Author name: mnrizal

Berita, Kegiatan

PUBLIKASI TOPONOMI BERBASIS DIGITAL

Kamis (12 Desember 2019), diadakan kegiatan Lokakarya Publikasi Toponomi Berbasis Digital di Aula Gedung D, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran. Lokakarya ini adalah bagian dari kerja sama Tim Peneliti Toponomi PSN Kemenristekdikti dan Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Unpad. Para pembicara yang menjadi narasumber di antaranya: Yoga Maulana Sidik (mahasiswa S-1 Program Studi Sastra Sunda FIB UNPAD), Solehudin Fuzi, S. Hum. (mahasiswa S-2 Ilmu Linguistik FIB UNPAD), Onin Najmudin, M.Hum. (mahasiswa S-3 Ilmu Linguistik FIB UNPAD), dan Suprianto (praktisi IT). Ketua Tim Penelitian Toponomi, Prof. Dr. Cece Sobarna, M.Hum., menjelaskan bahwa lokakarya ini adalah bagian dari riset toponomi yang dilakukan di Jawa Tengah yang selama ini menjadi fokus peneliatiannya. Adapun Tim Peneliti Toponomi adalah Prof. Cece Sobarna, Dr. Gugun Gunardi, dan Asri Soraya, M.Hum. “Riset saya terkait dengan toponimi Jawa Tengah. Kenapa ini dipilih? Karena di Jawa Tengah masih ada nama tempat yang mengandung  ci– yang merupakan penamaan tempat khas di daerah Jawa Barat (Sunda).” Menurut Prof. Cece, jangka waktu penelitian toponomi telah selesai dilaksanakan selama tiga tahun. Hasilnya ada tiga kabupaten yang masih berbahasa Sunda dan banyak ditemukan penamaan tempat berbahasa Sunda, yaitu di Brebes, Cilacap, dan Banyumas. “Nah, jadi penelitian ini  sebetulnya masih dapat berlangsung sekalipun rentang waktu yang diberikan tiga tahun. Jadi, sekarang ini merupakan tahun terakhir dan penelitian ini termasuk penelitian terapan. Terapan ini tentu ada ilmu lain yang membantu mengeksplorasi terkait dengan hasil riset ini, terutama dari konsep digitalnya mengingat berbagai segi kehidupan dewasa ini sangat berhubungan erat dengan dunia digital, terutama pada kaum milenial,” ujar Guru Besar Ilmu Linguistik ini menjelaskan. Lebih jauh Prof. Cece menjelaskan, ke depan riset-riset terapan akan banyak dipakai dalam berbagai penelitian, begitu juga dengan penelitian yang berbasis digital. “Untuk persiapan itu, sengaja saya mengundang para narasumber yang banyak bersentuhan dengan dunia digital dengan peserta mahasiswa S-1, karena ke depan tentu saja mereka-mereka inilah yang kan mengembangkan penelitian selanjutnya, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi dan digital.” Pemateri pertama, Yoga Maulana Sidik menjelaskan tentang toponomi tempat-tempat yang ada di Rancaékék. Penelitian toponomi Rancaékék adalah penellitian skripsi Yoga yang saat ini sedang ia kerjakan. Menurut Yoga, penelitian ini sengaja diambil karena ingin mengkaji dan mengabadikan nama-nama tempat yang ada di daerahnya sendiri, yakni di Rancaékék. “Rancaékék berasal dari dua kata yaitu ranca dan ékék. Ranca berarti “rawa” dan ékék berarti “burung ékék”. Nama Rancaékék diambil karena di daerah tersebut terdapat rawa yang luas dan terdapat banyak burung ekek di dalamnya. Apabila sekarang di Rancaekek sering banjir, tidak heran, karena namanya saja ranca atau rawa,” Yoga menjelaskan. Pemateri kedua, Onin Najmudin menjelaskan tentang kiat-kiat dalam melakukan penelitian toponomi, menurutnya ada tiga kata kunci utama dalam penelitian toponomi, yang pertama menjadikan nama tempat sebagai identitas, yang kedua menjadikan nama tempat sebagai warisan budaya, dan yang ketiga menjadikan nama tempat sebagai brand atau produk. “Di lapangan kita bisa menemukan fenomena apa saja yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan nama tempat, peristiwa apa yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan nama tempat, dan pengalaman apa yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan nama tempat. Dari ketiga hal itu, kita sudah bisa memulai melakukan penelitian terhadap toponomi satu daerah.” Pemateri ketiga, Solehudin Fauzi memaparkan toponomi di media sosial. Munurut Aleh (panggilan akrabnya), zaman sekarang media sosial sudah menjadi kebutuhan. Segala informasi bisa didapatkan di media sosial sehingga hal itu dapat dimanfaatkan menjadi akses dalam penyebarluasan informasi mengenai toponimi. Kita harus peduli dengan nama tempat agar kita tidak kehilangan atau diakui oleh negara lain. “Sekarang ini kita tahu bahwa banyak orang ber-selfie ria atau orang orang kadang umumnya suka memfoto tempat-tempat yang indah atau yang dia sukai? Kemudian di-upload ke Instagram. Melihat hal tersebut kita bisa menjadikannya sebagai pemancing untuk toponimi ini. Kenapa tidak temen-teman yang suka selfie kemudian background belakangnya pantai atau gunung sambil menceritakan asal usul gunung tersebut atau asal usul pantai atau asal usul kampung tersebut nah nanti di bawahnya memakai hashtag misal #toponomisekitarku #toponimigarut ini juga bisa menjadi sebagai fokus penelitian. Jadi, kita bisa menyebarkan informasi mengenai toponimi ini via hashtag,” jelas Aleh yang juga menjadi admin instagram toponomi di sekitarku ini. Pemateri terakhir, Suprianto menjelaskan tentang digitalisasi toponomi yang sudah ia kerjakan di website toponomi.id. Menurut Suprianto, website toponomi.id adalah website biasa, tapi memiliki konten yang luar biasa karena menampilkan maps dan titik-titik penelitian toponomi hasil penelitian. Untuk kedepannya, fitur-fitur yang ada di toponomi.id ini bisa dikembangkan dengan lebih interaktif dengan bantuan para peneliti-peneliti toponomi. “Jadi, nanti mungkin kita bisa ngobrol lebih lanjut apakah brand toponimi.id ini boleh digunakan untuk misalnya ‘aliansi para peneliti toponimi di indonesia’? Menurut saya teknologinya bisa, tapi nanti tinggal bagaimana prosesnya dan juga setuju atau tidaknya,” kata Suprianto menutup kegiatan lokakarya.*** (Irma Nurhidayah/Indriani Asharisya)

