Berita

Berita

Opera Budaya Beri Edukasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Baru

Jatinangor, Jawa Barat – 25 Agustus 2023 dilansir dari lldikti.kemdikbud.go.id berdasarkan survey yang dilakukan oleh pdskji.org pada tahun 2020 kepada 4010 responden, kelompok usia 17-29 tahun dari >60 tahun menjadi yang paling banyak mengalami masalah psikologis. Dari survey tersebut juga dapat kita simpulkan bahwa mahasiswa termasuk ke dalam kelompok yang paling banyak mengalami masalah psikologis. Fakultas Ilmu Budaya mengingatkan pentingnya regulasi diri bagi mahasiswa. Masih banyak mahasiswa yang terlalu fokus dengan tugas, kegiatan organisasi, dan tuntutan-tuntutan dari orang sekitar sehingga mereka melupakan kesehatan mentalnya. Padahal kesehatan mental merupakan hal penting yang harus dijaga. Jika kesehatan mental baik, maka kita akan punya regulasi diri yang tentunya akan sangat membantu dalam menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa. Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol penuh atas emosi dan perilakunya. Isu kesehatan mental mahasiswa baru dimulai dari mindset negatif. Bagi mahasiswa baru, kesehatan mental juga memegang peranan penting untuk beradaptasi di lingkungan baru. Mahasiswa baru akan menemukan hal-hal beragam, mulai dari pergaulan hingga metode pembelajaran yang jauh berbeda dengan saat masih menjadi mahasiswa. Banyaknya hal-hal baru terkadang membuat mahasiswa baru menjadi bingung dan pada akhirnya memicu mindset negatif untuk muncul. Kemudian dari mindset negatif tersebut mahasiswa baru mulai merasa salah jurusan yang pada akhirnya menimbulkan stress bagi mahasiswa baru. Padahal, merasa salah jurusan pada awal perkuliahan merupakan hal yang normal untuk dirasakan. Awal perkuliahan merupakan masa untuk beradaptasi, maka dari itu wajar jika pada masa adaptasi kita merasa kesulitan di beberapa hal. Cara mengubah mindset negatif menjadi positif. Ada banyak sekali cara untuk mengubah mindset negatif menjadi mindset positif, di antaranya: Tim Opera Budaya Fakultas Ilmu Budaya

Berita

Wajah Baru Kantin PSBJ FIB Unpad

Jatinangor, 23 Agustus 2023 – Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. meresmikan renovasi kantin PSBJ FIB Unpad secara simbolis dengan gunting pita.  Renovasi Kantin PSBJ FIB merupakan salah satu langkah pengelolaan fasilitas di lingkungan FIB Unpad untuk meningkatkan kualitas kenyamanan lingkungan.  Dengan adanya renovasi, kantin PSBJ menjadi lebih tertata dengan peningkatan kualitas dapur, penambahan meja dan kursi, serta lampu-lampu penerangan. Ditambah lagi, kantin PSBJ juga menjadi lebih bersih dengan adanya kebijakan pengelolaan sampah dan kebersihan yang dibantu oleh staf outsourcing.  Selain perenovasian pada kantin PSBJ, terdapat juga renovasi pada jembatan yang menghubungkan lapangan PSBJ dengan pintu utama kantin, sehingga jembatan tersebut menjadi indah dan dapat menjadi spot foto yang menarik dan unik.  Wakil Dekan 2 FIB Unpad Bapak Dr. Mumuh Muchsin, M.Hum pada akhir peresmian berpesan agar fasilitas yang telah direnovasi dijaga dan diperhatikan dengan selalu menjaga kebersihan dan kerapihan fasilitas, serta menerapkan larangan merokok di dalam kantin, demi memberikan rasa nyaman bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unpad.  Semoga dengan adanya berbagai renovasi tersebut, rasa bangga kepada FIB Unpad semakin meningkat.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Krisis Air Bersih dan Darurat Sampah, Universitas Padjadjaran Bangun Fasilitas Cikahuripan

