Author name: Ghina Nafsiya

Berita

Mengatasi Batasan: Kontribusi Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Disabilitas di FIB Unpad

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran dengan bangga menampilkan komitmennya terhadap inklusi dan kesetaraan, terutama dalam mendukung tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas. Di FIB Unpad, keterbatasan fisik atau kondisi khusus tidak menghalangi individu untuk berkontribusi secara maksimal dalam lingkungan akademik dan mencapai impian mereka. Tenaga Kependidikan: Mengatasi Batasan untuk Memberikan Yang Terbaik Di antara tenaga kependidikan di FIB Unpad, terdapat individu yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi yang berarti. Salah satu contoh inspiratif adalah Bapak Teten, yang meskipun menghadapi tantangan fisik pada bagian netra, namun tetap berkomitmen untuk mendukung operasional dan kegiatan akademik di fakultas. Keberanian dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari tidak hanya memberikan contoh yang kuat tentang ketahanan dan kerja keras, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan penuh empati. Tenaga kependidikan di FIB Unpad menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, seperti aksesibilitas yang disesuaikan dan penyesuaian tempat kerja, keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan untuk menjalankan tugas secara efektif. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan yang dipegang teguh oleh FIB Unpad, serta mendorong penciptaan lingkungan kerja yang adil dan mendukung. Mahasiswa Disabilitas: Mewujudkan Impian di Tengah Tantangan Di sisi mahasiswa, FIB Unpad juga berkomitmen untuk mendukung mahasiswa disabilitas dalam mencapai impian akademik mereka. Dengan adanya layanan pendukung seperti konseling akademik dan aksesibilitas ruang kelas, mahasiswa disabilitas di FIB Unpad mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang secara optimal. Contoh inspiratif dari mahasiswa disabilitas yang sukses menembus berbagai batasan dalam studi mereka dapat ditemukan di FIB Unpad. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Sastra Jerman telah membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan tekad yang kuat, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan akademik. Keberhasilan mereka tidak hanya menyoroti potensi individu tetapi juga menegaskan komitmen FIB Unpad terhadap kesetaraan dan pemberdayaan. FIB Unpad terus berupaya untuk menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan khusus mahasiswa disabilitas, serta memastikan bahwa semua layanan akademik dapat diakses oleh setiap individu. Ini termasuk menyediakan materi kuliah dalam format yang dapat diakses, serta memastikan bahwa lingkungan belajar inklusif dan ramah bagi semua mahasiswa. Komitmen FIB Unpad terhadap Inklusivitas Keberhasilan tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas di FIB Unpad adalah bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk memberikan kontribusi yang berarti atau menggapai impian mereka. FIB Unpad berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbaiki dukungan yang diberikan kepada tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas, menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara untuk semua. Menurut Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., dengan menempatkan inklusivitas dan kesetaraan sebagai pusat perhatian, FIB Unpad berusaha untuk memupuk budaya yang mendukung, mendorong, dan memberdayakan setiap individu untuk mencapai potensi penuh mereka, tanpa memandang keterbatasan fisik atau kondisi khusus. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat akademik yang lebih adil dan beragam. Beliau menambahkan juga bahwa etiap orang memiliki kesempatan untuk bersinar dan berkontribusi. Writer: Gilang JanuarsyahTranslator: Firda Khoirunnisa

Berita

Mengatasi Batasan: Kontribusi Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Disabilitas di FIB Unpad

