Dorong UMKM Cianjur Go Digital, Tim FIB Unpad Dampingi Peternak Ayam Pelung dan Petani Kopi Desa Cipetir

CIANJUR — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan program pendampingan digitalisasi bagi para pelaku UMKM di Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Program ini berfokus pada penguatan literasi dan praktik digital marketing untuk optimalisasi potensi lokal kopi dan ayam pelung.

Program yang diketuai oleh Dr. Mega Subekti, M.Hum. ini dirancang sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan pemasaran yang dihadapi peternak dan petani lokal di era transformasi digital.

Mengangkat Potensi Khas Ayam Pelung dan Kopi Rakyat

Kecamatan Cibeber dikenal memiliki kekayaan komoditas unggulan lokal. Ayam pelung, sebagai plasma nutfah khas Jawa Barat, memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi, baik sebagai kebanggaan kontes maupun hewan ternak unggulan. Di sisi lain, komoditas kopi rakyat terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal berkualitas.

Namun, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan metode pemasaran konvensional dari mulut ke mulut, keterbatasan akses jaringan pemasaran, serta minimnya identitas branding produk.

Strategi Pendampingan: Narasi Digital hingga Website

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim akademisi Unpad menghadirkan serangkaian kegiatan pelatihan terpadu yang meliputi:

  • Pelatihan Narasi Digital (Digital Storytelling): Melatih pelaku usaha menyusun cerita produk yang menarik, mencakup sejarah, keunikan, hingga nilai budaya produk.
  • Workshop Fotografi Produk: Meningkatkan keterampilan dokumentasi visual usaha menggunakan perangkat smartphone.
  • Pengembangan & Pengelolaan Website Komunitas: Membangun platform digital terpadu sebagai pusat katalog produk dan informasi usaha.
  • Pemberdayaan Pemuda Desa: Melibatkan generasi muda lokal agar mampu mengelola media promosi digital secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara langsung mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui peningkatan literasi digital dan perluasan jangkauan pasar berbasis platform online, program ini memberikan dampak positif berupa:

  • Peningkatan Kapasitas SDM: Membekali peternak dan petani keterampilan digital modern.
  • Penguatan Ekonomi Lokal: Membuka akses pasar yang lebih luas untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan masyarakat desa.
  • Kemandirian Komunitas: Mendorong terciptanya ekosistem digital desa yang dikelola secara mandiri oleh warga dan pemuda lokal.

Melalui sinergi antara akademisi, komunitas ternak, dan masyarakat desa, diharapkan potensi komoditas ayam pelung dan kopi Cianjur dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta berdaya saing tinggi.

Bagikan berita ini