Berita

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik: Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. beserta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. lakukan kunjungan kerja menghadiri Dies Natalis Ke-70 Shanghai International Studies University (SISU)

Shanghai, Minggu, 7-8 Desember 2019. Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik:Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. beserta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. telah melaksanakan kunjungan kerja menghadiri Dies Natalis Ke-70 Shanghai International Studies University (SISU) sekaligus membahas perpanjangan kerja sama antara Universitas Padjadjaran dan Shanghai International Studies University (SISU) yang telah berlangsung selama 15 tahun. Ke depan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad akan memiliki kesempatan kuliah di Universitas Padjadjaran dan Shanghai International Studies University (SISU) dan mahasiswa SISU tetap akan mengambil SKS Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Selain pertukaran pelajar, Fakultas Ilmu Budaya Unpad pun dipercaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan Bahasa Sunda di Universitas Padjadjaran dan Shanghai International Studies University (SISU) dalam skema join riset pengayaan Buku Ajar Bahasa Sunda untuk Penutur Asing. Selain dua kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. pun berkesempatan menghadiri Forum Rektor yang dihadiri 32 universitas dunia dan 19 universitas Tiongkok untuk berbagi pengalaman membahas strategi menuju World Class University. Semoga kerja sama kedua universitas ini semakin menguntungkan kedua belah pihak.

Berita, Kegiatan

Kerja Sama antara Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Kamis, 5 Desember 2019, dilaksanakan penandatanganan naskah Kerja Sama antara Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran tentang Pemanfaatan Bersama Sumberdaya Koleksi Perpustakaan dan Museum untuk Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia dalam Pelestarian Budaya Pertanian. Penandatanganan naskah kerja sama berlangsung di Museum Tanah dan Pertanian, Bogor. Naskah kerja sama ditandatangani oleh Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si. dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad yang diwakili oleh Manajer Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Inovasi, dan Kerja Sama, Drs. Taufik Ampera, M.Hum.

