Author name: mnrizal

Berita

SISWA PUSDIK PENGMILUM TNI AD belajar Bahasa Perancis dan Bahasa Rusia di FIB UNPAD

Rabu, 6 Maret 2019 Siswa Pelatihan Bahasa Prancis dan Bahasa Rusia dari Pusdik Pengmilum Kodiklat TNI AD yang diketuai oleh Letkol Caj (K) Novemi Naimah melakukan kunjungan dan perkuliahan di Fakuktas Ilmu Budaya Unpad. Sebelum melakukan perkuliahan dan diskusi dengan pengurus Hima, siswa pelatihan diterima oleh Dekan Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. di Ruang Sidang Gedung Dekanat FIB Unpad. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Penandatanganan yang dilakukan oleh Komandan Pusdik Pengmilum Kodiklad TNI Angkatan Darat Cimahi, Kolonel Inf Agus Gunawan dan Dekan Fib Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. Kontrak Kerja Sama antara PUSDIK PENGMILUM TNI AD dengan FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS PADJADJARAN yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2019 yang lalu terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan Bahasa Rusia dan Bahasa Perancis di Ruang Rapat Pusdik Pengmilum Kodiklad TNI Cimahi.

Berita

Lokakarya Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA)

Kamis, 7 Februari 2019. Prodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Sidang Pleno Nasional IMLA dan Lokakarya Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) acara berlangsung di Balai Sawala Kampus Unpad Jatinangor, diikuti oleh para perwakilan dosen dari perguruan tinggi penyelenggara bahasa Arab di seluruh wilayah Indonesia. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Fib Unpad Dr. Mumuh Muhsin, M.Hum.

Berita

Siti Nurasiah Raih Juara Pidato Bahasa Jepang di Yokkaichi University, Jepang

[unpad.ac.id, 21/1/2019] Mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Siti Nurasiah, meraih Juara I pada kompetisi pidato bahasa Jepang “International Student Speech Contest in Japanese” yang digelar Yokkaichi University di  Auditorium Yokkaichi University, Jepang, 12 Januari 2019 lalu. Acara tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menjalani studi di Jepang. Nura sendiri merupakan mahasiswa Unpad peserta program Japanese Studies selama satu tahun di Mie University, yaitu mulai September 2018 hingga Agustus 2019. “Acara speech contest ini adalah acara yang ke-15 kalinya diselenggarakan. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan bahasa Jepang  mahasiswa asing,” ujar Nura saat dihubungi Senin (21/1). Pada kompetisi tersebut, Nura mengangkat topik mengenai perjuangannya untuk meraih cita-cita. Dalam pidatonya Nura mengungkapkan usahanya untuk belajar bahasa Jepang hingga berhasil mendapatkan beasiswa untuk menjalankan studi di salah satu perguruan tinggi di Jepang. “Saya mau berbagi dengan teman-teman yang lain tentang pengalaman saya belajar bahasa Jepang. Meskipun awal-awal saya merasa kesulitan belajar bahasa Jepang, tapi hingga saat ini saya bisa terus berjuang belajar bahasa Jepang demi impian saya,” ungkapnya. Nura mengakui, mulanya ia tak menyangka akan menjuarai kompetisi tersebut karena melihat kompetensi mahasiswa asing lain yang dirasa lebih hebat darinya. Ia sendiri tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin meningkatkan kemampuannya berbicara bahasa Jepang. Selama proses latihan, Nura pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen Mie University dan Unpad. “Saya berharap, semoga kemampuan bahasa Jepang saya bisa lebih meningkat lagi, dan ke depannya semoga bisa banyak berkontribusi dalam banyak kegiatan, bisa membanggakan Indonesia dan almamater saya,” harapnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am Acara tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menjalani studi di Jepang. Nura sendiri merupakan mahasiswa Unpad peserta program Japanese Studies selama satu tahun di Mie University, yaitu mulai September 2018 hingga Agustus 2019. “Acara speech contest ini adalah acara yang ke-15 kalinya diselenggarakan. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan bahasa Jepang  mahasiswa asing,” ujar Nura saat dihubungi Senin (21/1). Pada kompetisi tersebut, Nura mengangkat topik mengenai perjuangannya untuk meraih cita-cita. Dalam pidatonya Nura mengungkapkan usahanya untuk belajar bahasa Jepang hingga berhasil mendapatkan beasiswa untuk menjalankan studi di salah satu perguruan tinggi di Jepang. “Saya mau berbagi dengan teman-teman yang lain tentang pengalaman saya belajar bahasa Jepang. Meskipun awal-awal saya merasa kesulitan belajar bahasa Jepang, tapi hingga saat ini saya bisa terus berjuang belajar bahasa Jepang demi impian saya,” ungkapnya. Nura mengakui, mulanya ia tak menyangka akan menjuarai kompetisi tersebut karena melihat kompetensi mahasiswa asing lain yang dirasa lebih hebat darinya. Ia sendiri tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin meningkatkan kemampuannya berbicara bahasa Jepang. Selama proses latihan, Nura pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen Mie University dan Unpad. “Saya berharap, semoga kemampuan bahasa Jepang saya bisa lebih meningkat lagi, dan ke depannya semoga bisa banyak berkontribusi dalam banyak kegiatan, bisa membanggakan Indonesia dan almamater saya,” harapnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Berita, Uncategorized

