Lebih dari Sekadar Thrift Store: Pengalaman Seru dan Bermakna Magang di Second Chance FIB Unpad

Jatinangor— Isu sustainable fashion kini bukan sekadar tren di kalangan anak muda, tetapi sudah menjadi gaya hidup yang diterapkan di lingkungan kampus. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) mewujudkan komitmen peduli lingkungan ini lewat thrift store Second Chance, sebuah toko barang bekas yang menjadi wadah gaya hidup berkelanjutan sekaligus ruang belajar bagi para mahasiswa.

Resmi dibuka pada 30 Agustus 2023, Second Chance mengawali perjalanannya dari area belakang kantor Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ). Seiring berkembangnya antusiasme warga kampus, pada tahun 2025 Second Chance resmi berpindah ke lokasi yang lebih strategis dan segar, yaitu di Gedung B FIB Unpad.

Selain menjadi tempat berburu pakaian layak pakai dan wadah donasi pakaian bekas, Second Chance juga menghadirkan program magang bagi mahasiswa. Lewat pengalaman ini, para pemagang tak hanya belajar seluk-beluk dunia kerja, tetapi juga mempraktikkan langsung konsep keberlanjutan.

Bagaimana kesan dan pengalaman para mahasiswa yang pernah magang di Second Chance? Yuk, simak cerita dari Sari, Dilla, dan Nesa!

Belajar Kurasi hingga Thrift Store Visual Display

Bagi Sari, dunia magang di Second Chance ternyata melampaui ekspektasinya. Ia awalnya membayangkan magang hanya sebatas berjualan baju bekas biasa, namun realitasnya jauh lebih kaya.

“Jujur, magang di Second Chance itu seru banget dan beda dari bayanganku sebelumnya. Bukan cuma sekadar jualan baju bekas, tapi di sini kita belajar kurasi pakaian, paham tren, sampai ngobrol bareng pembeli yang vibes-nya seru-seru,” ungkap Sari.

Sari menambahkan bahwa selain bisa menghemat pengeluaran untuk outfit kuliah, ia mendapat banyak keahlian praktis. Mulai dari menata visual display toko, mengelola inventaris, hingga mempraktikkan ilmu pemasaran dasar. Tak lupa, suasana kerja yang nyaman dan suportif membuat pengalaman magangnya terasa seperti nongkrong seru sambil mengasah keahlian kerja.

Menghubungkan Pemilik dan Penerima Lewat Wadah Berkelanjutan

Pengalaman bermakna juga dirasakan oleh Dilla. Selama magang, Dilla melihat langsung dampak nyata dari kehadiran Second Chance bagi civitas akademika FIB Unpad maupun pengunjung luar kampus.

“Senang sekali melihat pakaian layak pakai yang akhirnya punya pemilik baru melalui penjualan atau kotak donasi yang setiap hari tersedia di depan Second Chance. Senang juga bisa menyediakan wadah bagi pemilik pakaian yang bingung mau diapakan baju-bajunya. Dengan begitu, baik penyumbang maupun penerima sama-sama menerima manfaat,” tutur Dilla.

Dilla juga sering merasa terinspirasi saat melihat kreativitas mahasiswa Unpad yang mampu memodifikasi (upcycle) atau memadupadankan pakaian thrift menjadi outfit yang jauh lebih fashionable. Hal itu membuatnya kini semakin cermat dan bijak dalam mengelola pakaian pribadi.

Menambah Pengalaman di Lingkungan Kerja yang Santai dan Kondusif

Senada dengan teman-temannya, Nesa menilai bahwa pengalaman magang di Second Chance terasa sangat menyenangkan dan tidak kaku.

“Suasananya terasa santai, jadi bekerja sambil ngobrol dan mendapat pengalaman baru terasa menyenangkan. Dari kegiatan sehari-hari, aku jadi semakin memahami konsep sustainable fashion karena melihat langsung bagaimana pakaian yang masih layak dapat digunakan kembali,” puji Nesa.

Nesa menyoroti bahwa keterlibatannya langsung dalam memilah stok, mengatur kerapian inventaris toko, hingga merancang display barang memberikan wawasan berharga tentang manajemen operasional dan pemasaran ritel sederhana. Lingkungan kerja yang saling membantu (supportive) menjadikan proses belajar di Second Chance terasa berkesan.

Mengapa Magang di Second Chance Layak Dicoba?

Dari kisah Sari, Dilla, dan Nesa, magang di Second Chance FIB Unpad terbukti bukan sekadar mengisi waktu luang atau menggugurkan kewajiban akademis semata. Magang di sini menawarkan paket lengkap:

  • Edukasi Praktis Keberlanjutan: Memahami sustainable fashion secara nyata, bukan sebatas teori.
  • Pengembangan Skill Ritel & Bisnis: Belajar kurasi barang, pengelolaan inventaris, visual merchandising, hingga marketing.
  • Relasi dan Lingkungan Suportif: Berinteraksi langsung dengan pembeli dan bekerja di lingkungan kampus yang hangat serta ramah.

Bagi kamu mahasiswa FIB Unpad yang ingin mengasah keterampilan retail, peduli lingkungan, dan ingin merasakan pengalaman kerja yang seru di Gedung B, Second Chance adalah tempat yang tepat untuk memulai langkahmu!

Inisiatif Second Chance ini memiliki keterkaitan erat dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui promosi sustainable fashion di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Melalui inisiatif Second Chance, mahasiswa diajak untuk memperpanjang siklus hidup pakaian lewat mekanisme thrifting, donasi, hingga upcycling, yang secara langsung berkontribusi pada pengurangan limbah tekstil dan jejak karbon. Selain itu, kegiatan magang di Second Chance juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dengan memberikan sarana edukasi praktis bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan operasional ritel, visual merchandising, dan manajemen bisnis berkelanjutan secara inklusif dan kondusif.

Bagikan berita ini