Berita

Berita, SDG 2025

Zumba Bersama UUM, FIB Unpad Ikut Sukseskan Program Unpad Sehat

Aliyah Zahra Saffanah Sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat di lingkungan kampus, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan zumba bersama dengan mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM). Acara ini menjadi salah satu rangkaian dari program Unpad Sehat yang berlangsung di Jatinangor. Menurut Pak Gilang, dosen FIB yang mendampingi kegiatan, zumba dipilih karena sifatnya yang populer dan mudah diikuti lintas budaya. “Kenapa zumba? Karena zumba olahraga yang familiar dengan mereka, olahraga yang sudah dikenal secara internasional” jelasnya. Acara yang berlangsung selama satu jam ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta. Mahasiswa dari kedua universitas terlihat antusias mengikuti setiap gerakan. “Respon mahasiswa sangat bahagia, banyak dari mereka bilang kalau waktu satu jam itu kurang, karena mereka bisa zumba bersama anak-anak Unpad dan juga sebaliknya. Selain mahasiswa, dosen-dosen juga ikut” ujar Pak Gilang. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini juga mempererat interaksi antara mahasiswa Unpad dan UUM. Suasana yang penuh energi positif menjadikan zumba sebagai sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus menjaga kesehatan bersama. Pak Gilang menilai kegiatan ini sejalan dengan komitmen universitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan melalui program Unpad Wellness. “Kesan saya bagus, ini salah satu program yang dapat menggalakkan kesehatan, sesuai dengan program Unpad Wellness. Semoga ke depannya semakin banyak mahasiswa yang ikut” ungkapnya. Melalui kegiatan zumba ini, FIB Unpad menunjukkan perannya dalam menciptakan ruang olahraga yang inklusif dan menyenangkan. Diharapkan program serupa dapat terus digelar dan semakin melibatkan banyak pihak untuk membangun gaya hidup sehat di lingkungan kampus.

Berita, SDG 2025

Magang di Second Chance, Mahasiswa FIB Unpad Mendapat Penurunan UKT Sambil Menulis Skripsi

