Berita

Berita

Kurangi Tingkat Kelaparan, Mahasiswa Unpad Beri Beasiswa Makan bagi Kalangan Tidak Mampu

Jatinangor, Jawa Barat – Makanan dan minuman menjadi suatu kebutuhan primer bagi setiap makhluk hidup. Akan tetapi, tidak semua orang mampu menjangkau hal tersebut. Salah satu faktornya, yaitu karena ekonomi.  Menyadari kenyataan kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Padjadjaran, Nur Rachman, yang akrab disebut “Ray” membuka peluang yang memungkinkan semua orang, termasuk mahasiswa dan masyarakat sekitar dapat makan dengan membayar seikhlasnya. Hal ini dilakukannya dengan membuka sebuah rumah makan yang diberi nama “Surga Dunia”. Adapun visi yang diangkatnya, yaitu “Indonesia Anti Kelaparan”. Dengan ini, Ray berharap dapat memberi makan kepada kalangan tidak mampu.  “Biasanya teman-teman di akhir bulan suka susah makan karena kehabisan uang. Minimal kita bantu mereka daripada membantu dengan cara mentraktir dan menjadi ketergantungan,” ungkap Ray kepada Humas Unpad pada Kamis (23/10).  Bisnis yang dikembangkan oleh Ray ini telah mengalami pasang dan surut. Sejak dibuka tahun 2012, Ray kerap berusaha untuk menarik para investor agar yakin dengan konsep rumah makan yang diusungnya tersebut. Namun, setelah 3 bulan berjalan, bisnisnya ini mengalami kerugian karena ketidakjujuran para pengunjung. Rumah makan yang ditujukan untuk membantu kaum papa, alih-alih justru dimanfaatkan oleh pengunjung yang mampu dengan membayar sesukanya.  Meskipun mengalami kerugian karena hal tersebut, Ray bersama ketiga temannya tidak hilang akal untuk tetap membantu. Mereka kerap mengkaji dan mengevaluasi konsep rumah makan “Surga Dunia” tersebut. Hal tersebut membawa mereka kepada metode baru dengan menerapkan waktu tertentu untuk dapat membayar sesukanya. Namun, hal ini tetap tidak berjalan optimal, sehingga Ray memutuskan kepada pengunjung untuk membayar sesuai harga yang telah ditetapkan. Kendati demikian, Ray tetap dapat membantu kalangan tidak mampu dengan memberi “beasiswa makan”.  “Untuk yang gak mampu tinggal daftar ke kita, sehingga kita seperti memberi beasiswa makan. Mereka tinggal daftar, isi formulir dan mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan kita akan kasih Kartu Anti Kelaparan. Jadi segmentasinya menjadi lebih jelas”, ungkapnya.  Konsep “berbisnis sambil beramal” nyatanya mampu membawa Ray meraih Juara I Tingkat Nasional kategori Industri dan Boga pada ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Ray mengaku bahwa konsep rumah makan demikian menjadi satu-satunya di kawasan Asia saat itu.  Dari bisnis industri yang telah dilakukannya, Ray mengaku bahwa ia sangat menikmati usahanya. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat merealisasikan tujuannya untuk membantu mahasiswa, staff, maupun masyarakat yang tidak mampu dengan ikhlas. Program-program yang turut berkontribusi pada pengentasan kemiskinan diharapkan semakin luas dan mampu merealisasikan fungsinya sesuai target. Hal ini merupakan langkah yang tepat dalam upaya mengurangi bencana kelaparan yang dapat terjadi kepada mahasiswa, staf, maupun masyarakat luas yang tidak mampu.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

