FIB dan Berbagai Ruang Kerja Bersama

Tahun ini, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran telah dilengkapi dengan lingkungan belajar yang memfasilitasi pembelajaran hybrid yang efektif bagi mahasiswa dan dosennya. Di semua area, WiFi gratis dan fasilitas digital disediakan untuk memastikan bahwa pembelajaran online dan offline sejalan dengan produktivitas, kenyamanan, dan kebersamaan. 

Ketika pengunjung pertama kali masuk ke Gedung Utama FIB, mereka dapat melihat meja dan komputer yang terletak di dekat tangga. Di sini, mahasiswa yang tidak memiliki akses ke laptop pribadi dapat menggunakan komputer untuk melakukan penelitian atau mengerjakan tugas mereka. Sambil bekerja, mereka juga dapat berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen di meja dan sofa di sekitar area tersebut. Untuk camilan dan minuman, mereka dapat berjalan beberapa langkah ke kafe milik fakultas, Poeta. Semua fasilitas ini, tentu saja, dilengkapi dengan WiFi gratis dan colokan listrik di semua meja dan sudut. 

Tahun ini, para mahasiswa juga menikmati bekerja di teras belakang Gedung Utama yang sudah familiar. Area semi-outdoor ini dulunya hanyalah taman belakang sederhana dari gedung tersebut, namun mulai tahun 2023, fakultas telah menambahkan lampu dan bangku dengan colokan listrik. Kini, pada tahun 2025, dengan meja tambahan yang lebih dilengkapi untuk laptop, para mahasiswa sesekali berkumpul di sana untuk melakukan kerja kelompok, menulis tesis, atau bahkan istirahat makan siang di antara jam kuliah. Kenyamanan area ini juga didukung oleh ketersediaan Wi-Fi serta colokan listrik yang tersedia di semua bangku, menjadikannya tempat yang sempurna untuk berkonsentrasi dan bersantai. 

Bagi mahasiswa yang mencari ketenangan dan fokus lebih, fakultas juga menyediakan perpustakaan dan Student Center. Di perpustakaan, mereka diberikan meja individu di mana mereka dapat fokus menulis tugas atau tesis dalam keheningan total. Selain buku dan sumber daya yang tersedia, mahasiswa juga dapat mengakses repositori tesis, di mana mereka dapat menemukan proyek-proyek sebelumnya dari alumni sebagai bahan referensi dan inspirasi untuk penelitian mereka yang sedang berlangsung. Jika itu belum cukup, mereka juga dapat mengunjungi Student Center yang berada di sebelahnya, di mana mereka dapat menemukan dan membaca teks-teks teoretis spesifik tentang linguistik, sastra, budaya, dan/atau sejarah.

Meskipun fasilitas-fasilitas ini telah mendapat tanggapan positif, Dhia, seorang mahasiswa program Magister kajian budaya di FIB, mengatakan, “Saya pikir colokan listrik seharusnya tersedia lebih sering karena pada beberapa hari, colokan tersebut mungkin dimatikan.” Meskipun demikian, tahun ini, fakultas terus meningkatkan fasilitasnya, memastikan yang terbaik diberikan kepada mahasiswanya. Dengan lingkungan belajar yang semakin digital, fakultas berharap tidak hanya beradaptasi dengan kebutuhan yang berubah tetapi juga secara efektif menyediakan atmosfer yang inklusif dan mendukung.

Red. Jauza Maryam Mumtazah

Scroll to Top