Jatinangor, Jawa Barat — Kebutuhan akan air bersih kerap menjadi sebuah urgensi yang dihadapi. Tidak jarang, hal ini akan menyebabkan masyarakat membeli air minum kemasan agar mendapatkan air yang layak untuk diminum. Tentu, hal ini menjadi masalah baru berkaitan dengan lingkungan hidup, khususnya dengan meningkatnya sampah yang pada akhirnya juga berdampak pada kualitas air bersih.  Menanggapi masalah yang ada, Universitas Padjadjaran membangun Cikahuripan sebagai salah satu sarana yang dapat dinikmati oleh para civitas Unpad agar mendapatkan air bersih untuk diminum secara gratis. Fasilitas tersebut diresmikan pada tahun 2023 sebagai tanggapan akan masalah krisis air bersih dan sampah plastik yang meningkat.  Sebelum bernama ‘Cikahuripan’, fasilitas air minum gratis tersebut bernama ‘Jalatista’. Fasilitas ini dibangun pada akhir tahun 2018. Kemudian, berganti nama pada tahun 2023. Direktur Inovasi dan Korporasi Universitas Padjadjaran, Tomy Perdana, menjelaskan bahwa penamaan tersebut memiliki makna yang dibangun dari Bahasa Sunda, yaitu ci yang berarti air dan kahuripan yang berarti kehidupan. Maka, Cikahuripan dapat dimaknai sebagai air kehidupan.  Adapun pada tahun 2023, sebanyak 16 fasilitas Cikahuripan telah dibangun di 14 titik, seperti 9 fakultas dan 5 fasilitas pendukung, termasuk Perpustakaan Pusat Unpad atau yang biasa dikenal sebagai Grha Kandaga. Di lokasi ini, fasilitas cikahuripan terletak di dalam dan luar gedung. Tomy berharap bahwa dengan dibangunnya Cikahuripan pada sebagian besar titik di Universitas Padjadjaran dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi plastik, sekaligus memperoleh air bersih layak konsumsi, khususnya bagi mahasiswa, tenaga pendidik, maupun dosen. “Mudah-mudahan dengan fasilitas ini, warga Unpad dapat memanfaatkannya secara optimal,” ujar Tommy.  Dibangunnya fasilitas cikahuripan di lingkungan Universitas Padjadjaran turut disambut positif oleh mahasiswa. Mahasiswa program studi Hubungan Internasional, Andi Maulid Zulfikar, menyampaikan kepada tim Warta Kema bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya fasilitas tersebut.  “Kalau dalam lingkup kampus, itu (Jalatista/Cikahuripan) benar-benar dibutuhin. Sebab, kita bisa lihat sendiri, tiap menit pasti ada yang datang ngisi (air). Jadi, ini bisa jadi tindakan penghematan buat mahasiswa. Soalnya, banyak mahasiswa yang bisa ngisi ulang air di Jalatista (Cikahuripan),” ujar Andi kepada Warta Kema.   Air bersih sudah selayaknya menjadi hak yang mampu diakses seluruh masyarakat.  Maka dari itu, ketersediaan air bersih layak konsumsi, seperti Cikahuripan yang dimiliki oleh Universitas Padjadjaran merupakan langkah awal dalam menjawab masalah sanitasi dan air bersih, sekaligus lingkungan hidup. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita, Berita Mahasiswa

