Berita

Berita

Pusdi Komunikasi Lingkungan Unpad Gelar Pelatihan Penanganan Ular

Jatinangor, 26 Februari 2023 – Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) bersama Yayasan Sioux Indonesia menggelar pelatihan penanggulangan ular “Snake Handling Training” yang diikuti sejumlah mahasiswa dan tenaga keamanan kampus di kampus Fikom Unpad, Jatinangor, pada Sabtu (25/03).  Kegiatan ini di dukung oleh berbagai pihak dan Fakultas, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sebagai salah satu Fakultas rumpun Sosial dan Humaniora. Ketua Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fikom Unpad, Dr. Uud Wahyudin, M.Si., mengatakan bahwa target peserta dalam kegiatan ini yaitu tenaga keamanan, dengan harapan bahwa tim keamanan tidak hanya melakukan kegiatan pengamanan masyarakat di kampus, melainkan juga melakukan penanganan satwa, khususnya ular.  Dosen Fikom Unpad sekaligus aktivis satwa, Dr. Herlina Agustin, S.Sos., M.T., menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui tindakan yang harus dilakukan pertama kali saat menemukan ular. Maka dari itu, pelatihan ini diadakan sebagai pemenuhan dari situasi tersebut.  Ia mengatakan bahwa ular itu bagaikan tetangga yang dapat ditemui di mana saja, dan terkadang banyak orang yang tidak mengetahui cara mengatasi ular sehingga mengambil tindakan langsung dengan membunuh ular. Tentunya jika menemukan ular, pihak yang dihubungi masyarakat untuk pertama kali adalah satpam. Maka dari itu, kegiatan ini berguna untuk mengedukasi satpam supaya mereka mampu menangani ular tersebut, demi melindungi masyarakat ataupun satwa itu sendiri.  “Satpam merupakan sasaran utamanya, karena jika ada ular, ular tersebut akan segera dibawa ke penampungan yang kita punya,” ujar Herlina. Bersama dengan aktivis Yayasan Sioux Indonesia, para peserta tidak hanya diberikan edukasi tentang cara menangani ular, tetapi juga diajarkan tentang bagaimana mengidentifikasi ular, pemahaman dasar mengenai jenis ular, serta tindakan apa saja yang dapat dilakukan bila terdapat korban.  “Alat sederhana dapat kita gunakan untuk menangkap ular, misalnya dengan sapu,” ujar Gaza, salah seorang aktivis satwa Yayasan Sioux Indonesia.  Ia juga menambahkan bahwa ketika ular tersebut melukai seseorang, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menenangkan diri dan segera membersihkan diri dengan air mengalir sembari melakukan tiga hal penting, yaitu menekan, menahan, dan meninggikan agar tidak terkontaminasi oleh bakteri. Setelah itu, segera pindai bagian yang terluka agar tidak banyak bergerak.  Nantinya, ular akan dikembalikan ke habitat alaminya. Selain itu, ular yang terkumpul juga akan dipelihara di laboratorium sebagai objek penelitian mahasiswa. “Harapannya agar kita sebagai manusia dapat hidup berdampingan dengan satwa, agar ekosistem yang ada tetap terjaga,” pungkas Herlina. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Unpad Manglayang Training 2022 Ajak Masyarakat Lakukan Penghijauan Kembali

