Author name: Ghina Nafsiya

Berita

Dosen PSDKU Unpad Dampingi Peneliti BRIN Menyusun Artikel Ilmiah

Jatinangor, Jawa Barat – Dosen Program Studi Perikanan sekaligus Ketua Prodi Perikanan Laut Tropis PSDKU Universitas Padjadjaran di Pangandaran Alexander M. A. Khan, M.Si., PhD, melakukan pendampingan terhadap riset yang dilakukan tim Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP BRIN) melalui Rumah Program Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora.  Bertempat di Hotel Grand Tebu, Bandung, penguatan dilakukan melalui diskusi dan konsinyasi. Dalam diskusi dan konsinyasi tersebut, Alex bertemu langsung dengan tim riset BRIN yang beranggotakan Anta Maulana, Awani Irewati, Imam Prakoso, dan Viga Ananda Wicaksono. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai fakultas, khususnya Fakultas Ilmu Budaya sebagai dukungan terhadap kemajuan riset ilmu pengetahuan.  Ia menuturkan bahwa tim peneliti BRIN melakukan kajian dengan judul “Model Konektivitas Laut di Wilayah Sangihe dan Talaud: Optimalisasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu untuk Mengurangi Kegiatan Illegal Fishing”. Kajian tersebut menelaah mengenai kawasan Dinosaur Area yang diduga menjadi area dengan tingkat illegal fishing yang tinggi.  Saat ini, pengumpulan data lapangan telah diselesaikan oleh tim. Selanjutnya, tim bermaksud untuk memublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan ke dalam jurnal ilmiah. Selain itu, tim sedang dalam tahap pengolahan data dan penyusunan draf jurnal. Proses penyusunan draf jurnal ini dibantu berdasarkan pengalaman dan pandangan Alex mengenai pengolahan data dan penyusunan draf artikel.  Isu perikanan di Indonesia, seperti ekonomi biru, praktik “IUU Fishing”, dan kebijakan penangkapan terukur dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain itu, dibahas juga beberapa hal lainnya, seperti pembahasan mengenai apa saja jurnal nasional maupun internasional yang bereputasi di bidang perikanan dan kelautan, komposisi dari laporan penelitian dan langkah-langkah dalam mengajukan naskah yang dimulai dari pemilihan jurnal yang cocok, menyusun naskah, membuat pengajuan naskah, proses peer review, produksi, hingga menerima publikasi.  Alex mengatakan bahwa dalam melakukan publikasi pada jurnal ilmiah, intinya jangan terburu-buru menerbitkan artikel. Harus berkali-kali memastikan sebelum mengirim artikel. Pastikan juga artikel yang sesuai dengan apa yang ingin disampaikan. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Dukung Kampus Berkelanjutan, Unpad Buka Ruang Terbuka Hijau

Jatinangor, Jawa Barat – Memiliki ruang terbuka hijau menjadi salah satu fasilitas penunjang yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Tidak lain, hal ini karena mampu menyajikan udara segar, sekaligus mendukung upaya mengembalikan lingkungan hijau di wilayah kampus.  Universitas Padjadjaran merupakan salah satu kampus yang mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang berkelanjutan. Berbagai bentuk Fakultas Ilmu Budaya dan berbagai fakultas lainnya di Unpad lakukan untuk merealisasikan harapan tersebut, salah satunya dengan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di berbagai sudut kampus.  Prinsip kampus hijau yang diterapkan Unpad memiliki luasan sekitar 90.37% dan terbagi atas beberapa area hijau, seperti 30.08% vegetasi hutan (625.009,83 m2), 41.77% vegetasi tanaman (744.308 m2), dan 10.96% area resapan air (195.356,39 m2). Area tersebut tersebar di berbagai fakultas, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya. Dengan adanya keberadaan RTH yang cukup luas ini dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas lingkungan, menjadi daerah resapan air, dan menyediakan habitat yang baik bagi flora dan fauna. Di sisi lain, fasilitas ini juga dapat digunakan mahasiswa sebagai sarana belajar, diskusi, ataupun bersantai.  Fasilitas Belajar dan Bersantai di Unpad Dari sekian banyak ruang terbuka hijau yang dimiliki Unpad, salah satu yang menarik mahasiswa untuk menghabiskan waktu, yaitu hutan kampus atau yang biasa dikenal sebagai “Arboretum”. Fasilitas yang didesain menyerupai hutan alam bernilai konservasi ini terbagi atas berbagai zona, yaitu zona tanaman langka, zona tanaman industri, zona kebun kemiri, dan zona kebun mahoni.  Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan fakultas lainnya di Unpad kerap kali menggunakan arboretum sebagai laboratorium alam, khususnya bagi mahasiswa yang tertarik dengan isu alam. Selain itu, banyak juga mahasiswa yang menggunakan fasilitas ini untuk berolahraga sore.  Dengan adanya ruang terbuka hijau ini, Fakultas Ilmu Budaya dan berbagai fakultas lainnya di Unpad mendukung upaya melestarikan alam dan mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman serta berkelanjutan.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Rumah Sakit Pendidikan Unpad menjadi Pionir Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha

Bandung, Jawa Barat — Penyediaan layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau menjadi kebutuhan masyarakat yang juga salah satu agenda pemerintah. Tidak jarang, pembangunan layanan kesehatan tersebut berkolaborasi dengan institusi perguruan tinggi.  Hal ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran pada pembangunan Rumah Sakit PTN (RSPTN) Universitas Padjadjaran Tahap 2 yang bekerja sama dengan pemerintah. Pada hal ini, kerja sama tersebut terealisasi melalui melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan didukung Kementerian Keuangan melalui Project Development Facility (PDF). Adapun pertemuan terkait hal tersebut telah dilaksanakan di Executive Lounge, Unpad Dipati Ukur No. 35 pada hari Rabu (29/9/2023).  Pada pertemuan awal tersebut ditargetkan ditandatanganinya perjanjian KPBU dan financial close pada kuartal 4 tahun 2024.  Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Republik Indonesia Brahmantio Isdijoso menyatakan bahwa pihak Kemenkeu turut membantu dalam sejumlah bidang, seperti penyiapan proyek KPBU, manajemen RS PTN Unpad dan penguatan keuangan di Unpad. Di sisi lain, dirinya turut menambahkan bahwa Unpad menjadi pionir proyek KPBU, khususnya melalui Rumah Sakit Pendidikan yang dibangun oleh PTN BH.  “Harapan kami proses ini juga menjadi sebuah knowledge management yang dibuat oleh Unpad,” tuturnya. Dalam pelaksanaan proyek ini, Kementerian Keuangan memberikan tanggung jawab kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Persero (PT SMI) yang nantinya akan memberikan sejumlah konsultan profesional. Para konsultan yang ditugaskan pada pengembangan proyek ini, yaitu Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat dan Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP) sebagai penasihat legal.  Adapun Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti berharap bahwa persiapan proyek melalui fasilitas PDF yang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dapat berjalan dengan baik dan lancar.  “Mudah-mudahan sesuai dengan semangat dan tujuannya, pada waktunya dapat terwujud,” ungkapnya.  Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua KPI Majelis Wali Amanat Unpad Prof. Dr. Ir. Vijaya Isnaniawardhani, M.T., Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas Republik Indonesia Drs. Sri Bagus Guritno, AK, M.Sc (daring), Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata, perwakilan IIF dan AYMP Law Firm, dan para jajaran pimpinan Unpad dan tim pembangunan RS PTN Unpad.  Adapun di dalamnya turut dilakukan penyerahan draft awal Dokumen Regulasi dan Standard Operating Procedure (SOP) dari PT SMI kepada pihak Universitas Padjadjaran yang diwakilkan oleh Rektor.  Melalui kerja sama yang dilakukan oleh lembaga perguruan tinggi dan pemerintah dalam upaya melayani masyarakat diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita, Kegiatan

Asistensi Mengajar Internal Unpad: Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pengabdian Mahasiswa Unpad di Jatinangor

