Author name: mnrizal

Agenda

POLITICS AND AESTHETICS IN OUR EVERYDAY LIFE

As the inaugural event in the collaboration between the Faculty of Cultural Sciences, Universitas Padjadjaran and the Faculty of Arts and Letters, University of Santo Tomas, Philippines, a hybrid one-day seminar will be held on Thursday, 21 May 20268:00 am – 4.00 pmAula PSBJ, FIB, Unpad, JatinangorAula Gedung B, FIB, Unpad, Jatinangor (Lecture 3 & 4) Attendance may also be online via Zoom Meeting, the link and details for which will be provided following registration on THIS LINK. Attendance in this seminar is free of charge and open to the general public. The speakers will be distinguished scholars from the University of Santo Tomas, namely Lecture 1: Asst. Prof. Louie Benedict R. Ignacio, Ph.D., the Secretary of the Faculty of Arts and Letters, who, as a respected sociologist and political scientist, will be delivering a lecture entitled “Constructing Unity at Home: Family Communication and Political Difference.” Lecture 2: Asst. Prof. Anton Heinrich L. Rennesland, the Director of the Research Center for Culture, Arts, and Humanities, who will be delivering a lecture entitled “Waiting after the End: Rereading Adorno’s ‘Versuch, das Endspiel zu verstehen’ through Beckett’s ‘Waiting for Godot’.” Lecture 3: Asst. Prof. Allen Dave B. Arboleda, Ed.D., the Chair of the Department of Literature, who will be delivering a lecture entitled “Literature in the Classroom: Teaching and Learning Practices in a Philippine Catholic Higher Education Context.” at Aula Gedung B (B305), FIB Unpad, Jatinangor. Lecture 4: Prof. Joselito D. Delos Reyes, Ph.D., Chair of the Department of Creative Writing, who will be delivering a lecture entitled “Tanaga: Filipino Poetic Form.” at Aula Gedung B (B305), FIB Unpad, Jatinangor. The tentative schedule is as follows:08:00 am – 08:30 am : Opening08:30 am – 09:30 am : Lecture 109:30 am – 10:30 am : Lecture 210:30 am – 11:00 pm : Q&A Session11:00 pm – 01:30 pm : Break01:30 pm – 02:30 pm : Lecture 3 at Aula Gedung B (B305), FIB Unpad, Jatinangor.02:30 pm – 03:30 pm : Lecture 4 at Aula Gedung B (B305), FIB Unpad, Jatinangor.03:30 pm – 04:00 pm : Q&A Session04:00 pm – 04:15 pm : Closing

Berita, Hobbies, Kegiatan

Workshop Kain Perca bersama Dharma Wanita FIB

Untuk meningkatkan kebersamaan dan soliditas, Dharma Wanita Fakultas Ilmu Budaya mengadakan workshop untuk membuat gantungan kunci dari kain perca. Kegiatan tersebut berlangsung dengan hangat, kreatif, dan penuh dengan kebersamaan. Dari kain bekas yang didaur ulang dari kegiatan kita, ibu-ibu Dharma Wanita dapat membuat karya yang indah dan bermanfaat.

Berita

Wawancara Calon Mahasiswa Pascasarjana FIB

Fakultas Ilmu Budaya telah melaksanakan proses wawancara untuk menjaring mahasiswa baru tingkat pascasarjana pada tanggal 22 Januari 2026. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menyeleksi calon mahasiswa yang memiliki komitmen akademik, integritas, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu budaya.