Taufik Ampera, M. Hum., “Keluarga Kunci Penting Dekatkan Anak dengan Buku”

[unpad.ac.id, 4/01/2019] Menanamkan moral pada anak di antaranya dapat melalui buku bacaan, termasuk buku bacaan untuk anak berbahasa Sunda. Meski saat ini sudah banyak buku bacaan untuk anak berbahasa Sunda, minat anak pada buku-buku tersebut masih minim. “Tentu  harus ada upaya lain bagaimana mengenalkan kembali buku bacaan berbahasa Sunda terhadap generasi milenial,” ujar dosen Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Unpad Taufik Ampera, M. Hum. Menurut Taufik, salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah kurangnya penguasaan Bahasa Sunda oleh anak-anak saat ini. Meski lahir dan tinggal di lingkungan masyarakat Sunda, masih jarangnya penggunaan bahasa Sunda di lingkungan sekitar membuat anak sulit memahami buku-buku berbahasa Sunda. “Untuk itu perlu ada upaya dukungan dari keluarga terutama orang tua untuk mendekatkan anak pada buku bacaannya. Kebiasaan berkomunikasi dengan berbahasa Sunda di lingkungan keluarga juga akan berpengaruh besar terhadap minat anak pada buku bacaan anak berbahasa Sunda. Kemudian juga faktor lingkungan, dan tentu saja sekolah,” tutur Taufik yang mendalami kajian sastra anak dan remaja. Dari segi pengemasan, buku berbahasa Sunda juga dinilai kurang menarik dibandingkan buku terjemahan. Kebanyakan ceritanya pun masih bersumber dari dongeng-dongeng lama, belum dieksplorasi dan disajikan lebih menarik. Demikian pula dengan penggambaran karakter tokoh-tokoh ceritanya yang belum melahirkan tokoh idola bagi anak. Menghadirkan tokoh idola bagi anak dalam buku cerita anak sangat penting karena pada hakikatnya anak selalu meneladani tokoh yang disukainya. Hal itu pun akan berpengaruh besar pada kreativitas masyarakat. Taufik mencontohkan, ketika ada satu tokoh cerita yang muncul lalu kemudian dijadikan sebagai tokoh idola, maka akan berimbas pada aspek kehidupan. Salah satunya ada di bidang ekonomi kreatif dengan kemunculan gambar tokoh tersebut pada sejumlah produk konsumsi anak,  seperti peralatan sekolah, pakaian, perlengkapan tidur, dan sebagainya. “Fenomena seperti itu dalam sastra Sunda khususnya bacaan anak saya pikir masih jarang. Tentu saja kreativitas seperti itu yang harus digali,” kata Manajer Riset, PKM & Kerja Sama FIB Unpad ini. Untuk itu, peran perguruan tinggi dalam hal ini menjadi sangat penting. Perguruan tinggi diharapkan dapat mencetak penulis karya sastra anak dan remaja yang berkualitas. Berbagai penelitian dan seminar pun perlu terus dilakukan untuk terus mengembangkan karya sastra, terutama sastra anak dan remaja berbahasa Sunda. Diharapkan, buku bacaan atau sastra anak berbahasa Sunda tidak kalah bersaing dengan buku-buku bacaan atau sastra anak yang datang dari luar. “Jika kita ingin menanamkan moral pada anak, tentu saja salah satu di antaranya harus  dimulai dengan menyediakan buku bacaan anak yang berkualitas. Keterlibatan para akademisi, para peneliti dan para kritikus di bidang bahasa dan sastra sangat menentukan lahirnya buku-buku bacaan untuk anak yang berkualitas,” ujar Taufik. Pria kelahiran Karawang, 28 Maret 1966 ini menjelaskan, dibandingkan 10 tahun lalu, perkembangan kajian sastra anak dan remaja saat ini sudah cukup pesat. Sudah banyak ahli yang melakukan kajian serta banyak karya sastra anak dan remaja yang telah dihasilkan. “Saat ini, khususnya di FIB,  baik pada Program Studi Bahasa dan Sastra Sunda atau prodi lainnya, sudah banyak mahasiswa yang tertarik untuk melakukan kajian-kajian terhadap sastra anak dan remaja,” ujarnya. Sebelumnya, perkembangan mengenai sastra anak dan remaja, khususnya dalam sastra daerah kurang diperhatikan. Kurangnya apresiasi pada sastra anak dan remaja juga menyebabkan teori sastra anak dan remaja juga kurang berkembang. “Pada umumnya ketika kita berbicara masalah sastra, maka kita akan berbicara masalah sastra secara umum. Padahal kalau melihat dari aspek pendekatan teori, kategori pembaca, ,maka sastra itu harus didekati berdasarkan pada pembacanya, bahwa pembaca sastra itu terdiri atas pembaca anak-anak, pembaca remaja, dan pembaca dewasa,” jelas Taufik. Lebih lanjut Taufik menjelaskan bahwa sastra anak adalah sebuah karya sastra yang diperuntukan atau dikonsumsi untuk anak-anak dengan tokoh utamanya adalah anak-anak dan menggambarkan dunia anak.  Sementara sastra remaja, menggambarkan kehidupan remaja, peran utamanya juga remaja, dan tentu saja menampilkan permasalahan yang terkait dengan remaja. “Aspek moral atau muatan pendidikan dalam cerita anak lebih dominan jika dibandingkan dengan sastra remaja. Tentu saja hal itu dapat dipahami karena tentunya ada tujuan khusus bagi pengarang untuk menanamkan aspek moral pada pembacanya, ujar Taufik. Diungkapkan Taufik, saat ini mahasiswa FIB sudah banyak yang tertarik untuk menghasilkan cerita anak dan remaja. Selain itu, beragam penulis baru di kancah kesusastraan Sunda pun banyak bermunculan.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Berita, Kegiatan

