Author name: mnrizal

Berita, Kegiatan

Kuliah Umum Berthold Damshäuser

Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kuliah umum menghadirkan Berthold Damshäuser (Universitas Bonn, Jerman). pada hari Selasa, 24 September 2019 di Auditorium Bale Santika Unpad. Kuliah umum yang disampaikan oleh Berthold Damshäuser (Universitas Bonn, Jerman) dimoderatori oleh Nurman Kholis (Peneliti Puslitbang LKKMO Kementrian Agama) acara ini terlenggara atas kerja sama oleh Prodi Sastra Jerman FIB Unpad didukung oleh Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia. “Bila makna Islam pada Tuhan berserah diri. Maka dalam Islam semua kita hidup dan mati.” adalah petikan dari salah satu puisi karya Goethe “Ich sah, mit Staunen und Vergnügen” yang menjadi benang merah dalam kuliah umum bertemakan “Johann Wolfgang von Goethe: Pujangga Jerman Terbesar dan Pembangun Jembatan antara Barat dan Islam”

Berita

Semarak Opera Budaya FIB

Sebagai puncak dari acara orientasi mahasiswa tahun 2019, FIB bekerja sama dengan mahasiswa menyelenggarakan Opera Budaya. Acara tersebut diramaikan dengan pemakaian kostum dari negara-negara yang menjadi program studi di FIB.

Berita, Kegiatan

Pejabat Pendidikan Daerah Klang Malaysia kunjungi FIB Unpad

Kamis, 11 Juli 2019 Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. menerima kunjungan rombongan tenaga pendidik Dinas Pendidikan Daerah Klang, Kementrian Pendidikan Malaysia. Kunjungan dilakukan dalam rangka saling mendalami budaya dan bertukar informasi dalam mengembangkan pendidikan bahasa dan budaya di antara dua negara serta pada kesempatan yang sama juga ditandatangani naskah perjanjian kerja sama antara FIB Unpad dengan Pejabat Pendidikan Daerah Klang. Rombongan Pejabat Pendidikan Daerah Klang dipimpin oleh Tuan Zuhairi (Ketua Jabatan Unit Kemanusiaan). Pada kesempatan itu juga Perwakilan dari Pejabat Pendidikan Daerah Klang mempresentasikan materi tentang keterampilan bahasa siswa sekolah lanjutan pada berbagai ajang lomba, seperti berbalas pantun dan kata berirama. Sebagai bentuk penghormatan khusus Fakultas Ilmu Budaya mempersembahkan tari Jaipongan Kalang Sunda dan makanan tradisional di antaranya Tahu Sumedang, Kasreng, dan Hui Cilembu sebagai salah satu materi apresiasi budaya. Galeri Foto sila liat tautan di bawah https://photos.google.com/u/1/share/AF1QipMS7ecPfDQLRlzmcU1BzyIiASGC_-j_P9b4F7ZCST_YpVDBpJnLXXtVT4U0eucBZA?key=a3hqU2ZaeGxqSnNod05ZX0pLMEhyRHE3ZDFXMnRR

Berita, Kegiatan

Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 45 (Bandung Nihongo Nihon Bunkasai 45)

