Berita

Berita

Seminar dan Diskusi Hasil Konferensi Internasional TRANSGRESSION AND TRANSLATION IN LITERATURE Sesi Kedua – FIB Unpad

Departemen Susastra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unpad mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri seminar dan diskusi departemen pada bulan Mei. Seminar dan diskusi kali ini akan menampilkan makalah-makalah yang dipresentasikan oleh dosen-dosen dan alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran pada konferensi internasional Exploring the Literary World: Transgression and Translation in Literature di Faculty of Arts, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand pada tanggal 23-24 April 2015 lalu. Sesi kedua ini akan menampilkan para pembicara dengan makalah-makalah: “Dancer in the Dark and Light: Distribution of Ronggeng Dukuh Paruk and Its Film Adaptation” Rima Febriani, M.Hum. (dosen Sastra Inggris FIB Unpad) “Transforming Eroticism: The Translation of Serat Centhini into French, English, and Indonesian” Prima Agustina Mariamurti, Sp.1. (dosen Sastra Perancis FIB Unpad) “Female Villainy and Displacement of the Original Sin in Lilith’s Bible by Hendri Yulius” Sandya Maulana, M.Hum. (dosen Sastra Inggris FIB Unpad) & Resa Nurfatimah Sobandi, S.Hum. (alumni Sastra Inggris FIB Unpad) Hari/Tanggal     : Kamis, 28 Mei 2015 Waktu                  : 13.00 – 15.30 WIB Tempat                : Aula Gedung D Lantai 3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor, Sumedang Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Berita

Seminar Makalah-Makalah pada Konferensi Internasional Exploring the Literary World di Bangkok Thailand

Departemen Susastra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unpad mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri seminar dan diskusi departemen pada bulan Mei. Seminar dan diskusi kali ini akan menampilkan makalah-makalah yang dipresentasikan oleh dosen-dosen dan alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran pada konferensi internasional Exploring the Literary World: Transgression and Translation in Literature di Faculty of Arts, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand pada tanggal 23-24 April 2015 lalu. Sesi pertama ini akan menampilkan para pembicara dengan makalah-makalah: “Translating John Mateer’s Poems: The Experience of Translating Poems about Indonesia by a Non-Indonesian” Rasus Budhyono, M.Hum. (dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unpad) “Who Tells the Tale?: Authority and Authenticity in the Book of Monotheism, Hadith Sahih Al-Bukhari” Dr. Hazbini (dosen Sastra Arab FIB Unpad) dan Taufiq Hanafi, M.A. (dosen Sastra Inggris FIB Unpad) “A Nation in Process: Crossing Social and Political Boundaries in Pramoedya Ananta Toer’s Cerita dari Blora” Taufiq Hanafi & Gelar Garnadi (alumni FIB Unpad) yang akan diadakan pada: Hari/Tanggal: Selasa, 19 Mei 2015 Waktu             : 13.00 – 15.30 WIB Tempat           : Aula Gedung D Lantai 3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor, Sumedang

