Berita

Berita

Sehat, Bersemangat, dan Berbudaya Bersama Festival Ilmu Budaya 2024

Jatinangor, Jawa Barat – Sebagai bentuk implementasi dari kesehatan yang baik dan kesejahteraan mahasiswa, FIB Unpad mengadakan acara Festival Ilmu Budaya 2024. Festival Ilmu Budaya (Fesbud) merupakan ajang kompetisi olahraga dan non-olahraga yang melibatkan seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya untuk berkompetisi sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa. Setiap tahunnya, Festival Ilmu Budaya memiliki filosofi pada logo yang menggambarkan ciri khas dari FIB Unpad itu sendiri. Pada tahun ini, filosofi logo pada Festival Ilmu Budaya berkaitan erat dengan keberagaman, semangat, kebudayaan, eksplorasi, sehat dan aktivitas, serta kompeten.  Seluruh mahasiswa FIB dari berbagai jurusan mengikuti Fesbud dengan antusias yang tinggi. Berbagai lomba olahraga yang diikuti oleh para mahasiswa, yaitu futsal, basket, badminton, climbing, dan catur. Sedangkan, berbagai lomba non-olahraga yang diikuti, yaitu mobile legend, PUBG, dan Fifa.  Acara ini mendapat tanggapan positif dari berbagai peserta, salah satunya Ahmad Fadel Rusmana (Fadel) dari Sastra Jerman. “Fesbud tahun ini agak berbeda karena biasanya, Fesbud sudah selesai dilaksanakan sebelum perkuliahan. Tapi sangat menyenangkan rasanya bisa menyalurkan hobi dan juga bakat melalui Fesbud edisi kali ini. Sebagai peserta juga kami diperhatikan, jika ada yang terluka ataupun kehausan kami diberikan tindakan. Fesbud kali ini akan jadi kenangan yang cukup membekas. Terimakasih panitia Fesbud 2024!,” terang Fadel.  Dengan adanya acara Festival Ilmu Budaya, diharapkan seluruh mahasiswa FIB dari berbagai jurusan dapat mengembangkan bakat dalam bidang olahraga maupun non-olahraga, mempererat hubungan persahabatan antar berbagai jurusan, dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masing-masing individu.  Red: Yohanes William Ivakdalam

Berita

Unpad Tawarkan 3 Jalur Undangan di Seleksi Mahasiswa Baru 2024

Jatinangor, 12 Januari 2024 – Dengan mengusung semangat keberpihakan, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka tiga jalur atau program undangan dan satu beasiswa bagi penyandang disabilitas di seleksi mahasiswa baru 2024.  Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut terkait dengan tiga jalur atau program undangan Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2024: 1. Undangan Siswa Berprestasi dari Sekolah yang Kurang Terepresentasi  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa program ini ditujukan kepada siswa dari sekolah yang yang selama ini alumninya belum pernah ada yang diterima di Unpad. Siswa dari sekolah tersebut mendapatkan kesempatan khusus yaitu berupa prioritas untuk diterima di Unpad.  “Jadi teman-teman yang berasal dari sekolah yang seniornya belum pernah ada yang diterima di Unpad jangan berkecil hati,” katanya.  Prof. Arief melanjutkan bahwa Unpad sudah memiliki database sekolah yang berhasil diterima di Unpad pada periode lima tahun ke belakang. Ia juga mengatakan bahwa pihak Unpad akan melihat para siswa yang lulus dari sekolah yang belum pernah diterima di Unpad dan akan diberikan perhatian khusus.  2. Undangan Siswa dari keluarga yang Belum Pernah Menempuh Studi di Perguruan Tinggi  Jalur undangan kedua ini diberikan dan diprioritaskan secara khusus kepada siswa yang berprestasi, namun dari keluarga yang anggotanya belum pernah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.  Menanggapi hal tersebut, Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad akan memberikan perhatian khusus bagi siswa yang dalam keluarganya menjadi anggota keluarga pertama yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, karena siswa tersebut merupakan wakil pertama dari keluarga tersebut untuk bersekolah ke perguruan tinggi.  Selain itu, Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad, Mohamad Fahmi, S.E., M.T., menilai bahwa program ini bertujuan untuk membuka peluang bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki akses pendidikan menuju perguruan tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan sebuah keluarga.  Sebagai implementasinya, Unpad akan membuka pendaftaran khusus untuk program ini pada Jalur Mandiri. Calon pendaftar diminta untuk memasukkan dokumen yang diperlukan serta pernyataan bahwa siswa tersebut merupakan wakil pertama dari keluarga tersebut untuk bersekolah ke perguruan tinggi.  3. Undangan bagi Siswa Berprestasi dari Wilayah 3T  Melalui program ini, Unpad mengundang siswa berprestasi dari sekolah yang berada di wilayah kelompok 3T di Indonesia. Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad akan mengundang siswa terbaik di wilayah-wilayah tersebut untuk diberikan “free pass” agar dapat masuk ke Unpad tanpa mengikuti berbagai tes yang cukup berat.  Perhatian tersebut dilakukan mengingat tidak semua siswa Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Maka dari itu, program ini terbuka bagi seluruh provinsi di Indonesia yang berada di wilayah kelompok 3T.  Di Jawa Barat, Unpad akan memprioritaskan calon mahasiswa baru yang berasal dari wilayah-wilayah di pesisir selatan. Hal ini disebabkan oleh persentase mahasiswa asal Jabar di Unpad sekitar 67 persen, di mana jumlah ini masih diisi oleh mahasiswa asal kota-kota besar di Jabar.  Di luar ketiga jalur undangan tersebut, Unpad juga menyediakan program beasiswa difabel pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).  Tahun ini, kelompok difabel mempunyai kesempatan yang sama untuk mendaftar pada seluruh program studi di Unpad. Namun, Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad akan tetap menghimbau peserta untuk memilih program studi yang sesuai dengan kondisi yang dialami. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Profil Staf Akademik Senior di FIB Unpad: Kontribusi dan Keseimbangan Gender