Kuliah Umum “Preparing the modern world: the historical and cultural significance of the reformation”

Selasa, 07 November 2017 ” Kuliah Umum “Preparing the modern world: the historical and cultural significance of the reformation” disampaikan dalam Bahasa Ingris oleh Prof. Dr. Grosshans (Uni Münster) di Aula PSBJ Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Kuliah umum ini terselengara atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman dengan Program Studi Sastra Jerman FIB Unpad (Deutschabteilung Unpad) “Menjadi manusia modern itu adalah menjadi manusia yang tahu mengidentifikasikan dirinya sendiri, berpikir terbuka, logis, peka, dan kritis, mampu menghargai perbedaan dan keragaman, menaati aturan dan kesepakatan yang dibuat bersama, tidak menyalahkan orang lain, serta terus berusaha berbuat baik dan memperbaiki diri tanpa perlu pengakuan dan penghargaan dari orang lain”. Kuliah umum yang sangat menarik dan mencerahkan dari Prof. Dr. Hans-Peter Grosshans (Uni Münster) yang terselenggara atas kerjasama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman dan Deutschabteilung Unpad kemarin. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang menyenangkan dari Ibu-ibu di Prodi Sastra Jerman, mahasiswa Himasad UNPAD yang sudah membantu dan aktif berdiskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis, serta tamu-tamu lain yang hadir dan bersedia bersama menyimak.  

Agenda, Berita, Kegiatan

International Conference on Japanese Language and Culture (IJLC) 2017

Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran berkeja sama dengan The Japan Foundation, menyelenggarakan International Conference on Japanese Language and Culture (IJLC) 2017 pada tanggal 30-31 Oktober 2017 di Unpad Training Center (UTC) Jl. H. Djuanda No. 4 Bandung. Keynote Speaker: Prof. Jun’ichi Sakuma (Nagoya University) Invited Speaker: Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. (Universitas Padjadjaran); Dr. Izumi Walker (National University of Singapore); Dr. Zuraida Mustafa (Islamic Science University of Malaysia); Dr Hieida Bernadette (De La Salle University, Philippines); Dr. Namchaya Mahakhan (Burapha University, Thailand)  

Scroll to Top