Jatinangor, Jawa Barat — Universitas Padjadjaran kembali menggelar acara Unpad Manglayang Trail Running (Unpad MTR) dengan konsep luring atau langsung secara keseluruhan. Adapun, tahun sebelumnya acara diselenggarakan secara hybrid dengan dimeriahkan oleh 150 pelari langsung dan 500 pelari jalur virtual run.  Unpad MTR dimeriahkan oleh para peserta lari yang berasal dari berbagai kota dan provinsi. Acara ini diselenggarakan di Jatinangor, Sumedang. Pembukaan dimulai sejak pukul 05.00 dengan melepas kategori lari 42K (Trail Marathon). Selanjutnya, kategori 21K (Trail Half Marathon) pada pukul 05.30, kategori 10K (Fun Trail) pada 05.45, dan yang terakhir kategori 5K (Family Trail) pada pukul 06.00.  Adapun peserta Unpad MTR terbagi ke dalam empat kategori. Sebanyak 100 pelari pada kategori 42K, 150 pelari pada kategori 21K, 150 pelari 10K, dan 200 pelari pada kategori 5K. Setiap peserta ditetapkan melalui ketentuan mandatory gears, meskipun terdapat sejumlah perbedaan berdasarkan tingkat kesulitan yang ada.  “Tentu pada kategori 42K dan 21K kelengkapan mandatory gears lebih banyak secara item dibandingkan kategori 10K dan 5K, mengingat medan berlari pun lebih berat,” ujar Race Director Unpad Manglayang Trail Running.  Secara teknis, cut off time berlaku 7 jam untuk kategori lari 42K, 6 jam untuk kategori 21K, 2 jam untuk kategori 10K, dan 1,5 jam untuk kategori terakhir, yaitu 5K. Dengan demikian, diharapkan acara resmi ditutup pada pukul 17.00.  Jalur yang dipilih pada kegiatan Unpad MTR tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yaitu dari Kampus Unpad Jatinangor ke arah Batu Beureum melalui Bumi Perkemahan Kiara Payung. Pelari yang memilih rute marathon dan half marathon memiliki trek lari hingga ketinggian 1818 mdpl. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pelari, sebab medan lari di Gunung Manglayang yang mengacu adrenalin.  Acara ini turut melibatkan anggota Palawa Unpad untuk menjadi bagian dari penggagas kegiatan. Di sisi lain, Unpad MRT telah mendapat dua poin ITRA pada kategori 42K dan satu poin 21K. Demi memenuhi ketentuan ITRA, panitia Unpad MTR mengurangi satu titik pos hidrasi pada kategori 42K dan 21K.  “Jangan khawatir, pengurangan ini sudah diperhitungkan dengan baik, sehingga tidak memberi dampak negatif bagi peserta,” ujar Safitra. Keuntungan poin ITRA yang didapat pelari, yaitu bagi peserta yang finish sesuai cut off time akan mendapat poin untuk mengakses sejumlah race trail di luar negeri yang tergabung dalam ITRA.  Selain berlari, konsep acara Unpad MRT juga mengangkat semangat menjaga lingkungan melalui penghijauan kawasan. Hal ini dibuktikan dengan diterapkannya konsep tersebut melalui kegiatan “1 Pelari 1 Pohon” secara konsisten.  Berlandaskan jumlah pelari yang mencapai 600, maka pada kesempatan tersebut ditanamkan 600 pohon pada kawasan hutan Gunung Manglayang, terutama di lereng-lereng yang menjadi sumber ekonomi penduduk setempat. Tidak hanya peserta lari, kegiatan ini juga turut melibatkan penduduk dan kelompok tani untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan pohon-pohon yang telah ditanam tersebut.  “Kami memanfaatkan teknologi dengan mengembangkan aplikasi untuk ini,” ungkap Ketua Panitia Unpad MTR, Jaston Pangaribuan.  Adapun pohon yang dipilih untuk ditanam, yaitu pohon buah. Hal ini didasarkan pada harapan agar dapat mendatangkan manfaat ekonomis bagi penduduk sekitar. Beberapa pohon di antaranya, yaitu alpukat dan manggis.  Dikarenakan masih dalam masa transisi pasca pandemi covid, panitia Unpad MRT berkolaborasi dengan IdeaRun selaku race management. Melalui hal ini, tim race management menerapkan standar tinggi pada pelaksanaan acara, salah satunya dengan standar protokol kesehatan yang terbaru.  “Tim kami sudah bolak-balik mendaki sampai puncak tertinggi Gunung Manglayang dan senang sekali dengan jalurnya. Mudah-mudahan para pelari akan lebih happy nanti, dengan upaya kami mengelola fasilitas di lintasan,” ujar Safrita.  Unpad MRT didukung oleh sejumlah pihak, seperti IKA Unpad. Selain itu, ada pula sponsor yang datang dari PT Timah, Bank Mandiri, Telkomsel, Medco Foundation, Bumi Rantau Energi, Bank Indonesia, Strive, Salomon, BPJS Ketenagakerjaan, Kimia Farma, Crystalline, dan Netflix.id.  Melalui kegiatan lari bersama dengan masyarakat umum, diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antara institusi perguruan tinggi dengan publik. Dengan demikian, hal ini dapat memperbesar upaya mencapai tujuan kota dan permukiman yang berkelanjutan.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Efisiensi Energi di Universitas Padjadjaran: Rata-Rata Penggunaan Listrik per Orang

Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah berupaya untuk meningkatkan efisiensi energi di seluruh lingkungan kampus. Salah satu cara untuk memantau dan mengelola konsumsi energi adalah dengan memahami seberapa banyak listrik yang digunakan per orang di kampus. Pada tahun 2023, total penggunaan listrik di Unpad diperkirakan mencapai 12.000.000 kWh. Penggunaan listrik ini mencakup berbagai fasilitas, termasuk ruang kelas, laboratorium, perkantoran, dan perpustakaan. Dengan jumlah populasi kampus yang mencapai sekitar 36.958 orang, kita dapat menghitung rata-rata penggunaan listrik per orang. Menggunakan data ini, total penggunaan listrik per orang di Unpad adalah 325 kWh. Ini berarti setiap individu di kampus, jika dibagi rata, menggunakan sekitar 325 kWh listrik selama periode tersebut. Angka ini memberikan gambaran yang jelas tentang konsumsi listrik di tingkat individu. Memahami angka ini penting karena membantu Unpad dalam merancang strategi untuk mengurangi konsumsi energi. Dengan mengetahui rata-rata penggunaan listrik, pihak universitas dapat lebih efektif dalam mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, merancang langkah-langkah efisiensi energi, dan mendukung upaya keberlanjutan di kampus. Melalui pendekatan ini, Unpad tidak hanya berusaha mengurangi biaya operasional, tetapi juga berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi energi. Ini merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk menciptakan kampus yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Writer: Gilang Januarsyah

Berita

“Smart Watering” sebagai Perangkat Hidroponik PintarDosen dan Mahasiswa FTIP Unpad

Jatinangor, Jawa Barat – Tim peneliti Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran telah mengembangkan perangkat hidroponik menggunakan prinsip self watering system tanpa menggunakan energi listrik.  Dosen FTIP Unpad Dr. Sophia Dwiratna Nur Perwitasari, M.T., bersama lima mahasiswanya: Diki Abdulah, Chaerul Amin, Shilvya Dewi Agustien, Annisa Nurdiah, dan Salma Waffiyah mengembangkan sebuah perangkat yang dinamakan “Smart Watering”. Perangkat ini merupakan sebuah produk hasil hilirisasi Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi 2018-2019 yang diketuai oleh Dr. Sophia. Kemudian, produk ini diusulkan dalam kompetisi bisnis yang difasilitasi oleh Hibah Inovasi Pre-Startup Mahasiswa Unpad (HIPSMU).   Diki mengungkapkan bahwa penggunaan listrik dalam hidroponik cukup tinggi, terutama penggunaan listrik untuk pengelolaan air.  Maka dari itu, “Smart Watering” hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Selain itu, Diki juga mengungkapkan bahwa “Smart Watering” memanfaatkan gaya gravitasi, prinsip archimedes, dan kapilaritas, dan memberikan hasil yang sama bagusnya dengan sistem yang memakai energi listrik untuk irigasi.  Penggunaan “Smart Watering” dipastikan dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air dan nutrisi, dan tentunya hemat listrik. Selain itu, produk ini dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman dan metode hidroponik, seperti substrat dan kultur air. “Kami mengaplikasikan self watering system, dimana 100% air dan nutrisi akan diserap oleh tumbuhan. Proses penguapan dari media tanamnya kami minimalisir,” jelas Diki. Produk ini menggunakan berbagai komponen yang terdiri dari tandon, bucket, valve, dan saluran irigasi. Terkait penggunaan, pertama-tama tandon diisi dengan air dan nutrisi, lalu ketika keran dibuka, air dan nutrisi akan masuk ke setiap katup yang ada di wadah, dimana katup tersebut akan mengatur pemberian irigasi.  “Setiap bucket akan diairi oleh valve sesuai dengan kebutuhan tanaman,” imbuh Diki.  Dengan demikian, pengguna tidak perlu setiap hari menyiram. Proses menyiram tanaman hanya memerlukan waktu satu minggu sekali atau sesuai dengan fase tumbuh tanaman.  Diki dan tim memiliki prinsip “bertani tanpa ribet”, dimana penggunaan “Smart Watering” dinilai praktis, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Dengan kata lain, mereka berupaya menciptakan produk yang mudah digunakan dengan hasil yang optimal.  Mengenai ciri fisik produk, satu instalasi produk berukuran sekitar 150×60 cm, dan diperkirakan mampu digunakan untuk 70 lubang tanaman sayur daun dan 10 tanaman sayuran buah. Menanggapi hal ini, Diki mengatakan bahwa produk ini dapat dimanfaatkan di teras-teras rumah atau pekarangan. Selain itu, produk ini mudah dikemas, dan pemasangannya mudah.  Produk ini sudah dipasarkan dan digunakan di berbagai daerah. Dik…………..i dan tim berharap, masyarakat (terutama yang tinggal di perkotaan) mudah bercocok tanam di pekarangan rumahnya masing-masing, dengan adanya produk ini. Selain itu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) juga diharapkan dapat mengambil peran dalam mempromosikan dan memperkenalkan produk ini ke khalayak umum dengan pendekatan yang berkaitan dengan budaya.  Diharapkan pula, produk mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan Indonesia,.  “Kami sangat berharap, produk ini dapat membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, dikarenakan kami juga akan memproduksi ke dalam skala yang lebih besar,” pungkas Diki. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Penyandang Disabilitas, Unpad Kembangkan Platform Disabisa

