Berita

Berita

Memahami Konflik Israel-Palestina Melalui Perspektif Psikologi Politik

Jatinangor, 23 Mei 2024 – Kuliah umum “The Current Situation of the Israel-Palestinian Conflict: From the Perspective of Political Psychology” telah dilaksanakan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Fapsi Unpad) secara hibrid di Ruang Sidang S-3 Gedung 1 Fapsi Unpad, Jatinangor, Sumedang, pada Selasa (21/5). Kegiatan ini mendapatkan atensi dari beberapa Fakultas Unpad, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  Dalam kuliah umum ini, Fapsi Unpad mengundang Mantan Duta Besar Indonesia (salah satunya untuk Uni Eropa, Belgia, dan Luxemburg) sekaligus alumni Fapsi Unpad, Nadjib Riphat Kesoema. Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator mata kuliah Psikologi Politik Fapsi Unpad, Dr. Zainal Abidin , M.Si.  Sebagai pembuka, Zainal mengatakan bahwa kuliah umum ini diselenggarakan secara rutin dalam empat tahun terakhir. Ia juga mengatakan bahwa baru setahun yang lalu, Fapsi Unpad mulai memanggil ahli untuk hadir dalam kuliah umum ini, salah satunya ahli yang berkaitan dengan kebijakan internasional. Selanjutnya, Nadjib menyampaikan materi mengenai konflik antara Israel dan Palestina dari sudut pandang psikologi politik serta catatan sejarah. Ia menegaskan bahwa saat ini, konflik Israel-Palestina merupakan masalah kemanusiaan yang luar biasa dan bukan masalah yang sepele.  Duta besar yang juga anggota Majelis Wali Amanat Unpad tersebut menjelaskan bahwa analisis konflik dan menciptakan perdamaian melalui studi kepribadian (study of personality) dapat menggunakan sudut pandang psikologi politik yang berfokus pada dampak kepemimpinan dan kepribadian tokoh kunci terhadap pengambilan keputusan, serta konsekuensi dari kepribadian massa terhadap batas-batas kepemimpinan. Selain itu, analisis juga dapat dilakukan melalui pendekatan kepribadian kunci (key personality) dalam psikologi politik.  Nadjib memaparkan bahwa psikologi politik membahas mengenai penjelasan perilaku politik, mulai dari perilaku politik yang familier hingga perilaku politik yang tampaknya tidak dapat dipahami.  Dalam psikologi politik, setiap bangsa memiliki kepribadian dan tidak hanya terbatas oleh individu saja. Kepribadian bangsa tersebut paling tampak dari tokoh kunci atau pemimpin dari sebuah bangsa, meskipun kepribadian bangsa ditunjukkan oleh seluruh masyarakat. Nadjib memaparkan bahwa tokoh kunci dan pemimpin tersebut akan memberikan “mass personality” seperti personality dari banyak orang.  Terdapat juga keyakinan bersama tentang suatu bangsa tertentu yang memiliki ciri kepribadian yang khas, di mana hal ini bisa juga disebut sebagai karakter nasional atau stereotip nasional, atau bahkan kepribadian nasional. Suatu bangsa (bahkan suku-suku bangsa) memiliki stereotip tertentu.  “Itu (stereotip nasional) merupakan gambaran karakter,” tambah Nadjib.  Pendekatan yang digunakan ketika menganalisis konflik adalah collective politicized identity. Collective politicized identity merupakan pendekatan psikologi politik yang terhubung dengan tiga konsep, yaitu collective identity (pemberian nama terhadap sesuatu), power struggle (perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan), serta kompleksitas konteks sosial dan kemanusiaan yang lebih luas daripada sekadar perjuangan kekuasaan.  “Banyak teori psikologi politik dari manapun yang bisa kita masukkan untuk mendekati permasalahan ini (konflik Israel-Palestina). Tapi, saya ingin mengetuk hati kita, ingin kita melihat bahwa ini adalah permasalahan manusia yang luar biasa, tragedi kemanusiaan yang luar biasa sedang terjadi,” jelas Nadjib.  Rekonsiliasi psikologi juga penting dalam mengatasi suatu konflik.  Aspek rekonsiliasi psikologi memerlukan perubahan dalam etos konflik. Ia menjelaskan bahwa kita harus memegang jiwa dari konflik dan melihat ke dalamnya mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Lebih lanjut, Nadjib mengatakan bahwa dalam rekonsiliasi psikologi, seseorang juga perlu menghormati keyakinan masyarakat, di mana keyakinan-keyakinan dari kelompok itu harus dibedah dan dilihat secara jelas. Nadjib juga mengatakan bahwa pembentukan etos perdamaian juga diperlukan dengan mengganti konflik yang sudah mengakar di dada dengan etos perdamaian.  Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa terciptanya perdamaian dan resolusi konflik merupakan kontribusi utama dari psikologi politik dan dapat dilakukan melalui pemanfaatan budaya dialog berbasis objektif, pendekatan secara tepat dan bijaksana dalam semua bentuk polarisasi, memitigasi langkah bersama untuk mengatasi akar permasalahan, serta menyadarkan pemimpin kelompok yang bertikai. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Peduli Inklusivitas Pendidikan Penyandang Disabilitas,Unpad Luncurkan Program EmpowerID