Di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran, struktur staf akademik senior memainkan peran penting dalam pengembangan dan pengelolaan akademik. Dari total 116 dosen aktif di FIB, sebanyak 105 di antaranya termasuk dalam kategori staf akademik senior, yaitu Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar. Ini mencerminkan pengalaman dan keahlian yang mendalam yang ada di fakultas ini, berkontribusi secara signifikan pada kualitas pendidikan dan penelitian. Dari 105 staf akademik senior tersebut, 58 di antaranya adalah perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan memegang peran penting dalam tingkat akademik yang lebih tinggi, mendemonstrasikan kontribusi mereka yang signifikan dalam bidang penelitian, pengajaran, dan kepemimpinan di FIB Unpad. Dengan 47 staf akademik senior laki-laki, keseimbangan gender dalam kategori ini menunjukkan kemajuan yang positif dalam upaya menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan beragam. Peran staf akademik senior di FIB Unpad tidak hanya mencakup pengajaran tetapi juga termasuk kontribusi dalam penelitian dan pengembangan kebijakan akademik. Staf akademik senior perempuan di FIB memberikan dampak besar dengan menghadirkan perspektif unik dan inovatif dalam berbagai disiplin ilmu yang ditawarkan oleh fakultas. Keberadaan mereka turut memperkuat kualitas akademik dan penelitian di FIB, serta mempromosikan kesetaraan gender dalam lingkungan akademik. Komposisi gender di kalangan staf akademik senior ini merupakan cerminan dari upaya FIB Unpad untuk memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi di tingkat tertinggi akademik. Dengan mayoritas perempuan di level senior, FIB Unpad menunjukkan komitmen terhadap keberagaman dan inklusi, serta memberikan contoh yang baik bagi institusi pendidikan tinggi lainnya. Secara keseluruhan, profil staf akademik senior di FIB Unpad menyoroti keseimbangan gender yang progresif dan kontribusi signifikan dari perempuan dalam bidang akademik. Ini menegaskan peran penting perempuan dalam membentuk masa depan pendidikan tinggi dan memberikan dampak positif pada komunitas akademik secara luas. FIB Unpad berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan staf akademik senior, memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk sukses dalam peran mereka. Dengan melanjutkan fokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan, FIB Unpad akan terus memajukan kualitas akademik dan memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan berkelas dunia. Red. Gilang Januarsyah

Berita

Bantu Masyarakat Melanjutkan Studi, Wakil Rektor Unpad Jelaskan Empat Kebijakan Keberpihakan