Berita, Kegiatan

Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan “PUBLIC LISTENING” diskusi dan tanya jawab seputar Kesehatan Mental dan Manajemen Diri

Rabu, 04 Desember 2019. Kantor Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan “PUBLIC LISTENING” diskusi dan tanya jawab seputar Kesehatan Mental dan Manajemen Diri dengan Narasumber Dr. Hj. Titin Nurhayati Ma’mun, M.S (Dosen/Kaprodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Unpad) bertempat di Ruangan National Building Corner Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan permasalahan yang cukup serius di lingkungan kampus di Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami masalah gangguan kesehatan mental yang berujung dengan bunuh diri. Untuk menghadapi hal tersebut, diperlukan kondisi dimana seseorang mahasiswa dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga mahasiswa tersebut dapat menyadari kemampuan diri sendiri, mengatasi tekanan, dan mampu untuk melakukan yang terbaik untuk kehidupannya. Ketidakmampuan akan hal-hal tersebut membuat mahasiswa terpuruk pada kondisi stres, bahkan depresi sehingga tidak sedikit mahasiswa yang memilih jalan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai permasalahan kesehatan mental sangatlah diperlukan, khususnya bagi kalangan milenial yang cenderung dilanda stress lebih tinggi. Adapun tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah: Peserta mampu mengenali dan menganalisa kesehatan mental diri sendiri, Peserta dapat memahami gejala serta penyebab timbulnya depresi dan mampu untuk mengatasinya, dan Peserta dapat memanage diri dengan baik, dan terhindar dari resiko gangguan kesehatan mental.

Berita, Kegiatan

Departemen Susastra dan Kajian Budaya menggelar diskusi dengan tema “Berkisah di Sembir,” membahas buku kumpulan cerita pendek yang berjudul “Orang-orang Pinggiran” karya Lea Pamungkas.

Selasa, 3 Desember 2019. Departemen Susastra dan Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, menggelar Diskusi yang bertajuk “Berkisah di Sembir,” yang membahas buku kumpulan cerita pendek yang berjudul “Orang-orang Pinggiran” karya Lea Pamungkas. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Dr. Mumuh Muhsin Z, M.Hum. di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang. Kisah-kisah ini menunjukan kepedulian, dan kerja konsisten Lea Pamungkas dalam mengusahakan terdengarnya suara-suara marginal yang ada di negeri ini, baik sebagai penulis fiksi, jurnalis, maupun aktivis HAM. Buku rampai yang pada April 2019 lalu diluncurkan di Leiden, Belanda ini, dibahas oleh Dr. Lina Meilinawati Rahayu, H. Hum. (Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB-Unpad); Hikmat Gumelar (penulis, penyair); Nana Suryana, M. Hum. (dosen Sastra Indonesia FIB-Unpad); dan Lea Pamungkas sendiri. Diskusi ini diikuti oleh sebuah pertunjukan teater berjudul “Ini Akhir Musim Gugur,” yang berangkat dari salah satu cerita pendek yang terhimpun dalam buku tersebut.

Berita, Kegiatan

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Jumat, 29 November 2019. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman Dr. H. Masrur, M.Hum. beserta para wakil dekan, kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Kunjungan ini dalam rangka mempelajari seluk beluk pembukaan program studi Sastra Mandarin (Bahasa dan Budaya Tiongkok) berikut kurikulum sebagai bahan acuan dalam pembentukan Prodi baru di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Rombongan disambut oleh Wakil Dekan Fib Unpad Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum. didampingi para Manajer dan Kaprodi D4 Bahasa dan Budaya Tiongkok beserta staf.

