Diskusi kelompok kecil menghasilkan butir-butir sebagai berikut.
- Perlu ada sosialisasi dan edukasi agar semua penghuni kampus dapat mengidentifikasi situasi yang rentan menimbulkan ancaman terhadap keselamatan diri dan kenyamanan, yang mencakup:
- Tindakan yang tidak menyenangkan dari orang asing maupun orang yang dikenal
- Banyak bertanya ke arah yang tidak jelas
- Terlalu dekat ketika berbicara
- Intimidasi yang dilakukan orang (pemalakan, pelecehan seksual) ketika sendirian
- Diikuti/dibuntuti ketika berjalan sendiri (stalking)
- Voyeurism dengan menyalahgunakan CCTV di tempat tinggal
- Pelecehan dalam hubungan (abusive relationships)
- Penawaran barang dagangan
- Pencurian antara sesama mahasiswa
- Situasi sepi
- Toilet yang sulit diakses dan tidak nyaman serta tidak aman. (Toilet perempuan ditutup/dikunci setelah pukul 16.00)
- Acara mahasiswa yang melibatkan massa
- Rendahnya kinerja keamanan universitas
- Rendahnya kepedulian pada sesama
- Pencurian kendaraan bermotor, pencurian di tempat makan
- Penodongan/perampokan
- Kurangnya keamanan di sarana ibadah
- Polisi palsu
- Perilaku pengemudi kendaraan bermotor
- Geng motor, balapan motor di Jalan Winaya Mukti, preman
- Eksibisionis/flasher
- Pedagang asongan, pengemis, dan mahasiswa pencari dana yang memaksa
- Tempat-tempat yang gelap dan sepi, termasuk:
- ATM Center
- Halte bus sayap kanan lingkar dalam
- Lorong timur di gerbang lama
- Jalan Winaya Mukti
- Sekitar Arboretum
- Jalur tengah
- Kompleks UKM Timur
- Sebelah Timur GOR Jati
- Langkah-langkah Preventif dan Reaktif
- Menggalakkan BUDDY SYSTEM
- Menjamin perlindungan bagi pelapor dan korban
- Meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat sekitar
- Menentukan wilayah rawan di kampus dan menentukan titik-titik aman (safe-points)
- Kerjasama/perilaku kooperatif antara penghuni kampus dan petugas keamanan kampus
- Berteriak atau meniup peluit dengan kode tertentu ketika dalam keadaan bahaya.
- Membuat papan pengumuman jadwal piket keamanan dan nomor kontak kelompok ojeg dan pedagang kakilima/asongan.
- Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan untuk keperluan evaluasi ketika terjadi peristiwa yang membahayakan.
- Pengaturan keluar-masuk kendaraan bermotor di kampus, seperti dengan
- Pemberian stiker kendaraan atau identifikasi kendaraan yang masuk kampus (seperti yang sudah dilaksanakan di kampus
- Koesoema Somantri (Dipati Ukur).
- Akses keluar-masuk hanya pada satu gerbang dan tamu tercatat.
- Mengelola akses kendaraan bermotor dari luar (bukan milik dosen, mahasiswa, atau tenaga kependidikan)
- Menutup jalan-jalan pintas pada saat tertentu.
- Pembentukan tim relawan keamanan dan pendampingan yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk
- Mendampingi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, an pihak lain yang ada di kampus agar tidak berjalan sendirian, terutama setelah jam kerja.
- Hotline/Call Center
- Anjuran berjalan berkelompok dan carpooling
- Penambahan CCTV, penerangan, personalia keamanan, pos jaga, penggunaan access card di gerbang, dan kendaraan patroli.
- Mengadakan hotline/call center pengaduan
- Gaji petugas keamanan disesuaikan, dan kinerja ditingkatkan, serta SOP-nya disosialisikan/dipublikasikan.
- Menyediakan petugas keamanan (satpam) perempuan.
- Jam operasi kendaraan kampus diperpanjang (mulai lebih dini dan selesai lebih larut). Ada fasiltas transportasi kampus di malam hari yang dapat mengantar hingga titik aman.