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran dengan bangga menampilkan komitmennya terhadap inklusi dan kesetaraan, terutama dalam mendukung tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas. Di FIB Unpad, keterbatasan fisik atau kondisi khusus tidak menghalangi individu untuk berkontribusi secara maksimal dalam lingkungan akademik dan mencapai impian mereka. Tenaga Kependidikan: Mengatasi Batasan untuk Memberikan Yang Terbaik Di antara tenaga kependidikan di FIB Unpad, terdapat individu yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi yang berarti. Salah satu contoh inspiratif adalah Bapak Teten, yang meskipun menghadapi tantangan fisik pada bagian netra, namun tetap berkomitmen untuk mendukung operasional dan kegiatan akademik di fakultas. Keberanian dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari tidak hanya memberikan contoh yang kuat tentang ketahanan dan kerja keras, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan penuh empati. Tenaga kependidikan di FIB Unpad menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, seperti aksesibilitas yang disesuaikan dan penyesuaian tempat kerja, keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan untuk menjalankan tugas secara efektif. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan yang dipegang teguh oleh FIB Unpad, serta mendorong penciptaan lingkungan kerja yang adil dan mendukung. Mahasiswa Disabilitas: Mewujudkan Impian di Tengah Tantangan Di sisi mahasiswa, FIB Unpad juga berkomitmen untuk mendukung mahasiswa disabilitas dalam mencapai impian akademik mereka. Dengan adanya layanan pendukung seperti konseling akademik dan aksesibilitas ruang kelas, mahasiswa disabilitas di FIB Unpad mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang secara optimal. Contoh inspiratif dari mahasiswa disabilitas yang sukses menembus berbagai batasan dalam studi mereka dapat ditemukan di FIB Unpad. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Sastra Jerman telah membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan tekad yang kuat, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan akademik. Keberhasilan mereka tidak hanya menyoroti potensi individu tetapi juga menegaskan komitmen FIB Unpad terhadap kesetaraan dan pemberdayaan. FIB Unpad terus berupaya untuk menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan khusus mahasiswa disabilitas, serta memastikan bahwa semua layanan akademik dapat diakses oleh setiap individu. Ini termasuk menyediakan materi kuliah dalam format yang dapat diakses, serta memastikan bahwa lingkungan belajar inklusif dan ramah bagi semua mahasiswa. Komitmen FIB Unpad terhadap Inklusivitas Keberhasilan tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas di FIB Unpad adalah bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk memberikan kontribusi yang berarti atau menggapai impian mereka. FIB Unpad berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbaiki dukungan yang diberikan kepada tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas, menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara untuk semua. Menurut Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., dengan menempatkan inklusivitas dan kesetaraan sebagai pusat perhatian, FIB Unpad berusaha untuk memupuk budaya yang mendukung, mendorong, dan memberdayakan setiap individu untuk mencapai potensi penuh mereka, tanpa memandang keterbatasan fisik atau kondisi khusus. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat akademik yang lebih adil dan beragam. Beliau menambahkan juga bahwa etiap orang memiliki kesempatan untuk bersinar dan berkontribusi. Red. Gilang Januarsyah