Jatinangor, 26 Januari 2023 – Unpad mengembangkan situs Disabisa untuk memberikan keterampilan komunikasi bagi penyandang disabilitas. Disabisa merupakan situs pembelajaran komunikasi yang digagas oleh Fakultas Ilmu Komunikasi dan Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Universitas Padjadjaran, dengan dukungan Ditjen Dikti. Berbagai Fakultas turut mendukung situs pembelajaran tersebut, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  Inovasi pembelajaran ini diinisiasi dan dikelola oleh empat dosen Fikom Unpad, yaitu Dr. Ira Mirawati, M.Si., Putri Limilia, M.Si., Jimi Narotama Mahameruaji, M.Si., serta Dr. Herlina Agustin, M.T. Melansir dari situs resmi Disabisa, terdapat beberapa tujuan atau harapan yang ingin dicapai dari upaya ini. Tujuan dan harapan tersebut adalah:– Menyadarkan teman-teman difabel netra dan daksa akan potensi mereka untuk dapat menjadi pembicara andal.– Membantu teman-teman difabel netra dan daksa menemukan kelebihan dirinya masing-masing.– Menuntun teman-teman difabel netra dan daksa untuk berlatih menyusun materi public speaking.– Menuntun teman-teman difabel netra dan daksa untuk praktik berlatih vokal.– Menuntun teman-teman difabel netra dan daksa untuk praktik menggunakan kekuatan bahasa nonverbal.– Menuntun teman-teman difabel netra dan daksa berlatih membuka dan menutup pidato dengan menarik. Selain menyasar penyandang disabilitas netra dan daksa, kini Disabisa juga menyasar penyandang tuli. Baru-baru ini, Disabisa meluncurkan video seri pelatihan “Menjadi Kreator Konten Media Sosial bagi Teman Disabilitas Rungu”. Video seri pelatihan ini merupakan program kedua dari Disabisa Unpad. Sebelumnya, video seri pelatihan lainnya sudah diluncurkan oleh Disabisa pada tahun 2021, yaitu video seri pelatihan “Public Speaking bagi Disabilitas Netra dan Disabilitas Daksa”. Belajar Bikin Konten Secara Mandiri Managing Director Disabisa Unpad, Dr. Ira Mirawati, M.Si., mengatakan bahwa hadirnya video seri di website resmi Disabisa Unpad dilakukan untuk memberikan kesempatan pada teman-teman disabilitas rungu belajar secara mandiri menggunakan gawai di mana pun dan kapan pun. Untuk memudahkan teman-teman disabilitas dalam belajar, video-video yang ada dilengkapi dengan bahasa isyarat dan teks. Ira mengatakan bahwa dengan adanya keterampilan membuat konten media sosial, mereka dapat mendapatkan penghasilan sebagai kreator konten, selain memiliki kesempatan menyampaikan ide-idenya. Rangkaian Materi Adapun rangkaian materi yang disediakan dalam video seri itu meliputi: – Perkenalan profesi kreator konten – Keterampilan dasar kreator konten – Mencari ide untuk konten – Pencahayaan foto – Komposisi foto dan gambar – Fotografi dan videografi dengan ponsel pintar – Mengedit video sederhana – Serta bagaimana mendapatkan penghasilan dari media sosial. Bisa Dipelajari Masyarakat Umum Materi-materi yang disajikan pada website Disabisa dikhususkan untuk teman-teman disabilitas rungu, namun tidak menutup kemungkinan terhadap masyarakat umum yang ingin belajar. Disabisa dapat diakses di https://disabisa.unpad.ac.id/. Sebelumnya Ira menyampaikan bahwa berbicara di depan umum kerap menjadi tantangan bagi banyak orang biasa, terutama bagi penyandang disabilitas. Meski demikian, kemampuan berbicara di depan umum pada kenyataannya memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas, yaitu peningkatan derajat hidup.  Maka dari itu, Unpad mengembangkan laman Disabisa. Disabisa hadir untuk membantu teman-teman disabilitas dalam menemukan, mengeksplorasi, dan melatih kemampuan public speaking-nya. “Jika mereka memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, mereka akan memiliki kemampuan untuk menjadi penyaji efektif,” pungkas Ira. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Kabar Gembira, Akhirnya Kema Unpad Punya Calon Pemimpin!