Berita

83 Mahasiswa Raih Beasiswa dari UPZ Baznas Unpad

Jatinangor, 19 April 2024 – Sebanyak 83 mahasiswa Universitas Padjadjaran menerima beasiswa Smart Scholarship 2024 dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Unpad. Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di Taman Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipati Ukur No.35, Bandung, Selasa (16/4).  Kepala UPZ Baznas Unpad, Dr. Hazbini, M.Ag., mengatakan bahwa beasiswa ini didapatkan dari dana zakat warga Unpad yang terkumpul di UPZ Baznas Unpad. Dr. Hazbini menyampaikan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa Unpad, khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu dalam bentuk bantuan untuk biaya hidup dan uang saku, serta bantuan biaya UKT selama satu semester. Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah muzaki yang ada di lingkungan Unpad. Penerima program beasiswa ini diprioritaskan untuk mahasiswa yang direkomendasikan oleh program studi, fakultas, atau universitas dan berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengajukan diri untuk mendapatkan beasiswa dengan melengkapi berkas-berkas persyaratan yang dibutuhkan. Terdapat beberapa tahapan dalam proses seleksi calon penerima beasiswa Smart Scholarship 2024 ini, seperti tahap seleksi administrasi, wawancara, hingga FGD, lalu diakhiri dengan pengumuman mahasiswa yang menjadi penerima beasiswa.  Berkaitan dengan persyaratan beasiswa, Dr. Hazbini menyampaikan bahwa terdapat beberapa persyaratan utama yang perlu diperhatikan pendaftar program beasiswa ini. Persyaratan itu meliputi: dinyatakan sebagai mahasiswa aktif, beragama Islam, memiliki IPK minimal 3.00, berasal dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan SKTM, dan memiliki komitmen untuk menjadi relawan UPZ.  Dr. Hazbini juga berharap beasiswa ini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikannya.  “Beasiswa ini diharapkan dapat menjadi salah satu support system mahasiswa dalam berkuliah, khususnya bagi yang terbatas secara finansial. Selain itu, diharapkan beasiswa ini dapat menjadi stimulus dalam peningkatan muzaki, sehingga banyak sivitas akademika Universitas Padjadjaran yang berzakat di UPZ Unpad,” ujar Dr. Hazbini. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Unpad Berikan Beasiswa Rp 2 Miliar untuk Mahasiswa, Hasil Investasi Dana Abadi

Jatinangor, 28 Desember 2023 – Universitas Padjadjaran menyerahkan beasiswa dengan total senilai Rp2 Miliar pada 240 mahasiswa aktif di lingkungan Unpad, dari hasil investasi Dana Abadi Padjadjaran.  Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis pada Jumat (22/12) lalu kepada perwakilan mahasiswa di sela pelaksanaan Upacara Peringatan ke-95 Hari Ibu Tahun 2023 yang digelar di halaman Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti beserta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief S. Kartasasmita. Direktur Keuangan dan Tresuri Unpad Edi Jaenudin, S.E., M.Si., Ak., menjelaskan bahwa program Dana Abadi Padjadjaran telah digulirkan oleh Unpad sejak tahun 2020. Hibah telah diperoleh Unpad selama tiga tahun berjalan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat umum, alumni, orang tua, mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Ia juga menjelaskan bahwa dana tersebut terus diakumulasi dan dana abadi tidak boleh digunakan secara aturan, harus tetap abadi, dapat diinvestasikan, dan hasil investasinya baru boleh digunakan, salah satunya untuk beasiswa mahasiswa. Sebanyak 240 penerima beasiswa merupakan mahasiswa Sarjana dan Sarjana Terapan angkatan 2021, 2022, dan 2023, dan dipilih berdasarkan seleksi oleh pihak rektorat bersama dengan BEM Kema Unpad. Edi mengatakan bahwa penerima beasiswa Dana Abadi Padjadjaran difokuskan untuk para mahasiswa yang terkendala secara ekonomi.  Beberapa di antara penerima beasiswa merupakan mahasiswa yang layak memperoleh beasiswa KIP-K namun terkendala karena keterbatasan kuota di tingkat nasional.  “Sesuai kebijakan, mereka kami terima selama ini dan kami membantu untuk meringankan UKT mereka. Dengan adanya Dana Abadi Padjadjaran, mereka yang UKT-nya mendapat keringanan juga mendapatkan bantuan biaya bulanannya oleh kami,” jelas Edi.  Edi melanjutkan, kemampuan akademik tidak menjadi poin utama yang disyaratkan. Hal ini didasarkan pada kondisi mahasiswa yang kurang secara akademik dan kurang secara ekonomi, dimana beberapa di antara mereka memiliki fokus yang terbagi, yaitu fokus untuk kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup.  “Untuk memenuhi kebutuhan hidup selama berkuliah, banyak mahasiswa yang bekerja serabutan di sela kuliah. Hal tersebut dapat dikatakan bagus dan kreatif, namun di lain sisi terdapat kekhawatiran bahwa akademik mereka menjadi terganggu,” terang Edi.  Untuk itu, melalui beasiswa Dana Abadi Padjadjaran, 240 mahasiswa tersebut diberikan beasiswa pendidikan berupa pembebasan UKT serta pemberian biaya hidup sebesar Rp 600.000 per bulan untuk setiap penerima mulai Januari – Desember 2024 mendatang.  Edi mengatakan bahwa harapannya penerima beasiswa dapat fokus untuk berkuliah, sehingga kemampuan akademiknya dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menambahkan, jika prestasi dari para mahasiswa selama ini belum baik, pihak kampus akan melakukan evaluasi untuk ke depan.  Hasil Investasi Dana Abadi  Edi menjelaskan, Dana Abadi Padjadjaran diinvestasikan melalui sukuk atau obligasi syariah pada Badan Wakaf Indonesia. Saat ini, sebanyak Rp 54 Miliar dana abadi telah dikumpulkan dari para donatur. Dari total tersebut, hasil investasi sebesar Rp 3 Miliar yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk beasiswa mahasiswa yang bertujuan untuk mendukung aktivitas riset dan inovasi, pengembangan kampus hijau, serta program pemberdayaan masyarakat.  “Hasil investasi sebesar Rp 3 Miliar tersebut, sebanyak Rp 2 Miliar kami alokasikan untuk beasiswa Dana Abadi Padjadjaran. Sisa dari dana tersebut kami siapkan untuk mahasiswa angkatan 2024 atau mahasiswa on going yang perlu bantuan di semester genap bulan depan,” kata Edi. Ia menegaskan bahwa berbagai manfaat akan diperoleh dengan berdonasi di Dana Abadi Padjadjaran, khususnya untuk membantu mahasiswa melalui program beasiswa.  “Dana Abadi Padjadjaran ini sangat bermanfaat. Sebagai contoh, kalau kita berikan beasiswa senilai Rp 500 ribu secara langsung ke mahasiswa, dana tersebut akan habis seketika. Namun jika dana tersebut didonasikan ke dana abadi, dana beasiswa senilai Rp 500 ribu tersebut akan bertahan dan tentunya dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa yang berkekurangan secara ekonomi. Hal ini dinilai sangat bermanfaat dan berkelanjutan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang,” pungkas Edi. Red : Yohanes William Ivakdalam