Berita

Unpad Dukung Setiap Perempuan untuk Berkiprah dan Berprestasi

Diskriminasi masih menjadi ancaman dalam kehidupan manusia. Adapun diskriminasi memiliki bentuk yang beragam, seperti diskriminasi gender salah satunya. Hal ini kerap kali menimpa perempuan, khususnya dalam dunia kerja. Dalam hal ini, gerakan anti-diskriminasi gender menjadi sebuah gerakan yang kian disuarakan.  Universitas Padjadjaran merupakan salah satu pihak perguruan tinggi yang dengan sukses mengimplementasikan kesetaraan gender dalam pengelolaan kampus. Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti menyatakan bahwa sebanyak 45% dari total 662 pejabat pengelola di Unpad, mulai dari level pimpinan universitas sampai dengan program studi diisi oleh perempuan. Berkat hal tersebut, kampus ini memperoleh apresiasi dari Komisi Informasi Publik sebagai perguruan tinggi dengan jumlah pimpinan perempuan terbanyak di Indonesia.  Tidak hanya itu, berdasarkan data yang dihimpun per 2 Maret 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 51% dari total mahasiswa Unpad, yaitu perempuan. Angka ini menjadi suatu isyarat bahwa Universitas Padjadjaran mendukung upaya perwujudan kesetaraan gender.  Rektor Unpad menyatakan bahwa kesetaraan yang sudah menjadi budaya menjadi kunci Unpad meraih perwujudan kesetaraan gender tersebut.  “Di kita tidak ada masalah, kesetaraan gender telah terjadi. Kenapa bisa? karena tidak ada barrier, tidak ada yang mempermasalahkan. Kita sudah sangat biasa,” ungkap Prof. Rina.  Sementara itu, Prof. Rina turut menyampaikan bahwa kesempatan perempuan untuk berkiprah dan berprestasi melewati proses yang tidak mudah layaknya laki-laki. Hal ini didasarkan pada tanggung jawab kepada dirinya sendiri dan keluarganya.  Pada peringatan Hari Perempuan Internasional 2023, Rektor Unpad turut memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih perempuan, mengingat proses yang tidak mudah dalam mencapai hal tersebut.  “Tidak bisa sembarangan. Untuk mencapai prestasi perlu ada penataan cara berkehidupan dan cara bekerja. Ada tanggung jawab utama dari seorang perempuan, yaitu dirinya dan keluarganya. Untuk bisa meraih prestasi, ia harus mampu menjamin keluarganya untuk ikut berprestasi,” tutur Rektor perempuan pertama Unpad tersebut. Rektor turut menambahkan bahwa sistem pendukung, seperti keluarga, kolega, dan masyarakat menduduki peran yang tidak kalah penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender.  Menyadari kondisi akan banyaknya perempuan yang menjadi pejabat pengelola di lingkungan pendidikan Unpad, Rektor sadar bahwa hal ini menjadi salah satu tanda bahwa lingkungan kampus telah terbiasa untuk mendukung perempuan untuk bisa berkiprah dan berprestasi.  Adapun pada peringatan Hari Perempuan Internasional 2023 lalu, Rekor Unpad secara resmi menerima Anugerah Perempuan Juara Indonesia kategori Bidang Pendidikan dari Yayasan Perempuan Indonesia Juara. Penghargaan diberikan secara langsung oleh inisiator yayasan, Atalia Praratya, kepada Rektor pada acara Indonesia Hijab Walk 2023 di Trans Luxury Hotel, Bandung pada Jumat (10/3).  Konsistensi dan ekosistem yang baik dan suportif turut berperan penting pada upaya meningkatkan kiprah perempuan. Dengan demikian, baik perempuan maupun laki-laki dapat memiliki kesempatan yang sama untuk maju.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Dukung Peningkatan Pengetahuan Publik, Mahasiswa Adakan Pameran Kandally

Jatinangor, Jawa Barat — Pengetahuan merupakan hal yang bersifat inklusif, sehingga seharusnya dapat diakses oleh siapapun. Adapun perpustakaan menjadi sarana pendukung perolehan informasi. Bukan hanya menyimpan buku, umumnya perpustakaan juga menyimpan berbagai barang yang menunjang perolehan informasi tersebut. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa program studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran angkatan 2022. Pada November 2023 lalu, mereka mengadakan sebuah pameran yang mengangkat tentang pola kebiasaan masyarakat Sunda bertemakan “Kandally” yang merupakan kepanjangan dari “Kandaga Sundanese Gallery”. Pameran ini dilangsungkan di Gedung Kandaga (Perpustakaan Pusat Unpad Jatinangor) pada Senin (27/11) hingga Rabu (29/11).  Kepala Pusat Pengelolaan Pengetahuan Unpad yang sekaligus merupakan dosen pengampu, Wina Erwina menyampaikan bahwa pameran “Kandally” merupakan salah satu bentuk tugas akhir dua mata kuliah, yaitu Dokumentasi Budaya dan Hubungan Masyarakat Lembaga Informasi. Adapun kegiatan ini turut didukung oleh Pusat Pengelolaan Pengetahuan Universitas Padjadjaran. “Dua mata kuliah itu digabungkan, mahasiswa menyelenggarakan suatu event (yang) kontennya dari mata kuliah Dokumentasi Budaya,” ujar Wina.  Wina turut menjelaskan bahwa pameran “Kandally” berfokus pada poin utama, yaitu pola kebiasaan masyarakat suku Sunda dalam pertanian sawah, pertanian ladang, peternakan, dan perikanan. Adapun informasi-informasi yang disuguhkan tidak hanya sebatas buku, melainkan juga berupa infografis dan perlengkapan sehari-hari, sehingga menarik secara visual.  “Ada alat musik kecapi, angklung, juga dapur tradisional dengan peralatannya. Ada satu section tentang pakaian-pakaian adat Sunda. Ada pakaian harian, ada pakaian khusus, dan sebagainya. Pengunjung yang datang ke sana boleh pakai baju itu terus difoto,” jelas Wina.  Waktu penyelenggaraan pameran yang bersamaan dengan ajang Pimnas 36 menjadikan daya tarik tersendiri bagi para tamu dan pengunjung. Wina berpendapat bahwa momen ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menyebarluaskan hasil kolaborasi berbagai bidang ilmu pengetahuan sesuai dengan prinsip Pusat Pengelolaan Pengetahuan. Hal ini menjadikan Kandally sebagai acara yang menghibur, edukatif, dan informatif.   Melalui pameran Kandally, Wina berharap para tamu maupun mahasiswa Unpad lebih mengenal masyarakat Sunda. Di satu sisi, penyelenggaraan program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan keahlian mahasiswa, khususnya dalam penyelenggaraan event dan pembuatan konten pameran. Pameran “Kandally” turut mendapatkan respon positif dari para mahasiswa Unpad. Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), yaitu Mahfirotu, Fazra, dan Nabila mengungkapkan kekaguman mereka pada konsep penyelenggaraan pameran dan informasi yang mengangkat kebudayaan Sunda tersebut.  “Yang paling menarik dari rangkaian galerinya adalah pakaiannya, karena bisa dicoba langsung. Pengalamannya lebih dapat bisa dicoba sekaligus foto-foto,” ungkap Fazra.  Ketiga mahasiswa tersebut mengaku mendapat informasi baru yang belum diketahui sebelumnya, seperti jenis dan bentuk cangkul yang berbeda dalam tradisi masyarakat Sunda. Keberagaman cangkul tersebut dipercaya memiliki filosofinya masing-masing. Pameran budaya yang dikemas secara menarik menjadi salah satu cara perpustakaan membuka akses perolehan informasi bagi publik. Dengan demikian, hal ini dapat memperluas kesempatan masyarakat dalam mengakses informasi melalui bentuk layanan perpustakaan. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Wujudkan Kampus Ramah Lingkungan, Unpad Sediakan Sepeda Listrik Kerja Sama Beam Mobility