Dukung Perkembangan Startup Digital, Unpad Adakan HackathonNasional

Dalam rangka dies natalis ke-64 Universitas Padjadjaran, Pusat Inkubator Bisnis Unpad dan BEM Kema Unpad bekerja sama dengan SEAL by Amazon Web Services (AWS) untuk menyelenggarakan program National Hackathon and CollaborAction.   Program yang diinisiasi tersebut merupakan bentuk dukungan Universitas Padjadjaran kepada industri startup digital untuk berkembang. Adapun kegiatan ini berfokus pada dua topik utama, yaitu Educational Technology dan SME Digital Transformation and Aggregator.  Acara nasional ini diselenggarakan melalui empat rangkaian yang dimulai dari September hingga 9 Oktober yang menjadi sesi Final National Hackathon. Pada sesi ini, terdapat sepuluh tim startup terbaik untuk berkompetisi demi mendapatkan uang tunai senilai Rp150 juta dan program kredit AWS senilai USD 110 ribu.  Sepuluh tim yang lolos hingga ke sesi final, yaitu Nursing Catalyst, Mentify, Harta Tahta Data, ReadyLearn, Fishery Skill Lab, Picknic, Toko Clouds, Bizlook, Sandangin, dan Team Infinite.  Adapun para juri yang diundang yang menilai, yaitu Furin Ongko (AWS Education Program Lead Indonesia), Christina Agustin (Asdep Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop UKM), Mohamad Fahmi (Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad), Deeng Sanyoto (Head of TaniAcademy TaniHub), Rhezandra Priatama (CTO Sekolahmu), dan Melvin Santoso (Investment Manager PT. Mandiri Capital Indonesia).  Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari menyampaikan bahwa program National Hackathon and CollaborAction merupakan bagian dari bentuk visi Unpad menjadi hybrid university yang menyatukan pembelajaran daring dan luring yang didukung dengan teknologi yang memadai.  Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memberi dampak kepada masyarakat lokal, nasional, dan global agar menjadikan Unpad menjadi kampus yang bermanfaat dan mendunia.  Program National Hackathon and CollaborAction 2021 turut didukung oleh Kementerian Koperasi UKM RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Bank Mandiri dan Mandiri Capital Indonesia, TaniHub, dan lainnya.  Dukungan terhadap startup digital lokal perlu untuk selalu berkembang. Bukan hanya meningkatkan kualitas yang lebih kompetitif secara nasional, melainkan dukungan juga diharapkan mampu agar startup digital lokal dapat turut bersaing secara global.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Tingkatkan Kualitas Proses Resapan Air, Unpad Bangun 24 Sumur Biopori

Jatinangor, Jawa Barat — Penyerapan air yang baik mendukung lingkungan yang sehat dan bersih. Hal ini menjadi salah satu kondisi ideal yang hendaknya didukung oleh segenap sivitas lembaga pendidikan.  Hal ini sejalan dengan kolaborasi yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si dengan beberapa mahasiswa Fakultas Teknik Geologi yang berinisiatif untuk membuat 24 sumur biopori di lingkungan Fikom Unpad. Upaya yang didukung penuh oleh Fakultas Ilmu Budaya ini bertujuan agar meningkatkan proses penyerapan air ke dalam tanah. Adapun peresmian pembuatan sumur biopori dilakukan dalam upacara sederhana yang mengundang sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa Fikom Unpad. Kegiatan ini berlangsung di areal Plaza Fikom Unpad pada Jumat (18/11). Di sisi lain, kegiatan peresmian juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya, Dr. Sigid Suseno, SH., M.Hum, yang turut meresmikan program tersebut secara simbolis.  Pada kegiatan tersebut, Sigid dan Dadang bersama-sama mengebor satu titik sumur biopori sebagai simbol peresmian. Selain itu, Dekan Fikom dan Warek Unpad Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya ini turut meletakkan pipa paralon dalam sumur biopori dengan penutup khusus. Acara ini diakhiri dengan melanjutkan program tersebut dengan pengeboran dan pemasangan sumur biopori di sejumlah titik di wilayah Fikom Unpad.  Melalui kegiatan yang dilakukan ini, Fakultas Ilmu Budaya dan segenap fakultas lain di Universitas Padjadjaran berharap agar dapat menciptakan dan menyediakan lingkungan yang sehat dan bersih melalui resapan air yang baik.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Tingkatkan Produktivitas Pangan Ubi Jalar, Unpad Jalin Kolaborasi dengan Peripi Jawa Barat