Jumat, 28 Juni 2019. Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. membuka secara resmi penyelenggaraan Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 45 (Bandung Nihongo Nihon Bunkasai 45) yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Jepang FIB Unpad, acara tahunan kali ini selain diisi dengan berbagai lomba seperti Speech, Kanji, Kana, Sakubun, Choukai, Karaoke, juga dimeriahkan oleh penampilan kesenian mahasiswa sastra Jepang Unpad, dan juga dari beberapa lembaga; UPI, Unitama, STIBA Invada, Unikom, UKM, STBA Yappari, Pasim. Selain itu, acara dimeriahkan pula dengan diadakannya Eksibisi dari beberapa club sastra Jepang Unpad seperti Origami, Manga, Drama Henshin, Maid cafe, Kendo, Cha no Yu (Upacara minum teh ala Jepang), dan Rakugo. Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 45 terselenggara atas kerja sama Unpad, UPI, STBA Yapari, UK Maranatha, Unikom, Unitama, Unas Pasim, STIBA Invada, Kyoto Minsai, The Japan Foundation, Persada Jabar, JLMC, dan Northern Light Education. Pertunjukan Rakugo pada Bunkasai ke 45 ini, merupakan Pertunjukan rakugo pertama kali di Indonesia yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia. Club Rakugo Sastra Jepang Unpad sendiri baru didirikan pada awal tahun 2019, dengan bimbingan dosen prodi sastra Jepang, Pika Yestia Ginanjar. “Rakugo” adalah seni bercerita dari Jepang. Cerita klasik. Rakugo bermuatan humoris, mengarukan, atau mengejutkan. Jugemu Awal Jugemu diawali dengan seorang ayah yang baru saja anaknya lahir. Ia ingin memberi anak itu, namun mengingat bahwa nama adalah doa, ia pergi ke kuil untuk berkonsultasi pada biksu, Si Ayah ingin anaknya memiliki nama yang mengandung doa agar anaknya bisa berumur panjang. Sang biksu pun meberikan beberapa pilihan nama. Ketika si Ayah selesai mendapatkan daftar namanya, ia kebingungan. Menurutnya, semua pilihannya bagus. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menggunakan semuannya. Alhasil, anaknya jadi punya nama yang panjang. Orang-orang di sekitarnya jadi ikut ribet ketika harus mengucapkan nama lengkapnya yang panjang itu. Suatu hari, Jugemu berkelahi, memukul kepala seorang anak lain sampai kepalanya benjol. Anak itupun mengadu ke orang tua Jugemu, namun ia dianggap berbohong oleh orang tua Jugemu karena kepalanya tidak ada yang benjol… karena mereka semua terlalu makan waktu menyebut nama Jugemu, benjolnya keburu mengempes…

