Pengambilan gambar perdana untuk film Darah dan Doa atau Long March of Siliwangi pada 30 Maret 1950 ditandai sebagai Hari Film Nasional oleh negara Indonesia. Oleh karena itu, selamat Hari Film Nasional ke-71, sobat budaya! Dalam rangka ikut memeriahkan Hari Film Nasional ini, berikut rekomendasi film-film keren Indonesia yang wajib kamu tonton. Siapkan popcorn, ya!
Sekala Niskala (2018)

Film yang tayang perdana di Toronto International Film Festival 2017 ini merupakan gubahan sutradara Kamila Andini. Judul ‘Sekala Niskala’ berangkat dari falsafah hidup Bali yang meyakini bahwa hidup terdiri atas unsur sekala (yang terlihat) dan niskala (tidak terlihat). Film ini menjelajahi cerita hidup sepasang kembar identik yang sifatnya seperti Yin-Yang, Tantri dan Tantra. Hubungan mereka yang harmonis menjadi kenangan yang tergambar di imajinasi-imajinasi Tantri yang hanya muncul pada malam hari, ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa Tantra sakit parah dan tak sadarkan diri.
Film ini dibalut dengan sentuhan citra budaya Bali yang kental dan merakyat. Menampilkan permainan peran yang ciamik dan memasukkan nilai-nilai estetis dalam bentuk kidung, musik, dan tarian. Film ini menawarkan ending yang magis dan mengikat penontonnya untuk berpartisipasi dalam kondisi emosional Tantri yang disampaikan dalam bentuk tarian. Tidak heran jika film ini telah memenangkan berbagai penghargaan, salah satunya terpilih menjadi Film Terbaik di Tokyo FILMeX 2017.
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020)

Film ini merupakan adaptasi dari buku dengan judul yang sama, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Marcella FP. Menceritakan tentang sebuah keluarga yang memiliki 3 anak, yakni Angkasa, Aurora, dan Awan. Dibalik keharmonisan keluarga ini, rupanya terdapat rahasia kelam yang tersembunyi. Selain itu, setiap anggota dalam keluarga ini memiliki permasalahannya masing-masing.
Film ini sangatlah populer karena tema permasalahannya dekat dengan keseharian dan mampu mengaduk emosi penontonnya. Ditambah lagi, NKCTHI menampilkan pembawaan dialog yang kekinian dan sinematografi yang menyegarkan mata. Tapi, jangan lupa siapkan tisu sebelum menyaksikan film ini, ya!
Gundala (2019)

Bagi kamu penggemar superhero movies, pasti sudah menonton yang satu ini dong? Film laga pahlawan super neo-noir Indonesia ini merupakan adaptasi dari komik terbitan Bumilangit Komik. Bumilangit ini kemudian membangun Jagat Sinema di bawah nama yang sama. Sancaka merupakan seorang yatim yang mendapat kekuatan super karena tersambar petir. Sambaran ini memberinya kekuatan untuk mengeluarkan petir dari tubuhnya sebagai senjata melawan penjahat, sehingga ia disebut sebagai Gundala.
Gundala (2019) mengisahkan perlawanan Sancaka terhadap mafia bernama Pengkor. Pengkor dan kawanannya memiliki misi menyebarkan serum yang menargetkan wanita hamil, agar janin yang dikandungnya kelak menjadi manusia yang amoral jika mengonsumsi cairan tersebut. Pertarungan yang menarik dengan cgi (computer generated imagery) yang bisa dibilang satu dari beberapa yang terbaik di jagat perfilman Indonesia. Kompetensi sutradara kondang, Joko Anwar, memang tidak perlu diragukan lagi.
June & Kopi (2021)

Salah satu genre segar di kancah sinematografi nasional hadir dan diproduksi oleh Netflix pada awal tahun ini. June & Kopi (2021) adalah film keluarga yang menjadikan anjing sebagai hero di dalam ceritanya. Gemas sekali, bukan? June & Kopi sendiri merupakan nama dari anjing peliharaan yang dirawat oleh keluarga Aya (Acha Septriasa) dan Ale (Ryan Delon).
Suatu hari keluarga itu berlibur ke sebuah tempat yang berujung pada tersesatnya Karin (buah hati Aya & Ale) di hutan. Adanya aksi berani dan imut dari June serta Kopi-lah yang kemudian membantu dalam penyelamatan Karin. Tonton ini dengan anak, adik, keponakan, cucu, dan anak tetanggamu untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang sesama makhluk, termasuk kasih sayang mutual dengan binatang.
Keramat (2009)

Paling tua tahun rilisnya dari keseluruhan list rekomendasi ini, Keramat (2009) sama kerennya dengan film-film yang telah disebutkan di atas, loh! Film horor ini menawarkan teknik pengambilan kamera yang berbeda dari kebanyakan film horor. Keramat dibuat seolah-olah merupakan sebuah dokumentasi berbentuk raw footage dari perjalan sekelompok kru film yang hendak melakukan pra-syuting di Bantul, seperti dokumenter.
Konsep ‘keorganikan’ inilah yang menjadi daya tarik utama dari film garapan Monty Tiwa ini. Bahkan, nama tokoh-tokoh dalam Keramat menggunakan nama asli dari aktor-aktor pemerannya. Kesan nyata membuat film horor yang satu ini sukses dalam memberi sensasi kaget dan bulu kuduk naik. Sebaiknya jangan menonton sendirian, ya, sobat budaya…
Puluhan tahun bangsa ini berkarya melalui film, tentunya masih banyak lagi film-film Indonesia ciamik yang lainnya. Namun, kamu selalu bisa memulai dari list rekomendasi ini jika ingin meninjau lebih dalam mengenai perfilman nasional. Atau mungkin hanya untuk sekedar menjadikannya tontonan santai setelah hari-hari yang panjang.
Nah, dari kelima film di atas, kira-kira film apa yang akan kamu tonton, apresiasi, dan kritik di Hari Film Nasional kali ini? Apapun gaya menonton dan pilihan filmmu, mari terus dukung industri film karya anak bangsa, sebagai salah satu produk budaya Indonesia!
Oleh: Maryam K.
