Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat — Isu ekologi budaya kembali menjadi fokus perhatian akademisi Universitas Padjadjaran. Melalui Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Unpad Berdampak Tahun 2026, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad menggelar kegiatan edukasi dan diskusi interaktif bersama warga Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.




Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Dr. Cece Sobarna, M.Hum. dan Prof. Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, Kepala Desa, BPD, hingga kader Posyandu dan PKK. Mengusung pendekatan kebudayaan, diskusi berfokus pada konsep kebersihan lingkungan bagi masyarakat Sunda, penanganan sampah lokal, serta strategi pemeliharaan kebersihan yang berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PPM bertajuk “Edukasi Ekologi Budaya sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konservasi Lingkungan di Desa Cihampelas”, yang diproyeksikan berlangsung selama tiga tahun ke depan.
Mengangkat Kearifan Lokal Sunda untuk Lingkungan
Salah satu keunikan dari program ini terletak pada penggunaan perspektif kearifan lokal Sunda dalam memandang kebersihan lingkungan. Nilai-nilai budaya luhur yang memandang alam sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dijadikan pijakan moral untuk membangun kesadaran kolektif warga.
Masyarakat Desa Cihampelas menyambut baik kehadiran program ini. Dengan adanya pendampingan selama tiga tahun ke depan, diharapkan Desa Cihampelas dapat menjadi role model desa bebas sampah yang mandiri dan berwawasan lingkungan berbasis kearifan lokal.
Mendorong Pencapaian Target SDGs
Inisiatif pengabdian masyarakat ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan lokal, tetapi juga berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) Pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga desa merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemukiman yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap dampak pencemaran lingkungan.
- SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) Edukasi kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah membantu mendorong perubahan pola konsumsi serta pengelolaan limbah rumah tangga agar meminimalkan dampak buruk terhadap ekosistem.
- SDG 15: Ekosistem Daratan (Life on Land) Pendekatan ekologi budaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian tanah dan lingkungan sekitar dari ancaman pencemaran sampah plastik dan limbah domisili.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) Kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi (FIB Unpad), pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan (PKK, Posyandu, BPD) menjadi bukti nyata pentingnya sinergi untuk menyelesaikan tantangan lingkungan secara kolektif.