Jatinangor, Jawa Barat – Penyediaan energi bersih dan terjangkau saat ini menjadi hal yang didambakan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari keuntungan yang dimilikinya, seperti ramah lingkungan dan hemat. Salah satu upaya perwujudannya adalah dengan pengadaan transportasi umum yang memadai di lingkungan kampus. Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Padjadjaran mengadakan kerja sama dengan Beam Mobility sebagai bentuk realisasi kampus ramah lingkungan (green campus). Hal ini diinisiasi Unpad dengan penyediaan 500 unit sepeda listrik di kampus Jatinangor sebagai salah satu transportasi dalam kampus. Di sisi lain, kendaraan tersebut juga digunakan sebagai operasional mobilisasi saat Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 di Kampus Unpad pada 26 November – 1 Desember 2023 mendatang.  Adapun Koordinator Kerja Sama Panitia Pelaksana Pimnas ke-36, Dr. Cipta Endyana, M.T. menyatakan bahwa setiap unit sepeda listrik dilengkapi dengan perangkat helm dan asuransi pengguna.  “Dimulai dari Pimnas, sepeda listrik ini akan menjadi sarana transportasi di Kampus (Unpad) Jatinangor,” ujar Cipta kepada Kanal Media Unpad.  Cipta menambahkan bahwa sepeda listrik tersebut dapat digunakan oleh siapa saja ketika masa Pimnas berlangsung. Dirinya juga menyebutkan bahwa kendaraan roda dua internal kampus tersebut akan disebar di beberapa titik gedung yang akan menjadi lokasi Pimnas.  Cipta berharap sepeda listrik Beam dapat terus dimanfaatkan oleh seluruh warga Unpad setelah Pimnas selesai. Hal ini sebagai dukungan Unpad dalam menjaga kelestarian lingkungan.  “Diharapkan juga emisi di dalam kampus makin berkurang dengan hadirnya sepeda listrik ini,” ucapnya.  Kelestarian lingkungan dengan pengurangan emisi karbon selayaknya menjadi tanggung jawab bersama. Penggunaan kendaraan ramah lingkungan sepatutnya dapat dengan mudah diakses oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan hal itu, maka kebiasaan meninggalkan jejak karbon berkurang dan kondisi alam menjadi lebih baik. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Unpad PSDKU Jalin Kerja Sama dengan East China National University Kaji Ilmu Perikanan dan Kelautan

