Pemkab Cirebon Gandeng (FIB) Unpad Wujudkan Kampung Berbahasa Asing

SHN
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra bersama Tim 10 Unpad saat memberikan keterangan tentang kampung eropa

Fajarnews.com, SUMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggandeng tim dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, dalam mewujudkan kampung Eropa. Yang mana nantinya di kampung tersebut masyarakatya akan berkomunikasi dalam dua bahasa internasional dengan dinamakan “Global Village”. Dua bahasa tersebut yakni bahasa Ingris dan bahasa Mandarin.

Lokasi yang dipilih oleh Pemkab Cirebon, sebelumnya Desa Balerante, Kecamatan Palimanan. Namun karena desa tersebut akses jalan dan geografisnya tidak masuk kriteria maka desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon menjadi pilihan kedua.

“Awalanya kampong eropa namun setelah disepakati kita ganti dengan kampong Global Village. Yaitu sebuah kampung yang memiliki konsep secara global namun tidak meninggakan unsur lokal. Insyaallah pelaksanaannya akan berlangsung di tahun 2016 mendatang” kata Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, kemarin (23/6).

Pemkab sendiri melibatkan tim dari Unpad Bandung yang beranggotakan sebanyak 10 orang ahli bahasa asing yang mayoritas bergelar doktor. Menurut Bupati, tim dalam beberapa waktu lalu telah melakukan survei dan kajian langsung kelokasi di desa Budur dan hasilnya memenuhi syarat untuk dibentuknya kampung berbahasa asing.

“Berdasarkan kajian tim dari Unpad awalnya di Desa Balerante. Namun karena tidak memenuhi kriteria salahsatunya jauh dari keramaian jalan raya. Sebaliknya untuk desa Budur, aksesnya lebih mudah di jangkau dan semua syaratnya terpenuhi,” katanya.

Terkait dukungan anggaran sendiri, Pemkab Cirebon pada tahun 2016, akan menganggarkan Rp 450 juta dalam satu tahun anggaran. Hal itu baru hitungan kasar yang diberikan Tim dana tersebut untuk kebutuhan SDM dan sarana pendukung lainnya.

“Dalam waktu dekat tim akan berangkat ke Pare, untuk melakukan study banding dan menerapkannya di Cirebon. Diantaranya dengan membuat posko dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan tim dari Unpad, Fauzan mejelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukan timnya di Desa Budur masuk dalam kategori pembentukan kampung asing. Selain itu, dari tingkat pendidikan masyarakatnya juga cukup mendukung. Termasuk persyaratan lainnya yakni faktor Geografis untuk dilakukan promosi.

” Jika telah jadi, maka akan dibuatkan banner bernamakan ‘Welcom To Our Global Village’ disejumlah titik. seperti di lintasan jalur Tol Cipali, gerbang pondok pesantren, dan di wilayah Susukan sebelah utara, yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu. ” kata Fauzan.

Dia menambahkan, pihak pemdes sangat merespon dengan kedatangn tim 10 Unpad, bahkan kepala desa telah menyediakan tempat untuk dijadikan secretariat tim 10. Selain itu di wilayah tersebut ada beberapa guru bahasa ingris dan mereka siap untuk membantu program tersebut. (SHN)

sumber berita: http://news.fajarnews.com/read/2015/06/24/3516/pemkab.cirebon.gandeng.unpad.wujudkan.kampung.berbahasa.asing

Scroll to Top