Berita

UNPAD RAIH PERINGKAT KE-6 NASIONAL PADA QS WUR 2020

[unpad.ac.id, 19/6/2019] Lembaga pemeringkatan QS merilis data pemeringkatan “QS World University Rankings (WUR) 2020” pada Rabu (19/6). Universitas Padjadjaran meraih peringkat di rentang 751 – 800. Metodologi penilaian QS WUR 2020 tetap merujuk pada sejumlah indikator, antara lain: academic reputation (40%), employer reputation (10%), faculty student (20%), citations per faculty (20%), international faculty (5%), dan international students (5%). Unpad meraih poin tertinggi pada indikator faculty student. Pada indikator ini, Unpad menduduki peringkat 366 di tingkat global. Sementara poin yang harus diperkuat dari 6 indikator tersebut adalah internasionalisasi yang meliputi academic dan employer peer review yang memiliki porsi besar, disamping international faculty dan international students juga memerlukan peningkatan (saat ini masih menduduki peringkat 601+). Kepala Kantor Internasional Unpad dr. Ronny, M.Kes., AIFO, PhD., menjelaskan, secara keseluruhan, capaian kumulatif Unpad memang belum sebaik tahun 2018. Alhasil, pada tahun ini, peringkat Unpad mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu. Sisi internasionalisasi merupakan sisi yang terdampak dari adanya perubahan data Unpad pada QS. Kriteria yang paling terdampak ada pada faculty ratio, serta jumlah mahasiswa asing yang mengalami penurunan dalam melanjutkan studi di Unpad. Ronny menjelaskan, Unpad terus melakukan penguatan dari sisi kebijakan tata kelola data di bawah koordinasi Wakil Rektor bidang Tata Kelola, Perencanaan, dan Sistem Informasi. Usaha yang dilakukan adalah dengan mendorong jejaring komunikasi dengan international peers, yaitu universitas rekanan, komunitas bisnis dan stakeholders lain. Yang dilakukan diantaranya adalah menghidupkan kembali kerja sama (MoU) dengan institusi asing yang sebelumnya tidak aktif atau tidak ada kegiatan, hingga inisisai kebijakan pembukaan program double degree serta kelas internasional pada program S1, S2, dan S3. Terkait internasionalisasi tersebut, kesiapan program studi dalam menyambut mahasiswa asing akan sangat penting perannya, karena prodi yang nantinya menentukan seberapa banyak jumlah mahasiswa asing yang dapat ditampung. Di sisi lain, dukungan sarana prasarana yang memadai juga menentukan kemampuan Unpad dalam menerima mahasiswa asing. Saat ini, lanjut Ronny, Unpad memiliki kekuatan internasionalisasi yang sudah berjalan pada program pembelajaran bahasa Indonesia di BIPA. Kerja sama yang dilakukan juga sudah berjalan baik dengan sejumlah institusi di Asia Tenggara dan Asia lainnya. Hanya saja, upaya yang lebih masif harus terus dilakukan. “Kita sudah mulai berlari lebih cepat. Akan tetapi, yang universitas lain berlari lebih kencang lagi, sehingga kita perlu lebih giat mempersiapkan kinerja universitas dengan lebih baik lagi. Satu hal yang jangan sampai dilupakan, sisi internasionalisasi ini harus dikerjakan juga tanpa melupakan kualitas pendidikan dan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dalam negeri,” kata Ronny. Pendapat lain disampaikan Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D, anggota tim gugus tugas World Class University Kemenristekdikti, menyoroti pentingnya peran individual para akademisi. Selain aspek internasionalisasi, peran reputasi individu dari akademisi Universitas untuk dapat meningkatkan reputasi akademik di level internasional, menjadi hal yang sangat penting untuk mendongkrak indikator academic reputation dari Universitas. “Perlu kesadaran dari para individu-individu akademik di Universitas mengenai pentingnya memiliki posisi yang diakui pada komunitas internasional dalam bidang kepakarannya masing-masing,” jelas Badri. Badri memberikan ilustrasi, jika seorang dosen memiliki posisi sebagai seorang ketua asosiasi keilmuan tertentu di level internasional, maka hal tersebut akan berkontribusi terhadap pengakuan reputasi akademik institusi secara keseluruhan. Selain itu, Badri juga menjelaskan pentingnya sejumlah program unggulan bertaraf internasional seperti international conference dan riset kerja sama yang melibatkan komunitas akademik internasional untuk mendorong reputasi akademik yang menjadi salah satu kriteria QS WUR. Pelaksana Tugas Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M. SIE., mengapresiasi seluruh civitas yang telah berkontribusi pada peraihan Unpad dalam perangkingan QS WUR 2020. Walaupun peringkat Unpad disesuaikan, namun masih masuk enam universitas teratas di Indonesia. Rina juga menyampaikan bahwa jumlah publikasi internasional yang terus meningkat menjadi modal kuat untuk meningkatkan kemaslahatan dan kontribusi membangun bangsa sekaligus internasionalisasi Unpad. “Penurunan peringkat Unpad memesankan bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi dalam membangun reputasi dan kinerja akademik Unpad seperti yang dilakukan universitas lain yang merupakan peers Unpad,” pesan Rina. Rina juga mengutarakan bahwa indikator faculty student Unpad yang tinggi harusnya membuahkan tekad untuk menjamin keunggulan lulusan agar mampu terserap di dunia kerja. Hal ini selanjutnya diyakini akan mengungkit kepercayaan dan meningkatkan jumlah mitra Unpad di tingkat domestik dan internasional. “Saya bersama para wakil rektor dan dekan, sedang merencanakan untuk menguatkan mutu program studi agar berstandar internasional, berkolaborasi dengan mitra internasional. Hal ini dapat meningkatkan reputasi akademik dosen dan mahasiswa, yang secara langsung akan menjadi daya tarik bagi akademisi dan mahasiswa internasional agar mau datang ke Unpad,” pungkas Rina. * Laporan oleh Arief Maulana dan Syauqy Lukman/mar