Second Chance, sebuah toko barang bekas, merupakan kreasi unik dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Toko ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk penjualan barang bekas, tetapi juga memberikan pembantuan finansial untuk mahasiswa dari latar belakang keluarga yang berpenghasilan rendah. Toko Second Chance dimulai dari imbauan Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, pada tahun 2023. Toko ini bertujuan sebagai penjualan baju-baju dan barang-barang yang bagus dengan harga murah melalui sumbangan barang-barang yang masih layak untuk tidak dipakai. Namun, lebih penting lagi, program ini memberikan keuntungan finansial untuk mahasiswa karena dapat membantu dalam peringanan UKT. Manajer Operasi, Bu Ferli mengatakan, “Program magang ini membantu jika ada yang kesulitan urusan UKT atau yang beasiswa telat, seperti yang mendapat beasiswa KIP tetapi dananya masih belum turun.”  Awalnya, program ini ingin diadakan sebagai unit usaha, tetapi kemudian dijadikan charity shop agar toko tidak harus menempuh target spesifik dan sekaligus membantu mahasiswa dengan latar belakang finansial yang rendah.  Setiap semester, terdapat dua orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang magang di Second Chance. Di tahun sebelumnya, mahasiswa yang magang berasal dari Sastra Indonesia dan Sastra Jepang. Tahun ini, terdapat mahasiswa dari Sastra Prancis dan Sastra Jepang pada semester genap, kemudian dua mahasiswa dari Sastra Indonesia pada semester ganjil ini.  Mahasiswa yang diperuntukkan untuk mengikuti program magang ini adalah mahasiswa yang sedang melakukan skripsi dan membutuhkan keringanan UKT.  Selama mereka magang, mahasiswa dapat bekerja di toko, yang juga berlokasi di fakultas, sambil mengerjakan skripsi.  Saat Second Chance diadakan, fakultas mengadakan pendaftaran program magang secara terbuka. Namun, pada akhir-akhir ini, untuk menspesifikasikan program untuk mahasiswa dari latar belakang keluarga yang berpenghasilan rendah, fakultas menerima mahasiswa magang langsung dari ketua program studi. Mahasiswa yang magang di Second Chance memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola toko. Mereka menjadi penjaga toko dari pukul 09:00 sampai 16:00 dan penjadwalan disesuaikan dengan bimbingan dan pekerjaan tesis, serta kesepakatan antara dua mahasiswa yang magang. Mereka pun melakukan berbagai pencatatan, seperti setiap transaksi yang masuk dan barang-barang yang dititipkan untuk dijual. Selain itu, mereka mengurus konten di Instagram Second Chance. Namun, menurut Bu Ferli, yang paling penting adalah para mahasiswa yang magang “menjaga kerapihan toko Second Chance agar pengunjung bisa datang dengan nyaman.” Selama mahasiswa magang, mereka pun dapat keuntungan pengalaman sekaligus keuntungan finansial. Mereka mendapatkan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari dan juga pemotongan UKT sebesar Rp500.000,00. Selain mahasiswa yang magang, keuntungan pun dapat dirasakan oleh para dosen dan mahasiswa lain karena mereka dapat menyumbang atau menitip jual barang-barang mereka. Sampai sekarang, jumlah orang yang mendonasi barang adalah 20 dan yang menitip jual adalah 119.  Jika dibandingkan dari tahun lalu, Bu Ferli mengatakan bahwa di awal-awal, Second Chance mendapatkan lebih banyak donatur dan penjual, tetapi, karena hype yang sudah mulai pudar, pembeli sudah mengurang. Ia merasa masalahnya terdapat dari posisi letak toko Second Chance yang kurang strategis. Karena itu, semester ini, FIB telah memutuskan untuk memindahkan posisi Second Chance dari belakang gedung PSBJ ke gedung B agar dapat terlihat oleh lebih banyak orang.  Bu Ferli berharap bahwa setelah pemindahan Second Chance, “dapat lebih banyak penjualan supaya keuntungannya juga bisa meningkat dan kalau peningkatan meningkat dan omzet lebih banyak, jadi makin banyak mahasiswa yang bisa kebantu.” Red. Jauza Maryam Mumtazah

Berita, SDG 2025

INSPIRASA FIB: Affordable Eats and Home-Cooked Meals to Support Student Well-Being

Jatinangor, August 27th 2025 — A healthy and supportive campus begins with simple yet meaningful choices—like ensuring students have access to nutritious, affordable meals throughout their busy days. To create a healthier environment for students, the Faculty of Cultural Sciences at Universitas Padjadjaran has introduced ‘Inspirasa’, a canteen offering homemade organic meals. Inspirasa is the FIB Unpad canteen managed by Dharma Wanita, an organization of civil servants’ wives dedicated to improving family welfare through educational, economic and socio-cultural initiatives. With support from Dharma Wanita, Inspirasa aims to meet students’ and staff’s nutritional needs, helping them stay energized and productive throughout the day. Conveniently located next to the security post and the classroom building, Inspirasa is easily accessible to all students. With a variety of food and affordable prices, the Inspirasa canteen has become a new favourite spot for FIB students. Inspirasa received positive feedback from one of the students at FIB Unpad, Lusiana Dewi Saefudin. Lusiana said she was delighted with the arrival of Inspirasa as one of the canteens at FIB Unpad. “The food and drinks are delicious and reasonably priced. What I like most is the service. The lady who runs the canteen is very friendly to me and my friends,” said Lusiana. Inspirasa is more than a canteen; it reflects FIB UNPAD’s commitment to supporting students’ well-being and fostering a campus community where no one is left behind. Red. Dilla Maharani PutriFakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Berita, SDG 2025

Inovasi Mahasiswa FIB Unpad Atasi Gizi Buruk dan Kemiskinan di Desa Citengah Lewat Pangan Lokal