Kegiatan

Bantuan Finansial Dinilai Tidak Cukup, Dosen Unpad Ungkap Hal Lain  Memutus Kemiskinan

Bandung, Jawa Barat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference Integrated Microfinance Management (IMM) for Sustainable Community Development, di Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada 20-21 September. Konferensi yang didukung penuh oleh Fakultas Ilmu Budaya dan segenap fakultas lainnya ini mengundang sejumlah narasumber yang berpengalaman pada bidang IMM, salah satunya pelopor Martha Tilaar Group Dr. (H.C.) Martha Tilaar.  Ketua pelaksana konferensi Dr. Adiatma Y. M. Siregar mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan konsep Integrated Microfinance Management (IMM) kepada masyarakat luas, sekaligus melakukan pencatatan atau pendaftaran aktivitas IMM di Indonesia.  “Kita ingin mengenalkan konsep Integrated Microfinance Management kepada masyarakat umum, termasuk praktisi, pemerintah, dan akademisi. Tujuannya karena konsep ini belum banyak diketahui orang walaupun sebenarnya penerapannya sudah banyak — hanya tidak terinventarisir dengan baik,” ungkap Adiatma.  Selain mengungkapkan tujuan konferensi, Adiatma turut menambahkan bahwa IMM merupakan salah satu tindakan yang lebih dari sekedar pemberian bantuan keuangan. Dirinya percaya bahwa bantuan keuangan yang telah dilakukan, tidak cukup untuk memutus rantai kemiskinan dalam masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari berbagai faktor-faktor lain yang juga perlu dicermati, seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan kearifan lokal.  Sejalan dengan pendapat Adiatma, bantuan keuangan yang dilakukan seharusnya seiring dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan yang lahir dari budaya lokal.  “Intinya tidak hanya menyalurkan uang. Tetapi bagaimana uang bisa berguna dengan baik,” imbuhnya.  Meskipun pengetahuan dan konsep IMM relatif baru bagi masyarakat, tetapi sejatinya telah banyak pendekatan yang mirip dengan konsep tersebut di Indonesia. Adiatma memaparkan contoh kasus seperti yang terjadi di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi.  “Jadi sebenarnya secara konsep akademik, mungkin konsepnya tidak terlalu dikenal. Tetapi pelaksanaannya sudah banyak terjadi,” tambahnya.  Konferensi internasional ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta sekitar 150 yang berasal dari latar belakang yang beragam, seperti akademisi, pemerintah, dan praktisi. Tidak hanya latar belakang profesi, peserta konferensi ini juga datang dari berbagai macam negara, seperti Indonesia, Malaysia, Tanzania, dan Belanda. Adapun sebanyak 40 makalah turut dipresentasikan pada konferensi internasional ini.  Melalui acara ini, Adiatma kembali menegaskan bahwa proses pengentasan kemiskinan melalui bantuan keuangan semata tidak akan pernah cukup. Hal ini perlu didukung dengan proses pemberdayaan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang berkapasitas dan pada akhirnya terbebas dari jerat kemiskinan. “Saat orang diberi bantuan keuangan, dia tidak serta merta keluar dari kemiskinan, kalau tidak juga memperhatikan beberapa faktor, seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan kearifan lokal yang sudah dimiliki,” ungkapnya.  Red: Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita, Berita Mahasiswa