Berita

Kolaborasi Wayang Ajen dan Wayang China

Rabu (13-Mei-2014) Pribahasa Sunda “Asa Cina dipangwayangkeun” tampaknya tidak berlaku bagi pertunjukan yang digelar Universitas Padjadjaran.  Pertunjukan Wayang Ajen dan Wayang China yang berlangsung Senin, 11 Mei 2015 di Aula Graha Sanusi Harjadinata Bandung ditonton lebih dari 400 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran  dan 300 orang tamu undangan. Wayang yang disajikan pada pertunjukan ini ternyata dapat menjadi jembatan komunikasi yang bisa melintasi perbedaan bahasa, budaya dan etnis.         Pertunjukan yang diprakarsai oleh Universitas Padjadjaran, Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under the auspices of UNESCO (CRIHAP), dan Fujian Provincial Departement of Culture ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.. Dalam sambutannya Rektor Unpad mengatakan pertunjukan ini merupakan bentuk konsistensi Universitas Padjadjaran yang ingin mengembangkan dan memajukan Budaya Sunda hingga ketingkat dunia. Salah satunya dengan pertunjukan wayang dua negara ini diharapkan dapat mengangkat wayang Sunda ke tingkat global.               Pertunjukan wayang yang diawali dengan pertunjukan Wayang Ajen ini membuat penonton terpukau karena pertunjukan dikolaborasikan dengan sajian multi media. Selain itu tokoh-tokoh wayang yang tampilkan selain tokoh-tokoh wayang yang sudah malang melintang di dunia perwayangan juga muncul tokoh-tokoh baru yang sangat dikenal oleh para penonton pemula yang sebagian besar mengisi ruang pertunjukan. Ditemui selepas acara berlangsung Dalang Wawan Gunawan yang merupakan pimpinan dari grup Parwa Pujangga ini menyatakan dirinya sengaja menamai Wayang Golek pimpinannya dengan nama Wayang Ajen. Alumni Program Doktor Kajian Budaya Unpad ini mengatakan istilah Ajen diambil dari Bahasa Sunda yang artinya harga atau nilai dan  Wayang Ajen lahir dari proses kesadaran generasi muda pada wayang golek Sunda tradisi yang asli dengan eksplorasi kreatif. Penampilan yang sedikit berbeda dengan wayang golek pada umumnya ternyata berhasil mendapat apresiasi yang baik dari penonton meskipun dalam waktu yang sangat singkat untuk sebuah pertunjukan wayang golek.         Memasuki sesi pertunjukan Wayang China penonton di Graha Sanusi Harjadinata Jalan dipati Ukur 35 Bandung ini makin antusias. Pertunjukan Wayang China dari Provinsi Fujian ini menampilkan Zhangzhou Pupperty Troupe, Jinjiang Hand Puppet Art Heritage Protection Centre, dan Quanzhou Marionette Drama. Para ‘dalang’ (red.) dari China dalam penampilannya hanya menampilkan satu wayang untuk satu orang dalang tidak seperti wayang golek yang bisa memainkan beberapa wayang sekaligus. Namun demikian gerakan yang dihasilkan Wayang China lebih mendetail. Sebagai contoh pada penampilan salah satu wayang yang memerankan aktivitas minum arak dan mabuk. Wayang yang ukurannya tidak lebih dari 50 cm ini dapat melakukan aktivitas mengambil teko, menuangkan arak ke gelas, dan meminum arak langsung dari guci. Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan wayang dengan sempurna dan sangat detail bahkan mulut dari wayang yang berbaju merah ini pun tampak jelas sedang melakukan aktivitas minum ketika minum arak. Penanggung Jawab pertunjukan Pagelaran Wayang Ajen dan Wayang China Dekan FIB Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed. Ph.D.  mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Universitas Padjadjaran beserta Jajarannya yang telah menfasilitasi dan mendukung kegiatan pertunjukan ini. Sehingga persiapan dan pertunjukan Wayang China dan Wayang Ajen bisa terlaksana meskipun dengan waktu yang cukup singkat. Selanjutnya Dekan FIB juga berharap kepada  Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under the auspices of UNESCO (CRIHAP), Fujian Provincial Departement of Culture, dan grup Parwa Pujangga (Wayang Ajen) agar kerja sama ini bisa terus berlangsung. (rat/JHS) Album foto: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.951982014833750.1073741868.591382284227060&type=3

Berita

Pekan Bahasa dan Budaya Jepang (Nihongo Nihonbunkasai) ke-41 kembali di gelar Di FIB Unpad