Jatinangor, 25 Januari 2023 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Kema Unpad) telah melaksanakan Musyawarah Mahasiswa (Musyma) mengenai pencalonan dan penetapan calon nama Ketua dan Wakil Ketua BEM, serta Majelis Wali Amanat – Wakil Mahasiswa (MWA-WM) Unpad 2023 pada Senin (23/01). Musyawarah tersebut menghasilkan dua pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema, serta calon tunggal untuk MWA WM. Ratusan Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Kema Unpad) menyaksikan musyawarah tersebut melalui platform Zoom Meeting. Ketua BEM Kema Unpad 2022, Virdian Aurellio, membuka acara dengan memaparkan penjelasan singkat mengenai isu kekosongan pemimpin yang terjadi. Selanjutnya, Virdian menyerahkan penjelasan teknis pencalonan nama kepada Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Raushan Fikri. Sebelum memulai penjelasan, Raushan menjabarkan tentang Hak Diskresi, yaitu urgensi untuk mengesampingkan peraturan Pemilihan Raya Mahasiswa (Prama) dengan Musyma sebagai patokan pada pemilihan. Dengan adanya situasi yang mendesak, penetapan calon nama dilakukan tanpa syarat. Mengenai transparansi pengajuan calon nama, Prama Unpad telah merilis hasil dari Google Form melalui unggahan instagram @pramaunpad pada (23/12) lalu. Dalam unggahan tersebut, terdapat lima nama yang diajukan untuk menjadi Calon Ketua BEM, dua nama untuk Wakil Ketua BEM, dan tiga nama untuk MWA-WM. Masing-masing nama yang telah diajukan kemudian ditanyakan mengenai kesediaan mereka untuk maju. Alhasil, dihasilkan dua nama pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM, yaitu Mohamad Haikal Febrian Syah (Faperta) dan Fuji Fitri (FIB), serta Yusuf Iskandar (FISIP) dan Fitrasani Aulia (FK). Selain itu, pada (24/01), Prama telah melakukan pengundian nomor urut peserta. Untuk Ketua dan Wakil Ketua BEM, Haikal – Fuji mendapat nomor urut satu, sedangkan Yusuf – Aulia mendapat nomor urut dua. Untuk MWA-WM sendiri, hanya terdapat calon tunggal yaitu Fissilmi Kaffah (Fikom).  Linimasa Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad dan MWA-WM Unpad: Setelah melewati berbagai lika-liku, Kema Unpad akhirnya memiliki calon pemimpin yang akan berkontestasi dalam Pemilihan Raya Unpad.  Mari kita terus amati para calon pemimpin Kema Unpad.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Kenalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Unpad AdakanSDGs Training kepada Para Siswa SMK