Berita, Kegiatan

Kunjungan SMA Islam AL-Azhar 1 Jakarta Selatan ke Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Sekolah Menengah Atas Islam AL-Azhar 1 Jakarta Selatan kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (15/11/2019). Sebanyak 50 orang siswa kelas XII (IPS), dan 5 orang guru pendamping. Kunjungan dipimpin oleh Pa Musofa, S.Ag. Wakil kepala sekolah bidang Agama. SMAI AL AZHAR 1 JAKARTA. Kehadiran siswa dan guru pendamping diterima oleh Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Drs. Taufik Ampera, M.Hum. dan Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D. beserta staf bertempat di Ruang Sidang Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Kunjungan ini merupakan kegiatan audiensi visit to campus siswa SMA Islam AL-Azhar 1 Jakarta guna menambah wawasan kampus serta mendapatkan informasi tentang berbagai hal seputar dunia perguruan tinggi termasuk sistem penerimaanya, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan wawasan yang pada akhirnya termotivasi dan percaya diri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.

Berita, Kegiatan

Kunjungan SMA Negeri II Kota Tangerang Selatan

SMA Negeri II Kota Tangerang Selatan kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (12/11/2019). Siswa yang hadir sebanyak 88 orang siswa kelas XII, dan 6 orang guru pendamping. Kunjungan dipimpin oleh Ibu Rosidah perwakilan guru pembimbing Sekolah SMA Negeri II Tangerang Selatan. Kehadiran siswa dan guru pendamping diterima oleh Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Drs. Taufik Ampera, M.Hum. beserta staf di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang. Kunjungan ini merupakan kegiatan audiensi visit to campus SMA Negeri II Tangerang Selatan guna mendapatkan informasi tentang berbagai hal seputar dunia perguruan tinggi termasuk sistem penerimaanya, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan wawasan yang pada akhirnya termotivasi dan percaya diri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Berita, Uncategorized

Dua Guru Besar Baru Fakultas Ilmu Budaya

[unpad.ac.id, 8/11/2019] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengukuhkan dua guru besar baru dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (8/11) siang. Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengukuhkan dua guru besar baru Fakultas Ilmu Budaya, yaitu: Prof. Dr. Eva Tuckyta Sari Sujatna, M.Hum., dan Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., PhD., dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (8/11) siang. (Foto: Arief Maulana)* Dua guru besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, yaitu: Prof. Dr. Eva Tuckyta Sari Sujatna, M.Hum., dan Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., PhD. Prof. Eva dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Linguistik, sedangkan Prof. Aquarini dikukuhkan sebagai guru besar pada bidang Ilmu Sastra dan Gender. Dalam prosesi tersebut, Prof. Eva menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Peran Linguistik dalam Pariwisata”. Lewat orasinya, Prof. Eva menyampaikan bahwa linguistik berperan penting dalam menyiapkan informasi yang lengkap di bidang kebudayaan dan pariwisata serta mendorong pengembangan destinasi pariwisata unggulan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 16 tahun 2005 tentang Kebijakan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata. ” Sebagai pengetahuan dasar dalam berkomunikasi, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai media yang menghubungkan para wisatawan dan penduduk lokal, tetapi juga sebagai alat promosi  pariwisata yang ditawarkan kepada calon wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia,” ujarnya. Prof. Eva menjelaskan, peran linguistik dalam pariwisata ditemukan pada penamaan jalan hingga lokasi destinasi wisata yang meliputi wisata alam, sejarah, maupun kuliner. Karena itu, bahasa merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari upaya promosi wisata. “Saya mengusulkan agar para linguis ikut berkontribusi dengan melibatkan diri pada riset-riset linguistik yang berhubungan dengan pariwisata,” terang Prof. Eva. Sementara itu, Prof. Aquarini menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Auto/Biografi Sebagai Narasi Feminin/Feminis: Perlintasan Lokal-Global, Selebritas, dan Budaya Populer”. Prof. Aquarini mengatakan, narasi mengenai hidup perempuan dapat membongkar lebih dalam dan jauh mengenai pandangan/nilai yang acapkali dianggap benar dan sakral. “Narasi mengenai hidup perempuan, terutama yang ditulis perempuan, juga memberikan artikulasi bagi hidup dan cara hidup perempuan yang seringkali dianggap sekunder dan marjinal,” ujar Prof. Aquarini. Dalam penelitian yang dilakukan pada sejumlah auto/biografi perempuan, khususnya pada kaum selebritas Indonesia, Prof. Aquarini menemukan adanya kompleksitas feminitas yang ditunjukkan dan dinegosiasikan oleh selebritas perempuan, baik dalam ruang publik maupun privat/domestik. “Melalui tindak auto/biografis yang mereka lakukan, para selebritas ini telah mengevaluasi ulang dan menegaskan kembali femininitas dengan cara yang berbeda, sedemikian sehingga mereka menciptakan bentuk baru feminitas yang merangkul nilai-nilai lokal dan global, bentuk baru femininitas yang memungkinkan mereka merayakan kehidupannya dan dirinya sebagai perempuan baik di ranah publik maupun ranah domestik,” papar Prof. Aquarini. Di hari yang sama, Rektor juga mengukuhkan Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Prof. Dr. rer. nat. Yudi Rosandi, M.Si., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.* Laporan oleh Arief Maulana