Jumat (8-Mei-2015) Pekan Bahasa dan Budaya Jepang ke-41 (Nihongo Nihonbunkasai) dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Dr. Med. Setiawan. Kegiatan yang diselenggrakan sejak tahun 1973 ini menjadi ajang bergengsi bagi lembaga pendidikan bahasa dan sastra Jepang. Menurut Koordinator Prodi. Bahasa dan sastra Jepang FIB Unpad Dr. Puspa Mirani Kadir kegiatan ini awalnya diprakarsai oleh para Staf Pengajar Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sebagai ajang kompetisi yang sehat bagi insan-insan yang mempelajari bahasa dan sastra Jepang. Puspa menuturkan selama kegiatan ini diselenggarakan  FIB Unpad menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Bahasa dan Budaya Jepang, meskipun pernah juga di laksanakan di luar FIB Unpad, seperi di Universitas Pendidikan Indonesia dan Gedung Merdeka Bandung. Selain itu Puspa juga menuturkan dari tahun ke tahun kegiatan Pekan Bahasa dan Budaya Jepang ini mendapat perhatian yang baik dari para sponsor, hal ini terlihat dari bertambahnya pendukung acara ini. Bahkan Perusahaan Manabi salah satu pendukung acara ini konsisten untuk terus mendukung terselenggaranya acara ini.         Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini (Jumat-Sabtu, 8-9 Mei 2015) akan menggelar beberapa perlombaan seperti, pidato bahasa Jepang, mengarang dalam bahasa Jepang, menulis kanji (aksara jepang), membaca kanji dan lain-lain. Kemudian untuk memeriahkan acara juga akan digelar beberapa pertunjukan kesenian di antaranya drama Jepang oleh Klub Drama Unpad berjudul “LAGNEA”. Cerita yang diambil dari mitologi Yunani ini akan ditampilkan dengan bahasa Jepang.      Sementara Pada tahun ini lembaga yang terlibat di dalam kegiatan ini, yaitu: Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), STBA YAPARI–ABA BANDUNG, Universitas Kristen Maranatha (UKM),  Universitas Widyatama (UTAMA), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Universitas Nasional PASIM, Japanese Language & Management Centre (JLMC), PERSADA Jawa Barat, dan YKBI, serta dari luar Kota Bandung, yaitu dari STIBA INVADA, STBA Cirebon, STBA Teknokrat Bandar Lampung dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dengan terlibatnya berbagai lembaga dalam acara ini tentunya akan menambah semarak acara Pekan Bahasa dan Budaya Jepang ke-41. Oleh karena itu bagi yang berminat atau ingin mengetahui tentang bahasa dan budaya Jepang tidak ada salahnya untuk berakhir pekan di Pusat Studi Bahasa Jepang FIB Unpad. (rat/JHS).

Berita

FIB Optimalkan Laboratorium Bahasa dengan Perangkat Canggih

Rabu (6-5-2015). Keberadaan sebuah laboratorium bahasa yang lengkap bagi sebuah institusi pendidikan yang mengkhususkan dalam bidang penelitian dan pengajaran bahasa merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) yang memiliki 9 Program Studi S1 dan delapan di antaranya menghususkan pada kajian bahasa senantiasa melakukan peningkatan kualitas laboratorium bahasanya. peningkatan ini senantiasa dilakukan seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang lab. bahasa. Dua puluh satu tahun yang lalu lab. bahasa di FIB Unpad masih menggunakan sistem analog, namun sejak 13 tahun terakhir ini FIB Unpad secara bertahap melakukan pengalihan teknologi menjadi sitem digital. Perubahan dari analog ke digital ini menurut Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin Z., M.Hum. merupakan upaya dari lembaga untuk bisa mengimbangi tuntutan para pengguna dan meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian bahasa di FIB Unpad. Selain itu dalam sambutan yang disampaikan pada Pelatihan Penggunaan Lab. Bahasa dan Multi Media bagi para Instruktur Lab. Bahasa (Senin, 4-Mei-2015), Wadek I  juga mengharapkan para instruktur yang terdiri dari dosen-dosen FIB Unpad agar dapat mengoptimalkan penggunan Lab. Bahasa FIB. Wadek I berpesan agar Lab. Bahasa jangan hanya digunakan sebagai kegiatan mengajar rutin saja, lebih jauhnya juga dapat digunakan sebagai tempat penelitian bahasa yang menjadi objek kajian masing-masing.    Pelatihan Penggunaan Lab. Bahasa dan Multi Media bagi para Instruktur Lab. Bahasa ini berlangsung 2 hari (Senin-selasa, 4-5 Mei 2015) dilakukan oleh instruktur dari PT. Sanako Indonesia sebagai penyedia layanan laboratorium Bahasa digital. Adapun sofware yang digunakan di FIB Unpad adalah Sanako Study 1200 yang telah digunakan diberbagai negara dan sudah digunakan oleh 50.000 laboratorium di seluruh dunia. Selain itu menurut Kepala Laboratorium Bahasa FIB Unpad Dr.Phil. Dian Ekawati PT Sanako yang berkaktor pusat di Finlandia ini memberi jaminan kemudahan perawatan selama FIB menggunakan produk mereka. Dian menyatakan saat ini ada 80 unit perangkat multi media di FIB Unpad yang bisa digunakan bagi kepentingan pembelajaran dan penelitian. Bahkan Dosen Prodi. Bahasa dan Sastra Jerman ini juga menambahkan dengan digunakannya software Sanako Study 1200 tidak hanya dapat digunakan untuk pembelajaran dan penelitian bahasa saja namun juga dapat memfasilitasi pembelajaran dan penelitian berbasis audio visual. Untuk itu ke depannya FIB Unpad juga akan mengembangkan pelayanan bagi yang membutuhkan penggunaan laboratorium multi media (Laboratorium bahasa) ini baik untuk lingkungan  Unpad maupun di luar lingkungan Unpad.   (rat/JHS)  