Jatinangor, 30 Juni 2023 – Universitas Padjadjaran membuka peluang untuk seluruh mahasiswanya untuk belajar dan mengajar dengan efektif yang diimplementasikan lewat program Asistensi Mengajar Internal Universitas Padjadjaran. Program ini dimulai oleh angkatan pertama pada tahun 2021. Asistensi Mengajar Internal Unpad adalah program aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa secara kolaboratif dengan guru/tutor/fasilitator/orang tua di berbagai satuan pendidikan di sekitar kampus Unpad Jatinangor. Kehadiran asisten pengajar memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Selain itu, melalui asistensi mengajar, mahasiswa Unpad juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mereka dan mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang pendidikan. Asistensi Mengajar Angkatan 5 Universitas Padjadjaran Tahun 2023 dilaksanakan dari 10 Januari 2023 hingga 20 Juni 2023. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang minimal berada di semester 4 dan dapat diikuti oleh semua mahasiswa di seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran. Seluruh mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata pelajaran, tetapi disarankan untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan program-program studi di fakultasnya masing-masing. Fakultas Ilmu Budaya sendiri didominasi oleh mahasiswa yang mengajar pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, agama, dan tematik.  Salah satu sekolah yang diisi oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya adalah SMK Baabul Kamil, yang berlokasi di Cikuda, kecamatan Jatinangor. Selain kolaborasi antara guru dan mahasiswa, mahasiswa Unpad juga melakukan kolaborasi dengan sesama mahasiswa. Seperti yang dilakukan oleh Reza Amin Yasiri dengan Muhamad Rizal dari program studi Sastra Arab yang berkolaborasi membuat bahan ajar mata pelajaran agama dan mengajar di kelas-kelas yang sama. Dalam prosesnya, kegiatan mengajar di kelas diisi oleh materi yang beragam dan disampaikan lewat pembelajaran yang interaktif, di mana mahasiswa mengajak siswa-siswa untuk berperan aktif mengungkapkan pendapat, berkolaborasi bersama rekan serta melatih kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan asistensi mengajar di SMK Baabul Kamil ini diakhiri dengan siswa-siswa yang memberikan surat-surat kesan pesan untuk mahasiswa yang telah mengajar. Surat-surat tersebut bernada positif dan menerima dengan baik kegiatan asistensi mengajar Universitas Padjadjaran. Lusiana Dewi Saefudin

Berita

Dosen Unpad Bantu Petani Lokal Jajakan Sayur

Kegiatan pengabdian merupakan salah satu cara perguruan tinggi dalam memberdayakan dan meningkatkan potensi ekonomi dan sumber daya masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Berbagai macam upaya Fakultas Ilmu Budaya lakukan untuk turut mensejahterakan masyarakat di sekitar kampus, salah satunya yaitu melalui kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat).  Tim PPM Unpad yang dibimbing oleh seorang dosen FIB, Dr. Puspa Mirani Kadir, M.A mengadakan sebuah program menarik yang mampu meningkatkan potensi desa. Program PPM dengan tema “Penguatan Sistem Kerja Sama Kader Desa dalam Penurunan Jumlah Penderita Stunting di Desa Sindulang” ini memiliki salah satu program kerja sama dengan para petani sayur untuk turut menjajakan hasil panen kepada masyarakat, khususnya civitas Universitas Padjadjaran. Kerja sama yang dilakukan ini dilaksanakan setiap hari Kamis dengan menjajakan sayur di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Melalui program ini, civitas FIB maupun fakultas lainnya di Unpad berkontribusi dalam ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Opera Budaya Beri Edukasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Baru

Jatinangor, Jawa Barat – 25 Agustus 2023 dilansir dari lldikti.kemdikbud.go.id berdasarkan survey yang dilakukan oleh pdskji.org pada tahun 2020 kepada 4010 responden, kelompok usia 17-29 tahun dari >60 tahun menjadi yang paling banyak mengalami masalah psikologis. Dari survey tersebut juga dapat kita simpulkan bahwa mahasiswa termasuk ke dalam kelompok yang paling banyak mengalami masalah psikologis. Fakultas Ilmu Budaya mengingatkan pentingnya regulasi diri bagi mahasiswa. Masih banyak mahasiswa yang terlalu fokus dengan tugas, kegiatan organisasi, dan tuntutan-tuntutan dari orang sekitar sehingga mereka melupakan kesehatan mentalnya. Padahal kesehatan mental merupakan hal penting yang harus dijaga. Jika kesehatan mental baik, maka kita akan punya regulasi diri yang tentunya akan sangat membantu dalam menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa. Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol penuh atas emosi dan perilakunya. Isu kesehatan mental mahasiswa baru dimulai dari mindset negatif. Bagi mahasiswa baru, kesehatan mental juga memegang peranan penting untuk beradaptasi di lingkungan baru. Mahasiswa baru akan menemukan hal-hal beragam, mulai dari pergaulan hingga metode pembelajaran yang jauh berbeda dengan saat masih menjadi mahasiswa. Banyaknya hal-hal baru terkadang membuat mahasiswa baru menjadi bingung dan pada akhirnya memicu mindset negatif untuk muncul. Kemudian dari mindset negatif tersebut mahasiswa baru mulai merasa salah jurusan yang pada akhirnya menimbulkan stress bagi mahasiswa baru. Padahal, merasa salah jurusan pada awal perkuliahan merupakan hal yang normal untuk dirasakan. Awal perkuliahan merupakan masa untuk beradaptasi, maka dari itu wajar jika pada masa adaptasi kita merasa kesulitan di beberapa hal. Cara mengubah mindset negatif menjadi positif. Ada banyak sekali cara untuk mengubah mindset negatif menjadi mindset positif, di antaranya: Tim Opera Budaya Fakultas Ilmu Budaya

