menanamnya di mana,” tambahnya. Dr. Mumuh pun mendorong mahasiswa untuk menciptakan tradisi bagus lainnya. Diharapkan tradisi baik ini memberikan manfaat bagi warga kampus Unpad.*

Berita, Berita Mahasiswa

Disiplin Beribadah, Kunci Kesuksesan Yusup Mulyana

Laporan oleh Muhammad Dzulfikri Firdaus Yusup Mulyana, wisudawan dari program studi Sastra Arab berfoto bersama kedua orang tuanya, Yayat dan Ucih, usai mengikuti wisuda pada Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2019/2020 Universitas Padjadjaran, Selasa (4/2). (Foto: Arif Maulana)* [unpad.ac.id, 4/2/2020] Yusup Mulyana, menjadi salah satu wisudawan pada Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2019/2020 Universitas Padjadjaran, Selasa (4/2). Mahasiswa penerima Bidikmisi ini berhasil menyelesaikan studi di Sastra Arab Unpad selama 3,5 tahun. Ia dinyatakan lulus dengan IPK 3.52 pada 7 Januari 2020 lalu setelah tugas akhir skripsi berjudul “Estetika Interior Masjid Agung Kota Cimahi dengan Kajian Semiotika”. Kesuksesan Yusup menempuh studi di Unpad bukan tanpa kendala. Selepas lulus SMA, kedua orangtuanya sempat tidak menyetujui keinginan Yusup untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi lantaran keterbatasan biaya. Sehari-hari, ayah Yusup berprofesi sebagai pengayuh becak, sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa. Namun, ia tak menyerah begitu saja. Pemuda asal Desa Banjarsari, Ciamis ini kemudian banyak berkonsultasi dengan gurunya. Ia pun mencoba mendaftar program bantuan Bidikmisi dan membulatkan tekad memilih prodi Sastra Arab Unpad. “Akhirnya diterima melalui jalur SNMPTN sekaligus dinyatakan berhak memperoleh beasiswa Bidikmisi,” ujar Yusup. Semasa aktif sebagai mahasiswa, pria kelahiran Ciamis 22 Februari 1998 ini banyak mengabdikan diri melayani umat sebagai takmir di masjid Al-Mushlih FIB Unpad hingga Masjid Raya Unpad, Yusup juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Sastra Arab Unpad dan Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (Imasasi). Yusup mengatakan, selama kuliah, selain belajar untuk menuntaskan kewajiban akademiknya, ia juga menjadi pengajar baca tulis Al-Quran di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Unpad hingga DKM Masjid Al-Jabbar ITB Jatinangor. Dalam membagi waktu antara belajar, berorganisasi, sekaligus mengabdikan diri kepada masyarakat, Yusup mengaku tidak menemui kesulitan berarti. Menurutnya, kunci untuk mengatur waktu di antaranya adalah disiplin menjalankan salat tepat waktu, dan mengisi waktu kosong antar jadwal sholat wajib itu dengan belajar, baik membaca atau mendengarkan kajian. “Dengan menjaga ibadah, Allah juga akan menjaga kelancaran segala urusan kita.” ujarnya. Masa setengah tahun terakhir masa studinya, Yusup memutuskan untuk tinggal di Masjid Raya Unpad.  Selama tinggal di Masjid Raya Unpad sejak bulan Juli tahun lalu, ia merasakan banyak manfaat yang diperoleh selain giat beribadah mendekatkan diri pada Tuhan. Ia mengabdikan diri menjadi takmir, sekaligus melakukan banyak kegiatan sosial bersama organisasi KMMK Syamil Unpad. Tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana, Yusup bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya. Saat ini, ia tengah merencanakan untuk meneruskan pendidikan Magister melalui beasiswa PMDSU Unpad. Di keluarganya, Yusup menjadi anak pertama yang berhasil meraih gelar sarjana. Ia berharap keberhasilan tidak menjadikannya jumawa. “Semoga keberhasilan ini mampu menjadi penyemangat dirinya untuk terus mengabdikan diri pada masyarakat, dan memotivasi untuk terus belajar meraih cita-cita,” pungkasnya.(am)*

Berita, Berita Mahasiswa

Pelatikan Kepengurusan ORMAWA FIB UNPAD 2020/2021

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D melantik dan menyerahan SK Pengurus Lembaga Kemahasiswaan di Lingkungan Fakultas Ilmu Budaya masa kepengurusan 2020/2021. Tiga poin penting yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya pada Pelantikan pagi ini, terkait: Kebersihan, Kenyamanan, dan Keamanan Fakultas Ilmu Budaya. Harapannya bisa diwujudkan bersama.