Dukung Perkembangan Startup Digital, Unpad Adakan HackathonNasional

Dalam rangka dies natalis ke-64 Universitas Padjadjaran, Pusat Inkubator Bisnis Unpad dan BEM Kema Unpad bekerja sama dengan SEAL by Amazon Web Services (AWS) untuk menyelenggarakan program National Hackathon and CollaborAction.   Program yang diinisiasi tersebut merupakan bentuk dukungan Universitas Padjadjaran kepada industri startup digital untuk berkembang. Adapun kegiatan ini berfokus pada dua topik utama, yaitu Educational Technology dan SME Digital Transformation and Aggregator.  Acara nasional ini diselenggarakan melalui empat rangkaian yang dimulai dari September hingga 9 Oktober yang menjadi sesi Final National Hackathon. Pada sesi ini, terdapat sepuluh tim startup terbaik untuk berkompetisi demi mendapatkan uang tunai senilai Rp150 juta dan program kredit AWS senilai USD 110 ribu.  Sepuluh tim yang lolos hingga ke sesi final, yaitu Nursing Catalyst, Mentify, Harta Tahta Data, ReadyLearn, Fishery Skill Lab, Picknic, Toko Clouds, Bizlook, Sandangin, dan Team Infinite.  Adapun para juri yang diundang yang menilai, yaitu Furin Ongko (AWS Education Program Lead Indonesia), Christina Agustin (Asdep Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop UKM), Mohamad Fahmi (Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad), Deeng Sanyoto (Head of TaniAcademy TaniHub), Rhezandra Priatama (CTO Sekolahmu), dan Melvin Santoso (Investment Manager PT. Mandiri Capital Indonesia).  Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari menyampaikan bahwa program National Hackathon and CollaborAction merupakan bagian dari bentuk visi Unpad menjadi hybrid university yang menyatukan pembelajaran daring dan luring yang didukung dengan teknologi yang memadai.  Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memberi dampak kepada masyarakat lokal, nasional, dan global agar menjadikan Unpad menjadi kampus yang bermanfaat dan mendunia.  Program National Hackathon and CollaborAction 2021 turut didukung oleh Kementerian Koperasi UKM RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Bank Mandiri dan Mandiri Capital Indonesia, TaniHub, dan lainnya.  Dukungan terhadap startup digital lokal perlu untuk selalu berkembang. Bukan hanya meningkatkan kualitas yang lebih kompetitif secara nasional, melainkan dukungan juga diharapkan mampu agar startup digital lokal dapat turut bersaing secara global.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Kegiatan

