Berita

Penerimaan Proposal Penelitian Pengembangan IPTEK untuk Pendanaan Tahun 2016

Yth. 1. Pemimpin Perguruan Tinggi 2. Koordinator Kopertis Wilayah I s/d XIV Seluruh Indonesia Kami sampaikan dengan hormat bahwa Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada dosen tetap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang termasuk dalam klaster Mandiri, Utama dan Madya untuk mengajukan proposal Hibah Program Riset Pengembangan IPTEK untuk Pendanaan Tahun 2016, dan mengacu pada Panduan Riset Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terlampir. Perlu kami sampaikan bahwa sesuai ketentuan pada Buku Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Edisi IX, pengusulan proposal ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara online melalui SIM-LITABMAS dengan alamat http://simlitabmas.dikti.go.id. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon Saudara berkenan menginformasikan program dimaksud kepada dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Saudara dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Bagi peneliti yang mempunyai h indeks Scopus ≥ 2 yang sudah berstatus sebagai Ketua Peneliti pada satu proposal untuk pendanaan Tahun 2016, masih diperkenankan mengajukan proposal sebagai Ketua Peneliti pada skema ini. 2. Tahap pendaftaran dan pengunggahann proposal secara online dilaksanakan sejak diterbitkannya pengumuman ini sampai dengan tanggal 15 Juli 2015. 3. Dosen yang masih belum mengunggah laporan akhir, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan bahan seminar hasil (artikel ilmiah, borang capaian hasil, dan poster) hibah yang diterima pada tahun sebelumnya, tidak diperbolehkan mengajukan proposal skema ini. 4. Ketua peneliti yang akan mendaftarkan dosen lain sebagai anggota tim harus mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan melalui SIM-LITABMAS. Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, ttd Agus Subekti NIP : 196008011984031002 Penerimaan Proposal Penelitian Pengembangan IPTEK untuk Pendanaan Tahun 2016 Panduan IPTEK 2015 FINAL

Berita

Ratusan Mahasiswa FIB Unpad Presentasikan Jenis-Jenis Kebudayaan Sunda

Jumat (5-06-2015). Gerbang lama atau dikenal sebagai ATM Center Universitas Padjadjaran Jumat pagi tampak berbeda. Ratusan mahasiswa FIB unpad yang mengambil mata kuliah Kebudayaan Sunda tampak berlalu lalang mempresentasikan poter-poster yang berisi mengenai produk-produk kebudayaan Sunda. Lebih dari 40 poster dipresentasikan para mahasiswa yang berasal dari Prodi. Indonesia dan Prodi. Jepang tersebut ke mahasiswa, dosen tataupun orang-orang yang saat itu berada di sekitar Gerbang lama Unpad.       Menurut Fitri dkk. salah satu yang menjadi objek presentasi para mahasiswa FIB Unpad dirinya menjadi lebih mengenal mengenai Kebudayaan Sunda. Fitri dkk. diberi penjelasan mengenai Tradisi Sawer Sunda  yang biasa dilakukan ketika Upacara Pernikahan dan Sunatan.  Bahkan ketika ditemui fitri bisa menjelaskan dengan baik mengenai materi yang disampaikan dan memberikan masukan kepada mahasiswa yang presentasi mengenai pengalamannya mengenai Sawer.      Selain kuda renggog para mahasiswa juga mempresentasikan produk-produk Kebudayaan Sunda lainnya seperti: Tradisi Sawer, Kesenian Badud, Ucang Ucang Angge, Kesenian Kunclung, Undak Usuk Basa Sunda, Pencak silat, Tari Sunda, Kue Balok, Lalapan Sunda, Tokoh Dipati Ukur, Boboko, Hawu, Ketangkasan Adu Domba, Lengser, Bedog Sunda, Karinding, Nama-Nama Sunda, Kesenian Reak, Bebeletokan (bebedialan), Sambal, Dulang, Sunda wieitan, Tarawangsa, Saung, Pupuh, Congklak, dsb.  Menurut Dosen Pembina Mata Kuliah Kebudayaan Sunda Rahmat Sopian pemilihan tempat presntasi di ruang publik ini sengaja dilakukan agar dampak dari belajar Kebudayaan Sunda tidak hanya dapat dirasakan oleh mahasiswa FIB saja namun lebih luasnya dapat dinikmati juga oleh warga Unpad. Selain itu Rahmat menyampaikan kegiatan ini selain sebagai ajang apresiasi bagi mahasiswa yang sudah bekerja keras melakukan penelitain juga sebagai ajang pembelajaran bagaimana mereka menghadapi masyarakat kelak untuk mengamalkan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah.         Kegiatan yang berlangsung Mulai pukul 08.00 WIB tersebut mendapat apresiasi yang bagus baik dari mahasiswa maupun orang-orang yang ada disekitar gerbang lama Unpad. Hal ini terlihat dari penerimaan yang dilakukan oleh mahasiswa maupun orang-orang yang ada di sekitar gerbang lama Unpad atas presentasi yang disampaikan. (rat) Foto lengkap silahkan klik link di bawah ini UAS Kebudayaan Sunda  