Jatinangor, Jawa Barat – Pendidikan seharusnya menjadi sebuah hal istimewa yang berhak setiap individu dapatkan dalam hidupnya. Tidak terkecuali para penyandang disabilitas.  Seturut dengan perwujudan inklusivitas pendidikan, Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Glasgow Caledonian University (GCU) dalam membentuk sebuah program bertajuk “Enhancing Disability-Inclusive Education in Indonesian Universities (EmpowerID)”. Program ini dihadiri oleh dua orang staf akademik GCU, yaitu Dr. Katie Thomson dan Ms. Lisa Forrest di Kampus Unpad Jatinangor pada 21-26 April lalu.  Sebelum kunjungan dari dua orang staf GCU, pihak Universitas Padjadjaran telah melakukan kunjungan ke Glasgow Caledonian University pada Maret lalu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pembelajaran dalam upaya melayani mahasiswa dan staf disabilitas melalui staf dan fasilitas di universitas tersebut.  Adapun kunjungan yang dilakukan di Unpad diselenggarakan dalam bentuk lokakarya dengan pemangku kepentingan yang relevan di Unpad, seperti satuan tugas layanan disabilitas, mahasiswa disabilitas, kantor dukungan pembelajaran, dan para ketua program studi.  Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Universitas Padjadjaran, Mohamad Fahmi, S.E., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa program EmpowerID dimaksudkan sebagai pondasi pembentukan unit layanan disabilitas yang permanen dan memadai di lingkungan Unpad. Adapun tujuan program ini, yaitu menciptakan suatu lingkungan akademik yang ramah dan fleksibel bagi mahasiswa penyandang disabilitas. “EmpowerID bukan hanya tentang membuat kampus kami lebih fleksibel, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan respek dalam komunitas kami. Inisiatif ini adalah bukti komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk sukses,” tutur Fahmi.  Area utama yang menjadi fokus EmpowerID, yaitu integrasi teknologi assistive yang berfungsi untuk membantu mahasiswa penyandang disabilitas dalam kegiatan belajar mengajar, seperti software yang membantu kegiatan visual dan auditori. Di sisi lain, diperlukan pula program untuk meningkatkan performa keberhasilan akademis dan integrasi sosial mahasiswa penyandang disabilitas, pembinaan staf dan mahasiswa terkait kepekaan disabilitas, serta promosi yang gencar terhadap pemahaman dan interaksi di lingkungan kampus. Selain Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Universitas Padjadjaran, kunjungan dua staf Disability Service GCU turut disambut hangat oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan Disabilitas Unpad, Dr. Eng. H. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, ST., MT. Boy menyampaikan bahwa keberhasilan kampus tidak serta merta diukur dari prestasi akademis, melainkan juga didukung dengan inklusivitas pendidikan dan interaksi sosial di lingkungan kampus bagi seluruh anggotanya. “Kami, Universitas Padjadjaran sebagai universitas yang progresif, memandang pentingnya program EmpowerID dalam pelayanan mahasiswa disabilitas. Tumbuhnya kesadaran inklusi di lingkungan Universitas Padjadjaran merupakan tonggak penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Kami berkomitmen untuk memberdayakan individu dengan disabilitas, memastikan akses yang setara terhadap pendidikan, peluang karir, akses kesehatan, serta partisipasi penuh dalam kehidupan masyarakat,” ujar Boy.  Masa depan cerah dan berguna bagi masyarakat selalu menjadi impian setiap manusia. Maka dari itu, interaksi sosial dan perolehan pendidikan yang baik seharusnya menjadi sebuah perhatian dan target bagi seluruh elemen masyarakat.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Unpad Tingkatkan Jumlah Perempuan menjadi Dokter Urologi