Berita

Bantuan Pelaksanaan Konferensi IlmiahInternasional 2015

Kepada Yth.: Pimpinan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia Diberitahukan dengan hormat bahwa salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam tahun 2015 adalah Pemberian Bantuan Pelaksanaan Konferensi Internasional. Program ini memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mengikuti kompetisi hibah penyelenggaraan konferensi internasional. Bantuan ini diharapkan dapat dijadikan sarana bagi pengembangan kapasitas keilmuan akademisi Indonesia. Pengusul bantuan konferensi ilmiah internasional ini adalah program studi atau jurusan, fakultas, dan lembaga penelitian dengan persetujuan pimpinan perguruan tinggi. Bagi perguruan tinggi yang ingin mengikuti seleksi/kompetisi agar mengajukan proposal (Panduan Penyusunan Proposal Bantuan Penyelenggaraan Konferensi Internasional terlampir). Proposal paling lambat diterima oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) tanggal 6 Mei 2015 pukul 16.00 WIB yang dialamatkan kepada: Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, u.p. Kasubdit HKI dan Publikasi Dit.Litabmas Ditjen Pendidikan Tinggi Gedung D Ditjen Dikti Lt. 4, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat 10270, Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ttd Agus Subekti NIP 19600801 198403 1 002   Info lengkap klik di sini

Berita

Jilbab: Budaya Pop dan Identitas Muslim (Kota) di Indonesia

Kamis (30-04-2015) mengakhiri bulan April 2015 Departemen Susatra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unpad menggelar seminar berjudul “Jilbab: Budaya Pop dan Identitas Muslim (Kota) di Indonesia” dengan narasumber Dr. Lina Meilinawati Rahayu. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin Z, M.Hum. dihadiri oleh mahasiswa program sarjana, mahasiswa program pascasarjana, dan dosen. Dalam sambutannya Mumuh menyampaikan apresiasi yang disampaikan oleh pimpinan universitas kepada FIB Unpad  yaitu sebagai salah satu fakultas yang sangat aktif menggelar kegiatan ilmiah khususnya yang diselenggarakan oleh departemen. Dalam hal ini Wadek I FIB Unpad menyatakan Departemen Susatra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unpad merupakan departemen yang paling sering menggelar kegiatan ilmiah. Memasuki sesi seminar Dr. Lina Meilinawati Rahayu dalam paparannya menjelaskan jilbab saat ini di masyarakat muncul dengan beberapa istilah seperti kerudung, jilbab, dan hijab. Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini menyatakan awal kebangkitan penggunaan jilbab di masyarakat  mulai tahun 1990-an bahkan memasuki tahun 2000-an jilbab menjadi pilihan fasion bagi sebagian besar kaum wanita. Namun demikian kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi pada tahun 80-an di mana saat itu masih sangat sedikit masyarakat yang menggunakan jilbab. Hal ini terjadi salah satunya dengan adanya larangan penggunaan jilbab di sekolah negeri dan pegawai negeri sipil melalui SK No 052/1982.    Penelitinan mengenai jilbab saat ini sudah sering dilakukan, dalam presentasinya Lina menyebutkan setidaknya ada lima penelitian yang bertemakan jilbab di antaranya “Komunitas Jilbab Kontemporer Hijabers di Kota Makasar (rima Hardiyanti, 2012); Busana Muslim dan Kebudayaan Populer di Indonesia: Pengaruh dan Persepsi (Elizabeth Raleigh, 2004); Pakaian, Gaya, dan Identitas Perempuan Islam (Heru Prasetia dlm Jurnal Srinthil, 2009); dan Jilbab: Antara Kesalehan, Kesopanan, dan Perlawanan (Fadwal El Guindi, 2013). Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini berlangsung tidak monoton  karena dalam presentasinya narasumber sering menyisipkan pengalaman-pengalamannya ketika ia berjilbab maupun pendapat orang-orang mengenai jilbab yang ia kumpulkan dengan gaya khasnya. (rat/JHS).

Scroll to Top