Berita, Berita Mahasiswa, Uncategorized

Chosyatillah Jerman 2016 Wisudawan Terbaik, Tuntaskan Studi Sarjana 3 Tahun

[unpad.ac.id, 6/11/2019] Chosyatillah dari Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran terpilih menjadi Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Unpad Gelombang I tahun akademik 2019/2020, 5 – 7 November 2019. Ia lulus dengan IPK 3,79 dan masa studi 3 tahun. Chosyatillah, wisudawan dari program studi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran terpilih Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Unpad Gelombang I tahun akademik 2019/2020, 5 – 7 November 2019. (Foto: Arief Maulana)* Perempuan yang akrab disapa Tilla ini diwisuda pada pelaksanaan sesi IV di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, Rabu (6/11). Tilla mengaku senang dan tidak menyangka mendapatkan predikat sebagai salah satu Wisudawan Terbaik Unpad. Sudah sejak lama Tilla sangat tertarik belajar bahasa Jerman. Sebelum kuliah di Unpad, Tilla sudah mengambil sejumlah sertifikasi bahasa Jerman yang diakui secara internasional. Ketika kuliah pun Tilla rajin untuk meningkatkan kemampuannya itu dan mengambil sejumlah sertifikasi. Hal inilah yang membuatnya dapat menjalani studi lebih cepat. “Punya sertifikat dari sebelum kuliah, tapi semenjak kuliah saya kejar sertifikat terus untuk ngejar level yang ke atas lagi,” ungkap Tilla saat ditemui sebelum pelaksanaan wisuda. Perempuan kelahiran Palembang, 8 November 1998, ini mengaku sangat mengagumi sistem pendidikan di Jerman. Ketika kuliah pun Tilla sempat mengikuti kegiatan di  Jerman melalui program beasiswa dari DAAD. Menurut Tilla, selain kemampuan bahasa, hal penting yang harus ditingkatkan adalah kemampuan berorganisasi dan meningkatkan prestasi. Selama kuliah, Tilla pun aktif di sejumlah kegiatan kemahasiswaan dan mengikuti sejumlah kompetisi. Beberapa organisasi yang diikuti Tilla diantaranya Himpunan Mahasiswa Sastra Jerman Unpad, Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia, serta Ikatan Putra Putri Praja Pariwisata. Selain itu, ia juga merupakan penerima beasiswa Program Pertukaran Mahasiswa di Ramkhamhaeng Thailand 2018, peraih runner up I Duta Wisata Kabupaten Musi Banyuasin 2017, menjadi delegasi Unpad dalam Konferensi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia 2017, serta menjadi Duta Favorit Putra Putri Praja Pariwisata Indonesia 2017. “Kita kan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi kita juga harus memiliki kemampuan di bidang lain,” tutur  Tilla. Dengan kegiatannya yang cukup banyak, Tilla sempat merasa kesulitan membagi waktu antara belajar dan berbagai aktivitas lainnya. Namun tekad yang kuat menjadikan Tilla mampu untuk menjalaninya dengan baik. “Mau enggak mau saya harus bisa. Jadi karena tekad yang besar itu saya harus bisa membagi waktu saya,” ujar Tilla. Untuk ke depannya ,Tilla  mengungkapkan akan semakin meningkatkan berbagai kemampuannya melalui studi lanjut. Tilla pun sudah lama bercita-cita menjadi seorang diplomat. Dengan menjadi diplomat, Tilla ingin memberikan sumbangsih bagi negara. “Saya ingin mmeberikan sumbangsih bagi Indonesia dengan kemampuan-kemampuan yang saya miliki,” ujarnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Scroll to Top