Bandung, Jawa Barat — Akses perempuan terhadap pendidikan dan pekerjaan kerap kali masih menjadi persoalan. Hal ini menimbulkan beragam upaya agar mampu mendobrak diskriminasi tersebut.  Seperti yang dilakukan oleh beberapa universitas di Indonesia, salah satunya Universitas Padjadjaran dalam bidang urologi. Menurut sejarahnya, urologi memang didominasi oleh laki-laki. Hal tersebut dibuktikan dari tingkat dokter urologi laki-laki yang lebih tinggi dibandingkan perempuan di dunia. Namun demikian, kesenjangan ini semakin menyempit seiring berjalannya waktu. Salah satu daerah berkurangnya tingkat kesenjangan tersebut, yaitu Jawa Barat. Hal ini dikarenakan banyak perempuan yang mendaftar dan berkontribusi dalam program residensi urologi, khususnya di Universitas Padjadjaran.  Pencapaian tersebut tidak serta merta datang begitu saja, melainkan butuh waktu lama dalam prosesnya. Lingkungan non diskriminasi gender berkembang pesat, di berbagai wilayah negara berkembang termasuk di Indonesia.  Indonesia memiliki lima pusat urologi di antaranya, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Saat ini, terdapat 653 ahli urologi di Indonesia pada awal tahun 2024. Adapun Universitas Padjadjaran memiliki 10 residen urologi perempuan dari 63 residen.  Jumlah yang telah diraih tersebut sejalan dengan program residensi urologi yang dilakukan Universitas Padjadjaran, khususnya Pusat Medis Akademik Hasan Sadikin di Kota Bandung. Sejak dibuka pada tahun 2007, departemen urologi Unpad menerima setidaknya 1 residen perempuan mulai tahun 2011. Namun, angka ini tetap terus bertumbuh.  Rendahnya tingkat partisipasi perempuan dan laki-laki pada bidang urologi bukan dikarenakan mereka tidak diterima, melainkan justru karena tidak mendaftar bidang tersebut. Di satu sisi, latar belakang residen perempuan dan laki-laki tidak jauh berbeda dalam hal pendidikan dan jumlah tahun jeda (durasi dari kelulusan sebagai dokter medis hingga diterima dalam program residensi). Perbedaan tersebut justru ditunjukkan dari pengalaman publikasi yang didominasi oleh mahasiswa kedokteran perempuan.  Pengenalan pendidikan sebagai salah satu pilihan karir tidak hanya terfokus pada suatu gender tertentu. Memperkenalkan bidang urologi kepada perempuan untuk melanjutkan karirnya merupakan salah satu cara untuk turut meningkatkan kesetaraan gender dalam bidang ilmu pengetahuan. Dukungan dan pendampingan menjadi faktor penting dalam kemajuan karir dan perlindungan bagi perempuan yang ingin terjun ke bidang tersebut.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