JATINANGOR, 26 Juli  2025  – Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran di Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, melahirkan inovasi untuk mengatasi masalah gizi buruk dan kemiskinan. Melalui kegiatan berjudul “Pengembangan Produk Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro Pedang Melalui Literasi Anak”, tim pelaksana berupaya memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi kacang koro pedang yang melimpah. Pangan lokal seperti kacang koro pedang memiliki nilai gizi yang tinggi, tapi belum banyak dikenal masyarakat. Oleh karena itu, tim PPM dan mahasiswa KKNM mengintegrasikan upaya pengembangan pangan dengan edukasi gizi dan literasi bagi anak-anak dan ibu rumah tangga. Melalui pelatihan dan praktik langsung, ibu-ibu rumah tangga di Desa Citengah diajarkan mengolah kacang koro pedang menjadi produk pangan bernilai tambah seperti nugget dan kue kering. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas ibu-ibu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual. Dengan berpartisipasi aktif dalam produksi makanan bernutrisi tinggi dari kacang koro pedang, mereka diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan secara signifikan.  Kegiatan yang digagas oleh Dr. Dewi Ratnasari, M. Hum. Kamelia Gantrisia, M.Hum. serta Genita Cansrina, M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya ini berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), serta Generasi Berencana (Genre) Indonesia Kabupaten Sumedang. Dengan melibatkan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam hal edukasi dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan solusi konkret untuk masalah gizi buruk dan kemiskinan.

Berita, SDG 2025

Tiga Startup di Lingkungan Kampus Fakultas Ilmu Budaya

JATINANGOR, 15 Juli 2025 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran kini memiliki tiga startup yang berada di lingkungan kampus. Tiga start up tersebut di antaranya coffee shop bernama Poeta, kantin Inspirasa, dan sebuah toko barang bekas bernama Second Chance.  Poeta didirikan pada 1 November 2024 saat Dies Natalis FIB Unpad. Coffee shop yang terletak di lantai 1 Gedung Dekanat ini memiliki staf magang yang berasal dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. Lekat dengan kesusastraan, nama minuman diambil dari nama-nama sastrawan dunia. Seperti Lakoff choco, Americano Gorky, dan lain sebagainya. Baru didirikan tahun ini, Inspirasa adalah kantin baru FIB Unpad yang dikelola oleh Dharma Wanita, sebuah organisasi istri pegawai negeri sipil yang berdedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui inisiatif pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Dengan dukungan Dharma Wanita, Inspirasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi mahasiswa dan staf, membantu mereka tetap berenergi dan produktif sepanjang hari. FIB juga memiliki Second Chance, sebuah toko barang bekas. Toko ini dimulai dari imbauan Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, pada tahun 2023. Toko ini bertujuan sebagai penjualan baju-baju dan barang-barang yang bagus dengan harga murah melalui sumbangan barang-barang yang masih layak dan sudah tidak dipakai. Namun, lebih penting lagi, toko ini membuka program magang untuk mahasiswa. Para mahasiswa yang magang diberikan keuntungan finansial dari uang suka dan peringanan UKT. Manajer Operasional, Bu Ferli Hasanah mengatakan, “Program magang ini membantu jika ada yang kesulitan urusan UKT atau yang beasiswa telat, seperti yang mendapat beasiswa KIP tetapi dananya masih belum turun.”  Red. Lusiana Dewi dan Jauza Maryam Mumtazah

Berita

Pascasarjana FIB Unpad Ajak UGM Adakan Seminar Sastra

Jatinangor, 9 September 2024 — Program studi Ilmu Sastra Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Program studi Ilmu Sastra Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dalam menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “Academic Student Networking” (ASN) dengan tema Ruang Dinamis: Evolusi Sastra dan Budaya Populer. Seminar yang dilangsungkan secara luring ini diadakan pada Senin (9/9/2024) di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ).  Pada seminar ini, dihadirkan para dosen dari kedua prodi tersebut. Di samping itu, seminar turut dihadiri oleh para mahasiswa magister Ilmu Sastra Unpad dan UGM. Kegiatan ini berlangsung secara dinamis dan interaktif dengan turut melibatkan para mahasiswa untuk menyampaikan presentasi karya ilmiahnya.  Adapun kegiatan presentasi pada seminar tersebut dibagi ke dalam tiga sesi dengan pemateri dan moderator yang berbeda-beda pada setiap sesinya. Sesi 1 Pemateri :  Moderator : Muhammad Dzaky A. (mahasiswa Unpad) Sesi 2 Pemateri :  Moderator : Zalifa Nuri (mahasiswa UGM) Sesi 3 Pemateri :  Moderator : Aditya Martin Muhammad (mahasiswa UGM) Tidak hanya seminar, kegiatan yang mempertemukan kedua universitas ini turut dimeriahkan dengan pentas seni, sharing section, dan networking. Dengan diadakannya kegiatan bersama ini, diharapkan perguruan tinggi di Indonesia dapat saling mengembangkan ilmu pengetahuan yang berguna bagi kemajuan pendidikan bangsa.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

