Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta memperluas wawasan internasional mahasiswa. Melalui program unggulan World Class University Program, FIB Unpad menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertajuk “Sharing Food, Building Futures: Food Banks and the SDGs” tentang kisah sukses program food bank di Jepang.



Acara internasional ini menghadirkan penceramah utama Prof. Hiroyuki Miyake dari The University of Kitakyushu, Jepang dan dimoderatori oleh Sigit Sugiarto, M.A., dosen Program Studi Sastra Jepang Universitas Padjadjaran. Prof. Hiroyuki Miyake merupakan akademisi berpengalaman di bidang hukum lingkungan (environmental law), kesehatan global (global health), pengelolaan sampah (waste management), serta mitigasi bencana (disaster mitigation), dengan fokus utama pada SDGs dan Education for Sustainable Development (ESD).
Isu sisa makanan (food waste) dan ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan global yang memerlukan penanganan lintas disiplin. Konsep food bank atau bank makanan hadir sebagai salah satu solusi konkrit untuk menjembatani masalah distribusi pangan dan pengurangan sampah.
Prof. Hiroyuki Miyake berbagi pengalaman tentang bagaimana perubahan kebijakan dapat mengurangi sampah selama delapan tahun dari 8 ton ke 4 ton. Hal tersebut terjadi berkat kerja sama akademisi dan pemerintah. Walaupun belum sempurna, pengurangan ini merupakan langkah yang signifikan terhadap tercapainya keberlangsungan lingkungan.
Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), peran food bank berhubungan langsung dengan beberapa poin penting:
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan / Zero Hunger): Membantu menyalurkan kelebihan makanan layak konsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mengurangi tingkat kelaparan.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab / Responsible Consumption and Production): Menekan jumlah sampah makanan (food waste) yang berpotensi merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim / Climate Action): Penumpukan sampah organik di tempat pembuangan akhir menyumbang emisi gas metana. Pengurangan food waste secara langsung mengurangi dampak buruk terhadap iklim.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan / Partnerships for the Goals): Mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah dalam menciptakan sistem pangan berkelanjutan.
Melalui agenda ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk memahami teori keberlanjutan secara akademis, tetapi juga terdorong untuk menerapkan budaya berbagi pangan serta kesadaran menjaga lingkungan di kehidupan sehari-hari dari lingkungan kampus.