83 Mahasiswa Raih Beasiswa dari UPZ Baznas Unpad

Jatinangor, 19 April 2024 – Sebanyak 83 mahasiswa Universitas Padjadjaran menerima beasiswa Smart Scholarship 2024 dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Unpad. Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di Taman Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipati Ukur No.35, Bandung, Selasa (16/4).  Kepala UPZ Baznas Unpad, Dr. Hazbini, M.Ag., mengatakan bahwa beasiswa ini didapatkan dari dana zakat warga Unpad yang terkumpul di UPZ Baznas Unpad. Dr. Hazbini menyampaikan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa Unpad, khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu dalam bentuk bantuan untuk biaya hidup dan uang saku, serta bantuan biaya UKT selama satu semester. Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah muzaki yang ada di lingkungan Unpad. Penerima program beasiswa ini diprioritaskan untuk mahasiswa yang direkomendasikan oleh program studi, fakultas, atau universitas dan berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengajukan diri untuk mendapatkan beasiswa dengan melengkapi berkas-berkas persyaratan yang dibutuhkan. Terdapat beberapa tahapan dalam proses seleksi calon penerima beasiswa Smart Scholarship 2024 ini, seperti tahap seleksi administrasi, wawancara, hingga FGD, lalu diakhiri dengan pengumuman mahasiswa yang menjadi penerima beasiswa.  Berkaitan dengan persyaratan beasiswa, Dr. Hazbini menyampaikan bahwa terdapat beberapa persyaratan utama yang perlu diperhatikan pendaftar program beasiswa ini. Persyaratan itu meliputi: dinyatakan sebagai mahasiswa aktif, beragama Islam, memiliki IPK minimal 3.00, berasal dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan SKTM, dan memiliki komitmen untuk menjadi relawan UPZ.  Dr. Hazbini juga berharap beasiswa ini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikannya.  “Beasiswa ini diharapkan dapat menjadi salah satu support system mahasiswa dalam berkuliah, khususnya bagi yang terbatas secara finansial. Selain itu, diharapkan beasiswa ini dapat menjadi stimulus dalam peningkatan muzaki, sehingga banyak sivitas akademika Universitas Padjadjaran yang berzakat di UPZ Unpad,” ujar Dr. Hazbini. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Unpad Terima 2.636 Calon Mahasiswa Baru Melalui Jalur SNBP

Jatinangor, 26 Maret 2024 – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) akan dibuka pada Selasa (26/3) pukul 15.00 WIB pada laman Pengumuman SNBP 2024 atau di laman mirror https://snbp.unpad.ac.id/.  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa tahun ini Unpad menerima 2.636 calon mahasiswa baru lewat jalur SNBP. Jumlah pendaftar SNBP ke Unpad mencapai 31.329 orang, yang menjadikan Unpad sebagai PTN dengan jumlah pendaftar terbanyak kelima di Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa jumlah yang diterima di jalur SNBP sudah sesuai dengan kuota yang ditetapkan.  Unpad telah meningkatkan jumlah kuota untuk calon mahasiswa baru pada jalur SNBP di tahun ini. Prof. Arief mengatakan bahwa penambahan jumlah kuota tersebut dilakukan dengan maksud untuk menjaring talenta-talenta terbaik di seluruh Indonesia.  Upaya tersebut diimplementasikan melalui empat kebijakan keberpihakan Unpad, yaitu alokasi untuk peserta difabel, siswa berprestasi yang tinggal di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T); siswa berprestasi dari kalangan keluarga yang belum pernah melanjutkan studi ke perguruan tinggi; hingga siswa yang sekolahnya belum terepresentasikan di Unpad.  Melalui empat kebijakan tersebut, calon mahasiswa baru yang diterima di Unpad pada SNBP merupakan siswa-siswa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.  Prof. Arief menjelaskan bahwa tahun ini terdapat banyak peserta dari luar pulau Jawa yang mendaftar SNBP ke Unpad. Ia mengatakan bahwa hal ini membuktikan, banyak siswa dari seluruh Indonesia berminat untuk masuk ke Unpad dan prestasi dari para siswa dinilai baik, sehingga prestasi yang mereka capai masuk ke dalam kriteria Unpad.  Selain itu, jumlah asal sekolah yang diterima di Unpad meningkat dua kali lipat. Prof. Arief mengatakan bahwa jumlah sekolah yang diterima di Unpad tahun lalu berkisar 700-an, sedangkan jumlah sekolah yang diterima di Unpad tahun ini lebih dari 1.000 sekolah. Hal ini menandakan cakupan aksesibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Lebih lanjut, Prof. Arief menjelaskan bahwa calon mahasiswa yang sudah diterima di SNBP, tidak dapat mendaftar ke jalur SNBT maupun jalur Mandiri. Kendati demikian, Prof. Arief mengatakan bahwa masih diperkirakan akan tetap ada calon mahasiswa dari jalur SNBP yang tidak melakukan registrasi ulang dengan berbagai alasan.  “Pada jalur SNBP yang dilaksanakan tahun lalu, hampir 90 persen calon mahasiswa melakukan registrasi ulang. Kemungkinan tahun ini tetap ada yang tidak mengambil karena ada hal lain yang dikejar. Namun, harapannya 99% calon mahasiswa pada tahun ini dapat melakukan registrasi ulang,” jelasnya.  Selain itu, jika calon mahasiswa memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan pada jalur SNBP, hal ini juga dapat berpotensi mengganggu peringkat sekolah di tahun yang akan datang. Menanggapi hal ini, Prof. Arief mengatakan bahwa jika calon mahasiswa memiliki kesempatan, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin, yaitu dengan melakukan registrasi ulang, karena kesempatan yang dimiliki mahasiswa sangat berharga.  Prof. Arief pun mengingatkan bahwa tidak ada pengumuman kelulusan susulan dari jalur SNBP. Calon mahasiswa baru juga wajib mengetahui informasi registrasi melalui laman resmi Unpad.  “Gunakan tata cara yang sudah ditentukan di dalam pengumuman registrasi nanti saat mendaftar. Jangan percaya kalau ada pihak yang bisa membantu untuk pindah (perguruan tinggi). Manfaatkanlah kesempatan ini dengan mendaftar,” pungkas Prof. Arief. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Gelar Pemeriksaan Gigi kepada Santri, FKG dan RSGM Unpad Berkolaborasi bersama Unilever Indonesia

