Kolonisasi Digital TikTok Refugees terhadap Aplikasi RedNote dan Potensi Dampaknya bagi Pembangunan Karakter Bangsa: Kajian Poskolonial dan Budaya

Judul:
Kolonisasi Digital TikTok Refugees terhadap Aplikasi RedNote dan Potensi Dampaknya bagi Pembangunan Karakter Bangsa: Kajian Poskolonial dan Budaya

Resume:
Penelitian ini mengkaji fenomena yang disebut sebagai “kolonisasi digital” oleh kelompok TikTok refugees terhadap aplikasi RedNote, yakni perpindahan atau migrasi pengguna dari TikTok ke platform lain serta dampak kultural yang ditimbulkannya. Fokus utama penelitian adalah bagaimana dominasi budaya digital, pola komunikasi, serta praktik bermedia dari kelompok pengguna tertentu dapat memengaruhi ekosistem platform baru dan membentuk ulang ruang digital.

Dengan menggunakan perspektif poskolonial, penelitian ini menelaah relasi kuasa, dominasi simbolik, dan potensi reproduksi hegemoni budaya dalam ruang digital. Sementara itu, pendekatan kajian budaya digunakan untuk menganalisis perubahan nilai, identitas, serta perilaku pengguna yang muncul akibat interaksi lintas budaya di platform tersebut.

Penelitian ini juga menyoroti potensi dampak fenomena tersebut terhadap pembangunan karakter bangsa, khususnya dalam hal nilai-nilai lokal, identitas nasional, serta etika bermedia di tengah arus globalisasi digital.

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman kritis mengenai bagaimana dinamika migrasi digital dan dominasi budaya global dapat memengaruhi masyarakat lokal, sekaligus menawarkan refleksi dalam merumuskan strategi penguatan karakter bangsa di era digital.

Periset: Dr. Trisna Gumilar, S.S., M.A

Penelitian mengenai “Kolonisasi Digital TikTok Refugees terhadap Aplikasi RedNote” ini secara erat selaras dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya pada target penguatan literasi digital, etika bermedia, serta pembangunan karakter bangsa yang relevan dengan tantangan globalisasi. Melalui analisis kritis terhadap migrasi digital dan hegemoni budaya, penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan strategi edukatif untuk memelihara nilai-nilai lokal, identitas nasional, dan kewarganegaraan digital yang sehat di kalangan generasi muda. Di samping itu, kajian ini juga mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh) dengan mendorong terciptanya ruang digital yang lebih inklusif, adil, dan minim konflik budaya akibat dominasi kekuasaan simbolis platform global.

Bagikan berita ini