- Mengefektifkan peran dosen pada kegiatan kemahasiswaan.
- Menyediakan ruang kerja bersama untuk dosen dan ruang belajar bersama bagi mahasiswa
- Memperpanjang waktu operasi perpustakaan
- Kampanye dan Pendidikan
- Mengadakan kegiatan yang melibatkan
- dosen
- mahasiswa
- tenaga kependidikan
- masyarakat sekitar
- pedagang kakilima
- pedagang asongan
- pengemudi ojeg
- petugas kebersihan
- petugas keamanan
- Fokus kegiatan PKM di Jatinangor
- Workshop untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam
- Pengamanan diri/menjaga keselamatan diri dengan melibatkan UKM tertentu yang relevan seperti Resimen Mahasiswa (Menwa), Pramuka, dan UKM bela diri.
- Bela diri dasar berkala
- Membuat pepper spray
- Workshop adaptasi dengan lingkungan masyarakat Jatinangor untuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan baru.
- Mengintegrasikan pendidikan tentang keamanan dan kenyamanan kampus serta keselamatan diri dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru dengan melibatkan pihak petugas keamanan.
- Mengadakan kampanye melalui acara pentas seni, pagelaran budaya, atau sejenisnya
- Mengadakan kegiatan yang melibatkan
- Tindak Lanjut
- Tindakan yang tidak menyenangkan dari orang asing maupun orang yang dikenal
Sebagai tindak lanjut dari diskusi terbuka ini, peserta mengusulkan agar diadakan dalam waktu dekat:
- Diskusi yang melibatkan
- Pimpinan Universitas
- Pihak perusahaan keamanan universitas dan pihak kepolisian
- Lembaga kemahasiswaan di fakultas lain dan di tingkat Universitas
- Acara pementasan teater, pembacaan karya sastra, pertunjukan musik, dan orasi budaya yang mengampanyekan isu:
- Zero Tolerance for Violence
- Kenyamanan dan keselamatan diri di dalam dan di sekitar kampus
- Hak warga sipil, khususnya sivitas akademika, dalam bergerak, berkegiatan, dan berekspresi
- Hak warga sipil atas ruang publik
- Mengadakan workshop
- Bela diri dasar
- Melengkapi diri dengan alat pengaman (membuat pepper spray, dsb.)
- Membuat kelompok relawan yang akan memprakarsai
- Pembuatan brosur/pamflet/ poster
- Pelaksanaan call center dan layanan pendampingan
- Mengadakan diskusi dengan perwakilan masyarakat Jatinangor untuk bersama-sama membahas keamanan lingkungan.
- Menyelenggarakan lomba membuat poster dan film pendek untuk kampanye.
- Mengusulkan kepada pimpinan Universitas Padjadjaran untuk:
- Mengintegrasikan materi kenyamanan dan keselamatan diri di dalam dan di sekitar kampus dalam orientasi mahasiswa baru
- Mendukung pembentukan inisiatif penjagaan keamanan dan kenyamanan kampus secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika
- Menambahkan fasilitas dan sumber daya dalam surveillance dan penjagaan keamanan, termasuk memperpanjang jam operasi angkutan kampus atau menyediakan angkutan khusus kampus jadwal malam.
- Meningkatkan efektivitas satuan pengamanan (satpam) kampus, termasuk menambahkan pesonalia perempuan dan sosialisasi SOP pengamanan kampus kepada seluruh sivitas akademika.
- Mengeluarkan kebijakan tentang prosedur mengatasi situasi berbahaya ketika di kampus, termasuk menentukan:
- Wilayah rawan
- Titik-titik aman (safe-point)
- Jalur evakuasi
- Sosialisasi kebijakan tentang prosedur mengatasi situasi berbahaya.
- Memasang poster/papan informasi tentang kenyamanan dan keamanan di kampus di berbagai titik di kampus.
- Memberi nama jalan-jalan yang ada di kampus agar memudahkan identifikasi lokasi, serta menyosialisasikan penamaan tersebut.