Berita, Kegiatan

Halalbihalal Idul Fitri 1440H Bersama FIB, FISIP & FIKOM

Senin 17 Juni 2019. Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Padjadjaran menyelenggarakan acara Halalbihalal Idulfitri 1440 Hijriah bersama di Halaman Parkir Dekanat FIB Unpad Kampus Jatinangor (17/6/2019). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, Guru Besar, dosen, tenaga kependidikan, mitra, dan tamu undangan lainnya.Halalbihalal dimeriahkan dengan penampilan Syam Bimbo. Melalui lagu-lagu religius diharapkan hadirin dapat meningkatkan ketaqwaan; “Lebah dieu urang ngaderes kawih panggeuing, nyungsi harti ngala berkah, sangkan teu leungiteun Gusti” acara Halal Bihalal keluarga besar tiga Fakultas di Universitas Padjadjaran yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Komunikasi. Acara Halal Bihalal ini dihadiri Wakil Rektor I Universitas Padjadjaran Dr. Arry Bainus, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. R. Widya Setiabudhi Sumadinta, M.T., M.Si(Han).,Dekan Fakultas Imu Budaya Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH., S.Sos., MSi, beserta jajaran Pimpinan, Tenaga Kependidikan FISIP, FIB , FIKOM Dalam acara ini ketiga Dekan Fakultas memberikan sambutan yang diwakili oleh Dekan FIB Unpad Bapak Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., “kegiatan ini digelar untuk mempererat silaturahmi antara civitas akademi di Universitas Padjadjaran, dan kegiatan acara Halal Bihalal dilaksanakan berbarengan antara tiga Fakultas, FISIP, FIKOM dan FIB. Hal ini merupakan hal yang sangat baik karena kita sudah tidak harus berbicara Fakultas mana tapi kita ini satu Universitas Padjadjaran. Diharapkan terjalin kerjasama yang baik baik antara dosen ataupun tenaga kependidikannya dari semua Fakultas di Universitas Padjadjaran.Acara tersebut di isi oleh Syair dan SYiar dari Musisi Legendaris Indonesia Sam Bimbo,. Sam Bimbo menyanyikan beberapa lagu hits BIMBO pada masanya. Hadirin yang datang sangat terhibur dan ikut menyanyi bersama pada acara yang berlangsung meriah tersebut. Selain itu ada juga penampilan dari Paduan Suara Religi Tendik FISIP Unpad. Acara diakhiri dengan pembagian doorprize yang dipersembahkan BRI (Bank Rakyat Indonesia) dan diakhir dengan makan bersama seluruh civitas dari ketiga Fakultas tersebut.  Galeri foto lihat tautan di bawah https://photos.app.goo.gl/DkHjpvSmoEe7Patj9

Berita

Fakultas Ilmu Budaya Unpad tandatangani MoA kerja sama dengan Korean Institute for Education KIEC

Kamis, 21 Maret 2018. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) tandatangani MoA kerja sama dengan Korean Institute for Education (KIEC) and Culture dalam rangka mendukung pembukaan Program Studi baru jenjang Sarjana Terapan (D4) di FIB Unpad, yaitu Program Studi Bahasa dan Budaya Korea. Penandatangan oleh Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. selaku Dekan FIB Unpad didampingi Taufik Ampera M.Hum. Manajer Riset, PPM, Inovasi dan Kerjasama, dan oleh Musyarafah Machmud, M.A., Founder & Managing Director dari KIEC (Korean Institute Of Education and Culture) didampingi Mr. Shon June Young, Founder & Director dari KIEC. FGD.Dalam kerja sama ini, KIEC akan memfasilitasi FIB Unpad untuk dapat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Korea Selatan yang juga memilliki Program Studi Bahasa Korea. Kerja sama ini juga dimaksudkan untuk networking dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan juga Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Melalui kerja sama ini, FIB Unpad dan KIEC, harapannya dapat memenuhi kebutuhan users (perusahaan-perusahaan di Korea Selatan maupun di Indonesia) akan calon tenaga kerja yg mampu berbahasa Korea dan memiliki pengetahuan budaya baik budaya lokal maupun budaya Korea.(Sus.R/YHs)

Berita

Kuliah Umum dengan Pembicara Profesor Shinaz G Jindani, Guru Besar dari Savannah State University, Amerika Serikat.

