Ukir Prestasi Kebudayaan, Arif Fadilah Raih Gelar Jajaka Wakil 1 dalam Ajang Mojang-Jajaka Kabupaten Sumedang 2026

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa program studi Sastra Sunda Universitas Padjadjaran, Arif Fadilah, dalam ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Sumedang 2026. Arif berhasil meraih juara 2 dan menyabet gelar Jajaka Wakil 1 Kabupaten Sumedang. 

Ajang Pasanggiri Mojang Jajaka merupakan ajang bergengsi dibawah naungan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sumedang untuk mencari pemuda pemudi berbakat yang ingin  menampilkan berbagai kemampuan di bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya berdasar pada penampilan visual, tapi juga menjadi momen dan ruang bagi para pemuda pemudi kebanggaan daerah untuk berkembang hingga mampu merepresentasikan nilai daerah dengan mengunggulkan brain, beauty, behaviour dan brave.  

Selama pagelaran acara berlangsung, Arif mendapati banyak pengalaman serta pembelajaran baru. Salah satunya ialah saat ia dipercayai oleh rekan rekannya untuk menjadi Abah, atau ketua angkatan di tahun 2026 ini. Mengemban tanggung jawab tersebut menuntutnya untuk menjadi jembatan komunikasi antara panitia dan 30 finalis juga para senior Mojang Jajaka dari tahun-tahun sebelumnya. Kesempatan ini tidak hanya ia percayai sebagai momentum untuk memperluas jejaring, tapi juga amanah yang perlu ia laksanakan selama ia menyandang gelar Jajaka Kabupaten Sumedang. 

Mengenai hasil akhir yang diraihnya, Arif mengaku sempat tidak menyangka. Pada awalnya, ia hanya menargetkan gelar Juara Parigel (Juara Berbakat) karena telah mempersiapkan penampilan Unjuk Kabisa secara maksimal. Namun, pada akhirnya ia dinobatkan sebagai Juara 2 sebagai Jajaka Wakil 1. Pencapaian ini diyakini menjadi kebanggaan tidak hanya untuk Arif pribadi, tapi juga bagi Fakultas Ilmu Budaya tapi juga bagi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran yang senantiasa mendukung para mahasiswanya untuk berprestasi dan melestarikan budaya lokal. 

​Menutupi perjalanan berkesannya, Arif memberikan pesan dan motivasi mendalam bagi para mahasiswa yang mungkin masih ragu untuk melangkah dan melampaui keterbatasan diri.

“Siapapun kamu yang berkeinginan untuk mengikuti ajang Mojang Jajaka di daerah masing-masing, jangan pernah berpikiran bahwa kamu belum cukup layak. Mojang Jajaka bukan tentang menunggu kamu layak, tapi menjadi wadah untuk kamu menjadi layak,” ungkap Arif.

​Ia juga menambahkan pentingnya menjaga sikap dan kerendahan hati dalam berproses. “Tetap rendah hati dan tampilkan yang terbaik. Motivasi terbaik adalah diri sendiri dan jangan lupa bahwa manusia hakikatnya adalah makhluk sosial, jadi tetap berbaur dan jangan lupa mencerminkan aura positif,” tutupnya.

​Pencapaian Arif Fadilah ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh civitas akademika FIB Unpad untuk terus berkarya, mengukir prestasi, serta menjaga kelestarian seni dan budaya Sunda di era modern.

Prestasi ini secara kuat mencerminkan keterkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan). Keberhasilan Arif Fadilah, mahasiswa Sastra Sunda Unpad, dalam ajang Mojang Jajaka Kabupaten Sumedang menunjukkan peran pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga membina kepemimpinan, karakter, serta pengembangan potensi generasi muda secara holistik. Di sisi lain, keterlibatannya dalam mempromosikan kebudayaan dan pariwisata daerah menjadi wujud nyata upaya perlindungan serta pelestarian warisan budaya lokal Sunda agar tetap relevan dan lestari di tengah dinamika perkembangan zaman.

Bagikan berita ini