FIB Ajak Civitas Suarakan Isu HAM

Jatinangor — Edukasi tidak hanya memberikan sisi akademis, melainkan juga nilai-nilai sosial. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kepekaan terhadap isu-isu yang terjadi di sekitarnya.  Sejalan dengan hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM Gama FIB) selalu berupaya untuk memberikan edukasi kepada civitas akademika FIB terkait nilai-nilai diversity, equity, inclusion, human right, honesty, respect, dan fairness melalui setiap kegiatan yang diselenggarakan. Salah satu bentuk program BEM Gama FIB terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM), yaitu September Hitam. Kegiatan yang diusung dan dinaungi oleh Departemen Kajian dan Aksi Strategis ini memberikan edukasi sebagai pengingat akan sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia melalui aksi dan unggahan artikel pada laman media sosial.  Beberapa artikel yang pernah diunggah di media sosial FIB, yaitu Tragedi Pembunuhan Munir Said Thalib, Pembantaian Tanjung Priok, Penembakan Pendeta Yeremia, dan Tragedi Semanggi.  Di samping itu, BEM Gama FIB pada tahun ini turut menyelenggarakan sebuah acara seni teater yang mengangkat isu tentang pelanggaran HAM, baik nasional maupun internasional bertajuk “Kenang Kelabu”. Program-program tersebut dilakukan oleh BEM Gama FIB sebagai bentuk edukasi kepada civitas FIB untuk membangkitkan ingatan akan peristiwa kelam yang belum usai hingga saat ini. Selain itu, melalui program ini juga BEM Gama FIB turut mengundang civitas untuk selalu menyuarakan isu HAM yang menjadi tanggung jawab bersama.  Red. Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Stroberi Premium Unpad Pikat Perusahaan Roti dan Kue Asal Jepang

