Jatinangor, Jawa Barat – Dosen Program Studi Perikanan sekaligus Ketua Prodi Perikanan Laut Tropis PSDKU Universitas Padjadjaran di Pangandaran Alexander M. A. Khan, M.Si., PhD, melakukan pendampingan terhadap riset yang dilakukan tim Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP BRIN) melalui Rumah Program Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora.
Bertempat di Hotel Grand Tebu, Bandung, penguatan dilakukan melalui diskusi dan konsinyasi. Dalam diskusi dan konsinyasi tersebut, Alex bertemu langsung dengan tim riset BRIN yang beranggotakan Anta Maulana, Awani Irewati, Imam Prakoso, dan Viga Ananda Wicaksono. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai fakultas, khususnya Fakultas Ilmu Budaya sebagai dukungan terhadap kemajuan riset ilmu pengetahuan.
Ia menuturkan bahwa tim peneliti BRIN melakukan kajian dengan judul “Model Konektivitas Laut di Wilayah Sangihe dan Talaud: Optimalisasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu untuk Mengurangi Kegiatan Illegal Fishing”. Kajian tersebut menelaah mengenai kawasan Dinosaur Area yang diduga menjadi area dengan tingkat illegal fishing yang tinggi.
Saat ini, pengumpulan data lapangan telah diselesaikan oleh tim. Selanjutnya, tim bermaksud untuk memublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan ke dalam jurnal ilmiah. Selain itu, tim sedang dalam tahap pengolahan data dan penyusunan draf jurnal. Proses penyusunan draf jurnal ini dibantu berdasarkan pengalaman dan pandangan Alex mengenai pengolahan data dan penyusunan draf artikel.
Isu perikanan di Indonesia, seperti ekonomi biru, praktik “IUU Fishing”, dan kebijakan penangkapan terukur dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain itu, dibahas juga beberapa hal lainnya, seperti pembahasan mengenai apa saja jurnal nasional maupun internasional yang bereputasi di bidang perikanan dan kelautan, komposisi dari laporan penelitian dan langkah-langkah dalam mengajukan naskah yang dimulai dari pemilihan jurnal yang cocok, menyusun naskah, membuat pengajuan naskah, proses peer review, produksi, hingga menerima publikasi.
Alex mengatakan bahwa dalam melakukan publikasi pada jurnal ilmiah, intinya jangan terburu-buru menerbitkan artikel. Harus berkali-kali memastikan sebelum mengirim artikel. Pastikan juga artikel yang sesuai dengan apa yang ingin disampaikan.
Red : Yohanes William Ivakdalam