Bandung, Jawa Barat — Pendidikan sejatinya menjadi sebuah hal yang dapat diakses oleh setiap elemen masyarakat dari latar belakang yang beragam. Akan tetapi, nyatanya hal ini masih belum terpenuhi secara maksimal. Adapun berbagai cara dilakukan, baik oleh perguruan tinggi maupun pemerintah dalam mengurangi kesenjangan tersebut. Universitas Padjadjaran kerap kali dipilih oleh para calon mahasiswa sebagai tempat untuk melanjutkan studi perguruan tinggi. Adapun calon mahasiswa Unpad terdiri dari berbagai latar belakang masyarakat. Dalam menanggapi hal itu, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025, sejumlah kebijakan telah dilakukan guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk bisa melanjutkan studinya di kampus ini. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Arief S Kartasasmita. Adapun Unpad membagi kebijakan tersebut ke dalam empat program. Program pertama merupakan beasiswa untuk mahasiswa berkebutuhan khusus (difabel) yang diterima melalui jalur masuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).  Program kedua merupakan program undangan bagi siswa berprestasi yang tinggal di daerah yang terindikasi 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal).  Program ketiga Unpad diberikan dalam bentuk undangan bagi siswa berprestasi yang keluarganya belum pernah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.  Sedangkan, program terakhir diberikan kepada siswa yang sekolahnya belum memiliki representasi di Unpad.  Terkait keberpihakan kepada teman-teman difabel, Arief menyampaikan bahwa Unpad memiliki perhatian khusus kepada mereka yang memiliki potensi untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Adapun bentuk dukungan dan perhatian khusus tersebut turut selaras dengan upaya Unpad untuk mengingatkan peserta didik difabel agar dapat memilih program studi yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya.  Di satu sisi, Arief turut menyampaikan bahwa Unpad memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para calon peserta didik yang berasal dari daerah 3T. “Unpad juga mengundang siswa berprestasi dari sekolah yang berada di wilayah yang termasuk kelompok 3T di Indonesia. Kami akan undang siswa terbaik di sana, untuk diberikan semacam free pass, agar bisa masuk ke Unpad, tanpa perlu mengikuti tes-tes yang cukup berat,” ungkapnya.  Adapun untuk wilayah Jawa Barat, Unpad lebih memprioritaskan para calon peserta didik yang berasal dari wilayah 3T di pesisir selatan. Hal ini dikarenakan Unpad masih didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari kota-kota besar di Jawa Barat.  Arief turut menyampaikan bahwa Unpad membuka peluang besar bagi para calon mahasiswa dari keluarga yang belum pernah berkuliah untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. “Jadi kalau di keluarga tersebut tidak ada yang berkuliah, maka yang pertama kali itu akan kami berikan perhatian khusus, karena dia akan menjadi wakil pertama dari keluarga tersebut untuk bersekolah ke perguruan tinggi,” tambah Arief.  Unpad turut mengundang para calon mahasiswa yang alumni sekolahnya belum pernah diterima di Unpad. Hal ini didasarkan pada database asal sekolah mahasiswa yang dimiliki oleh Unpad.  “Mereka akan diprioritaskan untuk bisa diterima di Unpad. Unpad telah memiliki database sekolah yang berhasil diterima di Unpad dalam lima tahun terakhir. Nanti, kami lihat kalau ada yang lulus dari sekolah yang belum diterima di Unpad, maka kami akan berikan perhatian khusus,” ungkap Arief. Arief turut menambahkan bahwa pada tahun akademik 2024/2025 ini, pihak Universitas Padjadjaran tidak menaikkan UKT mahasiswanya. Hal ini dikarenakan Unpad menganut prinsip bahwa UKT mahasiswa perlu untuk menyesuaikan dengan kemampuan orang tua atau wali. Di sisi lain, Unpad turut menilai bahwa sebagian ekonomi masyarakat masih belum pulih akibat terdampak pandemi Covid-19.  Dengan kebijakan-kebijakan kooperatif yang dilakukan Unpad, diharapkan membuka peluang besar bagi masyarakat dari latar belakang dan kondisi yang beragam untuk dapat melanjutkan studinya hingga ke jenjang perguruan tinggi.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Unpad Berikan Beasiswa Rp 2 Miliar untuk Mahasiswa, Hasil Investasi Dana Abadi