Jatinangor, Jawa Barat – Ketahanan pangan yang berkelanjutan merupakan salah satu hal yang menjadi fokus pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah turut bekerja sama dengan institusi pendidikan dalam mencapai tujuan tersebut.  Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Perhimpunan Pemuliaan Tanaman Indonesia (Peripi) Jawa Barat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang seiring dengan perkembangan teknologi. Adapun kerja sama tersebut diselenggarakan sebuah seminar internasional dan temu bisnis yang diadakan secara hybrid di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Senin (29/7/2024) dan Selasa (30/7).  Seminar yang dihadiri oleh 200 peserta tersebut mengangkat tema, yaitu “Development of Technology and Innovation in the Indonesian Sweet Potato Agribusiness: Innovation and Transformation Towards Sustainable and Globally Competitive Sweet Potato Agriculture”. Sejalan dengan tema yang diusung, peserta seminar ini terdiri dari para petani ubi jalar dari Asosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia (Asapuji) dan Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu (Asaguci), serta para perwakilan institusi pendidikan.  Selain itu, seminar dan temu bisnis ini turut dihadiri oleh para petinggi Universitas Padjadjaran, seperti Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr. Ir. Meddy Rachmadi, M.S., Ketua Peripi Komda Jawa Barat Prof. Agung Karuniawan, Sekretaris Jenderal Peripi Komda Jabar Prof. Awang Maharijaya, dan Ketua Panitia sekaligus Dosen Faperta Unpad Dr. Ade Ismail.   Ketua Peripi Komda Jabar sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Agung Karuniawan menyatakan dukungan Peripi Komda Jabar terhadap kegiatan penelitian  dan pengembangan ilmiah di sektor pertanian, khususnya pada budidaya ubi jalar. Bentuk dukungannya ini dibuktikan dengan adanya kerja sama dengan Asosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia (Asapuji). Bersamaan dengan itu, kegiatan ini juga didukung oleh berbagai Fakultas di Unpad, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  “Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat inovasi teknologi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peluang pasar untuk ubi jalar,” ungkapnya dalam sesi sambutan seminar. Agung turut menambahkan bahwa seminar internasional yang diadakan tersebut bertujuan sebagai wadah para ahli budidaya ubi jalar untuk saling bertukar ide, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki. Di sisi lain, dirinya juga berharap bahwa peserta seminar dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan pertanian ubi jalar di Jawa Barat dan Indonesia.  “Kami percaya bahwa seminar ini akan mendorong diskusi yang produktif dan menghasilkan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.  Di sisi lain, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti menyampaikan bahwa seminar internasional dan temu bisnis yang diadakan ini merupakan wujud visi dan misi Unpad, yaitu menghasilkan penelitian dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Unpad turut berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas ubi jalar yang turut sejalan dengan usaha memperkenalkan perkembangan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Tema tentang ubi jalar ini menurut saya sangat relevan dengan visi dan misi kami. Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk mengatasi tantangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani”, ungkap Rina.  Adapun saat ini, Unpad telah melakukan beragam kegiatan guna membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian tahunan, seperti memberikan pelatihan dan pendampingan teknis yang efektif demi kemajuan industri pangan. Seminar internasional dan temu bisnis yang diadakan ini diharapkan dapat menjadi wadah para pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam mendukung produktivitas ubi jalar di masa yang akan datang melalui teknologi dan inovasi.  “Mari kita bekerja sama untuk mewujudkan visi dan tujuan pertemuan ini dalam membangun bangsa yang lebih makmur dan berkelanjutan,” ujar Rektor Unpad.  Seminar internasional yang diadakan turut mengundang para pemateri yang telah ahli di bidang yang berkaitan, seperti Prof. Kai Zhang dan Dr. Shahid Ullah Khan (Southwest University, China), Rizky Arif Nugroho (Ph.D Candidate) dan Prof. Ryo Kohsaka (Tokyo University, Jepang), Prof. Agung Karuniawan (Ketua Peripi Komda Jabar sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad), Miranda Risang Ayu, Ph.D. (Fakultas Hukum Unpad), serta Puji Lestari, Ph.D. (Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan atau ORPP BRIN).  Di sisi lain, temu bisnis turut menghadirkan Kadistan dan Hortikultura Kabupaten Sumedang Sajidin, S.HUT, Kadistan Kabupaten Bandung Ir. Ningning Hendasah, M.Si., Kadistan Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Dr. Asep Mulyana, Direktur PT. Indowooyang, Cirebon Lee Jung Ryull, dan Direktur PT. Seed Origin Indonesia, Mojokerto Andrew YW Cho.  Melalui kegiatan yang diselenggarakan ini, diharapkan mampu untuk semakin meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pangan Indonesia di mancanegara.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Fikom Unpad Selenggarakan Webinar Diskusi Publik: Ajak Masyarakat Tingkatkan Peranserta dalam Partisipasi Publik

