“101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”

Foto Fakultas Ilmu Budaya Unpad.
(Diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman” di Aula PSBJ FIB Unpad)

Senin (29-09-2014) diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”  yang berlangsung pagi hingga siang hari ini diprakarsai oleh Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB Unpad bekerja sama dengan penerbit Grasindo. Kegiatan yang berlangsung di Aula PSBJ FIB tersebut diisi oleh tiga pembicara, yakni Capung Java Jive, Dr. R. M. Mulyadi (Luki), dan Sandya Maulana, M.Hum. Acara ini dimoderatori oleh Rasus Budhyono, M.Hum.

Acara yang dibuka oleh Ketua Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB Unpad Aquarini Priyatna, Ph.D. mewakili Dekan FIB Unpad tersebut diawali dengan paparan  Capung (Herry Cahyo Purnomo) tentang tercetusnya ide membuat buku tersebut. Kicauan Capung di Twitter tentang tips seputar bermain dan memproduksi musik disambut oleh berbagai pertanyaan yang sulit dijawab lewat media yang membatasi jumlah karakter dalam setiap kicauan. Sebagai musisi yang mengalami peralihan teknologi rekaman dari sistem analog ke digital dan mengalami pasang-surut di dunia rekaman maupun panggung, Capung merasa perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, termasuk berbagi pengalaman lewat buku yang ditulisnya itu. Capung mengulas bagaimana dengan teknologi digital musik dapat dibuat, diaransemen, diproduksi, dan didistribusi sendiri kepada khalayak yang ditentukan oleh pembuat musik itu sendiri. Capung mengulas juga tentang media seperti Soundcloud dan Youtube yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana berbagi karya, membangun segmen pendengar, dan promosi. Ia menambahkan bahwa karir di dunia musik bisa dibagi menjadi tiga fase, yakni fase bermusik, fase menjadi produser, dan fase menjadi produser eksekutif. Menurutnya, saat ini ia berada di fase kedua, meski sekali-sekali masih bermusik dari panggung ke panggung.

Foto Fakultas Ilmu Budaya Unpad.          Foto Fakultas Ilmu Budaya Unpad.
(Aquarini Priyatna Ph.D. dan Capung pada  diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”)

Sebagai pembicara kedua, Luki memapakarkan bahwa sudah ada beberapa buku tentang dunia (industri) musik yang ditulis sebelum buku Capung ini. Akan tetapi, buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman” menjadi lain karena buku ini juga mengulas konteks kekinian, mengingat Capung sendiri masik aktif terlibat sebagai pelaku di industri musik. Luki mengulas tentang perkembangan dunia rekaman, hak cipta, hingga RBT (ring back tone), yang sempat menjadi “periuk nasi” insan musik Indonesia di saat industri musik surut akibat pembajakan merajalela. Luki juga sempat mengulas tentang posisi Java Jive (band yang salah satunya digawangi Capung) dan Capung sendiri di dunia musik Indonesia. Menurut Luki, Java Jive ini unik karena beberapa personilnya, terutama Noey dan Capung mampu bertahan di industri ini dengan bermusik sekaligus memproduksi musik sebagai orang yang ada di balik “kaca” studio rekaman.

Pembicara ketiga, Sandya Maulana, berbicara dari sudut pandangnya sebagai penikmat sekaligus pembuat musik dengan teknologi digital. Sandya sempat mengritik maraknya RBT yang membuatnya terganggu karena beberapa hal. Pertama, musik RBT hanya dapat dinikmati sepanjang 30 detik dan perhatian orang sering teralih karena ia sebenarnya ingin menelepon, bukan mendengarkan musik. Selain itu, ia juga berbicara tentang kelicikan beberapa penyedia layanan RBT yang menyedot pulsa pengguna tanpa ijin. Sandya tak lupa berbicara tentang pentingnya posisi Java Jive dan Capung, tentunya, yang sempat menjadi salah satu referensi utama insan musik (terutama di Bandung) dan kini masih mampu menggawangi keberhasilan Noah (dahulu Peterpan), Letto, dan dMassiv.

Foto Fakultas Ilmu Budaya Unpad.   Foto Fakultas Ilmu Budaya Unpad.
(Suasana  diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”)

 

Diskusi ini tak lupa disegarkan dengan penampilan dari Sky Sucahyo (mahasiswi Sastra Inggris) yang tampil dengan gitar membawakan lagu sendiri, musikalisasi salah satu sajak Edgar Allan Poe, dan lagu “Gerangan Cinta” (Java Jive). Penampil kedua adalah kelompok yang menamakan diri Olegun dGob yang anggotanya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dari berbagai jurusan. Olegun dGob membawakan lagu ciptaan mereka sendiri, lagu “Kau Yang Terindah” (Java Jive) yang diaransemen sendiri dengan unik, dan lagu lawas dari Barry Manilow berjudul “Can’t Smile without You”. Di lagu ini Capung dan Rasus Budhyono, yang bersahabat karena bersekolah di SMP dan SMA yang sama, didaulat untuk saling bersahut improvisasi gitar di lagu terakhir ini.
(Ono-JHs)

 

 

 

 

Scroll to Top