Berita

Wajah Baru Kantin PSBJ FIB Unpad

Jatinangor, 23 Agustus 2023 – Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. meresmikan renovasi kantin PSBJ FIB Unpad secara simbolis dengan gunting pita.  Renovasi Kantin PSBJ FIB merupakan salah satu langkah pengelolaan fasilitas di lingkungan FIB Unpad untuk meningkatkan kualitas kenyamanan lingkungan.  Dengan adanya renovasi, kantin PSBJ menjadi lebih tertata dengan peningkatan kualitas dapur, penambahan meja dan kursi, serta lampu-lampu penerangan. Ditambah lagi, kantin PSBJ juga menjadi lebih bersih dengan adanya kebijakan pengelolaan sampah dan kebersihan yang dibantu oleh staf outsourcing.  Selain perenovasian pada kantin PSBJ, terdapat juga renovasi pada jembatan yang menghubungkan lapangan PSBJ dengan pintu utama kantin, sehingga jembatan tersebut menjadi indah dan dapat menjadi spot foto yang menarik dan unik.  Wakil Dekan 2 FIB Unpad Bapak Dr. Mumuh Muchsin, M.Hum pada akhir peresmian berpesan agar fasilitas yang telah direnovasi dijaga dan diperhatikan dengan selalu menjaga kebersihan dan kerapihan fasilitas, serta menerapkan larangan merokok di dalam kantin, demi memberikan rasa nyaman bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unpad.  Semoga dengan adanya berbagai renovasi tersebut, rasa bangga kepada FIB Unpad semakin meningkat.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Krisis Air Bersih dan Darurat Sampah, Universitas Padjadjaran Bangun Fasilitas Cikahuripan

