Film Dokumenter Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unpad Terpilih di Djourno Fest, Angkat Jejak Komunitas Tionghoa di Bandung

Film dokumenter The Diaspora and the State: Legacy of the Chinese in Bandung karya Javier Maverick Tristan, mahasiswa Sastra Inggris FIB Unpad, terkurasi dalam Sinema Berdaya Djourno Fest, sebuah festival film dokumenter jurnalisme yang diadakan oleh Progresip dan Watch Doc. Film yang berawal dari proyek akhir mata kuliah Advanced Studies in Literature (ASL) ini dikembangkan dari riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan kemudian diwujudkan menjadi dokumenter berbasis penelitian lapangan. Bersama tim yang terdiri dari Jalis Panca Bakti, Dimas Ananda Satria, Keean Razaqa Bintang, dan Faraz Rabbani Rayyan, mereka mengangkat jejak komunitas Tionghoa di Bandung dan menelusuri bagaimana warisan kolonial masih membentuk ruang sosial dan memori kolektif masyarakat hingga kini. 

Sumber gambar: Instagram Djourno Fest

Dalam proses pengembangannya, Javier didampingi oleh dosen Program Studi Sastra Inggris FIB Unpad, yakni Ari Jogaiswara Adipurwawidjana, Lestari Manggong, dan Randy Ridwansyah. Bersama tim, Javier mewawancarai sejumlah narasumber, di antaranya pengelola Museum Tionghoa Indonesia di Bandung, pemilik usaha lokal, hingga peneliti independen sejarah Tionghoa. Dari rangkaian wawancara tersebut, mereka menemukan bahwa tata kota peninggalan kolonial masih memengaruhi ruang sosial Kota Bandung. Salah satunya terlihat dari kawasan permukiman komunitas Tionghoa yang sejak masa kolonial berkembang di sepanjang jalur rel kereta sebagai wilayah perantara antara kawasan Eropa dan permukiman pribumi.

Film tersebut juga menyoroti memori kolektif komunitas Tionghoa di Bandung yang tidak sepenuhnya berpusat pada peristiwa 1998. Berdasarkan hasil wawancara, Javier menemukan bahwa sebagian masyarakat justru lebih banyak mengingat peristiwa diskriminasi yang terjadi pada dekade 1960-an hingga awal 1970-an. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sejarah lokal sering kali luput dari perhatian, meskipun menyimpan pengalaman yang masih membentuk kehidupan masyarakat. 

Film The Diaspora and the State: Legacy of the Chinese in Bandung dijadwalkan akan diputar dalam sesi pemutaran Djourno Fest pada 25 Juli 2026 di Pusat Studi Bahasa Jepang, Universitas Indonesia (UI). Bagi Javier, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang lolos ke sebuah festival, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pengalaman, identitas dan sejarah yang selama ini jarang diangkat melalui medium film. Ia berharap film tersebut dapat mendorong masyarakat untuk melihat sejarah dari perspektif yang lebih beragam sekaligus menyadari bahwa pengalaman setiap komunitas memiliki narasi yang layak didengar.

Film ini menunjukkan bagaimana penelitian akademik dapat diterjemahkan menjadi karya kreatif yang mengangkat isu sejarah, identitas, dan keberagaman, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis riset serta SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penguatan pemahaman terhadap keberagaman dan pengalaman kelompok minoritas.