Kolaborasi menjadi kunci penting dalam mencapai tujuan. Melalui kolaborasi, terdapat kegiatan tukar pengetahuan dan pengalaman yang dapat menunjang usaha tersebut. Hal ini selaras dengan yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran Kampus Pangandaran atau yang juga disebut sebagai “PSDKU” (Program Studi di Luar Kampus Utama) yang menjalin kerja sama dengan East China Normal University State Key Laboratory of Estuarine and Coastal Research (SKLEC). Kerjasama yang dilakukan kedua institusi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan akses teknologi penelitian dalam bidang perikanan dan kelautan. Direktur Unpad PSDKU Pangandaran, Alexander M.A. Khan menjelaskan bahwa kolaborasi yang terjalin bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian terkait ilmu perikanan dan kelautan. Hal ini turut sejalan dengan visi untuk mempromosikan budaya dari masing-masing negara.  “Kerja sama yang dilakukan akan berupa penelitian dan publikasi bersama, pertukaran mahasiswa dan staf, serta kegiatan akademik lainnya yang dilakukan secara kolektif dalam jangka waktu yang disepakati”, ujar Alex.  Selain bekerja sama dengan SKLEC, Unpad PSDKU juga sebelumnya telah bergabung dengan Ocean Color-based plant species identification and Carbon flux in Indo-Pacific oceans (OC-PC) Study Group yang merupakan bagian dari Integrated Marine Biosphere Research (IMBeR). Projek internasional ini diikuti oleh 13 peneliti dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura.  Alex turut menjelaskan bahwa sebagai langkah awal, kerja sama akan berfokus pada pembelajaran terkait perikanan laut tropis dan ilmu kelautan, khususnya di daerah Pangandaran dan mencakup Indonesia secara lebih luas. Adapun kegiatan ini membutuhkan kontribusi para profesor, khususnya di Unpad PSDKU program studi Perikanan Laut Tropis.  Dirinya menuturkan bahwa kerja sama yang dilakukan tidak hanya berdampak bagi Universitas Padjadjaran, melainkan juga turut meningkatkan performa pembelajaran, perkembangan data, pengetahuan yang mendalam terkait ilmu perikanan dan kelautan. “Data-data dan informasi terbaru akan dipelajari bersama, sehingga dapat membawa perspektif baru terkait ilmu perikanan dan kelautan, serta teknologi di Indonesia”, ungkapnya. Sebelumnya pada tahun 2023, Alex bersama Kepala Program Studi Perikanan Laut Tropis Unpad Pangandaran, Lantun Paradhita Dewanti sempat menghadiri konferensi IMBeR yang diselenggarakan pada Bulan November. Adapun hasil dari konferensi tersebut, yaitu kerja sama yang kini terjalin antara Unpad PSDKU dengan East China Normal University SKLEC, khususnya terkait bidang ilmu perikanan laut dan kelautan di wilayah Pangandaran.  Selain berkontribusi dalam aktivitas keilmuan, Alex berharap bahwa kolaborasi yang terjalin mampu meningkatkan reputasi Unpad pada skala global, sekaligus meraih pengalaman dan perspektif internasional.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Menjawab Tantangan Global, Unpad Adakan Program StudiIlmu Lingkungan