BEM Keperawatan PSDKU Unpad Adakan Kegiatan Donor Darah

Jatinangor, 23 Oktober 2023 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keperawatan PSDKU Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PMI Kabupaten Pangandaran menyelenggarakan aksi donor darah di kampus PSDKU Unpad Pangandaran, Sabtu (21/10).  Kegiatan ini merupakan acara puncak sekaligus penutupan dari rangkaian kegiatan “Future Nurse”, sebuah program kerja dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan BEM Keperawatan Wilayah Pangandaran sebagai sarana untuk mengaplikasikan secara langsung keterampilan mahasiswa keperawatan kepada masyarakat sekitar.   Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Markas PMI Pangandaran Dadang Gunawan, Ketua Program Studi Keperawatan Kampus Pangandaran Dr. Siti Yuyun Rahayu Fitri, S.Kp., M.Si, para dosen Keperawatan, tenaga kependidikan, para mahasiswa dari berbagai prodi di PSDKU Unpad, serta beberapa mahasiswa dari Kampus Unpad Jatinangor, yang di antaranya merupakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  Dalam sambutannya, Dadang mengapresiasi para pendonor yang telah mendonorkan darahnya. Harapannya, aksi donor darah ini dapat memberikan efek positif bagi sesama yang membutuhkan. Dadang juga berharap bahwa kegiatan ini dapat dijalankan secara rutin.  Dengan mendonorkan darah bagi sesama yang membutuhkan, diharapkan juga rasa kepedulian mahasiswa terhadap sesama dibangun dalam kegiatan ini.  Dalam kegiatan ini, secara keseluruhan dihasilkan 56 kantong darah yang terdiri berbagai golongan darah, yaitu A, B, AB, dan O. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Dharma Wanita Persatuan Unpad Gelar Diskusi Mengenai Makanan Sehat

Jatinangor, 17 Oktober – Selasa (11/10), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Knowledge Sharing dengan tema “Smart Mom: Preparing Healthy and Simple Food” di Aula Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad, Jatinangor. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai makanan sehat dan mudah.  Ketua DWP Unpad, Dr. Reiva Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan rutin DWP Unpad, di mana pada kali ini, Dharma Wanita dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian menjadi tuan rumahnya sebagai tuan rumah. Selain ini beliau mengatakan, selain untuk menjalin tali silaturahmi, ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.  Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Sarifah Nurjanah., M.App.Sc., mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta dalam membuat makanan sehari-hari yang sehat dan mudah. Kegiatan positif yang turut didukung oleh Fakultas Ilmu Budaya dan fakultas lainnya ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya Wakil Ketua Bidang Sosbud DWP Unpad, Anita Yanyan, Ketua DW FTIP Unpad, Tia Amina Setiawati, serta para anggota DWP Unpad.   Dalam acara ini, dosen FTIP Unpad sekaligus narasumber acara, Dr. Souvia Rahimah, M.Sc. menerangkan bahwa tubuh membutuhkan makanan sehat untuk menjaga fungsi dan kinerja organ.  Makanan yang dianggap sehat biasanya mengandung berbagai nutrisi, baik makro maupun mikro. Makanan sehat juga harus bersih, halal, dan mengandung gizi yang seimbang, termasuk proporsi yang seimbang dari karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Souvia mengatakan bahwa banyak jenis makanan sehat dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi, tidak hanya satu jenis makanan. Ia menyarankan untuk mengubah menu makanan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hal ini dikarenakan berbagai jenis makanan dapat memberikan nutrisi yang berbeda, sehingga gizi yang diperlukan oleh tubuh bisa terpenuhi.  Souvia mengatakan bahwa sebagai seorang ibu, kita dituntut untuk cerdas dalam memilih dan menyajikan makanan demi keluarga tercinta, meskipun sesibuk apapun diri kita dalam menjalankan berbagai aktivitas rutin di kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan bahwa kita harus mengenali tubuh kita dan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan kita.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Resmi Ditetapkan, Ini Tugas Satgas PPKS Unpad

