Pelatihan Menjahit: Membuka Ruang Kreatif bagi Perempuan
Aliyah Zahra Saffanah Pada pertengahan tahun 2025, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran menghadirkan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan menjahit. Program ini ditujukan bagi warga di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor dan berhasil menarik 15 peserta, sebagian besar perempuan, yang ingin mempelajari keterampilan baru sekaligus membuka peluang untuk menambah penghasilan. Pelatihan dibuka pada 20 April 2025 dan berlangsung secara rutin setiap hari Minggu mulai Juni hingga 13 Juli 2025. Selama kegiatan, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari dua instruktur berpengalaman, Ibu Reni Taviriani dan Bapak Iwan Purnawan. Mereka tidak hanya mengajarkan dasar-dasar menjahit, seperti mengenal alat, cara menggunakan mesin, hingga membuat pola sederhana, tetapi juga mendampingi peserta dalam menghasilkan produk yang siap pakai. Bagi para perempuan yang mengikuti, kegiatan ini menghadirkan manfaat ganda. Di satu sisi, mereka memperoleh keterampilan teknis yang praktis dan bisa langsung digunakan. Di sisi lain, pelatihan menjahit membuka kesempatan untuk lebih mandiri, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan bekal keterampilan ini, peserta dapat mencoba memulai usaha kecil, menjual produk buatan tangan, atau sekadar membantu memenuhi kebutuhan keluarga sendiri. Beberapa peserta masih berusia sangat muda sehingga belum memungkinkan menggunakan jarum atau mesin jahit. Untuk mereka, diberikan kursus menyulam sebagai alternatif yang lebih aman. Menjelang akhir kegiatan, pada 13 Juli 2025, hasil karya menyulam yang terbaik mendapatkan hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi. Selain menjadi sarana belajar, pelatihan juga menjadi ruang interaksi sosial. Para peserta saling bertukar cerita, memberikan dorongan semangat, hingga menjalin relasi yang bermanfaat di luar kegiatan. Ruang bersama ini menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu mengembangkan potensi diri, terlepas dari keterbatasan yang ada. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak harus selalu melalui program berskala besar. Melalui keterampilan sehari-hari seperti menjahit, perempuan dapat memperoleh peluang baru untuk berkembang. Pelatihan menjahit di FIB Unpad menjadi contoh nyata bagaimana langkah kecil dapat membawa dampak besar dalam membuka jalan menuju kemandirian, kesejahteraan, dan kesetaraan bagi perempuan di tingkat komunitas.