Jatinangor, 28 Desember 2023 – Universitas Padjadjaran menyerahkan beasiswa dengan total senilai Rp2 Miliar pada 240 mahasiswa aktif di lingkungan Unpad, dari hasil investasi Dana Abadi Padjadjaran.  Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis pada Jumat (22/12) lalu kepada perwakilan mahasiswa di sela pelaksanaan Upacara Peringatan ke-95 Hari Ibu Tahun 2023 yang digelar di halaman Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti beserta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief S. Kartasasmita. Direktur Keuangan dan Tresuri Unpad Edi Jaenudin, S.E., M.Si., Ak., menjelaskan bahwa program Dana Abadi Padjadjaran telah digulirkan oleh Unpad sejak tahun 2020. Hibah telah diperoleh Unpad selama tiga tahun berjalan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat umum, alumni, orang tua, mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Ia juga menjelaskan bahwa dana tersebut terus diakumulasi dan dana abadi tidak boleh digunakan secara aturan, harus tetap abadi, dapat diinvestasikan, dan hasil investasinya baru boleh digunakan, salah satunya untuk beasiswa mahasiswa. Sebanyak 240 penerima beasiswa merupakan mahasiswa Sarjana dan Sarjana Terapan angkatan 2021, 2022, dan 2023, dan dipilih berdasarkan seleksi oleh pihak rektorat bersama dengan BEM Kema Unpad. Edi mengatakan bahwa penerima beasiswa Dana Abadi Padjadjaran difokuskan untuk para mahasiswa yang terkendala secara ekonomi.  Beberapa di antara penerima beasiswa merupakan mahasiswa yang layak memperoleh beasiswa KIP-K namun terkendala karena keterbatasan kuota di tingkat nasional.  “Sesuai kebijakan, mereka kami terima selama ini dan kami membantu untuk meringankan UKT mereka. Dengan adanya Dana Abadi Padjadjaran, mereka yang UKT-nya mendapat keringanan juga mendapatkan bantuan biaya bulanannya oleh kami,” jelas Edi.  Edi melanjutkan, kemampuan akademik tidak menjadi poin utama yang disyaratkan. Hal ini didasarkan pada kondisi mahasiswa yang kurang secara akademik dan kurang secara ekonomi, dimana beberapa di antara mereka memiliki fokus yang terbagi, yaitu fokus untuk kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup.  “Untuk memenuhi kebutuhan hidup selama berkuliah, banyak mahasiswa yang bekerja serabutan di sela kuliah. Hal tersebut dapat dikatakan bagus dan kreatif, namun di lain sisi terdapat kekhawatiran bahwa akademik mereka menjadi terganggu,” terang Edi.  Untuk itu, melalui beasiswa Dana Abadi Padjadjaran, 240 mahasiswa tersebut diberikan beasiswa pendidikan berupa pembebasan UKT serta pemberian biaya hidup sebesar Rp 600.000 per bulan untuk setiap penerima mulai Januari – Desember 2024 mendatang.  Edi mengatakan bahwa harapannya penerima beasiswa dapat fokus untuk berkuliah, sehingga kemampuan akademiknya dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menambahkan, jika prestasi dari para mahasiswa selama ini belum baik, pihak kampus akan melakukan evaluasi untuk ke depan.  Hasil Investasi Dana Abadi  Edi menjelaskan, Dana Abadi Padjadjaran diinvestasikan melalui sukuk atau obligasi syariah pada Badan Wakaf Indonesia. Saat ini, sebanyak Rp 54 Miliar dana abadi telah dikumpulkan dari para donatur. Dari total tersebut, hasil investasi sebesar Rp 3 Miliar yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk beasiswa mahasiswa yang bertujuan untuk mendukung aktivitas riset dan inovasi, pengembangan kampus hijau, serta program pemberdayaan masyarakat.  “Hasil investasi sebesar Rp 3 Miliar tersebut, sebanyak Rp 2 Miliar kami alokasikan untuk beasiswa Dana Abadi Padjadjaran. Sisa dari dana tersebut kami siapkan untuk mahasiswa angkatan 2024 atau mahasiswa on going yang perlu bantuan di semester genap bulan depan,” kata Edi. Ia menegaskan bahwa berbagai manfaat akan diperoleh dengan berdonasi di Dana Abadi Padjadjaran, khususnya untuk membantu mahasiswa melalui program beasiswa.  “Dana Abadi Padjadjaran ini sangat bermanfaat. Sebagai contoh, kalau kita berikan beasiswa senilai Rp 500 ribu secara langsung ke mahasiswa, dana tersebut akan habis seketika. Namun jika dana tersebut didonasikan ke dana abadi, dana beasiswa senilai Rp 500 ribu tersebut akan bertahan dan tentunya dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa yang berkekurangan secara ekonomi. Hal ini dinilai sangat bermanfaat dan berkelanjutan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang,” pungkas Edi. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Mengatasi Batasan: Kontribusi Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Disabilitas di FIB Unpad