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda pembangunan dan pengembangan dunia, baik dari sistem sosial maupun alam, yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan secara global. Adapun agenda-agenda yang tertuang di dalamnya terdiri dari 17 poin dan disertai dengan sub-sub poin penjelasan yang detail.  Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, masyarakat perlu untuk kenal dengan SDGs. Hal ini dikarenakan, baik masyarakat maupun pemerintah perlu untuk saling berkolaborasi.  KKNM-PPM Achievement Motivation Training Universitas Padjadjaran merupakan sebuah program pengabdian masyarakat. Adapun salah satu projek program ini, yaitu penyelenggaraan SDGs Training yang ditujukan kepada generasi muda dengan memberikan pelatihan langsung mengenai SDGs.  Projek SDGs Training yang digelar oleh KKNM-PPM Achievement Motivation Training Unpad ini dilakukan pada Senin (29/07/2019) dengan durasi pematerian 90 menit. Program ini diketuai oleh Mohamad Fahmi, S.E., M.T., Ph.D. Adapun pelatihan tersebut diberikan kepada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Unggulan Terpadu PGII yang beralamat di Jl. Pahlawan Blk No. 17, Cihaur Geulis, Jawa Barat.  Pematerian yang diberikan menggunakan metode enjoy learning dengan tetap mengacu pada panduan yang diberikan UNICEF. Materi tergolong ke dalam tiga sub pembahasan, yaitu pengenalan SDGs, penyampaian tujuan-tujuan dalam SDGs berdasarkan masing-masing pilar, dan aktivitas kelompok yang terdiri dari menggambar negara SDGs, menyampaikan hasil gambar, dan gagasan realisasi SDGs melalui pledge card.  Di sisi lain, KKNM-PPM Unpad turut memberikan pelatihan daring SDGs dalam bentuk Massive Open Online Course (MOOC) melalui platform media, seperti Youtube dan laman khusus pelatihan daring lainnya. Hal ini bertujuan agar pelatihan dan pembelajaran terkait SDGs dapat diakses oleh siapa pun tanpa terbatas ruang dan waktu. Adapun pelaksanaan pelatihan daring berfokus pada proses pembuatan program oleh mahasiswa anggota KKNM.  Dengan adanya program pelatihan SDGs yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda diharapkan semakin meluaskan pengetahuan agenda terkait upaya perwujudan kesejahteraan global.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Pemerintah Kota Bandung Gandeng FIB Unpad Tingkatkan Kualitas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah

Bandung – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pencapaian target kegiatan budaya dan pariwisata wilayah Kota Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melakukan kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Budaya sebagai bentuk kerja sama antara pemerintah dengan institusi pendidikan.  Penandatanganan kerja sama antara FIB dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dilakukan di Prime Park Hotel pada Kamis (8/12) dihadiri oleh Wakil Dekan II FIB Unpad Dr. Mumuh Muhsin, M.Hum., Manajer Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Dr. Taufik Ampera, M.Hum., beserta Ketua Program Studi Sastra Sunda Dr. Hera Meganova Lyra, M.Hum. Melalui kolaborasi yang dibangun antara Fakultas Ilmu Budaya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan wilayah melalui kualitas sumber daya manusia dalam upaya memajukan potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki oleh Kota Bandung untuk disuguhkan kepada masyarakat lokal, nasional, maupun internasional.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Tim GNRM FIB Unpad Bersama Kemenko PMK Gelar Pelatihan Copywriting

