Diskusi Terbuka Keselamatan Diri dan Kenyamanan di Lingkungan Kampus

Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Diskusi Terbuka Keselamatan Diri dan Kenyamanan di Lingkungan Kampus dengan mengundang semua pemangku kepentingan, khususnya di lingkungan FIB-Unpad untuk urun saran dalam menjaga keamanan di dalam dan di sekitar kampus. Diskusi ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 Juni 2014 di Aula Pusat Studi bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB 

Diskusi ini menanggapi adanya mitos bahwa kampus adalah sebuah menara gading. Mitos ini terlihat kelirunya karena, pertama, masyarakat akademik di Indonesia mengakui bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dharma yang diembannya. Kedua, pada kenyataanya wilayah kampus terbuka bagi keluar-masuknya masyarakat luas. Dalam kaitannya dengan hal yang terakhir, keterbukaan tersebut juga menjadi semacam ancaman bagi masyarakat kampus karena itu berarti kampus pun terbuka bagi terjadinya tindak kriminal dan perbuatan yang tidak menyenangkan baik yang dilakukan oleh pihak dari luar sivitas akademika maupun oleh anggota sivitas akademika sendiri. 

Jika perguruan tinggi hendak menjalankan Tri Dharmanya dengan baik, harus tercipta rasa nyaman dan aman di dalam dan di sekitar kampus. Adanya kasus kriminal yang menjadikan anggota sivitas akademika korban akhir-akhir ini menjadi peringatan bagi penghuni kampus, khususnya kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor, untuk lebih banyak memperhatikan masalah kenyamanan dan keselamatan diri di kampus. Peristiwa semacam itu bukan baru pertama kali terjadi. Musibah sejenis itu sudah beberapa kali menciptakan suasana tidak nyaman dan tidak aman bahkan di kampus lain di Bandung seperti di Jalan Dipati Ukur, Jalan Sekeloa, dan Jalan Dago Utara. 

Menanggapi peristiwa mutakhir, yaitu laporan terjadinya penculikan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran asal Malaysia, Aquarini Priyatna, seorang dosen di Fakultas Ilmu Budaya, menulis artikel di harian Pikiran Rakyat, yang di dalamnya ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni. Pihak-pihak ini tidak dapat meletakkan seluruh tanggung jawab terciptanya kenyamanan dan keamanan kampus kepada pimpinan. Selain itu, Priyatna menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan di kampus tidak selayaknya membatasi ruang gerak para penghuni kampus dengan, misalnya, menerapkan pembatasan akses terhadap kampus. Demikian jelas lah, upaya menciptakan kondisi aman dan nyaman di kampus dan sekitarnya harus melibatkan semua pihak untuk menjaga keselamatan diri dan sesamanya agar kebijakan yang menerapkan pembatasan ruang gerak tidak perlu dijalankan. 

Kegiatan ini melibatkan peran serta 

  1. Pimpinan FIB-Unpad, khususnya Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan P2K2M
  2. Dosen: 16 orang
  3. Tenaga Kependidikan: 6 orang
  4. Mahasiswa (D3, S1, S2): 88 orang
  5. Alumni: 8 orang
  6. LSM di bidang kekerasan berbasis-gender:  2 orang


Materi diskusi terdiri atas pengantar yang disampaikan narasumber Dr. Mumuh Muhsin Zakaria selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Widyo Nugrahanto selaku Kepala P2K2M, dan Aquarini Priyatna, Ph.D. Klik tautan berikut untuk rincian materi.

Diskusi ini menghasilkan beberapa butir usulan. Rincian hasil diskusi dapat dilihat dengan mengikuti tautan berikut.

Scroll to Top