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran dengan bangga menampilkan komitmennya terhadap inklusi dan kesetaraan, terutama dalam mendukung tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas. Di FIB Unpad, keterbatasan fisik atau kondisi khusus tidak menghalangi individu untuk berkontribusi secara maksimal dalam lingkungan akademik dan mencapai impian mereka. Tenaga Kependidikan: Mengatasi Batasan untuk Memberikan Yang Terbaik Di antara tenaga kependidikan di FIB Unpad, terdapat individu yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi yang berarti. Salah satu contoh inspiratif adalah Bapak Teten, yang meskipun menghadapi tantangan fisik pada bagian netra, namun tetap berkomitmen untuk mendukung operasional dan kegiatan akademik di fakultas. Keberanian dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari tidak hanya memberikan contoh yang kuat tentang ketahanan dan kerja keras, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan penuh empati. Tenaga kependidikan di FIB Unpad menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, seperti aksesibilitas yang disesuaikan dan penyesuaian tempat kerja, keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan untuk menjalankan tugas secara efektif. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan yang dipegang teguh oleh FIB Unpad, serta mendorong penciptaan lingkungan kerja yang adil dan mendukung. Mahasiswa Disabilitas: Mewujudkan Impian di Tengah Tantangan Di sisi mahasiswa, FIB Unpad juga berkomitmen untuk mendukung mahasiswa disabilitas dalam mencapai impian akademik mereka. Dengan adanya layanan pendukung seperti konseling akademik dan aksesibilitas ruang kelas, mahasiswa disabilitas di FIB Unpad mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang secara optimal. Contoh inspiratif dari mahasiswa disabilitas yang sukses menembus berbagai batasan dalam studi mereka dapat ditemukan di FIB Unpad. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Sastra Jerman telah membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan tekad yang kuat, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan akademik. Keberhasilan mereka tidak hanya menyoroti potensi individu tetapi juga menegaskan komitmen FIB Unpad terhadap kesetaraan dan pemberdayaan. FIB Unpad terus berupaya untuk menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan khusus mahasiswa disabilitas, serta memastikan bahwa semua layanan akademik dapat diakses oleh setiap individu. Ini termasuk menyediakan materi kuliah dalam format yang dapat diakses, serta memastikan bahwa lingkungan belajar inklusif dan ramah bagi semua mahasiswa. Komitmen FIB Unpad terhadap Inklusivitas Keberhasilan tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas di FIB Unpad adalah bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk memberikan kontribusi yang berarti atau menggapai impian mereka. FIB Unpad berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbaiki dukungan yang diberikan kepada tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas, menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara untuk semua. Menurut Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., dengan menempatkan inklusivitas dan kesetaraan sebagai pusat perhatian, FIB Unpad berusaha untuk memupuk budaya yang mendukung, mendorong, dan memberdayakan setiap individu untuk mencapai potensi penuh mereka, tanpa memandang keterbatasan fisik atau kondisi khusus. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat akademik yang lebih adil dan beragam. Beliau menambahkan juga bahwa etiap orang memiliki kesempatan untuk bersinar dan berkontribusi. Writer: Gilang JanuarsyahTranslator: Firda Khoirunnisa

Berita

Mengatasi Batasan: Kontribusi Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Disabilitas di FIB Unpad