Tim Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran bekerjasama dengan Kementrian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyelenggarakan pelatihan secara luring bertajuk “Tingkatkan Penjualan dengan Copywriting” pada Jumat, 3 September 2021. Peserta pelatihan adalah pelaku usaha kecil menengah (UKM) Saluyu yang merupakan mitra dari tim GNRM FIB Unpad di Kabupaten Sukabumi. Pelatihan copywriting ini dibutuhkan para pelaku usaha agar dapat meningkatkan penjualan dengan cara menjangkau konsumen yang lebih luas lagi. Dalam kegiatan yang berlangsung di aula Kelompok Usaha Bersama Saluyu, Kabupaten Sukabumi, dosen FIB Unpad Mohamad Noor Rizal, M.A. menyampaikan materi yang berisi tips serta kiat-kiat merangkai kata agar dapat meningkatkan omzet penjualan. Ketua tim kegiatan, Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum, yang memberikan sambutan di pertemuan ini menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya bahasa sebagai salah satu strategi penjualan sehingga calon konsumen dapat tertarik untuk membeli produk yang diiklankan, terlebih pada masa pandemi ini. Anggota UKM Saluyu yang mayoritas kaum ibu tampak antusias dan dapat memahami materi yang disampaikan dengan mampu memberikan contoh aplikasi copywriting dalam memasarkan produk mereka. Hal ini juga terlihat dari jawaban yang mereka berikan saat berdiskusi. Beberapa anggota UKM Saluyu ternyata sudah mulai memasarkan produk mereka secara online dengan terlebih dahulu memikirkan kalimat menarik agar produk yang ditawarkan dapat dilirik calon konsumen. Pada kesempatan terpisah, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) perwakilan dari Kemenko PMK yang turut hadir dalam kegiatan berharap bahwa program GNRM yang sudah dilaksanakan oleh tim FIB Unpad selama dua bulan ini mampu merangkul audiens serta mitra yang lebih luas lagi sehingga menjadi program yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Berita

UKM Saluyu Sukabumi Ikuti Inkubasi GNRM oleh Tim FIB Unpad

Pelaku usaha dari Usaha Kecil Menengah (UKM) Saluyu yang berasal dari desa Sukaraja di Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan inkubasi (pembinaan dan pendampingan) Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) secara daring melaui Zoom yang dilaksanakan pada hari Senin, 23 Agustus 2021. Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum. mengatakan, kegiatan inkubasi ini menjadi pembuka dari rangkaian program kegiatan GNRM yang telah direncanakan. Program GNRM 2021 ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Kementrian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bersama Forum Rektor Indonesia (FRI). Kegiatan program secara detail dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi (PT) termasuk Universitas Padjadjaran. Program GNRM ini mengutamakan perwujudan nilai-nilai Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong melalui peran aktif PT sebagai elemen dari masyarakat. Pada pertemuan virtual ini Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan The Local Enablers Community and Product Development dalam menyampaikan topik tentang “Merancang Produk yang Disukai Konsumen”, dan kelompok UKM Saluyu yang terkenal karena olahan ikan nilanya terlihat antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas berwirausaha. Koordinator kegiatan, Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum, membuka serta memberikan sambutan di pertemuan daring ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi belajar yang dipandu Muhammad Nur Rijaldi, S.T.P. dan Aryanita Sembiring, S.T.P. dengan pendekatan Design Thinking: sebuah pendekatan yang menekankan pada pola pikir ala desainer di mana ada tahapan–tahapan cara berpikir dalam menemukan solusi. Anggota UKM Saluyu yang mayoritas kaum ibu tampak dapat memahami materi yang disampaikan dengan mampu menyebutkan contoh aplikasi Design Thinking dalam keseharian mereka berwirausaha. Hal ini juga terliihat dari jawaban yang mereka berikan saat berdiskusi. UKM Saluyu ternyata sudah mulai menjalin hubungan dengan konsumen dan kerap bertanya kepada mereka tentang perasaan saat menikmati produk yang ditawarkan untuk ditindaklanjuti. Pada kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. menyampaikan bahwa program GNRM ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata terhadap cara pandang kemandirian finansial di Indonesia, khususnya pemberdayaan perempuan.

Scroll to Top