Jatinangor, 22 Maret 2024 – Rabu (20/3), dalam rangka memperingati World Oral Health Day (WOHD) 2024, Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran, bersama dengan PT Unilever Indonesia melakukan pemeriksaan gigi gratis bagi 50 santri Rumah Tahfiz Qur’an Anak Bandung di Ballroom Masjid Agung Trans Studio Bandung. Dalam kegiatan ini, FKG Unpad melibatkan 18 residen, 20 koas, dan 15 dosen sebagai pembimbing dari semua departemen untuk pemeriksaan gigi dan pemberian edukasi kepada para santri. Kegiatan kolaborasi dalam rangka WOHD ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Selain pemeriksaan gigi, kegiatan juga diisi dengan edukasi dan Talk Show bagi para peserta dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Talk Show diisi oleh Ketua PB PDGI drg. Usman Sumantri, M.Sc., Ketua ARSGMPI Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes,AAK., Ketua AFDOKGI Prof. Suryono, drg.,SH.,MM.,Ph.D., Ustaz Dr. Zulkarnain Muhammad Ali, SE., MSi., Ph.D, dan Citra Kirana dari kalangan selebritas.  Ketua Pelaksana Dr. Indra Mustika Setia Pribadi, drg.,Sp.Perio.,Subsp.MP(K)., mengatakan bahwa pada tahun ini, acara diadakan bertepatan dengan bulan Ramadhan, di mana biasanya setiap tahunnya, acara ini dilakukan full day. Indra juga mengatakan bahwa acara tersebut memiliki Talk Show bersama Ustadz yang berbicara terkait fatwa mengenai perawatan gigi selama puasa Ramadhan. Demi memastikan pasien tidak ragu dalam merawat gigi mereka saat berpuasa, Fatwa MUI dijelaskan secara terperinci. Selain itu, edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta penggunaan aplikasi fluor juga disampaikan. Berkaitan dengan hal ini, Indra menambahkan bahwa edukasi mengenai aplikasi fluoride diberikan kepada pendamping santri untuk diaplikasikan ketika mereka tidak berpuasa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong anak-anak rutin berkonsultasi dengan dokter gigi dan mendorong kebiasaan baik untuk memelihara gigi dan mulut mereka seumur hidup. Selain itu, pendidikan kesehatan gigi akan ditingkatkan di sekolah/pesantren demi mendukung transformasi kesehatan Kemenkes RI dalam pilar promotif preventif. “Dengan terbiasanya para santri menghadapi dokter gigi, diharapkan agar kedepannya mereka tidak takut lagi ke dokter gigi. Begitu pula dengan orang dewasa. Dengan diberikan edukasi, mereka dapat memahami bahwa ternyata ke dokter gigi itu tidak harus cabut ataupun tambal, melainkan dapat berupa pemberian fluor untuk anak-anak sehingga bisa membuat gigi lebih kebal terhadap lubang gigi. Hal ini akan menyehatkan gigi dalam jangka waktu yang lebih lama, dan membuat gigi tidak mudah berlubang,” ujar Indra. Dalam kampanye ini, FKG Unpad, RSGM Unpad, bersama dengan PT. Unilever Indonesia berupaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat sebagai bagian dari perwujudan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.  “Kita dapat menginformasikan bahwa memelihara kebersihan gigi harus dilakukan sejak kecil untuk mencegah kasus-kasus yang lebih parah, bukan dilakukan ketika kita sudah dewasa,” ujar Indra. Kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan ini mendapat dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Budaya dan fakultas lainnya di lingkungan Universitas Padjadjaran.  Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Total Dana Pengeluaran Fakultas Ilmu Budaya untuk Seni di Tahun 2023

