CIANJUR — Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Unpad Berdampak 2026 dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan program pendampingan bertajuk “Digitalisasi Usaha Budidaya Ayam Pelung Cianjur sebagai Upaya Pelestarian Produk Budaya Kelompok Tani Makmur Cianjur”. Program ini dirancang untuk melestarikan keberadaan ayam pelung sebagai produk budaya dan kearifan lokal Cianjur melalui strategi digitalisasi terpadu.



Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Rasus Budhyono, M.Hum. beserta anggota tim akademisi lintas disiplin dari FIB Unpad.
Mengangkat Nilai Budaya Ayam Pelung di Era Digital
Ayam pelung merupakan plasma nutfah unggulan. Keunikan suara ayam pelung sekaligus menjadi identitas seni-budaya khas Kabupaten Cianjur yang memiliki nilai sejarah dan ekonomis tinggi. Namun, pengelolaan promosi dan penyebaran informasi budaya ini masih kerap menghadapi kendala akses pemasaran modern dan keterbatasan dokumentasi digital.
Melalui kemitraan langsung dengan Kelompok Tani Makmur Cianjur, tim Unpad menghadirkan sejumlah agenda strategis:
- Penyusunan Narasi & Digital Storytelling: Menyusun pola narasi berbasis situs web untuk mendiseminasi nilai-nilai budaya dan keunikan ayam pelung secara luas.
- Penguatan Branding (Jenama Produk): Mengusulkan penjenamaan (branding) produk budaya lokal agar memiliki rekognisi yang lebih kuat di ranah digital.
- Publikasi dan Diseminasi Informasi: Menyebarluaskan hasil pendampingan melalui artikel opini media massa dan situs web komunitas guna meningkatkan keterlibatan (engagement) publik.
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada integrasi pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal yang mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs):
SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Khususnya Target 11.4 mengenai penguatan upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia. Digitalisasi ayam pelung membantu mendokumentasikan serta melestarikan kearifan lokal Sunda agar tidak tergerus arus modernisasi.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Dengan memperkuat jenama dan daya jangkau pemasaran digital bagi Kelompok Tani Makmur, program ini mendorong nilai tambah ekonomi bagi para peternak dan pelaku usaha lokal di Cianjur.
Sinergi antara akademisi dan kelompok tani ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya menjaga kelestarian tradisi lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