Jatinangor, Jawa Barat — Kebutuhan akan air bersih kerap menjadi sebuah urgensi yang dihadapi. Tidak jarang, hal ini akan menyebabkan masyarakat membeli air minum kemasan agar mendapatkan air yang layak untuk diminum. Tentu, hal ini menjadi masalah baru berkaitan dengan lingkungan hidup, khususnya dengan meningkatnya sampah yang pada akhirnya juga berdampak pada kualitas air bersih.  Menanggapi masalah yang ada, Universitas Padjadjaran membangun Cikahuripan sebagai salah satu sarana yang dapat dinikmati oleh para civitas Unpad agar mendapatkan air bersih untuk diminum secara gratis. Fasilitas tersebut diresmikan pada tahun 2023 sebagai tanggapan akan masalah krisis air bersih dan sampah plastik yang meningkat.  Sebelum bernama ‘Cikahuripan’, fasilitas air minum gratis tersebut bernama ‘Jalatista’. Fasilitas ini dibangun pada akhir tahun 2018. Kemudian, berganti nama pada tahun 2023. Direktur Inovasi dan Korporasi Universitas Padjadjaran, Tomy Perdana, menjelaskan bahwa penamaan tersebut memiliki makna yang dibangun dari Bahasa Sunda, yaitu ci yang berarti air dan kahuripan yang berarti kehidupan. Maka, Cikahuripan dapat dimaknai sebagai air kehidupan.  Adapun pada tahun 2023, sebanyak 16 fasilitas Cikahuripan telah dibangun di 14 titik, seperti 9 fakultas dan 5 fasilitas pendukung, termasuk Perpustakaan Pusat Unpad atau yang biasa dikenal sebagai Grha Kandaga. Di lokasi ini, fasilitas cikahuripan terletak di dalam dan luar gedung. Tomy berharap bahwa dengan dibangunnya Cikahuripan pada sebagian besar titik di Universitas Padjadjaran dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi plastik, sekaligus memperoleh air bersih layak konsumsi, khususnya bagi mahasiswa, tenaga pendidik, maupun dosen. “Mudah-mudahan dengan fasilitas ini, warga Unpad dapat memanfaatkannya secara optimal,” ujar Tommy.  Dibangunnya fasilitas cikahuripan di lingkungan Universitas Padjadjaran turut disambut positif oleh mahasiswa. Mahasiswa program studi Hubungan Internasional, Andi Maulid Zulfikar, menyampaikan kepada tim Warta Kema bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya fasilitas tersebut.  “Kalau dalam lingkup kampus, itu (Jalatista/Cikahuripan) benar-benar dibutuhin. Sebab, kita bisa lihat sendiri, tiap menit pasti ada yang datang ngisi (air). Jadi, ini bisa jadi tindakan penghematan buat mahasiswa. Soalnya, banyak mahasiswa yang bisa ngisi ulang air di Jalatista (Cikahuripan),” ujar Andi kepada Warta Kema.   Air bersih sudah selayaknya menjadi hak yang mampu diakses seluruh masyarakat.  Maka dari itu, ketersediaan air bersih layak konsumsi, seperti Cikahuripan yang dimiliki oleh Universitas Padjadjaran merupakan langkah awal dalam menjawab masalah sanitasi dan air bersih, sekaligus lingkungan hidup. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Tingkatkan Kualitas Proses Resapan Air, Unpad Bangun 24 Sumur Biopori

Jatinangor, Jawa Barat — Penyerapan air yang baik mendukung lingkungan yang sehat dan bersih. Hal ini menjadi salah satu kondisi ideal yang hendaknya didukung oleh segenap sivitas lembaga pendidikan.  Hal ini sejalan dengan kolaborasi yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si dengan beberapa mahasiswa Fakultas Teknik Geologi yang berinisiatif untuk membuat 24 sumur biopori di lingkungan Fikom Unpad. Upaya yang didukung penuh oleh Fakultas Ilmu Budaya ini bertujuan agar meningkatkan proses penyerapan air ke dalam tanah. Adapun peresmian pembuatan sumur biopori dilakukan dalam upacara sederhana yang mengundang sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa Fikom Unpad. Kegiatan ini berlangsung di areal Plaza Fikom Unpad pada Jumat (18/11). Di sisi lain, kegiatan peresmian juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya, Dr. Sigid Suseno, SH., M.Hum, yang turut meresmikan program tersebut secara simbolis.  Pada kegiatan tersebut, Sigid dan Dadang bersama-sama mengebor satu titik sumur biopori sebagai simbol peresmian. Selain itu, Dekan Fikom dan Warek Unpad Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya ini turut meletakkan pipa paralon dalam sumur biopori dengan penutup khusus. Acara ini diakhiri dengan melanjutkan program tersebut dengan pengeboran dan pemasangan sumur biopori di sejumlah titik di wilayah Fikom Unpad.  Melalui kegiatan yang dilakukan ini, Fakultas Ilmu Budaya dan segenap fakultas lain di Universitas Padjadjaran berharap agar dapat menciptakan dan menyediakan lingkungan yang sehat dan bersih melalui resapan air yang baik.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Tingkatkan Produktivitas Pangan Ubi Jalar, Unpad Jalin Kolaborasi dengan Peripi Jawa Barat

