Departemen Susastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran
mempersembahkan
MENCARI PANGGUNG UNTUK TEATER KINI
In Search of a Stage for Theater Today
2 November 2013
Aula PSBJ FIB-Unpad, Jatinangor
Apakah masih ada panggung untuk teater saat ini? Apakah ada tempat untuknya di masyarakat kontemporer Indonesia, khususnya Bandung dan sekitarnya? Apakah ada gerakan atau sudah mati? Bagaimana gerakan teater di sini dibandingkan dengan yang berlansung di AS dan Inggris? Bagaimana panggung dan teater menyikapi identitas budaya? Bagaimana konteks mengubah makna dan apakah para praktisi teater sudah melupakannya? Apakah interaksi badani dan lisan yang ditawarkan teater sudah tenggelam dalam arus kebudayaan digital? Ini hanyalah beberapa pertanyaan yang diperdebatkan di suatu diskusi sore yang hangat dan teater yang diselenggarakan oleh Departemen Susastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Jatingor. Dr. Lina Meilinawati Rahayu, Ketua Departemen Susastra FIB-Unpad, dosen kajian drama dan peneliti dalam kesusastraan Indonesia dan co-penulis Sastra Drama: Perjalanan, Perkembangan, dan Pengkajiannya akan memberi pandangannya; Lestari Manggong dosen Sastra Inggris Unpad yang mengajar drama akan membahas teater di AS dan Inggris; dan K. Dewantoro (Kerensa Johnston) anggota pendiri dari DarahRouge dan salah satu dari segelintir praktisi teater perempuan di Indonesia yang secara aktif menulis, melakukan, dan mengarahkan karya asli dan baru untuk panggung Indonesia, akan membahas perjalanannya dalam teater .
Pembahasan akan diawali dengan menampilkan sebuah drama baru , “Berapa Harga Cinta ” yang ditulis oleh Ari Adipurwawidjana dan akan diikuti oleh pertunjukan “Menjahit Marat/Sade” dari Teater DarahRouge, teater yang berkedudukan di Bandung,” ditulis dan dipentaskan oleh K. Dewantoro. Drama ini mengeksplorasi ide-ide revolusi baik di masyarakat, teater, dan dalam diri seseorang dan yang berhubungan dengan ingatan dan tulisan Peter Weiss “Penyiksaan dan Pembunuhan terhadap Marat sebagaimana Dipentaskan oleh Pasien-pasien RSJ Charenton yang Disutradarai Marquis De Sade.” K. Dewantoro tetap mempertahankan esensi dari naskah asli dengan mengacu kepada berbagai gaya teatrikal saat dia bergeser melalui ‘peran-peran’ nya di teater Indonesia .
Tanggal : 2 November
Waktu:
14.00: Pementasan ” Berapa Harga Cinta?” karya Ari Adipurwawidjana
15:30: Diskusi tentang tempat teater dalam kebudayaan kontemporer di Indonesia “MENCARI PANGGUNG UNTUK TEATER KINI) dengan Kerensa Dewantoro, Dr. Lina Meilinawati Rahayu, dan Lestari Manggong
19.00 Teater “Menjahit Marat/Sade ”
Tempat: Aula Gedung D Lt. 3 , FIB – Unpad , Jatinangor
Harga tiket: Rp10.000 untuk masing-masing pertunjukan, Rp 15.000 untuk keduapementasan ditambah diskusi. Peserta diskusi menerima sertifikat mengikuti kegiatan.
Pembelian tiket dapat dilakukan di saat acara atau di Resource Centre for Linguistic Research and Literary Studies (Perpustakaan Sastra Inggris), FIB-Unpad, Gedung B, Lantai 1.
Untuk menjamin tempat, sila isi Daftar Tamu kami:
[contact-form][contact-field label=’Nama’ type=’name’ required=’1’/][contact-field label=’Email’ type=’email’/][contact-field label=’Nomor Telepon’ type=’text’/][contact-field label=’Akan menghadiri’ type=’select’ required=’1′ options=’Pementasan %26quot;Berapa Harga Cinta%26quot;,Pementasan %26quot;Menjahit Marat/Sade%26quot;,Semua Rangkaian Acara’/][/contact-form]
Untuk informasi lebih lanjut hubungi :Ari 087822118131 or [email protected]
Sila ikuti nformasi kegiatan Departemen Susastra yang sudah lalu dan yang akan datang di KEGIATAN.