Komunitas UMKM Alumni Unpad Gencarkan Kegiatan Gerebek Warung di Kota Bandung

Bandung, Jawa Barat — Wabah covid-19 yang pernah menjadi pandemi di seluruh dunia membawa dampak besar dalam segala segi kehidupan manusia. Bukan hanya menjangkit dan menewaskan sejumlah besar manusia, wabah ini juga menyebabkan beberapa pekerjaan dan bidang usaha lain bangkrut. Alhasil, hal ini justru membawa kerugian bagi sebagian besar pekerja. Dalam menanggapi hal tersebut, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang tergabung dalam komunitas UMKM Alumni Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Gerebek Warung di Kota Bandung pada Sabtu (14/8) lalu. Hal ini diinisiasi dengan tujuan membantu pemulihan dan peningkatan ekonomi pedagang kecil yang terkena imbas pandemi corona.  Pada kesempatan tersebut, UMKM Alumni Unpad memiliki target untuk membantu 11 warung kecil beromzet Rp200.000 atau kurang per harinya yang terdapat di sekitar Kota Bandung. Koordinator Gerebek Warung UMKM Alumni Unpad Andri Ganamurti juga mengungkapkan beberapa upaya yang dilakukan, yaitu dengan memberikan bantuan modal usaha berupa bantuan produk yang dijual dan membimbing pemasaran produk.  “Jadi setiap warung kita kasih tambahan modal dalam bentuk produk yang mereka jual. Kita juga buatkan mereka spanduk agar dikenal orang. Saat Gerebek Warung, kita bagikan juga nasi boks kepada warga sekitar warung dengan syarat warga harus beli produk di warung itu,” ujar Andri.  Andri juga memberikan contoh upaya pemasaran yang dilakukan, yaitu dengan pemberian nasi boks kepada setiap warga yang membeli kopi di warung kopi.  Selain bertujuan untuk membantu memulihkan dan meningkatkan pendapatan warung kecil, kegiatan Gerebek Warung juga memiliki visi untuk mengubah imaji UMKM yang sering dianggap hanya menunggu bantuan menjadi turut memberikan bantuan kepada anggota dan warga sekitar warung. UMKM Alumni Unpad telah terbentuk sejak 2020 dan memiliki badan hukum yang bernama Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), koperasi bernama Koperasi UMKM Alumni (Kuali), dan outlet berupa kafe yang bernama Kafe Lupba di BTC Mall Bandung.  Melalui bantuan dan pemberdayaan yang ditujukan untuk membantu meningkatkan UMKM merupakan sebuah langkah bijak dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan bentuk tercapainya asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Kegiatan

Unpad Gelar Job Fair Gratis: Peluang Besar Publik dan Mahasiswa Raih Masa Depan

Bandung, Jawa Barat — Mendapatkan pekerjaan sesuai yang dicita-citakan merupakan impian setiap orang, tidak terkecuali mahasiswa. Dalam meraih hal tersebut, umumnya pihak universitas menyelenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan ataupun menyelenggarakan bursa kerja (job fair) sebagai salah satu cara agar para mahasiswa dan masyarakat dapat mengakses informasi di bidang pekerjaan yang diminati.  Salah satunya, yaitu kegiatan Job Fair bertemakan ‘Embrace Adversity Build Your Winning Career’. Agenda Job Fair ini diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran dan terbuka untuk umum. Dalam hal ini, Fakultas Ilmu Budaya Unpad dan segenap fakultas lain di Unpad turut serta dalam mendukung program ini.  Job Fair diselenggarakan pada 14-15 Juni 2023 pukul 08.00-16.00 WIB di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.  Kepala Pusat Pengembangan Karir Unpad, Rosaria Mita Amalia menegaskan bahwa pada acara ini terdapat 34 perusahaan yang akan menyediakan lowongan kerja.  “Perusahaan yang sudah komitmen berpartisipasi ada 34 perusahaan dari berbagai industri, seperti perbankan, kesehatan, pertambangan, finance, retail, dan lain-lain. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” terangnya.  Selain menyediakan informasi terkait lapangan pekerjaan, Unpad Job Fair turut menyediakan informasi terkait magang, beasiswa, presentasi perusahaan, peluang studi, perbincangan tentang karir, potential mapping, dan konsultasi dengan dosen Fakultas Psikologi Unpad.  Untuk menunjang segala fasilitas yang disediakan, para peserta diharapkan membawa curriculum vitae terbaru dan melakukan registrasi melalui tautan bit.ly/UnpadJobFair2023 atau dapat juga melakukan pendaftaran secara langsung.  “Akan ada banyak acara dengan sejumlah doorprize menarik untuk para pengunjung,” ujar Rosiana.  Melalui kegiatan semacam Job Fair ini diharapkan mampu menjadi ladang bagi mahasiswa dan masyarakat dalam mengais informasi dan pengetahuan terkait bidang kerja, beasiswa, ataupun pengembanngan karir dengan bertanya secara langsung kepada pihak yang bersangkutan. Dengan demikian, baik para calon sarjana maupun masyarakat mampu untuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk melamar kerja atau melanjutkan studi, sekaligus mendapatkan gambaran terkait instansinya tersebut.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top