Jatinangor, Jawa Barat — Menggunakan sumber pangan yang berkualitas menjadi salah satu kunci produksi makanan bagi para produsen. Bukan saja kesegaran bahan, sumber pangan yang berkualitas turut berkontribusi pada rasa dan kandungan gizi pada makanan atau minuman yang diproduksi tersebut.  Salah satu perusahaan roti dan kue asal Jepang, Chateraise mengadakan kunjungan ke Universitas Padjadjaran pada 12-13 Agustus 2024. Kunjungan tersebut dilaksanakan di rumah kaca Bale Tatanen Unpad Kampus Jatinangor. Adapun kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kerja sama antara Chateraise Co., Ltd. dengan Bale Tatanen Unpad.  Kerja sama antara perusahaan roti dan kue asal Jepang tersebut dilakukan dengan penggunaan stroberi hasil panen Unpad pada produk makanan yang mereka produksi. Stroberi premium yang dibudidayakan oleh Bale Tatanen Unpad sejatinya telah berlangsung sejak 2023 sebagai hasil kolaborasi dengan Japan Premium Vegetable (JPV) dan Japan International Research Centre for Agricultural Sciences (JIRCAS). Perwakilan PT. Chateraise Gobel Indonesia, Nobu Hirai mengungkapkan ketertarikan perusahaannya terhadap stroberi yang dibudidayakan oleh Universitas Padjadjaran. Hal ini didasari atas kebutuhan pihak Chateraise pada stroberi yang berkualitas. Di sisi lain, Nobu turut menambahkan bahwa Chateraise berusaha untuk menarik pasar Indonesia.  “Misi utama kami adalah untuk membuat masyarakat Indonesia senang dengan produk kami. Di sini kami tidak hanya mengimpor produk, tapi juga memproduksi produk kami. Maka dari itu, kami perlu mendapatkan bahan-bahan berkualitas tinggi pula dari sini. Sangat penting untuk mendapatkan stroberi berkualitas yang kebutuhannya terus meningkat,” jelas Nobu.  Koordinator pengelola Plant Factory Ichigo Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Reginawanti Hindersah, M.P. turut menjelaskan bagaimana stroberi yang dibudidayakan oleh Bale Tatanen Unpad dapat memikat produsen mancanegara, seperti perusahaan roti dan kue Chateraise yang sudah memiliki 1000 cabang di seluruh dunia dengan 45 cabang di Indonesia.  “Ketertarikan Chateraise adalah buah yang harum dan manis, bahkan buah yang paling asam di kultivar yang ditanam di sini masih manis dibandingkan kultivar lokal sehingga masih masuk ke dalam kisaran kemanisan yang mereka cari,” jelasnya.  Di sisi lain dirinya juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Chateraise turut berkontribusi dalam kolaborasi yang telah dijalin antara Unpad dengan JPV. Hal ini merupakan hal yang sangat baik, mengingat Bale Tatanen merupakan ujung tombak dalam interaksi internasional yang dilakukan oleh Unpad dengan bisnis dan institusi swasta di berbagai bidang terkait.  “Harapan saya ke depan, rumah kaca ini tetap sustain dengan dukungan Fakultas Pertanian, dukungan Unpad, dan dukungan penelitian dari DRPM,” harap Prof. Regina.  Selain perwakilan dari PT. Chateraise Gobel Indonesia, kunjungan yang diadakan ke Bale Tatanen Unpad juga dihadiri oleh CEO JPV, Kenji Edo beserta Manager Procurement Strategy Office Chateraise, Eiji Hayashi dan General Manager Purchasing Department, Ryoichi Inoue. Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

KPK Ajak Sivitas Unpad Senantiasa Mengimplementasikan Nilai-Nilai Antikorupsi

Jatinangor, Jawa Barat — Korupsi merupakan sebuah ancaman yang kerap terjadi di mana saja. Tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan semata, korupsi juga dapat terjadi dalam lingkungan pendidikan. Adapun pelakunya pun beragam dari berbagai golongan dan latar belakang. Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, mahasiswa merupakan salah satu agen penting. Hal ini dimulai dengan menanamkan nilai-nilai antikorupsi dengan diawali untuk senantiasa taat hukum oleh diri sendiri.  Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Wawan Wardiana, ST., MT menyampaikan bahwa budaya korupsi lahir dari budaya koruptif.  “Hal ini (budaya korupsi) bisa terjadi karena perilaku-perilaku yang sifatnya koruptif itu dianggap wajar. Kalau itu dianggap wajar, maka yang terjadi adalah tindak pidana korupsi,” ujar Wawan dalam Kuliah Umum Roadshow Bus KPK yang bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Pencegahan Korupsi di Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan di Bale Sawala Unpad Jatinangor pada Kamis (8/8/2024).  Wawan menjelaskan setidaknya terdapat tujuh jenis tindakan pidana korupsi. Hal tersebut terkait dengan kerugian negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, suap, pemerasan, gratifikasi, dan benturan kepentingan. Selain itu, pihak yang tidak melakukan korupsi, tetapi melakukan hal yang berkaitan dengan itu juga dapat dilaporkan. Berkaitan dengan ketujuh hal tersebut, Wawan menjelaskan bahwa KPK menerapkan tiga pendekatan dalam menjalankan tugasnya. Pendekatan-pendekatan tersebut mencakup penindakan, pencegahan atau upaya memperbaiki sistem dengan digitalisasi, dan pendekatan dengan pendidikan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada siswa sebagai generasi muda. “Pendekatan ini tidak mungkin dapat berhasil dilakukan hanya oleh KPK sendiri. Maka pendekatan lainnya yang dilakukan adalah partisipasi publik. Kalau masyarakat tidak berkontribusi, tidak berpartisipasi, akan sulit”, terangnya.  Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dalam pemberantasan ini, yaitu untuk senantiasa taat kepada hukum yang berlaku. Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan, yaitu dengan mengingatkan orang sekitar, melakukan riset dan mengaplikasikan keilmuan, dan membuat gerakan atau komunitas antikorupsi.  Wawan menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai antikorupsi di institusi pendidikan tidak hanya dilakukan dengan memberikan edukasi. Hal lain yang tidak kalah penting, yaitu dengan memperbaiki ekosistem lingkungan pendidikan. Selain itu perlu juga untuk menyuarakan gerakan antikorupsi melalui implementasi tridharma perguruan tinggi. “Kita semua harus membiasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa padahal itu salah”, seru Wawan.  Gerakan antikorupsi merupakan suatu hal yang perlu digaungkan oleh semua pihak, sebab sejatinya kesadaran akan nilai-nilai tersebut harus tumbuh dari dalam diri setiap individu. Dengan demikian, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan bersama masyarakat.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Berita