Jatinangor, 17 Oktober – Senin (29/08), Universitas Padjadjaran menetapkan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unpad Periode 2022-2024. Sebanyak 9 orang dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa telah ditetapkan menjadi Satgas PPKS Unpad.  Berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 3881/UN6.RKT/Kep/HK/2022 tertanggal 29 Agustus 2022., sembilan nama tersebut ditetapkan sebagai Satgas PPKS Unpad. Surat Keputusan Rektor tersebut menjelaskan beberapa tugas dari Satgas PPKS Unpad yang meliputi:  Ketua Satgas PPKS Unpad, Antik Bintari, M.T., mengatakan bahwa secara garis besar tugas Satgas PPKS Unpad sesuai dengan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, yaitu melakukan pencegahan dan penanganan/merespons kasus.  Tim Satgas untuk jangka pendek akan segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait alur pengaduan, alur koordinasi, hingga melakukan kerja sama dengan mitra strategis, baik dalam maupun luar kampus.  Antik mengatakan bahwa Satgas PPKS Unpad akan mengaitkan internal kampus dengan Biro Bantuan Hukum, layanan psikologi, Pusat Riset Gender dan Anak, serta dengan BEM di level fakultas maupun universitas. Sementara itu, mitra luar kampus akan berkaitan dengan beberapa NGO dan instansi pemerintah yang memiliki unit pelaksana teknis dinas dalam melakukan penanganan. Adapun struktur Satgas PPKS Unpad adalah sebagai berikut:  Ketua : Antik Bintari, S.I.P., M.T.  Sekretaris : Jovanna Tan Anggota : Dr. Ari Jogaiswara Adipurwawidjana, drs., M.A. Dr. Lies Sulistiani, S.H., M.Hum.,    Eka Komalasari Adiwilaga, S.T., S.E., MM., Ak.,    Fikri Triandhika    Gita Mega Andriani Pasaribu    Siska Bradinda Putri Sudirman    Yahya Achmad Hamim. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Tim KKN Unpad Adakan Penyuluhan Kesuburan Tanah dan Tanaman

Kabupaten Bandung, Jawa Barat — Program pengabdian masyarakat idealnya merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan agar mahasiswa atau kampus dapat mengimplementasikan ilmu dan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu mengatasi masalah yang ada dalam masyarakat. Di sisi lain, hal ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi.  Seperti yang dilakukan oleh salah satu tim KKN-PPM Integratif Universitas Padjadjaran di Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Tim KKN yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Mahfud Arifin, M.S. ini berfokus pada masalah komoditas pertanian desa. Adapun Desa Campakmulya terkenal dengan komoditasnya yang berupa kopi arabika dan ubi jalar.  Tim KKN-PPM Integratif ini mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Lahan Perkebunan Kopi Berdasarkan Karakteristik Tanah dan Lingkungannya”. Pada minggu pertama program, mahasiswa tim KKN berhasil menemukan permasalahan utama Desa Campakamulya. Masalah tersebut terdapat pada produktivitas tanaman kopi di bawah tegakan pinuh yang lebih rendah dibandingkan di bawah tegakan rasamala. Selain itu ada pula masalah-masalah lain yang dihadapi, seperti pelestarian budaya, mitigasi bencana, kesadaran kesehatan gigi, minat usaha tani, dan sumber daya manusia.  Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, mahasiswa membagi tim besarnya ke dalam beberapa sub kelompok. Terdapat tiga sub kelompok dengan tema program yang berbeda, yaitu Forum Diskusi Petani Kopi Campakamulya, Penyuluhan Pembuatan Nematisida dna Biosaka, dan Pemetaan Status Unsur Hara Tanah di Perkebunan Kopi. Berbagai mahasiswa dari setiap Fakultas tergabung dalam tiga sub kelompok tersebut, yaitu mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Pertanian (Faperta), Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ilmu Budaya (FIB), Perikanan (FPIK), Teknik Industri Petanian (FTIP), Teknik Geologi (FTG), dan Kedokteran Gigi (FKG). Dari sub kelompok satu, ditemukan permasalahan pada fase pra-tanam, pemeliharaan, dan pasca panen kopi arabika. Hal ini disebabkan karena sarana pertanian yang belum memadai dan hama penyakit pada tanaman kopi. Menindaklanjuti hal tersebut, kegiatan dilanjutkan oleh sub kelompok dua dengan mengadakan penyuluhan pembuatan nematisida dan biosaka. Pemateri yang diundang pada penyuluhan ini, yaitu Ir. Noor Istifadah, Mc.P, Ph.D. dan perwakilan Klinik Tanaman (Klintan) Unpad. Rangkaian kegiatan ditutup oleh sub kelompok tiga dengan pembuatan peta sebaran status unsur hara perkebunan kopi. Keseluruhan program KKN ini ditutup dengan seminar dengan dua pemateri, yaitu Prof. Dr. Ir. Mahfud Arifin, M.S. yang berkaitan dengan “Peningkatan Produktivitas Tanaman Kopi Berdasarkan Kondisi Lahan dan Kesuburan Tanah” dan Dr. Ir. Toto Sunarto, M.P. dengan materi “Nematoda Pada Tanaman Kopi dan Cara Pengendaliannya”. Seminar akhir yang diselenggarakan ini bertujuan sebagai upaya menjaga kerjasama antara petani kopi dan akademisi terkait permasalahan produktivitas kopi puntang. Seminar akhir dihadiri oleh Sekretaris Desa Campakamulya, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Ketua Tani Hutan (KTH), dan petani kopi.  Berdasarkan bahasan seminar, Prof. Dr. Ir. Mahfud Arifin, M.S. menyampaikan bahwa permasalahan utama produktivitas kopi Desa Campakamulya disebabkan karena kemiringan lereng yang curam, kedalaman tanah yang dangkal, dan bahaya erosi yang tinggi. Adapun kesuburan tanah desa ini relatif sedang. Di sisi lain, Dr. Ir. Toto Sunarto, M.P. menambahkan bahwa terdapat 17 nematoda parasit yang menjadi hama dan penyakit yang telah menyerang tanah di wilayah perkebunan tersebut.  Dengan terlaksananya program pengabdian masyarakat ini, masyarakat semakin mengetahui masalah yang dihadapi, sekaligus upaya penyelesaiannya. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam mewujudkan produktivitas lahan yang berkelanjutan.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Dosen PSDKU Unpad Dampingi Peneliti BRIN Menyusun Artikel Ilmiah

