Agensi, Negosiasi, dan Performatifitas: Gender dan Budaya Populer dalam Pembentukan Karakter yang Inklusif dan Egaliter

Judul:
Agensi, Negosiasi, dan Performatifitas: Gender dan Budaya Populer dalam Pembentukan Karakter yang Inklusif dan Egaliter

Resume:
Penelitian ini mengkaji peran agensi individu, proses negosiasi sosial, serta performativitas gender dalam konteks budaya populer, dan bagaimana ketiganya berkontribusi dalam pembentukan karakter yang inklusif dan egaliter. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana representasi gender dalam berbagai produk budaya populer (seperti media sosial, film, musik, dan hiburan) memengaruhi cara individu membangun identitas diri serta memaknai relasi sosial.

Dengan menggunakan perspektif performativitas gender, penelitian ini melihat gender sebagai konstruksi yang terus dibentuk melalui praktik sosial dan representasi budaya. Sementara itu, konsep agensi dan negosiasi digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu tidak hanya menjadi objek pengaruh budaya populer, tetapi juga secara aktif menafsirkan, menerima, atau menolak nilai-nilai yang ada.

Penelitian ini juga menyoroti potensi budaya populer sebagai ruang strategis untuk mendorong nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan, sekaligus mengkritisi kemungkinan reproduksi stereotip gender. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih responsif terhadap dinamika budaya kontemporer.

Periset: Prof. Aquarini Priyatna,MA., M.Hum., Ph.D

Penelitian ini sangat relevan dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Aquarini Priyatna ini mengkaji bagaimana representasi gender dalam budaya populer dapat membangun karakter yang inklusif dan egaliter, serta mengkritisi potensi reproduksi stereotip gender di masyarakat. Selain itu, dengan menyoroti pentingnya budaya populer sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kesetaraan, hasil riset ini berkontribusi langsung pada strategi pengembangan pendidikan karakter yang responsif terhadap dinamika zaman, sejalan dengan upaya pemenuhan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil bagi semua.

Bagikan berita ini