Peduli Ekosistem Laut, HIMAIKA Unpad Lakukan Penanaman 300 Bibit Mangrove di Desa Mundupesisir

Kehidupan berkelanjutan menjadi salah satu hal yang menjadi tujuan saat ini. Salah satu upaya mewujudkannya, yaitu dengan menjaga ekosistem laut.  Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAIKA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu pelestarian lingkungan laut. Kegiatan ini dilakukan di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (3/8/2024) dan Minggu (4/8).  Kegiatan ini mendapat dukungan dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan berbagai Fakultas lainnya di Unpad.  Ketua Himpunan Ilmu Kelautan Unpad, Agam Rachmat menyatakan bahwa fokus kegiatan ini, yaitu pelestarian kawasan mangrove. Hal ini dikarenakan besarnya potensi desa terhadap mangrove.  “Desa Mundupesisir merupakan salah satu desa yang berpotensi untuk dikembangkan, terutama area kawasan mangrove yang berpotensi besar untuk dijadikan kawasan wisatawan dan menarik banyak pengunjung apabila dikembangkan lebih baik lagi, maka dari itu HIMAIKA Unpad hadir untuk membantu mengembangkan wilayah tersebut,” ujarnya.  Kegiatan pengabdian yang dijalankan oleh HIMAIKA FPIK Unpad telah direncanakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat. Tugas departemen ini, yaitu merancang dan melaksanakan berbagai bentuk aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi salah satu cara agar HIMAIKA mampu menunjukkan kontribusi nyata kepada publik melalui kegiatan sosial. “Saya berharap kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya agar Desa Mundupesisir sebagai Desa Binaan HIMAIKA dapat terjaga lingkungannya dan menjadi desa wisata bahari yang berkembang,” tutur Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat HIMAIKA FPIK Unpad, Dhan Dhan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan ini terdiri berbagai macam aktivitas. Kegiatan pada hari pertama, yaitu “HIMAIKA Mengajar”. Pada program ini, tema yang diangkat, yaitu “Tumbuh Bersama Laut: Pendidikan Lingkungan dan Kreativitas Anak-Anak Pesisir”. Pada program ini, HIMAIKA memberikan pematerian kepada para pelajar SDN 3 Mundupesisir tentang pentingnya menjaga kebersihan, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak pesisir agar senantiasa menjaga kelestariannya. Pada hari kedua, dilaksanakan program penanaman mangrove “Rangkul Desa” yang bertajuk “Mangrove Selamatkan Masa Depan”. Tujuan kegiatan ini, yaitu mendukung potensi hutan mangrove yang dimiliki oleh Desa Mundupesisir dengan aksi nyata penanaman 300 bibit mangrove. Melalui program ini diharapkan potensi dapat dikembangkan lebih optimal, sekaligus memberikan manfaat ekologi sebagai benteng alami masyarakat setempat. Dengan kegiatan pengabdian yang diusung ini, HIMAIKA FPIK Unpad berharap dapat berkontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir. Di sisi lain, mereka juga berharap agar kegiatan ini menjadi pondasi agar masyarakat sadar dan bertanggung jawab dengan lingkungannya.  Red : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

Scroll to Top