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran dengan bangga menampilkan komitmennya terhadap inklusi dan kesetaraan, terutama dalam mendukung tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas. Di FIB Unpad, keterbatasan fisik atau kondisi khusus tidak menghalangi individu untuk berkontribusi secara maksimal dalam lingkungan akademik dan mencapai impian mereka. Tenaga Kependidikan: Mengatasi Batasan untuk Memberikan Yang Terbaik Di antara tenaga kependidikan di FIB Unpad, terdapat individu yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi yang berarti. Salah satu contoh inspiratif adalah Bapak Teten, yang meskipun menghadapi tantangan fisik pada bagian netra, namun tetap berkomitmen untuk mendukung operasional dan kegiatan akademik di fakultas. Keberanian dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari tidak hanya memberikan contoh yang kuat tentang ketahanan dan kerja keras, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan penuh empati. Tenaga kependidikan di FIB Unpad menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, seperti aksesibilitas yang disesuaikan dan penyesuaian tempat kerja, keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan untuk menjalankan tugas secara efektif. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan yang dipegang teguh oleh FIB Unpad, serta mendorong penciptaan lingkungan kerja yang adil dan mendukung. Mahasiswa Disabilitas: Mewujudkan Impian di Tengah Tantangan Di sisi mahasiswa, FIB Unpad juga berkomitmen untuk mendukung mahasiswa disabilitas dalam mencapai impian akademik mereka. Dengan adanya layanan pendukung seperti konseling akademik dan aksesibilitas ruang kelas, mahasiswa disabilitas di FIB Unpad mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang secara optimal. Contoh inspiratif dari mahasiswa disabilitas yang sukses menembus berbagai batasan dalam studi mereka dapat ditemukan di FIB Unpad. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Sastra Jerman telah membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan tekad yang kuat, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan akademik. Keberhasilan mereka tidak hanya menyoroti potensi individu tetapi juga menegaskan komitmen FIB Unpad terhadap kesetaraan dan pemberdayaan. FIB Unpad terus berupaya untuk menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan khusus mahasiswa disabilitas, serta memastikan bahwa semua layanan akademik dapat diakses oleh setiap individu. Ini termasuk menyediakan materi kuliah dalam format yang dapat diakses, serta memastikan bahwa lingkungan belajar inklusif dan ramah bagi semua mahasiswa. Komitmen FIB Unpad terhadap Inklusivitas Keberhasilan tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas di FIB Unpad adalah bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk memberikan kontribusi yang berarti atau menggapai impian mereka. FIB Unpad berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbaiki dukungan yang diberikan kepada tenaga kependidikan dan mahasiswa disabilitas, menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara untuk semua. Menurut Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., dengan menempatkan inklusivitas dan kesetaraan sebagai pusat perhatian, FIB Unpad berusaha untuk memupuk budaya yang mendukung, mendorong, dan memberdayakan setiap individu untuk mencapai potensi penuh mereka, tanpa memandang keterbatasan fisik atau kondisi khusus. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat akademik yang lebih adil dan beragam. Beliau menambahkan juga bahwa etiap orang memiliki kesempatan untuk bersinar dan berkontribusi. Red. Gilang Januarsyah

