Dari Tanzania ke Jatinangor: Perjalanan Pendidikan Tanpa Batas Dr. Juma D. Imamu

Pendidikan tinggi dan riset akademis tidak pernah mengenal batas wilayah. Pertukaran gagasan lintas negara mampu membawa dampak besar pada perkembangan ilmu pengetahuan serta penguatan hubungan antarbudaya. Hal ini terbukti dari keberhasilan Dr. Juma D. Imamu, seorang mahasiswa internasional yang baru saja meraih gelar Doktor pada 28 Juli 2026 di Program Doktor Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.

Melalui disertasi bertajuk “Motherhood and the Cultural Construction of Womanhood: Marginality, Agency, and Subjectivity in Fictions by Jennifer Nansubuga Makumbi”, Dr. Juma D. Imamu menghadirkan pembacaan kritis terhadap konstruksi budaya tentang keibuan dan perempuan dalam karya sastra global.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi perayaan akademik bagi FIB Unpad, melainkan juga cerminan nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) yang dicanangkan oleh PBB.

Penelitian Global yang Berdampak

Kelulusan Dr. Juma D. Imamu mencerminkan keberhasilan institusi pendidikan dalam menyediakan akses pendidikan tingkat lanjut yang inklusif, berkualitas, dan berstandar internasional yang mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas. Penelitian disertasinya di bidang sastra humaniora turut memperkaya khazanah keilmuan dan memperluas wawasan kritis mahasiswa maupun akademisi di Indonesia.

Topik disertasi yang diangkat secara eksplisit menyoroti kesetaraan gender. Dengan menganalisis marginality (marginalitas), agency (keagenan/peran aktif), dan subjectivity (subjektivitas) perempuan dalam novel karya penulis Uganda, Jennifer Nansubuga Makumbi, kajian ini memberikan gagasan kritis mengenai pentingnya membongkar bias budaya terhadap perempuan dan keibuan dan mendukung SDG 5 Kesetaraan Gender.

Program doktoral yang menerima dan mendukung akademisi internasional mendorong keterbukaan akses ilmu pengetahuan bagi peneliti dari berbagai belahan dunia. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan kesempatan dalam pengembangan riset tingkat tinggi antara negara berkembang dan masyarakat global, seperti yang tertuang dalam SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan.

Kolaborasi ilmu pengetahuan antara peneliti internasional dan institusi pendidikan di Indonesia menguatkan kemitraan budaya serta akademik antarnegara (South-South cooperation). Pertukaran perspektif ini memperkokoh pemahaman lintas budaya dan solidaritas global melalui jalur pendidikan dan mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


Menginspirasi Lewat Humaniora

Kajian humaniora seperti yang dilakukan oleh Dr. Juma D. Imamu membuktikan bahwa sastra mampu menjadi media transformatif untuk memahami realitas sosial, gender, dan budaya secara lebih mendalam. Selamat kepada Dr. Juma D. Imamu atas raihan gelar doktornya, semoga hasil penelitian ini terus menginspirasi dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas di skala global.

Bagikan berita ini