(Wadek I FIB Unpad, Korprodi, Pembina Mahasiswa dan Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Sunda beserta Para Juara)
Sabtu (04/10/2014). Penampilan Yusef Muldiyana dengan monolognya Pajaratan Maranéhna berhasil membuat aula Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran bergemuruh. Penampilan apik Yusef berhasil menyihir puluhan penonton yang menyaksikan penutupan Pasanggiri Monolog Basa Sunda Sa-Jawa Barat yang diadakan oleh Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda Universitas Padjadjaran (Pamass Unpad). Seniman monolog ini juga menjadi juri pada acara yang digelar mulai tanggagal 2 Oktober dan dikuti lebih dari 20 orang peserta yang mewakili SMA/SMK Se-Jawa barat. Dalam monolognya seniman asal Subang ini menyampaikan sebuah pesan, yakni Indonesia harus bersatu walaupun berbeda cara pandang.
(Cuplikan penampilan peserta dan pengisi acara pada Pasanggiri Monolog Basa Sunda Sa-Jawa Barat)
Tidak mau ketinggalan dengan Kang Yusef para juri lainnya juga berpartisipasi untuk memeriahkan acara dengan kreasinya masing-masing. Yandi Nurdiansyah (juri dari mahasisawa) menampilkan rajah yang menjadi pembuka penampilan monolog Yusef Muldiyana. Sementara Dian Amaliasari, S.S. turut memeriahkan acara dengan dengan menyumbangkan suara emasnya. Selain itu Teater Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Tepass) juga menampilkan sebuah longser yang berjudul Pilkadal.
Di penghujung acara penutupan Pasanggiri Monolog Basa Sunda Sa-Jawa Barat panitia mengumumkan hasil penilaian juri terhadap penampilan para peserta. Keluar juara pertama P Ajeng Pramesti asal SMAN 6 Cimahi, juara kedua Muhamad Apandi yang juga asal SMAN 6 Cimahi, dan juara ketiga Ahmad Hayya yang berasal dari SMAN 6 Garut. Selain itu panitiajuga mengumumkan peserta terfavorit yang jatuh kepada Resti Safitri asal SMK Asshiddiqiyah Garut. “Saya sebagai aktor merasakan sekali prosesnya. Proses tidak bisa berbohong, karena ini bukanlah hal yang mudah” Tutur Muhammad Apandi juara kedua Pasanggiri Monolog Basa Sunda Sa-Jawa Barat. Apandi juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini bias berlangsung setiap tahun sehingga memacu dirinya dan para pencinta monolog lainnya agar lebih giat lagi berlatih. Sementara Achil, pelatih teater SMAN 6 Cimahi mengungkapkan dukungannya agar Pasanggiri monolog seperti ini rutin diadakan karena sangat jarang sekali digelar. “Semoga tahun depan pesertanya lebih banyak. Bisa dibilang ini bukan ajang perlombaan atau pertunjukan, tapi Pamass jadi wadah generasi selanjutnya. Dengan adanya acara seperti ini akan memunculkan generasi-generasi yang akan datang dan berkualitas,” harapnya.
(Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin menutup Pasanggiri Monolog Basa Sunda Sa-Jawa Barat)
Pada sambutan penutupan Pasanggiri Monolog Basa Sunda Sa-Jawa Barat, Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin mendukung kegiatan ini dan berharap mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Sunda dapat terus mengembangkan kreatifitasanya. (release Pamass/rat)