Pada tahun 2023, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran mengalokasikan dana sebesar Rp305.723.500,00 untuk mendukung berbagai kegiatan dan program seni. Pengeluaran ini mencerminkan komitmen fakultas terhadap pengembangan seni dan budaya sebagai bagian integral dari kurikulum akademik dan kegiatan kampus. Penggunaan Dana: Dana sebesar Rp305.723.500,00 digunakan untuk berbagai keperluan yang mendukung seni di FIB, termasuk: Pendanaan Acara dan Pertunjukan Seni: Sebagian besar dana dialokasikan untuk menyelenggarakan acara dan pertunjukan seni, seperti pameran, konser, teater, dan pertunjukan tari. Kegiatan ini tidak hanya memberikan platform bagi mahasiswa dan dosen untuk menampilkan karya seni mereka tetapi juga memperkaya pengalaman budaya di lingkungan kampus. Pengembangan Program Seni dan Kursus: Dana ini juga digunakan untuk mengembangkan dan memperluas program seni dalam kurikulum fakultas. Ini mencakup biaya untuk penyelenggaraan workshop, seminar, dan pelatihan yang melibatkan seniman dan praktisi seni dari berbagai disiplin. Pemeliharaan dan Pengadaan Fasilitas Seni: Sebagian dana dialokasikan untuk pemeliharaan dan pengadaan fasilitas seni, termasuk studio seni, ruang pamer, serta peralatan dan bahan seni yang diperlukan untuk kegiatan akademik dan ekstrakurikuler. Dukungan untuk Mahasiswa dan Dosen: FIB juga menggunakan dana ini untuk mendukung mahasiswa dan dosen dalam proyek seni mereka, baik melalui hibah, beasiswa, maupun dukungan logistik untuk proyek-proyek seni yang inovatif. Komitmen Fakultas terhadap Seni: Pengeluaran ini menegaskan komitmen FIB Unpad terhadap pengembangan seni sebagai bagian dari pendidikan tinggi. Dengan investasi ini, fakultas tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik tetapi juga pada penyampaian nilai-nilai budaya dan kreativitas, yang penting bagi pertumbuhan holistik mahasiswa. Dana yang dialokasikan untuk seni di tahun 2023 mencerminkan dedikasi fakultas untuk terus memperkaya lingkungan akademik dan memperkuat peran seni dalam kehidupan kampus. Melalui berbagai program dan inisiatif yang didanai, FIB berupaya untuk memberikan pengalaman yang berharga dan mendalam bagi seluruh anggota komunitas akademik, sekaligus mendukung pengembangan seni dan budaya di tingkat lokal dan nasional. Red. Gilang Januarsyah