Kebijakan politik sejatinya lahir demi kesejahteraan bersama. Hal ini dikarenakan kebijakan-kebijakan yang disusun tersebut ditujukan untuk masyarakat. Dengan demikian, masyarakat selayaknya dapat peka dengan segala kebijakan dan isu yang terjadi di sekitar dan menanggapinya dengan kritis.  Dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat terkait hal itu, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan sebuah acara webinar diskusi publik yang bertemakan, “Mengajak Warga Cawe-Cawe Isu Publik Menuju 2024”. Kegiatan webinar ini dilakukan pada hari Selasa (11/7/2023).  Diskusi ini dihadiri oleh para profesional di bidang komunikasi dan politik, serta didukung oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad. Para narasumber antara lain, Peneliti Pusat Studi Komunikasi, Media dan Budaya (Fikom Unpad) Detta Rahmawan, Akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera Bivitri Susanti, Penulis Kalis Mardiasih, dan perwakilan Yayasan Madani Berkelanjutan Nadia Hadad. Adapun beberapa rekomendasi kebijakan yang disampaikan para pembicara dikaji lebih lanjut agar dapat memperbesar peluang partisipasi publik.  Peneliti Pusat Studi Komunikasi, Media dan Budaya (Fikom Unpad) Detta Rahmawan menyampaikan terkait hasil wawancara dan diskusi yang telah dilakukan kepada 37 narasumber pada periode tahun 2021-2023. Berdasarkan hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa isu partisipasi belum dibicarakan dengan maksimal dan cenderung menurun.  Dalam diskusi ini, Detta turut menambahkan bahwa diskusi yang diselenggarakan tersebut dikarenakan pembukaan kanal partisipasi oleh pemerintah dan parlemen yang bersifat administratif dan belum substansial. Hal tersebut menyebabkan timbulnya keresahan dalam masyarakat terhadap proses legislasi yang menjadi tanda minimnya tingkat keoptimalan partisipasi publik.  Berkaitan dengan hal tersebut, Detta berharap bahwa pemerintah dan masyarakat mampu untuk saling berkolaborasi agar dapat mengomunikasikan isu partisipasi. Partisipasi masyarakat dalam hal ini dapat terjadi dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan peran aktif masyarakat. Hal ini juga perlu didukung dengan upaya masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam sarana-sarana diskusi publik terkait isu politik.  Sejalan dengan Detta, Bivitri menyatakan bahwa partisipasi yang kerap terjadi dalam masyarakat umumnya disempitkan dalam lingkup pemilu. Hal ini menyebabkan “partisipasi warga” dianggap setara dengan “partisipasi pemilih”. Di sisi lain, praktik partisipasi umumnya hanya sebatas kehadiran dan keikutsertaan warga terhadap pemilihan anggota parlemen dan presiden.  Namun sejatinya, partisipasi yang ideal, yaitu dengan mempertimbangkan suara publik pada setiap aspek pemerintahan dan kenegaraan.  Selain Detta dan Bivitri, Kalis turut berpendapat bahwa peran masyarakat dalam bidang ini dapat terjadi dengan mengikutsertakan pemahaman atau literasi hukum  yang mendalam. Sedangkan Nadia turut menyatakan bahwa bonus demografi yang dihadapi oleh Indonesia sejatinya mampu menjadi peluang untuk meluaskan kanal partisipasi publik.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Mahasiswa Unpad Uji Efektivitas dan Literasi Budaya Sunda padaKeluarga Amalgamasi di Kota Bandung