Jatinangor, Jawa Barat – Dosen Program Studi Perikanan sekaligus Ketua Prodi Perikanan Laut Tropis PSDKU Universitas Padjadjaran di Pangandaran Alexander M. A. Khan, M.Si., PhD, melakukan pendampingan terhadap riset yang dilakukan tim Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP BRIN) melalui Rumah Program Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora.  Bertempat di Hotel Grand Tebu, Bandung, penguatan dilakukan melalui diskusi dan konsinyasi. Dalam diskusi dan konsinyasi tersebut, Alex bertemu langsung dengan tim riset BRIN yang beranggotakan Anta Maulana, Awani Irewati, Imam Prakoso, dan Viga Ananda Wicaksono. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai fakultas, khususnya Fakultas Ilmu Budaya sebagai dukungan terhadap kemajuan riset ilmu pengetahuan.  Ia menuturkan bahwa tim peneliti BRIN melakukan kajian dengan judul “Model Konektivitas Laut di Wilayah Sangihe dan Talaud: Optimalisasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu untuk Mengurangi Kegiatan Illegal Fishing”. Kajian tersebut menelaah mengenai kawasan Dinosaur Area yang diduga menjadi area dengan tingkat illegal fishing yang tinggi.  Saat ini, pengumpulan data lapangan telah diselesaikan oleh tim. Selanjutnya, tim bermaksud untuk memublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan ke dalam jurnal ilmiah. Selain itu, tim sedang dalam tahap pengolahan data dan penyusunan draf jurnal. Proses penyusunan draf jurnal ini dibantu berdasarkan pengalaman dan pandangan Alex mengenai pengolahan data dan penyusunan draf artikel.  Isu perikanan di Indonesia, seperti ekonomi biru, praktik “IUU Fishing”, dan kebijakan penangkapan terukur dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain itu, dibahas juga beberapa hal lainnya, seperti pembahasan mengenai apa saja jurnal nasional maupun internasional yang bereputasi di bidang perikanan dan kelautan, komposisi dari laporan penelitian dan langkah-langkah dalam mengajukan naskah yang dimulai dari pemilihan jurnal yang cocok, menyusun naskah, membuat pengajuan naskah, proses peer review, produksi, hingga menerima publikasi.  Alex mengatakan bahwa dalam melakukan publikasi pada jurnal ilmiah, intinya jangan terburu-buru menerbitkan artikel. Harus berkali-kali memastikan sebelum mengirim artikel. Pastikan juga artikel yang sesuai dengan apa yang ingin disampaikan. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Dukung Kampus Berkelanjutan, Unpad Buka Ruang Terbuka Hijau

