Islamabad – “Pentingnya bahasa Arab sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk menjadi relevan dalam kehidupan keseharian kita, yaitu bermanfaat baik sebagai alat untuk berinteraksi maupun di dunia profesi,” Dubes Iwan Amri merumuskan kembali pandangan Taha Hussein, sastrawan dan pemikir Mesir terkemuka mengenai kedudukan Bahasa Arab dalam visi kemajuan manusia.
Dubes Iwan menjadi salah satu narasumber pembuka pada seri Webinar Internasional bertema “Menyongsong Pembelajaran Bahasa Arab di Era Tatanan Baru Pasca Pandemik Covid-19″, yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Budaya UNPAD pada 6 Juli 2020.
“Keberadaan studi bahasa Arab saat ini ditantang manfaatnya baik oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Kita perlu memiliki kesadaran baru bahwa penguasaan bahasa Arab adalah pintu masuk untuk menguasai berbagai aspek kehidupan sehari-hari,” tambah Dubes Iwan yang memaparkan peran bahasa Arab dalam bidang hubungan internasional.
Dikatakan bahwa dalam konteks dunia diplomasi internasional, peran bahasa Arab menjadi penting karena menjadi salah satu dari enam bahasa PBB, dan bahasa pengantar di persidangan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta di organisasi regional Liga Arab. Dengan jumlah penutur 422 juta atau 5,4% penduduk dunia, baik di negara Arab maupun non-Arab, bahasa Arab juga menjadi bahasa pengantar dalam dunia bisnis dan perdagangan, serta menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Terobosan dalam pengajaran bahasa Arab perlu dimulai dengan kombinasi lintas disiplin ilmu, seperti ilmu ekonomi dan ilmu sosial-politik. Penguasaan terminologi dan istilah Arab untuk dunia diplomasi dan bisnis perbankan, misalnya “akan mempermudah proses perundingan dengan pelaku usaha atau bernegosiasi dengan diplomat dari Timur Tengah,” Dubes Iwan meyakinkan.
Sejalan dengan konsep kemajuan pendidikan tinggi Indonesia dengan kampus merdeka dan merdeka belajar, penyelenggaraan Webinar Prodi Sastra Arab UNPAD ini menjadi mementum bagi UNPAD untuk merumuskan kurikulum untuk membentuk mahasiswa yang memiliki karakter mandiri, berbudi luhur, kompeten, kreatif dan inovatif. Dengan didukung tenaga pengajar yang menjadi motor penggerak di lingkungan akademis, mahasiswa menjadi percaya diri menjadikan bahasa Arab relevan dalam praktik hidup sehari-hari.
Sambutan baik datang dari salah seorang peserta webinar yang menyarankan agar dibuat disain khusus untuk pembelajaran bahasa Arab dalam paraktik diplomasi. Ketua Program Studi Bahasa Arab, Dr. Titin Nurhayati menyambut baik usulan tersebut dan akan membicarakan lebih lanjut dengan pihak kampus dan konsultasi dengan Kemlu agar pembelajaran tersebut masuk dalam kurikulum Prodi Bahasa Arab ke depan.
Webinar yang dilaksanakan berseri ini akan berlangsung sampai dengan 18 Juli 2020. Dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNPAD, Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D, webinar menghadirkan pakar pendidikan, seperti Prof. drh. Arid Junaedi, Ph.D Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdukbud RI dan Mohammad Fahmi, Ph.D, Direktur Pendidikan dan internasionalisasi UNPAD yang menjelaskan mengenai perubahan paradigma pendidikan tinggi di Indonesia melalui kebijakan kampus merdeka dan merdeka belajar di era new normal.
Selain mengundang pembicara ahli bahasa Arab dari berbagai kampus di Timur Tengah, webinar juga menghadirkan Dr. Muhammad Bashir, ahli linguistik dan Dekan Fakultas Bahasa Arab pada International Islamic University of Islamabad (IIUI) sebagai salah satu pembicara. Melalui webinar ini inisiatif kerjasama pendidikan antara UNPAD dan IIUI dalam bidang pendidikan bahasa Arab akan semakin terbuka lebar.
rilis : KBRI di Islamabad Pakistan