Berita

Seminar dan Diskusi Hasil Konferensi Internasional TRANSGRESSION AND TRANSLATION IN LITERATURE Sesi Kedua – FIB Unpad

Departemen Susastra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unpad mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri seminar dan diskusi departemen pada bulan Mei. Seminar dan diskusi kali ini akan menampilkan makalah-makalah yang dipresentasikan oleh dosen-dosen dan alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran pada konferensi internasional Exploring the Literary World: Transgression and Translation in Literature di Faculty of Arts, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand pada tanggal 23-24 April 2015 lalu. Sesi kedua ini akan menampilkan para pembicara dengan makalah-makalah: “Dancer in the Dark and Light: Distribution of Ronggeng Dukuh Paruk and Its Film Adaptation” Rima Febriani, M.Hum. (dosen Sastra Inggris FIB Unpad) “Transforming Eroticism: The Translation of Serat Centhini into French, English, and Indonesian” Prima Agustina Mariamurti, Sp.1. (dosen Sastra Perancis FIB Unpad) “Female Villainy and Displacement of the Original Sin in Lilith’s Bible by Hendri Yulius” Sandya Maulana, M.Hum. (dosen Sastra Inggris FIB Unpad) & Resa Nurfatimah Sobandi, S.Hum. (alumni Sastra Inggris FIB Unpad) Hari/Tanggal     : Kamis, 28 Mei 2015 Waktu                  : 13.00 – 15.30 WIB Tempat                : Aula Gedung D Lantai 3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor, Sumedang Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Berita

Seminar Makalah-Makalah pada Konferensi Internasional Exploring the Literary World di Bangkok Thailand

Departemen Susastra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unpad mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri seminar dan diskusi departemen pada bulan Mei. Seminar dan diskusi kali ini akan menampilkan makalah-makalah yang dipresentasikan oleh dosen-dosen dan alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran pada konferensi internasional Exploring the Literary World: Transgression and Translation in Literature di Faculty of Arts, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand pada tanggal 23-24 April 2015 lalu. Sesi pertama ini akan menampilkan para pembicara dengan makalah-makalah: “Translating John Mateer’s Poems: The Experience of Translating Poems about Indonesia by a Non-Indonesian” Rasus Budhyono, M.Hum. (dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unpad) “Who Tells the Tale?: Authority and Authenticity in the Book of Monotheism, Hadith Sahih Al-Bukhari” Dr. Hazbini (dosen Sastra Arab FIB Unpad) dan Taufiq Hanafi, M.A. (dosen Sastra Inggris FIB Unpad) “A Nation in Process: Crossing Social and Political Boundaries in Pramoedya Ananta Toer’s Cerita dari Blora” Taufiq Hanafi & Gelar Garnadi (alumni FIB Unpad) yang akan diadakan pada: Hari/Tanggal: Selasa, 19 Mei 2015 Waktu             : 13.00 – 15.30 WIB Tempat           : Aula Gedung D Lantai 3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor, Sumedang