Berita

Luas Area Parkir dan Pemeliharaan Gedung di Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Luas Area Parkir: Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menyediakan area parkir seluas 450 m² untuk mendukung kebutuhan parkir bagi mahasiswa, dosen, dan staf. Luas area parkir ini dirancang untuk memfasilitasi aksesibilitas dan kenyamanan pengguna dalam memasuki lingkungan fakultas. Dengan kapasitas yang memadai, area parkir ini berperan penting dalam memastikan kemudahan mobilitas di kampus, terutama dalam mendukung kelancaran kegiatan akademik dan administratif. Pemeliharaan Gedung: Pada tahun 2023, fokus utama pemeliharaan gedung di FIB adalah pada pengoperasian dan pemeliharaan bangunan secara berkala. Tujuan dari pemeliharaan ini adalah untuk menjaga fungsi dan keamanan fasilitas serta menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang nyaman dan aman bagi seluruh civitas akademika fakultas. Kegiatan Pemeliharaan: Pengoperasian Berkala: Kegiatan pemeliharaan melibatkan pengecekan rutin dan pengoperasian sistem bangunan seperti sistem listrik, air, dan HVAC (heating, ventilation, and air conditioning). Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua sistem berfungsi dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Perbaikan dan Renovasi: Tim pemeliharaan juga melakukan perbaikan dan renovasi yang diperlukan untuk menjaga kondisi bangunan tetap optimal. Ini termasuk perbaikan minor seperti cat ulang dan perbaikan infrastruktur, serta renovasi yang lebih besar jika diperlukan. Keamanan dan Keselamatan: Aspek penting dari pemeliharaan adalah memastikan bahwa fasilitas memenuhi standar keamanan dan keselamatan. Ini mencakup pemeriksaan sistem keamanan seperti alarm kebakaran dan sistem pemadam kebakaran, serta pemeliharaan jalur evakuasi dan alat keselamatan lainnya. Kenyamanan Lingkungan: Pemeliharaan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman untuk belajar dan bekerja. Ini mencakup perawatan kebersihan gedung, pengelolaan suhu ruangan, dan penataan fasilitas umum. Komitmen terhadap Kualitas: Melalui upaya pemeliharaan ini, FIB Unpad berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan akademik dan operasional dengan lingkungan yang optimal. Dengan fokus pada pemeliharaan berkala dan perbaikan yang diperlukan, fakultas memastikan bahwa semua anggota komunitas akademik dapat menikmati fasilitas yang aman, nyaman, dan berkualitas. Investasi dalam pemeliharaan gedung dan area parkir adalah bagian dari komitmen FIB untuk mendukung proses belajar mengajar dan operasional fakultas secara berkelanjutan. Dengan menjaga fasilitas tetap dalam kondisi terbaik, fakultas berupaya menciptakan pengalaman akademik yang positif dan mendukung bagi seluruh civitas akademika.

Berita

Ahli Fkep Unpad Sampaikan Kuliah Umum kepada Sivitas Akademika Umgo

Jatinangor, 27 Februari 2024 – Pakar Palliative Care dan Mental Health dari Fakultas Keperawatan (Fkep) Universitas Padjadjaran menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo di Aula Suharyati Fkep Unpad Jatinangor, Rabu (21/2).  Kegiatan ini didukung oleh berbagai Fakultas di Unpad, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB).  Para pemateri tersebut adalah Hana Rizmadewi Agustina, Ph.D., yang membahas “Tren, Isu, dan Perkembangan Palliative Care” serta Prof. Suryani, Ph.D., dengan materi “Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Psikososial”.  Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keperawatan Unpad, Prof. Kusman Ibrahim, Ph.D berharap bahwa kuliah pakar yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Universitas Muhammadiyah Gorontalo dapat bermanfaat, menambah wawasan, dan menjadi pengalaman yang berharga, serta lebih semangat untuk memajukan palliative care dan mental health.   Menurut Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Ns., Andi Akifa Sudirman, M.Kep., kunjungan Universitas Muhammadiyah Gorontalo juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama dengan Fakultas Keperawatan Unpad pada tridarma perguruan tinggi.  Harapannya, peluang kerja sama kedua institusi ke depannya dapat ditingkatkan, terutama pada bidang Palliative Care dan Mental Health, demi manfaat yang lebih signifikan bagi masyarakat luas. Selain itu, diharapkan juga pendidikan keperawatan semakin maju dan terus mengikuti perkembangan zaman. Red : Yohanes William Ivakdalam

Berita

Pusat Bahasa FIB Unpad Tawarkan Layanan Jasa Penerjemahan Hingga Kursus Kebahasaan