Berita, Berita Mahasiswa, Uncategorized

Chosyatillah Jerman 2016 Wisudawan Terbaik, Tuntaskan Studi Sarjana 3 Tahun

[unpad.ac.id, 6/11/2019] Chosyatillah dari Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran terpilih menjadi Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Unpad Gelombang I tahun akademik 2019/2020, 5 – 7 November 2019. Ia lulus dengan IPK 3,79 dan masa studi 3 tahun. Chosyatillah, wisudawan dari program studi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran terpilih Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Unpad Gelombang I tahun akademik 2019/2020, 5 – 7 November 2019. (Foto: Arief Maulana)* Perempuan yang akrab disapa Tilla ini diwisuda pada pelaksanaan sesi IV di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, Rabu (6/11). Tilla mengaku senang dan tidak menyangka mendapatkan predikat sebagai salah satu Wisudawan Terbaik Unpad. Sudah sejak lama Tilla sangat tertarik belajar bahasa Jerman. Sebelum kuliah di Unpad, Tilla sudah mengambil sejumlah sertifikasi bahasa Jerman yang diakui secara internasional. Ketika kuliah pun Tilla rajin untuk meningkatkan kemampuannya itu dan mengambil sejumlah sertifikasi. Hal inilah yang membuatnya dapat menjalani studi lebih cepat. “Punya sertifikat dari sebelum kuliah, tapi semenjak kuliah saya kejar sertifikat terus untuk ngejar level yang ke atas lagi,” ungkap Tilla saat ditemui sebelum pelaksanaan wisuda. Perempuan kelahiran Palembang, 8 November 1998, ini mengaku sangat mengagumi sistem pendidikan di Jerman. Ketika kuliah pun Tilla sempat mengikuti kegiatan di  Jerman melalui program beasiswa dari DAAD. Menurut Tilla, selain kemampuan bahasa, hal penting yang harus ditingkatkan adalah kemampuan berorganisasi dan meningkatkan prestasi. Selama kuliah, Tilla pun aktif di sejumlah kegiatan kemahasiswaan dan mengikuti sejumlah kompetisi. Beberapa organisasi yang diikuti Tilla diantaranya Himpunan Mahasiswa Sastra Jerman Unpad, Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia, serta Ikatan Putra Putri Praja Pariwisata. Selain itu, ia juga merupakan penerima beasiswa Program Pertukaran Mahasiswa di Ramkhamhaeng Thailand 2018, peraih runner up I Duta Wisata Kabupaten Musi Banyuasin 2017, menjadi delegasi Unpad dalam Konferensi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia 2017, serta menjadi Duta Favorit Putra Putri Praja Pariwisata Indonesia 2017. “Kita kan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi kita juga harus memiliki kemampuan di bidang lain,” tutur  Tilla. Dengan kegiatannya yang cukup banyak, Tilla sempat merasa kesulitan membagi waktu antara belajar dan berbagai aktivitas lainnya. Namun tekad yang kuat menjadikan Tilla mampu untuk menjalaninya dengan baik. “Mau enggak mau saya harus bisa. Jadi karena tekad yang besar itu saya harus bisa membagi waktu saya,” ujar Tilla. Untuk ke depannya ,Tilla  mengungkapkan akan semakin meningkatkan berbagai kemampuannya melalui studi lanjut. Tilla pun sudah lama bercita-cita menjadi seorang diplomat. Dengan menjadi diplomat, Tilla ingin memberikan sumbangsih bagi negara. “Saya ingin mmeberikan sumbangsih bagi Indonesia dengan kemampuan-kemampuan yang saya miliki,” ujarnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Scroll to Top