Berita

Kolaborasi Wayang Ajen dan Wayang China

Rabu (13-Mei-2014) Pribahasa Sunda “Asa Cina dipangwayangkeun” tampaknya tidak berlaku bagi pertunjukan yang digelar Universitas Padjadjaran.  Pertunjukan Wayang Ajen dan Wayang China yang berlangsung Senin, 11 Mei 2015 di Aula Graha Sanusi Harjadinata Bandung ditonton lebih dari 400 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran  dan 300 orang tamu undangan. Wayang yang disajikan pada pertunjukan ini ternyata dapat menjadi jembatan komunikasi yang bisa melintasi perbedaan bahasa, budaya dan etnis.         Pertunjukan yang diprakarsai oleh Universitas Padjadjaran, Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under the auspices of UNESCO (CRIHAP), dan Fujian Provincial Departement of Culture ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.. Dalam sambutannya Rektor Unpad mengatakan pertunjukan ini merupakan bentuk konsistensi Universitas Padjadjaran yang ingin mengembangkan dan memajukan Budaya Sunda hingga ketingkat dunia. Salah satunya dengan pertunjukan wayang dua negara ini diharapkan dapat mengangkat wayang Sunda ke tingkat global.               Pertunjukan wayang yang diawali dengan pertunjukan Wayang Ajen ini membuat penonton terpukau karena pertunjukan dikolaborasikan dengan sajian multi media. Selain itu tokoh-tokoh wayang yang tampilkan selain tokoh-tokoh wayang yang sudah malang melintang di dunia perwayangan juga muncul tokoh-tokoh baru yang sangat dikenal oleh para penonton pemula yang sebagian besar mengisi ruang pertunjukan. Ditemui selepas acara berlangsung Dalang Wawan Gunawan yang merupakan pimpinan dari grup Parwa Pujangga ini menyatakan dirinya sengaja menamai Wayang Golek pimpinannya dengan nama Wayang Ajen. Alumni Program Doktor Kajian Budaya Unpad ini mengatakan istilah Ajen diambil dari Bahasa Sunda yang artinya harga atau nilai dan  Wayang Ajen lahir dari proses kesadaran generasi muda pada wayang golek Sunda tradisi yang asli dengan eksplorasi kreatif. Penampilan yang sedikit berbeda dengan wayang golek pada umumnya ternyata berhasil mendapat apresiasi yang baik dari penonton meskipun dalam waktu yang sangat singkat untuk sebuah pertunjukan wayang golek.         Memasuki sesi pertunjukan Wayang China penonton di Graha Sanusi Harjadinata Jalan dipati Ukur 35 Bandung ini makin antusias. Pertunjukan Wayang China dari Provinsi Fujian ini menampilkan Zhangzhou Pupperty Troupe, Jinjiang Hand Puppet Art Heritage Protection Centre, dan Quanzhou Marionette Drama. Para ‘dalang’ (red.) dari China dalam penampilannya hanya menampilkan satu wayang untuk satu orang dalang tidak seperti wayang golek yang bisa memainkan beberapa wayang sekaligus. Namun demikian gerakan yang dihasilkan Wayang China lebih mendetail. Sebagai contoh pada penampilan salah satu wayang yang memerankan aktivitas minum arak dan mabuk. Wayang yang ukurannya tidak lebih dari 50 cm ini dapat melakukan aktivitas mengambil teko, menuangkan arak ke gelas, dan meminum arak langsung dari guci. Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan wayang dengan sempurna dan sangat detail bahkan mulut dari wayang yang berbaju merah ini pun tampak jelas sedang melakukan aktivitas minum ketika minum arak. Penanggung Jawab pertunjukan Pagelaran Wayang Ajen dan Wayang China Dekan FIB Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed. Ph.D.  mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Universitas Padjadjaran beserta Jajarannya yang telah menfasilitasi dan mendukung kegiatan pertunjukan ini. Sehingga persiapan dan pertunjukan Wayang China dan Wayang Ajen bisa terlaksana meskipun dengan waktu yang cukup singkat. Selanjutnya Dekan FIB juga berharap kepada  Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under the auspices of UNESCO (CRIHAP), Fujian Provincial Departement of Culture, dan grup Parwa Pujangga (Wayang Ajen) agar kerja sama ini bisa terus berlangsung. (rat/JHS) Album foto: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.951982014833750.1073741868.591382284227060&type=3

Scroll to Top