Bandung, Jawa Barat — Pusat riset menjadi sebuah fasilitas penunjang kampus yang sangat dibutuhkan oleh civitas. Selain berfungsi sebagai sarana penelitian, pusat riset juga berfungsi sebagai sarana pengembangan, pengkajian, dan penerapan bidang keilmuan fakultas. Dengan demikian, umumnya setiap fakultas memiliki pusat risetnya masing-masing.  Hal ini turut berlaku pada pusat riset yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran atau yang biasa disebut sebagai “Pusat Bahasa FIB Unpad”. Pusat Bahasa FIB Unpad terletak di Kampus Unpad Dipati Ukur dan Kampus Unpad Jatinangor.  Fasilitas penunjang yang dimiliki oleh FIB Unpad ini menyediakan beberapa layanan kegiatan berbahasa, seperti kursus Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, maupun bahasa asing. Adapun bahasa asing yang ditawarkan, yaitu Bahasa Inggris, Perancis, Jepang, Jerman, Rusia, Mandarin, dan Arab. Kegiatan kursus yang ditawarkan ini dapat dilakukan melalui program reguler maupun non-reguler, baik kursus intensif maupun privat.  Di samping kursus, Pusat Bahasa FIB Unpad turut menyediakan jasa konsultasi kebahasaan, penyuntingan, penerjemahan, dan tes kemahiran Bahasa Indonesia yang umumnya ditujukan kepada penutur asing. Hal ini sejalan dengan kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Umumnya kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pengenalan Bahasa Indonesia bagi para mahasiswa asing yang hendak berkuliah di Indonesia.  Sama dengan kursus bahasa asing, Bahasa Indonesia yang diajarkan pada Pusat Bahasa FIB Unpad juga dapat dilakukan melalui program reguler maupun non-reguler. Program reguler diadakan selama empat semester secara berjenjang, yaitu tingkat pemula atau dasar (kelas 1), tingkat lanjut (kelas 2), tingkat terampil (kelas 3), dan tingkat mahir (kelas 4). Di sisi lain, pilihan program non-reguler menyediakan kursus intensif dan privat. Adapun kursus BIPA kelas khusus disediakan untuk memfasilitasi persiapan masuk perguruan tinggi bagi mahasiswa asing, seperti program Kemitraan Negara Berkembang (KNB).  Metode pembelajaran yang ditawarkan oleh Pusat Bahasa FIB Unpad dilakukan secara menarik, yaitu pembelajaran di luar dan di dalam kelas. Hal ini bertujuan agar para peserta didik mampu menyerap dengan efektif teori yang sudah didapatkan, sehingga menunjang kompetensi kebahasaan, seperti membaca, menyimak, menulis, dan berbicara.  Tidak hanya diajarkan Bahasa Indonesia, para peserta didik juga diajak untuk mengenal budaya yang dimiliki Indonesia. Hal ini tercermin dari aktivitas Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan wisata kota dengan materi terkait budaya, sejarah, dan alam.  Koordinator Pusat Bahasa dan Ketua Pelaksana ELT, Vincentia Tri Handayani, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa Pusat Bahasa FIB Unpad telah bekerja sama dengan institusi-institusi lain dalam penyelenggaraan kegiatan kebahasaan.  “Yang pasti reguler, ada Bappenas yang dilakukan setiap akhir tahun ditujukan untuk mengetahui atau melatih kemampuan berbahasa Inggris para calon peserta (ASN/PNS) untuk melanjutkan studi lanjutan ke luar negeri. Kemudian dengan Pusdikpengmilum TNI AD di Cimahi untuk Bahasa Perancis dan Bahasa Inggris. Kemudian SMA Islam Boarding School Nurul Fikri untuk penyelenggaraan TOEFL ITP. Kami (juga) bekerja sama dengan IIEF Jakarta. Juga dengan STISIP Guna Cianjur untuk penyelenggaraan ELT setiap tahun,” ujar Vincentia melalui podcast Fakultas Ilmu Budaya.  Selayaknya pusat riset yang berkontribusi terhadap akademik fakultas, begitu juga upaya-upaya inovasi yang kerap dilakukan dan digencarkan oleh Pusat Bahasa FIB Unpad. Melalui fasilitas tersebut, diharapkan kesempatan memperoleh pembelajaran dan pelayanan kebahasaan, baik mahasiswa maupun umum dapat diakses dengan efektif dan optimal.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top