Jatinangor, Jawa Barat – Ketahanan pangan yang berkelanjutan merupakan salah satu hal yang menjadi fokus pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah turut bekerja sama dengan institusi pendidikan dalam mencapai tujuan tersebut.  Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Perhimpunan Pemuliaan Tanaman Indonesia (Peripi) Jawa Barat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang seiring dengan perkembangan teknologi. Adapun kerja sama tersebut diselenggarakan sebuah seminar internasional dan temu bisnis yang diadakan secara hybrid di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Senin (29/7/2024) dan Selasa (30/7).  Seminar yang dihadiri oleh 200 peserta tersebut mengangkat tema, yaitu “Development of Technology and Innovation in the Indonesian Sweet Potato Agribusiness: Innovation and Transformation Towards Sustainable and Globally Competitive Sweet Potato Agriculture”. Sejalan dengan tema yang diusung, peserta seminar ini terdiri dari para petani ubi jalar dari Asosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia (Asapuji) dan Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu (Asaguci), serta para perwakilan institusi pendidikan.  Selain itu, seminar dan temu bisnis ini turut dihadiri oleh para petinggi Universitas Padjadjaran, seperti Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr. Ir. Meddy Rachmadi, M.S., Ketua Peripi Komda Jawa Barat Prof. Agung Karuniawan, Sekretaris Jenderal Peripi Komda Jabar Prof. Awang Maharijaya, dan Ketua Panitia sekaligus Dosen Faperta Unpad Dr. Ade Ismail.   Ketua Peripi Komda Jabar sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Agung Karuniawan menyatakan dukungan Peripi Komda Jabar terhadap kegiatan penelitian  dan pengembangan ilmiah di sektor pertanian, khususnya pada budidaya ubi jalar. Bentuk dukungannya ini dibuktikan dengan adanya kerja sama dengan Asosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia (Asapuji). Bersamaan dengan itu, kegiatan ini juga didukung oleh berbagai Fakultas di Unpad, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  “Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat inovasi teknologi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peluang pasar untuk ubi jalar,” ungkapnya dalam sesi sambutan seminar. Agung turut menambahkan bahwa seminar internasional yang diadakan tersebut bertujuan sebagai wadah para ahli budidaya ubi jalar untuk saling bertukar ide, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki. Di sisi lain, dirinya juga berharap bahwa peserta seminar dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan pertanian ubi jalar di Jawa Barat dan Indonesia.  “Kami percaya bahwa seminar ini akan mendorong diskusi yang produktif dan menghasilkan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.  Di sisi lain, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti menyampaikan bahwa seminar internasional dan temu bisnis yang diadakan ini merupakan wujud visi dan misi Unpad, yaitu menghasilkan penelitian dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Unpad turut berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas ubi jalar yang turut sejalan dengan usaha memperkenalkan perkembangan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Tema tentang ubi jalar ini menurut saya sangat relevan dengan visi dan misi kami. Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk mengatasi tantangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani”, ungkap Rina.  Adapun saat ini, Unpad telah melakukan beragam kegiatan guna membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian tahunan, seperti memberikan pelatihan dan pendampingan teknis yang efektif demi kemajuan industri pangan. Seminar internasional dan temu bisnis yang diadakan ini diharapkan dapat menjadi wadah para pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam mendukung produktivitas ubi jalar di masa yang akan datang melalui teknologi dan inovasi.  “Mari kita bekerja sama untuk mewujudkan visi dan tujuan pertemuan ini dalam membangun bangsa yang lebih makmur dan berkelanjutan,” ujar Rektor Unpad.  Seminar internasional yang diadakan turut mengundang para pemateri yang telah ahli di bidang yang berkaitan, seperti Prof. Kai Zhang dan Dr. Shahid Ullah Khan (Southwest University, China), Rizky Arif Nugroho (Ph.D Candidate) dan Prof. Ryo Kohsaka (Tokyo University, Jepang), Prof. Agung Karuniawan (Ketua Peripi Komda Jabar sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad), Miranda Risang Ayu, Ph.D. (Fakultas Hukum Unpad), serta Puji Lestari, Ph.D. (Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan atau ORPP BRIN).  Di sisi lain, temu bisnis turut menghadirkan Kadistan dan Hortikultura Kabupaten Sumedang Sajidin, S.HUT, Kadistan Kabupaten Bandung Ir. Ningning Hendasah, M.Si., Kadistan Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Dr. Asep Mulyana, Direktur PT. Indowooyang, Cirebon Lee Jung Ryull, dan Direktur PT. Seed Origin Indonesia, Mojokerto Andrew YW Cho.  Melalui kegiatan yang diselenggarakan ini, diharapkan mampu untuk semakin meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pangan Indonesia di mancanegara.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top