Melawan Disinformasi Palestina di X: Mahasiswa Unpad Gabungkan Analisis Wacana Kritis dan Historiografi Ibnu Khaldun

SUMEDANG – Fenomena disinformasi Palestina dan hoaks terkait isu kepalestinaan di media sosial, khususnya platform X (dahulu Twitter), kian masif terjadi pasca-peristiwa ṭūfān al-ʾAqṣā pada 7 Oktober 2023. Menanggapi tantangan digital yang mengancam otentisitas sejarah tersebut, tim mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menginisiasi riset inovatif melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

Tim PKM-RSH yang diketuai oleh Qurratu Ainy (Sastra Arab) bersama anggota Ghinaa Khania (Ilmu Sejarah), Salsabila Siti Muharram, Fathin Lutfi Nisrina, dan Nabila Ramadhina Zata, di bawah pendampingan Dr. Fahmy Lukman, M.Hum., membedah fenomena ini dengan menggabungkan dua pendekatan: Analisis Wacana Kritis (Discourse-Historical Approach/DHA) model Ruth Wodak dan historiografi Ibnu Khaldun khususnya pada konsep ‘aṣabiyyah (solidaritas golongan) karya Ibnu Khaldun.

Melalui pendekatan interdisipliner ini, riset bertujuan mengurai strategi diskursif pembentukan narasi palsu, mengukur tingkat kerentanan netizen Indonesia di platform X, serta merumuskan panduan verifikasi fakta berbasis historiografi.


Menyaring Disinformasi Palestina dan Menjaga Otentisitas Sejarah

Penyebaran disinformasi Palestina di media sosial kerap memanfaatkan sentimen publik dan tingkat literasi digital yang masih terbatas untuk menggiring opini. Laporan 7amleh (The Arab Center for the Advancement of Social Media) bertajuk “A War Without Bullets” menyoroti bagaimana algoritma dan disinformasi dijadikan alat untuk melemahkan kredibilitas suara warga Palestina di media global.

Dalam konteks netizen Indonesia yang memiliki solidaritas tinggi terhadap Palestina, fenomena ini berpotensi memicu bias konfirmasi. Integrasi konsep Ibnu Khaldun—meliputi kritik sumber, pelacakan hubungan kausalitas, dan pembacaan subjektivitas ‘aṣabiyyah (baik dari kelompok pro maupun kontra)—menjadi instrumen penting untuk memilah narasi objektif dari manipulasi sejarah.

Penelitian ini memfokuskan sampel pada unggahan teks di platform X periode 7 Oktober 2023 hingga April 2026. Penelitian ini melibatkan minimal 100 responden pengguna aktif X di Indonesia yang didapat menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling untuk mengukur kerentanan publik terhadap hoaks yang tersebar. Tim juga melakukan wawancara terhadap Edgar Hamas selaku aktivis dan influencer, Ibu Dr. Maimon Herawati selaku akademisi dan aktivis, Kedutaan Palestina dan Kementerian Komunikasi dan digital selaku pemangku kebijakan.


Kontribusi Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Penelitian ini berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa indikator Sustainable Development Goals (SDGs) PBB:

1. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Dukungan terhadap Target 4.7 diwujudkan melalui penguatan literasi digital kritis dan kesadaran sejarah. Tim riset merancang luaran berupa modul infografis (guideline) yang memuat panduan praktis bagi netizen untuk mengidentifikasi dan memverifikasi konten disinformasi sebelum membagikannya.

2. SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions)

Mendukung Target 16.10 dalam menjamin akses publik terhadap informasi yang benar dan akurat. Mengikis disinformasi seputar konflik Palestina-Israel membantu memperkuat diskursus publik yang adil, transparan, dan berbasis pada fakta historis yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)

Menghadirkan inovasi metodologis di bidang sosial-humaniora dengan mengolaborasikan teori analisis wacana kritis modern dengan historiografi klasik pemikiran Islam untuk menyelesaikan permasalahan manipulasi informasi di era digital.


Luaran dan Publikasi Program

Selain menyusun laporan ilmiah dan artikel jurnal, riset ini bermaksud memberikan rekomendasi strategis bagi media massa dan jurnalis berupa Policy Brief terkait praktik komunikasi dan verifikasi fakta historis yang sensitif.

Edukasi publik, perkembangan riset, serta konten materi interaktif dipublikasikan secara berkala melalui saluran media sosial resmi tim di Instagram (@palsfacts_pkmrsh) dan akun X @palsfacts_.


Bagikan berita ini