Jatinangor, Jawa Barat – Memiliki ruang terbuka hijau menjadi salah satu fasilitas penunjang yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Tidak lain, hal ini karena mampu menyajikan udara segar, sekaligus mendukung upaya mengembalikan lingkungan hijau di wilayah kampus.  Universitas Padjadjaran merupakan salah satu kampus yang mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang berkelanjutan. Berbagai bentuk Fakultas Ilmu Budaya dan berbagai fakultas lainnya di Unpad lakukan untuk merealisasikan harapan tersebut, salah satunya dengan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di berbagai sudut kampus.  Prinsip kampus hijau yang diterapkan Unpad memiliki luasan sekitar 90.37% dan terbagi atas beberapa area hijau, seperti 30.08% vegetasi hutan (625.009,83 m2), 41.77% vegetasi tanaman (744.308 m2), dan 10.96% area resapan air (195.356,39 m2). Area tersebut tersebar di berbagai fakultas, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya. Dengan adanya keberadaan RTH yang cukup luas ini dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas lingkungan, menjadi daerah resapan air, dan menyediakan habitat yang baik bagi flora dan fauna. Di sisi lain, fasilitas ini juga dapat digunakan mahasiswa sebagai sarana belajar, diskusi, ataupun bersantai.  Fasilitas Belajar dan Bersantai di Unpad Dari sekian banyak ruang terbuka hijau yang dimiliki Unpad, salah satu yang menarik mahasiswa untuk menghabiskan waktu, yaitu hutan kampus atau yang biasa dikenal sebagai “Arboretum”. Fasilitas yang didesain menyerupai hutan alam bernilai konservasi ini terbagi atas berbagai zona, yaitu zona tanaman langka, zona tanaman industri, zona kebun kemiri, dan zona kebun mahoni.  Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan fakultas lainnya di Unpad kerap kali menggunakan arboretum sebagai laboratorium alam, khususnya bagi mahasiswa yang tertarik dengan isu alam. Selain itu, banyak juga mahasiswa yang menggunakan fasilitas ini untuk berolahraga sore.  Dengan adanya ruang terbuka hijau ini, Fakultas Ilmu Budaya dan berbagai fakultas lainnya di Unpad mendukung upaya melestarikan alam dan mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman serta berkelanjutan.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Rumah Sakit Pendidikan Unpad menjadi Pionir Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha

Bandung, Jawa Barat — Penyediaan layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau menjadi kebutuhan masyarakat yang juga salah satu agenda pemerintah. Tidak jarang, pembangunan layanan kesehatan tersebut berkolaborasi dengan institusi perguruan tinggi.  Hal ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran pada pembangunan Rumah Sakit PTN (RSPTN) Universitas Padjadjaran Tahap 2 yang bekerja sama dengan pemerintah. Pada hal ini, kerja sama tersebut terealisasi melalui melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan didukung Kementerian Keuangan melalui Project Development Facility (PDF). Adapun pertemuan terkait hal tersebut telah dilaksanakan di Executive Lounge, Unpad Dipati Ukur No. 35 pada hari Rabu (29/9/2023).  Pada pertemuan awal tersebut ditargetkan ditandatanganinya perjanjian KPBU dan financial close pada kuartal 4 tahun 2024.  Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Republik Indonesia Brahmantio Isdijoso menyatakan bahwa pihak Kemenkeu turut membantu dalam sejumlah bidang, seperti penyiapan proyek KPBU, manajemen RS PTN Unpad dan penguatan keuangan di Unpad. Di sisi lain, dirinya turut menambahkan bahwa Unpad menjadi pionir proyek KPBU, khususnya melalui Rumah Sakit Pendidikan yang dibangun oleh PTN BH.  “Harapan kami proses ini juga menjadi sebuah knowledge management yang dibuat oleh Unpad,” tuturnya. Dalam pelaksanaan proyek ini, Kementerian Keuangan memberikan tanggung jawab kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Persero (PT SMI) yang nantinya akan memberikan sejumlah konsultan profesional. Para konsultan yang ditugaskan pada pengembangan proyek ini, yaitu Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat dan Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP) sebagai penasihat legal.  Adapun Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti berharap bahwa persiapan proyek melalui fasilitas PDF yang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dapat berjalan dengan baik dan lancar.  “Mudah-mudahan sesuai dengan semangat dan tujuannya, pada waktunya dapat terwujud,” ungkapnya.  Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua KPI Majelis Wali Amanat Unpad Prof. Dr. Ir. Vijaya Isnaniawardhani, M.T., Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas Republik Indonesia Drs. Sri Bagus Guritno, AK, M.Sc (daring), Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata, perwakilan IIF dan AYMP Law Firm, dan para jajaran pimpinan Unpad dan tim pembangunan RS PTN Unpad.  Adapun di dalamnya turut dilakukan penyerahan draft awal Dokumen Regulasi dan Standard Operating Procedure (SOP) dari PT SMI kepada pihak Universitas Padjadjaran yang diwakilkan oleh Rektor.  Melalui kerja sama yang dilakukan oleh lembaga perguruan tinggi dan pemerintah dalam upaya melayani masyarakat diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita, Kegiatan