Berita

Unpad Dukung Setiap Perempuan untuk Berkiprah dan Berprestasi

Diskriminasi masih menjadi ancaman dalam kehidupan manusia. Adapun diskriminasi memiliki bentuk yang beragam, seperti diskriminasi gender salah satunya. Hal ini kerap kali menimpa perempuan, khususnya dalam dunia kerja. Dalam hal ini, gerakan anti-diskriminasi gender menjadi sebuah gerakan yang kian disuarakan.  Universitas Padjadjaran merupakan salah satu pihak perguruan tinggi yang dengan sukses mengimplementasikan kesetaraan gender dalam pengelolaan kampus. Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti menyatakan bahwa sebanyak 45% dari total 662 pejabat pengelola di Unpad, mulai dari level pimpinan universitas sampai dengan program studi diisi oleh perempuan. Berkat hal tersebut, kampus ini memperoleh apresiasi dari Komisi Informasi Publik sebagai perguruan tinggi dengan jumlah pimpinan perempuan terbanyak di Indonesia.  Tidak hanya itu, berdasarkan data yang dihimpun per 2 Maret 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 51% dari total mahasiswa Unpad, yaitu perempuan. Angka ini menjadi suatu isyarat bahwa Universitas Padjadjaran mendukung upaya perwujudan kesetaraan gender.  Rektor Unpad menyatakan bahwa kesetaraan yang sudah menjadi budaya menjadi kunci Unpad meraih perwujudan kesetaraan gender tersebut.  “Di kita tidak ada masalah, kesetaraan gender telah terjadi. Kenapa bisa? karena tidak ada barrier, tidak ada yang mempermasalahkan. Kita sudah sangat biasa,” ungkap Prof. Rina.  Sementara itu, Prof. Rina turut menyampaikan bahwa kesempatan perempuan untuk berkiprah dan berprestasi melewati proses yang tidak mudah layaknya laki-laki. Hal ini didasarkan pada tanggung jawab kepada dirinya sendiri dan keluarganya.  Pada peringatan Hari Perempuan Internasional 2023, Rektor Unpad turut memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih perempuan, mengingat proses yang tidak mudah dalam mencapai hal tersebut.  “Tidak bisa sembarangan. Untuk mencapai prestasi perlu ada penataan cara berkehidupan dan cara bekerja. Ada tanggung jawab utama dari seorang perempuan, yaitu dirinya dan keluarganya. Untuk bisa meraih prestasi, ia harus mampu menjamin keluarganya untuk ikut berprestasi,” tutur Rektor perempuan pertama Unpad tersebut. Rektor turut menambahkan bahwa sistem pendukung, seperti keluarga, kolega, dan masyarakat menduduki peran yang tidak kalah penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender.  Menyadari kondisi akan banyaknya perempuan yang menjadi pejabat pengelola di lingkungan pendidikan Unpad, Rektor sadar bahwa hal ini menjadi salah satu tanda bahwa lingkungan kampus telah terbiasa untuk mendukung perempuan untuk bisa berkiprah dan berprestasi.  Adapun pada peringatan Hari Perempuan Internasional 2023 lalu, Rekor Unpad secara resmi menerima Anugerah Perempuan Juara Indonesia kategori Bidang Pendidikan dari Yayasan Perempuan Indonesia Juara. Penghargaan diberikan secara langsung oleh inisiator yayasan, Atalia Praratya, kepada Rektor pada acara Indonesia Hijab Walk 2023 di Trans Luxury Hotel, Bandung pada Jumat (10/3).  Konsistensi dan ekosistem yang baik dan suportif turut berperan penting pada upaya meningkatkan kiprah perempuan. Dengan demikian, baik perempuan maupun laki-laki dapat memiliki kesempatan yang sama untuk maju.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Dukung Peningkatan Pengetahuan Publik, Mahasiswa Adakan Pameran Kandally

Jatinangor, Jawa Barat — Pengetahuan merupakan hal yang bersifat inklusif, sehingga seharusnya dapat diakses oleh siapapun. Adapun perpustakaan menjadi sarana pendukung perolehan informasi. Bukan hanya menyimpan buku, umumnya perpustakaan juga menyimpan berbagai barang yang menunjang perolehan informasi tersebut. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa program studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran angkatan 2022. Pada November 2023 lalu, mereka mengadakan sebuah pameran yang mengangkat tentang pola kebiasaan masyarakat Sunda bertemakan “Kandally” yang merupakan kepanjangan dari “Kandaga Sundanese Gallery”. Pameran ini dilangsungkan di Gedung Kandaga (Perpustakaan Pusat Unpad Jatinangor) pada Senin (27/11) hingga Rabu (29/11).  Kepala Pusat Pengelolaan Pengetahuan Unpad yang sekaligus merupakan dosen pengampu, Wina Erwina menyampaikan bahwa pameran “Kandally” merupakan salah satu bentuk tugas akhir dua mata kuliah, yaitu Dokumentasi Budaya dan Hubungan Masyarakat Lembaga Informasi. Adapun kegiatan ini turut didukung oleh Pusat Pengelolaan Pengetahuan Universitas Padjadjaran. “Dua mata kuliah itu digabungkan, mahasiswa menyelenggarakan suatu event (yang) kontennya dari mata kuliah Dokumentasi Budaya,” ujar Wina.  Wina turut menjelaskan bahwa pameran “Kandally” berfokus pada poin utama, yaitu pola kebiasaan masyarakat suku Sunda dalam pertanian sawah, pertanian ladang, peternakan, dan perikanan. Adapun informasi-informasi yang disuguhkan tidak hanya sebatas buku, melainkan juga berupa infografis dan perlengkapan sehari-hari, sehingga menarik secara visual.  “Ada alat musik kecapi, angklung, juga dapur tradisional dengan peralatannya. Ada satu section tentang pakaian-pakaian adat Sunda. Ada pakaian harian, ada pakaian khusus, dan sebagainya. Pengunjung yang datang ke sana boleh pakai baju itu terus difoto,” jelas Wina.  Waktu penyelenggaraan pameran yang bersamaan dengan ajang Pimnas 36 menjadikan daya tarik tersendiri bagi para tamu dan pengunjung. Wina berpendapat bahwa momen ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menyebarluaskan hasil kolaborasi berbagai bidang ilmu pengetahuan sesuai dengan prinsip Pusat Pengelolaan Pengetahuan. Hal ini menjadikan Kandally sebagai acara yang menghibur, edukatif, dan informatif.   Melalui pameran Kandally, Wina berharap para tamu maupun mahasiswa Unpad lebih mengenal masyarakat Sunda. Di satu sisi, penyelenggaraan program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan keahlian mahasiswa, khususnya dalam penyelenggaraan event dan pembuatan konten pameran. Pameran “Kandally” turut mendapatkan respon positif dari para mahasiswa Unpad. Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), yaitu Mahfirotu, Fazra, dan Nabila mengungkapkan kekaguman mereka pada konsep penyelenggaraan pameran dan informasi yang mengangkat kebudayaan Sunda tersebut.  “Yang paling menarik dari rangkaian galerinya adalah pakaiannya, karena bisa dicoba langsung. Pengalamannya lebih dapat bisa dicoba sekaligus foto-foto,” ungkap Fazra.  Ketiga mahasiswa tersebut mengaku mendapat informasi baru yang belum diketahui sebelumnya, seperti jenis dan bentuk cangkul yang berbeda dalam tradisi masyarakat Sunda. Keberagaman cangkul tersebut dipercaya memiliki filosofinya masing-masing. Pameran budaya yang dikemas secara menarik menjadi salah satu cara perpustakaan membuka akses perolehan informasi bagi publik. Dengan demikian, hal ini dapat memperluas kesempatan masyarakat dalam mengakses informasi melalui bentuk layanan perpustakaan. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Wujudkan Kampus Ramah Lingkungan, Unpad Sediakan Sepeda Listrik Kerja Sama Beam Mobility