Upaya mencapai kehidupan yang berkelanjutan idealnya tercapai dengan mengoptimalkan aspek sosial dan alam. Dalam kaitannya dengan hal ini, berbagai cara perguruan tinggi lakukan dalam mencetak peserta didik yang terampil dan berwawasan agar mampu menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup saat ini. Salah satunya, yaitu dengan menyelenggarakan program studi magister dan doktoral Ilmu Lingkungan.  Universitas Padjadjaran merupakan salah satu kampus yang menyediakan program tersebut. Dilansir dari laman resmi Pasca Unpad, program studi Ilmu Lingkungan Unpad awalnya berdiri melalui Lembaga Ekologi (saat ini berubah nama menjadi Center for Environment and Sustainability Science) yang berfokus pada bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) pada tahun 1972. Selanjutnya, pada tahun 2012 dikembangkan program studi doktoral Ilmu Lingkungan.  Terkait hal ini terdapat beberapa mata kuliah yang ditawarkan berkaitan dengan isu lingkungan, seperti Ilmu Lingkungan, Ekologi Manusia, Hukum Lingkungan, Perencanaan Lingkungan dan Tata Ruang, Inovasi Teknologi Lingkungan, dan lain-lain.  (Mata kuliah yang ditawarkan pada program studi Magister Ilmu Lingkungan, sumber: pasca unpad) Dalam prosesnya, penyusunan kurikulum dilakukan bersama universitas lain di mancanegara, yaitu University of Twente (Belanda). Selain itu, kurikulum turut mendapatkan masukan dari berbagai kementerian. Hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan global terkait persoalan iklim, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development) dalam lingkup nasional maupun global.  Terkait hal ini, kualitas program studi Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran tidak perlu diragukan. Hal tersebut karena program studi ini telah menuai akreditasi internasional per 2023 dari The Agency for Quality Assurance through the Accreditation of Study Programmes (AQAS). Lembaga akreditasi ini berbasis di Jerman.  Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, Prof. Dr. Med. Setiawan, dr. menyampaikan bahwa AQAS dipilih karena kualitasnya yang telah teruji.  “Kami memilih AQAS karena terbaik di Jerman, Eropa, maupun global. Harapannya mendorong budaya mutu, karena akreditasi internasional bukan tujuan, melainkan reward atas upaya pelaksanaan penjaminan mutu internal yang baik,” ungkap Prof. Setiawan.  Selain itu, program studi Ilmu Lingkungan Unpad juga telah mengantongi akreditasi nasional dari BAN-PT yang berlaku sejak tahun 2023-2028. Melalui pengadaan program studi yang mendukung tercapainya kehidupan yang berkelanjutan, Fakultas Ilmu Budaya dan segenap fakultas, serta Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas kehidupan melalui pendidikan.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Menjawab Tantangan Global, Unpad Adakan Program StudiIlmu Lingkungan

Upaya mencapai kehidupan yang berkelanjutan idealnya tercapai dengan mengoptimalkan aspek sosial dan alam. Dalam kaitannya dengan hal ini, berbagai cara perguruan tinggi lakukan dalam mencetak peserta didik yang terampil dan berwawasan agar mampu menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup saat ini. Salah satunya, yaitu dengan menyelenggarakan program studi magister dan doktoral Ilmu Lingkungan.  Universitas Padjadjaran merupakan salah satu kampus yang menyediakan program tersebut. Dilansir dari laman resmi Pasca Unpad, program studi Ilmu Lingkungan Unpad awalnya berdiri melalui Lembaga Ekologi (saat ini berubah nama menjadi Center for Environment and Sustainability Science) yang berfokus pada bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) pada tahun 1972. Selanjutnya, pada tahun 2012 dikembangkan program studi doktoral Ilmu Lingkungan.  Terkait hal ini terdapat beberapa mata kuliah yang ditawarkan berkaitan dengan isu lingkungan, seperti Ilmu Lingkungan, Ekologi Manusia, Hukum Lingkungan, Perencanaan Lingkungan dan Tata Ruang, Inovasi Teknologi Lingkungan, dan lain-lain.  (Mata kuliah yang ditawarkan pada program studi Magister Ilmu Lingkungan, sumber: pasca unpad) Dalam prosesnya, penyusunan kurikulum dilakukan bersama universitas lain di mancanegara, yaitu University of Twente (Belanda). Selain itu, kurikulum turut mendapatkan masukan dari berbagai kementerian. Hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan global terkait persoalan iklim, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development) dalam lingkup nasional maupun global.  Terkait hal ini, kualitas program studi Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran tidak perlu diragukan. Hal tersebut karena program studi ini telah menuai akreditasi internasional per 2023 dari The Agency for Quality Assurance through the Accreditation of Study Programmes (AQAS). Lembaga akreditasi ini berbasis di Jerman.  Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, Prof. Dr. Med. Setiawan, dr. menyampaikan bahwa AQAS dipilih karena kualitasnya yang telah teruji.  “Kami memilih AQAS karena terbaik di Jerman, Eropa, maupun global. Harapannya mendorong budaya mutu, karena akreditasi internasional bukan tujuan, melainkan reward atas upaya pelaksanaan penjaminan mutu internal yang baik,” ungkap Prof. Setiawan.  Selain itu, program studi Ilmu Lingkungan Unpad juga telah mengantongi akreditasi nasional dari BAN-PT yang berlaku sejak tahun 2023-2028. Melalui pengadaan program studi yang mendukung tercapainya kehidupan yang berkelanjutan, Fakultas Ilmu Budaya dan segenap fakultas, serta Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas kehidupan melalui pendidikan.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