Bandung, Jawa Barat — Bahasa daerah merupakan salah satu identitas yang dimiliki oleh masing-masing suku di Indonesia. Tidak jarang ditemukan pula suku yang memiliki sub suku dengan bahasa dan dialek yang berbeda. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya dengan bahasa daerahnya di dunia.  Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah yang menjadi identitas masyarakat suku Sunda. Pada kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah-sekolah dalam provinsi Jawa Barat, bahasa Sunda menjadi salah satu bahasa yang tidak tertinggal. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi informasi penggunaan bahasa Sunda menjadi jarang dan justru cenderung digantikan dengan bahasa nasional dan internasional. Tidak jarang, hilangnya penggunaan bahasa daerah juga dipelopori karena pernikahan campur suku.  Berangkat dari fenomena pernikahan campur suku atau biasa dikenal dengan keluarga amalgamasi, sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) tergerak untuk melakukan riset lebih dalam terkait penggunaan Bahasa Sunda dalam keluarga amalgamasi di wilayah Bandung, Jawa Barat. Tim yang sukses mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2024 ini, terdiri dari 5 orang mahasiswa rumpun sosial humaniora, yaitu Ikmalludin (Ilmu Budaya), Henhen Hendayeni (Ilmu Budaya), Salman Ramdan Rachman (Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Salsabil Qodrunnada (Ilmu Hukum), dan Shelvi Nur Awaliyah (Ilmu Komunikasi), serta dibimbing oleh Dr. Taufik Ampera, M. Hum, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  Ikmalludin mengatakan bahwa riset yang dilakukan oleh timnya tersebut bertujuan untuk menguji pengasuhan dalam keluarga yang berbasis budaya sekaligus literasi budaya individu.  “Riset ini menguji efektivitas etnoparenting (pengasuhan berbasis budaya) dan literasi budaya (pemahaman seseorang dalam memposisikan dirinya sebagai bagian dari Indonesia yang beragam) dalam mempertahankan vitalitas bahasa Sunda di Kota Bandung”, ujar Ikmalludin.  Selain itu, dirinya juga menjelaskan alasan timnya memilih Kota Bandung pada risetnya ini. Hal tersebut ternyata tidak terlepas dari eksistensi Kota Bandung yang merupakan kota besar di wilayah Jawa Barat dengan mobilisasi budaya dan ekonomi yang tinggi.  Di sisi lain, metode campuran (mixed methods) dengan kuota sampling dipilih sebagai metode dan teknik pemilihan sampel oleh riset tim Ikmalludin. Adapun beberapa kriteria informan yang dipilih oleh tim ini, yaitu keluarga atau pihak yang menikah antar suku Jawa dan Sunda, memiliki anak yang telah mengenyam pendidikan minimal Sekolah Dasar, dan berdomisili di Kota Bandung.  Dari riset yang dilakukan oleh tim ini, hasil justru menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dalam upaya pewarisan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, sangat minim. Hal ini miris sebab keluarga yang idealnya berfungsi sebagai sekolah pertama seorang anak justru tidak mewariskan kekayaan budaya bangsa dengan mengajarkan bahasa daerah. Anak hanya belajar dan berlatih bahasa daerahnya di lingkungan sekitar dan sekolahnya saja.  Dr. Taufik berpendapat bahwa fenomena tergantikannya bahasa daerah menjadi bahasa nasional di lingkungan keluarga telah terjadi pada keluarga amalgamasi lain, seperti pernikahan antara Suku Sunda dan Suku Batak. “Sebetulnya, jika dibandingkan dengan pernikahan Suku Sunda dengan suku lain pun, seperti misalnya Batak terdapat beberapa persamaan. Hanya saja mungkin perbedaannya bisa dilihat dari segi naming, misalnya penamaan anak. Namun, untuk penggunaan bahasa di keluarga kebanyakan netral alias menggunakan bahasa Indonesia,” ungkapnya. Sejatinya upaya pewarisan kekayaan budaya bangsa, seperti bahasa daerah sudah menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga yang hakikatnya merupakan pranata sosial terkecil dalam masyarakat hendaknya mampu menjalankan fungsinya sebagai pendidik bagi keturunannya. Dengan demikian, bahasa daerah mampu tetap eksis di tengah modernisasi dunia.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Kelompok KKN Unpad Gencarkan Urgensi Literasi Digital Hingga Adakan Pengecekan Kesehatan

Jatinangor, Jawa Barat — Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program yang memungkinkan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat dan menyaksikan masalah yang dihadapi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dijalankannya salah satu amanat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Setiap kelompok KKN memiliki memiliki fokus isu yang berbeda satu dengan yang lain. Ada yang mengangkat isu sosial, alam, teknologi, dan kesehatan. Beberapa di antaranya, seperti yang dilakukan oleh kelompok KKN-PPM integratif “KKN Simanis”.  KKN Simanis dengan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., berfokus pada isu kesehatan dan literasi digital masyarakat. Selain itu, kelompok KKN ini juga mengadakan pengecekan gula gratis di SMK Pasundan, Jatinangor pada Senin (25/7) lalu.  Sosialisasi literasi digital dihadiri oleh lebih dari 200 siswa SMK Pasundan. Di sisi lain, kegiatan ini juga dilakukan kader dan masyarakat Desa Cikeruh, Jatinangor. Adapun pemateri sosialisasi, yaitu Prof. Keri. Menurut dirinya, literasi digital merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya dalam memilah informasi digital yang kerap kali bertebaran di media sosial.  “Melalui program KKN-PPM Integratif yang bekerja sama dengan Kemenkominfo, kami berharap masyarakat dapat mengetahui pentingnya pengetahuan dunia digital,” ungkap Keri.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Tingkatkan Daya Saing dan Produktivitas Masyarakat, Tim KKNM Unpad Lakukan Penyuluhan terkait Lingkungan