Jatinangor, Jawa Barat – Penyediaan energi bersih dan terjangkau saat ini menjadi hal yang didambakan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari keuntungan yang dimilikinya, seperti ramah lingkungan dan hemat. Salah satu upaya perwujudannya adalah dengan pengadaan transportasi umum yang memadai di lingkungan kampus. Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Padjadjaran mengadakan kerja sama dengan Beam Mobility sebagai bentuk realisasi kampus ramah lingkungan (green campus). Hal ini diinisiasi Unpad dengan penyediaan 500 unit sepeda listrik di kampus Jatinangor sebagai salah satu transportasi dalam kampus. Di sisi lain, kendaraan tersebut juga digunakan sebagai operasional mobilisasi saat Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 di Kampus Unpad pada 26 November – 1 Desember 2023 mendatang.  Adapun Koordinator Kerja Sama Panitia Pelaksana Pimnas ke-36, Dr. Cipta Endyana, M.T. menyatakan bahwa setiap unit sepeda listrik dilengkapi dengan perangkat helm dan asuransi pengguna.  “Dimulai dari Pimnas, sepeda listrik ini akan menjadi sarana transportasi di Kampus (Unpad) Jatinangor,” ujar Cipta kepada Kanal Media Unpad.  Cipta menambahkan bahwa sepeda listrik tersebut dapat digunakan oleh siapa saja ketika masa Pimnas berlangsung. Dirinya juga menyebutkan bahwa kendaraan roda dua internal kampus tersebut akan disebar di beberapa titik gedung yang akan menjadi lokasi Pimnas.  Cipta berharap sepeda listrik Beam dapat terus dimanfaatkan oleh seluruh warga Unpad setelah Pimnas selesai. Hal ini sebagai dukungan Unpad dalam menjaga kelestarian lingkungan.  “Diharapkan juga emisi di dalam kampus makin berkurang dengan hadirnya sepeda listrik ini,” ucapnya.  Kelestarian lingkungan dengan pengurangan emisi karbon selayaknya menjadi tanggung jawab bersama. Penggunaan kendaraan ramah lingkungan sepatutnya dapat dengan mudah diakses oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan hal itu, maka kebiasaan meninggalkan jejak karbon berkurang dan kondisi alam menjadi lebih baik. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top