Sansiviera di FIB Unpad: Tanaman Hemat Air yang Menjaga Lingkungan

Di tengah meningkatnya isu ketersediaan air bersih, langkah kecil dalam menjaga lingkungan memiliki arti yang besar. Salah satunya adalah pemilihan jenis tanaman yang tidak boros air. Di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, kesadaran ini diwujudkan melalui penanaman sansiviera atau yang lebih dikenal dengan sebutan lidah mertua.

Pemilihan sansiviera bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki ketahanan tinggi dan perawatan yang mudah. Bu Ferli, salah satu dosen di FIB, menjelaskan, “Kemarin FIB sendiri sudah menanam tanaman lidah mertua atau bahasa latinnya sansevieria. Sansiviera ini keunggulannya dia tidak harus selalu disiram, perawatannya mudah, dan tahan cuaca panas. Jadi dengan menanam sansiviera kita juga menghemat air, karena kalau pemilihan tanamannya yang harus selalu disiram tiap hari, penghematan air jadi kurang.”

Selain hemat air, sansiviera juga memiliki manfaat lain yang tak kalah penting. Tanaman ini dikenal sebagai penyerap polutan alami. “Sansiviera juga menyerap polutan, jadi kalau ditanam di sekitar rumah bagus karena berfungsi jadi purifier udara” tambah Bu Ferli. Dengan kata lain, sansiviera tidak hanya mempercantik lingkungan kampus, tetapi juga membantu menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat.

Di kampus, pemilihan tanaman seperti sansiviera memberi dampak yang positif. Selain menekan kebutuhan air dalam perawatan taman, sansiviera juga menambah kualitas ruang terbuka hijau. Di tengah iklim yang kian panas dan musim kemarau yang panjang, pilihan tanaman hemat air seperti ini menjadi solusi praktis yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa kepedulian pada lingkungan tidak harus dimulai dari proyek besar. Justru dari hal kecil seperti menanam sansiviera, masyarakat kampus bisa belajar bagaimana bijak menggunakan sumber daya. Tanaman yang mudah dirawat ini bukan hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga menunjukkan bahwa hal kecil seperti memilih jenis tanaman bisa berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Red. Aliyah Zahra Saffanah

Scroll to Top