Kabupaten Bandung, Jawa Barat — Pendidikan tidak hanya sekedar pembelajaran dalam kampus atau sekolah, melainkan dapat dilakukan di mana saja. Hal ini juga terjadi pada pengetahuan yang seharusnya dapat diperoleh siapa saja, tanpa batasan usia ataupun latar belakang lainnya. Hal ini seperti yang telah dilakukan oleh tim KKNM Universitas Padjadjaran dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Prof. Dr. Betty Natalie Fitriatin, Ir., M.P. Tim KKNM yang dibimbing oleh Prof. Betty ini melaksanakan agenda pengabdian masyarakatnya di Desa Patrolsari, Kabupaten Bandung pada Juli 2023. Fokus kegiatan tim KKNM tersebut, yaitu melaksanakan sejumlah kegiatan untuk mendukung aktivitas pertanian desa tersebut. Adapun kegiatan pertamanya berupa penyuluhan pupuk ramah lingkungan yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Patrolsari pada Minggu (23/7) lalu. Penyuluhan ini dihadiri oleh para perwakilan kelompok tani, perangkat desa, seluruh ketua RW di Desa Patrolsari.   Permasalahan penggunaan pupuk kimia yang banyak dipilih oleh petani merupakan masalah yang menjadi fokus pada penyuluhan tim KKNM Unpad kali ini. Hal tersebut merupakan hasil pemetaan permasalahan lingkungan yang telah dilakukan oleh tim KKNM Unpad sebelum penyuluhan. Hal ini dilakukan agar dapat memperoleh strategi pemecahan masalah yang tepat. Berdasarkan hasil wawancara saat pemetaan, tim KKNM Unpad memperoleh informasi bahwa Desa Patrolsari menghasilkan komoditas pertanian yang cukup kaya. Hal tersebut berupa padi, jagung, singkong, dan beberapa jenis buah-buahan dan sayuran. Namun, penggunaan pupuk kimia yang dipilih oleh petani menjadi masalah yang cukup serius pada pertanian desa ini, sebab hal tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dalam jangka waktu panjang. “Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, kami mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan dan pembuatan pupuk ramah lingkungan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di desa tersebut,” ujar Ketua Kelompok KKNM, Irvan Jeay.  Rangkaian kegiatan sosialisasi yang dilakukan, yaitu pemaparan materi yang berisi pemanfaatan dan implementasi pupuk ramah lingkungan, kemudian dengan praktik pembuatan pupuk dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti air cucian beras dan limbah buah atau sayuran.  Selain pembuatan pupuk, tim KKNM yang diketuai oleh Irvan juga melakukan penyuluhan pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam di SMPN 2 Arjasari. Hal ini didasari sebuah permasalahan sampah botol plastik yang banyak di lingkungan sekitar sekolah. Pada kegiatan penyuluhan tersebut, para mahasiswa KKNM mengadakan pelatihan peralihan fungsi botol plastik menjadi media tanam vertikultur. Hal tersebut bertujuan sebagai bentuk upaya penghijauan di lingkungan SMPN 2 Arjasari.  Adapun pelatihan pemanfaatan botol plastik juga mengombinasikan bambu, sehingga benda-benda yang awalnya dianggap kurang berharga, justru menjadi produk fungsional yang bernilai.  “Jika diatur dan ditata dengan baik, pot-pot yang dibuat dari botol plastik ini bisa menjadi menarik dan menambah keindahan halaman SMPN 2 Arjasari,” ungkap Irvan. Penyuluhan dan pelatihan seperti yang dilakukan oleh tim KKNM Unpad ini menyumbang berbagai dampak positif bagi lingkungan, baik dalam jangka waktu dekat maupun panjang. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti ini juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan life skill masyarakat maupun para pelajar itu sendiri. Dengan demikian, kedua hal tersebut selayaknya dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kemandirian dan daya saing masyarakat.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top