AGT Livery: Startup Mahasiswa FIB untuk Indonesia

Jatinangor, Jawa Barat – FIB Unpad sangat menaruh atensi terhadap pertumbuhan dan perkembangan sivitasnya, demi mewujudkan kampus yang berkelanjutan. Hal ini mempengaruhi kualitas dari mahasiswa FIB Unpad, di mana tidak sedikit dari mahasiswa FIB Unpad memiliki prestasi non-akademik, salah satunya prestasi di bidang kewirausahaan.  Iqbal Agustiana (atau kerap disapa Iqbal) merupakan salah satu mahasiswa prodi Sastra Indonesia angkatan 2021 yang konsisten dalam menjalankan startup AGT Livery miliknya. AGT Livery lahir dari kecintaan Iqbal pada moda transportasi bus dan hobinya dalam mengedit grafis (livery) di ponsel untuk keperluan game “Bus Simulator”.  Berkat doa, usaha, dan konsistensi, pada tahun 2019, salah satu perusahaan moda transportasi bus di Tegal tertarik untuk mengadakan kerjasama dengan Iqbal perihal mendesign livery bus. Dari situlah, AGT Livery lahir sebagai startup yang menyediakan jasa rancang grafis bus bagi berbagai perusahaan moda transportasi bus di seluruh Indonesia.  Mendirikan dan mempertahankan AGT Livery bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Berbagai permasalahan dialami oleh Iqbal, seperti orderan design yang tidak setiap bulan ada, hardware yang terkendala, ruang penyimpanan yang terbatas, pelanggaran hak cipta, dan pelanggan yang tidak ada kabar setelah mengadakan kerja sama.  Namun, di balik semua permasalahan tersebut, kepercayaan konsumen terhadap penggunaan jasa rancang grafis bus berhasil dipertahankan oleh AGT Livery. “Ada beberapa perusahaan, dan salah satunya adalah perusahaan dari Makassar, Sulawesi Selatan yang selalu pesan desain livery busnya di AGT. Tidak pernah terlewat. Bagiku itu adalah pencapaian, karena bisa mempertahankan client dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, pencapaian lainnya, jasa AGT Livery pernah dipakai oleh perusahaan yang memang aku kagumi, yaitu Bus Pesona, milik salah satu Youtuber Otomotif Mas Wahid,” jelas Iqbal.  Berkat hal tersebut, Iqbal mendapat penghargaan pada FIB Awards 2023 sebagai “Wirausahawan Muda Terbaik”. Ia sangat bangga dan terharu, karena FIB Unpad memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan sivitasnya.  “Tetaplah berproses, sekecil apa pun proses itu. Kamu akan melihat, kecilnya sebuah proses bisa melakukan perubahan yang besar di hidupmu. Kajarlah yang kamu mau, sampai kamu mendapatkan semuanya,” pesan Iqbal. Red: Yohanes William Ivakdalam

Berita

FIB Unpad Gaungkan Visi Zona Integritas

Jatinangor – Menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi merupakan visi yang perlu diwujudkan oleh segala jenis institusi. Hal ini merupakan bentuk kejujuran yang penting untuk dijunjung dalam menciptakan lingkungan yang adil dan berintegritas.  Dalam mengimplementasikan kebijakan anti korupsi yang digaungkan oleh Universitas Padjadjaran, Fakultas Ilmu Budaya mengupayakan setiap elemen, baik program studi maupun para staf pendukung untuk menolak dengan tegas segala bentuk tindakan yang mengarah pada korupsi dan gratifikasi.  (Postingan anti korupsi pada media sosial FIB Unpad, sumber: Instagram) Kebijakan untuk mendukung terciptanya zona integritas dalam dunia pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Fakultas Ilmu Budaya selalu mengupayakan terpeliharanya lingkungan akademik yang bebas korupsi dengan dukungan birokrasi yang bersih bagi seluruh civitas akademika.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top