Asistensi Mengajar Internal Unpad: Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pengabdian Mahasiswa Unpad di Jatinangor

Jatinangor, 30 Juni 2023 – Universitas Padjadjaran membuka peluang untuk seluruh mahasiswanya untuk belajar dan mengajar dengan efektif yang diimplementasikan lewat program Asistensi Mengajar Internal Universitas Padjadjaran. Program ini dimulai oleh angkatan pertama pada tahun 2021. Asistensi Mengajar Internal Unpad adalah program aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa secara kolaboratif dengan guru/tutor/fasilitator/orang tua di berbagai satuan pendidikan di sekitar kampus Unpad Jatinangor. Kehadiran asisten pengajar memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Selain itu, melalui asistensi mengajar, mahasiswa Unpad juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mereka dan mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang pendidikan. Asistensi Mengajar Angkatan 5 Universitas Padjadjaran Tahun 2023 dilaksanakan dari 10 Januari 2023 hingga 20 Juni 2023. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang minimal berada di semester 4 dan dapat diikuti oleh semua mahasiswa di seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran. Seluruh mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata pelajaran, tetapi disarankan untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan program-program studi di fakultasnya masing-masing. Fakultas Ilmu Budaya sendiri didominasi oleh mahasiswa yang mengajar pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, agama, dan tematik.  Salah satu sekolah yang diisi oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya adalah SMK Baabul Kamil, yang berlokasi di Cikuda, kecamatan Jatinangor. Selain kolaborasi antara guru dan mahasiswa, mahasiswa Unpad juga melakukan kolaborasi dengan sesama mahasiswa. Seperti yang dilakukan oleh Reza Amin Yasiri dengan Muhamad Rizal dari program studi Sastra Arab yang berkolaborasi membuat bahan ajar mata pelajaran agama dan mengajar di kelas-kelas yang sama. Dalam prosesnya, kegiatan mengajar di kelas diisi oleh materi yang beragam dan disampaikan lewat pembelajaran yang interaktif, di mana mahasiswa mengajak siswa-siswa untuk berperan aktif mengungkapkan pendapat, berkolaborasi bersama rekan serta melatih kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan asistensi mengajar di SMK Baabul Kamil ini diakhiri dengan siswa-siswa yang memberikan surat-surat kesan pesan untuk mahasiswa yang telah mengajar. Surat-surat tersebut bernada positif dan menerima dengan baik kegiatan asistensi mengajar Universitas Padjadjaran. Lusiana Dewi Saefudin

Berita

Dosen Unpad Bantu Petani Lokal Jajakan Sayur

Kegiatan pengabdian merupakan salah satu cara perguruan tinggi dalam memberdayakan dan meningkatkan potensi ekonomi dan sumber daya masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Berbagai macam upaya Fakultas Ilmu Budaya lakukan untuk turut mensejahterakan masyarakat di sekitar kampus, salah satunya yaitu melalui kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat).  Tim PPM Unpad yang dibimbing oleh seorang dosen FIB, Dr. Puspa Mirani Kadir, M.A mengadakan sebuah program menarik yang mampu meningkatkan potensi desa. Program PPM dengan tema “Penguatan Sistem Kerja Sama Kader Desa dalam Penurunan Jumlah Penderita Stunting di Desa Sindulang” ini memiliki salah satu program kerja sama dengan para petani sayur untuk turut menjajakan hasil panen kepada masyarakat, khususnya civitas Universitas Padjadjaran. Kerja sama yang dilakukan ini dilaksanakan setiap hari Kamis dengan menjajakan sayur di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Melalui program ini, civitas FIB maupun fakultas lainnya di Unpad berkontribusi dalam ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top