Senin,18 Maret 2019. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Direktorat Riset Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran, menyelenggarakan Kuliah Umum dengan Pembicara Profesor Shinaz G Jindani, Guru Besar dari Savannah State University, Amerika Serikat. Adapun tema yang dipaparkan yaitu “Culture as an Enabler”. Acara ini dipandu oleh Dr. Rosaria Mita Amalia, M.Hum. (Kepala Kantor TSCDC Unpad) turut hadir dalam kegiatan, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Yuyu Yohana Risgarniwa, Ph.D. sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam paparannya Prof. Shinaz menyampaikan bahwa perbedaan budaya bukan sebuah hambatan untuk menyampai suatu tujuan. Enabler dalam hal ini dapat diartikan sebagai media atau alat untuk mencapai tujuan tersebut. Pada harmonous society, pluralisme dan multikulturalisme dalam kebudayaan justru merupakan aset bagi suatu bangsa yang dapat memperkuat identitasnya. Intinya yaitu “Be on your own path, don’t change yourself, don’t change your identity, and be proud of it”, tegas Prof. Shinaz. (Sus.R/YHs)

Agenda

Japanese-Language Proficiency Test (July 7, 2019)

Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan The Japan Foundation akan menyelenggarakan kembali Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (Japanese-Language Proficiency Test) pada hari Minggu, 7 Juli 2019. Pendaftaran dilakukan secara online mulai tanggal 13 s.d 26 Maret 2019 di https://jlptonline.or.id

Berita

“Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan”

[unpad.ac.id, 8/3/2019] Universitas Padjadjaran akan menyerahkan 20.000 buku pelajaran ke empat daerah di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Penyerahan buku ini merupakan program “Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan” yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Ketua pelaksana Suci Rahayu Safitri mengatakan, program hibah buku ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur Jabar selatan yang digelar BEM Kema Fapet Unpad setiap tahunnya. Sebanyak 20.226 eksemplar buku akan dihibahkan kepada sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Cipatujah di Kab. Tasik, Karangwangi di Kab. Garut, Cidaun di Kab. Cianjur, dan Ciemas di Kab. Sukabumi. Keseluruhan buku dalam program ini merupakan hibah dari penerbit CV Arya Duta. Kategori buku yang dihibahkan terdiri dari buku pelajaran sekolah dasar dan menengah, serta buku untuk anak-anak PAUD. Suci mengatakan, setiap kabupaten mendapat 5.000 hingga 7.000 buku. “Kami mendapatkan bantuan buku dari CV. Arya Duta itu berkat jaringan dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Barat,” ujar Suci saat diwawancarai usai acara serah terima hibah buku yang digelar di Grha Kandaga Unpad, Jatinangor, Jumat (8/3). Acara serah terima hibah buku ini diisi dengan penyerahan buku secara simbolis dari PPGI dan CV. Arya Duta kepada Unpad. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur CV. Arya Duta Muhammad Taufik dan Ketua PPGI Jawa Barat Dedy Firmansyah kepada Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Unpad Dr. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Dekan Fapet Unpad Prof. Dr. Husmy Yurmiati, dan Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagrniwa, PhD. Dalam kesempatan itu Rektor menjelaskan, program hibah buku ini merupakan upaya Unpad untuk meningkatkan literasi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah selatan. Wilayah ini memiliki disparitas yang menonjol jika dibandingkan dengan wilayah utara Jabar. “Satu sisi perkembangan teknologi literasi sudah luar biasa. Sementara bagian lain punya kemampuan akses literasinya masih belum baik,” kata Rektor. Dorong Lebih Banyak Secara khusus Rektor menyampaikan, program hibah buku semacam ini merupakan salah satu aplikasi dari kewirausahaan sosial (sociopreuneur). Diharapkan, akan banyak mahasiswa yang terlibat dalam program seperti ini. “Mahasiswa (diharapkan) lebih banyak lagi yang terbangun sikap sociopreuneurship-nya. Di aspek literasi dan aspek lain lagi terutama membangun masyarakat desa,” kata Rektor. Sebagai salah satu kekuatan di Jawa Barat, sektor desa memang harus dibangun dengan baik. Rektor mengatakan, peningkatan literasi desa sangat penting dilakukan. Jika dikaitkan dengan program satu desa satu perusahaan, maka perlu disiapkan sumber daya manusia yang kompeten. “Jika human capital-nya tidak kuat, ilmunya tidak kuat, suatu saat mereka hanya akan jadi pekerja,” imbuh Rektor. Rektor pun mengapresiasi program hibah buku yang diinisiasi mahasiswa ini. Ia berpesan agar mahasiswa dapat berkontribusi membangun kemampuan keilmuan di setiap wilayah yang dikunjungi.* Laporan oleh Arief Maulana

Scroll to Top