Panduan Beasiswa Program Studi Sastra Jepang
Lebih lengkapnya silakan lihat di bawah ini: Buku Panduan Program Beasiswa Prodi Sastra Jepang 2017
Lebih lengkapnya silakan lihat di bawah ini: Buku Panduan Program Beasiswa Prodi Sastra Jepang 2017
Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, kembali menyelenggarakan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) 2017, yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 3 Desember 2017. Mulai tahun ini, 2017, Pendaftaran dilakukan secara online di seluruh Indonesia. Informasi lebih lebih jelasnya silakan kunjungi https://jlptonline.or.id AlurPendaftaranJLPT.docx E-mail & Contact Person Panitia JLPT Bandung [email protected] dan [email protected] 0853-2069-7271 dan 0878-2501-3299
[unpad.ac.id, 17/08/2017] Sebanyak empat kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Padjadjaran lolos untuk mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, 23-28 Agustus mendatang. Foto bersama empat kelompok PKM Unpad dengan tim fasilitator jelang pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, 23-30 Agustus.* Sebagai upaya meraih prestasi yang maksimal, Direktorat Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad telah melaksanakan pemantapan Pimnas yang diikuti oleh tim PKM di Unpad Training Center, Jalan Ir. H. Djuanda No. 4, Bandung, 8 – 10 Agustus lalu. Pemantapan ini mengundang 2 dosen Unpad yang menjadi juri nasional Pimnas, yaitu Dr. Marleen Sunyoto, Ir., M.P., dan Prof. Dr. Wilis Srisayekti. Dalam rilis yang diterima Humas Unpad, selain dua dosen tersebut, mahasiswa juga diberikan pelatihan presentasi oleh Ade Kadarisman, S.Sos., M.T., serta pelatihan artikel ilmiah oleh Dr. Eva Tuckyta Sari, M.Hum. Pada hari terakhir pemantapan, dilaksanakan simulasi Pimnas oleh tiga fasilitator, yaitu Dr. Cukup Mulyana, Budi Irawan, M.Si., dan Yanti Rubiyanti, M.Psi. “Berdasarkan penilaian simulasi, anak-anak tersebut sudah mengalami peningkatan cara presentasi. Namun harus dipoles lagi terutama saat menjawab pertanyaan para juri,” ujar Dr. Cukup. Adapun keempat judul PKM yang lolos tersebut adalah: “Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau: Sebuah Kajian Sejarah Kuliner dalam Kaitannya dengan Ekologi dan Budaya” (PKM kategori Penelitian Sosial Humaniora) yang diketuai Hana Hanipah dari Fakultas Ilmu Budaya dengan dosen pembimbing Nani Darmayanti, PhD. “Pejantan Bageur (Peyeum Ketan Instan, Bawa Seger) Solusi Modernisasi Makanan Tradisional Jawa Barat” (PKM Kewirausahaan) diketuai Putri Raraswati dari Fakultas Farmasi dan dosen pendamping oleh Driyanti Rahayu., S.Si, MT. “BOM-BOM CAR (Belajar Olah Motorik Melalui Carving) sebagai sarana mengembangkan motorik halus pada siswa SLB BC Fadhilah Sumedang” (PKM Pengabdian kepada Masyarakat) diketuai Umi Latifah dari Fakultas Kedokteran Gigi dan dosen pendamping Laila Qodariah, M.Psi. Penanggulangan Silica Scaling dengan Penginjeksian Asam Kuat pada Brine di Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal (PKM Penelitian Eksakta) diketuai Moch. Aril Indra dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan dosen pendamping Dr. Cukup Mulyana, M.S.* Rilis: Direktorat Pendidikan dan Kemahasiswaan/am
Supercamp 2017, Wujud Hadirnya Unpad di Muara Gembong [unpad.ac.id, 14/08/2017] Sejumlah masyarakat di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, antusias mengikuti berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Universitas Padjadjaran, Senin (14/08). Beragam kegiatan rangkaian Supercamp Unpad 2017 digelar sebagai wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Rangkaian kegiatan Supercamp Unpad 2017 digelar di 6 desa yang berada di Kecamatan Muara Gembong, yaitu Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Sederhana, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Harapan Jaya, Desa Jayasakti, dan Desa Pantai Bakti, dari Minggu (13/08) hingga Rabu (15/08). Di setiap desa, masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari seluruh bidang keilmuan yang ada di Unpad. Di Desa Pantai Bakti, misalnya, para dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran melakukan penimbangan berat badan serta mengobservasi deteksi dini gangguan neurodevelopmental bagi bayi dan balita. Tidak hanya itu, para ibu dan anak pun juga diajak untuk memahami potensi bahaya dari penyakit autoimun “Lupus” dan sakit punggung pada anak melalui penyuluhan oleh tim FK Unpad. Puskesmas Kecamatan Muara Gembong juga menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Supercamp. Di sana, tim menggelar kegiatan khitanan massal. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya jumlah anak yang mendaftar untuk dikhitan. Selain khitanan massal, aktivitas di puskesmas juga diisi dengan pemeriksaan ibu hamil dengan metode USG dan IVA test, serta pemeriksanaan kelainan Refraksi pada anak sekolah dasar bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Tim Fakultas Kedokteran Gigi juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan gigi dan tindakan di dua Sekolah Dasar di Desa Pantai Harapan Jaya. Kegiatan ini sukses diikuti sebanyak 574 peserta. Tim FKG sendiri menurunkan 110 staf yang terdiri atas pimpinan, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Di luar bidang kesehatan, tim Supercamp dari Fakultas Teknik Geologi melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait pengelolaan sampah dan mitigasi bencana geologi. Penyuluhan ini digelar di Desa Bahagia dengan menyasar pada siswa Sekolah Dasar dan Siswa Sekolah Menengah Pertama. Tidak hanya tim FTG, tim dari FMIPA Unpad juga ikut melakukan penyuluhan terkait kesehatan lingkungan dan batu mutu air, hingga pelatihan perangkat bergerak untuk penguatan program kesehatan dan lomba roket air bagi siswa. Di Desa Pantai Mekar, masyarakat diajak untuk mengenal produk the celup hasil penelitian empat dosen Fakultas Farmasi Unpad. Teh celup tersebut dihasilkan dari daun dan buah pidada, sejenis tanaman mangrove yang banyak terdapat di Muara Gembong. Berdasarkan penelitian, daun dan buah pidada kaya akan antioksidan alami dan dapat mencegah penyakit degeneratif (kanker, jantung, stroke), hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Sebagai wilayah pesisir, Muara Gembong sangat rawan terjadi abrasi air laut. Untuk itu, sejumlah dosen dan mahasiswa secara simbolis menanam mangrove di Pantai Beting, kawasan Desa Pantai Bahagia. Program tersebut merupakan permulaan program penanaman 15.000 pohon mangrove di Pantai Beting hasil kerja sama Unpad, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, tim Supercamp dari rumpun ilmu sosial telah melaksanakan berbagai kegiatan di Muara Gembong, Minggu (13/08). Di Desa Pantai Bahagia, civitas academica FISIP Unpad melakukan pemetaan potensi pengembangan wisata, kewirausahaan, hingga partisipasi masyarakat di tingkat pemerintahan. Pengembangan pariwisata ini juga didukung oleh tim Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dengan melakukan pelatihan pembuatan alat-alat promosi terkait pariwisata. Sementara tim FIB juga melakukan observasi terhadap dampak dan pola adaptasi masyarakat Desa Pantai Bahagia akan peristiwa Banjir Rob. Tidak hanya itu, tim FIB juga mengenalkan berbagai jenis bahasa dan budaya asing kepada para siswa SD. Siti (26), warga Desa Pantai Mekar mengaku senang dengan kegiatan Supercamp Unpad. Berbagai aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan layanan masyarakat. Hal senada juga diungkapkan Camat Muara Gembong. Fahrurrozi. Kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat di Muara Gembong diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya pada aksesibilitas layanan kesehatan dan peningkatan potensi pariwisata. Pada tatanan kesehatan, meskipun memiliki tiga puskesmas pembantu, sampat saat ini tidak ada dokter yang bertugas di Muara Gembong. Jauhnya jarak antar desa dengan beberapa kondisi jalan yang buruk juga menjadi keterbatasan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan. Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad, mengatakan, kegiatan Supercamp merupakan upaya Unpad untuk dapat hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi lebih baik bagi pembangunan. “Pengembangan akademik akan semakin kuat kalau kita bisa memberikan kontribusi secara langsung,” ujarnya. Kegiatan ini juga secara langsung melihat berbagai permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Sebagai insan akademik, menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kajian belaka. Butuh terjun langsung ke tengah masyarakat, agar solusi yang dihasilkan dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Diakui Rektor, wilayah Muara Gembong merupakan wilayah yang berat. Wilayah paling utara Jawa Barat ini memiliki banyak keterbatasan, terutama di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. “Ini mendorong semangat kami untuk bisa berkontribusi lebih kuat,” ujar Rektor. Aktivitas Unpad di Muara Gembong juga diharapkan dapat terus berlanjut. Sebagai salah satu upaya keberlanjutan akan dibangun fasilitas Bumi Walagri Padjadjaran di Muara Gembong. Fasilitas ini akan menjadi wahana Unpad dalam meningkatkan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat di Muara Gembong. Supercamp merupakan kegiatan tahunan Unpad yang telah digelar 6 kali. Berbeda dengan lima lokasi sebelumnya yang dilaksanakan di wilayah Jabar selatan, kali ini Supercamp menyasar wilayah Pantai Utara Jabar. Usai Muara Gembong, kegiatan Supercamp selanjutnya direncanakan akan menyusuri Karawang, Subang, hingga Indramayu. Kegiatan ini resmi ditutup dengan penandatanganan prasasti penanaman 15.000 pohon mangrove oleh Rektor dan Wakil Bupati BekasiEko Supria Atmaja di halaman Kecamatan Muara Gembong, Selasa (15/08). Selain melakukan penandatanganan, Unpad juga menyerahkan satu unit mesin perontok padi hasil pengembangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Penutupan Supercamp Unpad ini bertepatan dengan hari jadi ke-67 Kabupaten Bekasi.* Laporan oleh Arief Maulana
[unpad.ac.id, 07/08/2017] Tim kafilah Universitas Padjadjaran berhasil meraih sejumlah prestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional XV 2017 di Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya, Malang, 26 Juli sampai 4 Agustus lalu. Tim Kafilah Universitas Padjadjaran di ajang Musabaqah Tilawatil Alquran (MTQ) Mahasiswa Nasional XV 2017 di Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya, 26 Juli-4 Agutus lalu.* Tim kafilah Unpad berhasil meraih prestasi pada kategori lomba Debat Kandungan Alquran dalam Bahasa Inggris, Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran, serta kategori Hifdzil 5 Juz Alquran. Pada kategori Lomba Debat Kandungan Alquran dalam Bahasa Inggris, tim kafilah terdiri dari Tanty Riyani (Fakultas Ilmu Budaya) dan Aldo Prayoga (Fakultas Teknik Geologi) berhasil meraih juara II. Sementara pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran, tim yang terdiri dari Rhegy Pratidina (Fakultas Peternakan) dan Moch. Adam Alfath (FMIPA) berhasil meraih juara III. Adapun pada kategori lomba Hifdzhil 5 Juz Alquran Putri, Hafizhoh Nur Azimah (Fakultas Teknologi Industri Pertanian) berhasil meraih Juara Harapan I. Tiga prestasi yang diraih tim kafilah ini menjadikan Unpad masuk sebagai 10 besar Perguruan Tinggi juara di kompetisi MTQ Mahasiswa Nasional. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang ikut dalam kompetisi nasional ini berjumlah 251 perguruan tinggi dengan total mencapai 3.000 orang. Kompetisi MTQ Mahasiswa Nasional merupakan ajang tahunan yang digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ada 13 kategori lomba dalam kompetisi tersebut, yaitu Tilawatil Quran, Tartilil Quran, Qira’at Sab’ah riwayat Warsy dan Qalun, Hifzhil Quran ( 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz), Khaththil Quran golongan Dekorasi, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Debat Kandungan Alquran dalam Bahasa Arab dan Inggis, serta desain aplikasi komputer Alquran. Unpad sendiri mengikuti 12 dari 13 kategori lomba.* Laporan oleh Arief Maulana
Senin, 22 Mei 2017 . Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unpad mengadakan Seminar “NIKKEI ASIAN RECRUITING FORUM” dengan pembicara Mr. Ishiwatari dari NIKKEI ASIAN RECRUITING FORUM. Seminar ini dilaksanakan untuk menjaring calon lulusan maupun alumni Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya pada khususnya dan Unpad pada umumnya untuk mengikuti seleksi job interview langsung di Jepang dengan perusahaan- perusahaan terkemuka di Jepang. Peserta yang berhasil lolos seleksi akan diberangkat ke Jepang pada bulan Agustus 2017 dengan pembiayaan seluruhnya dari NIKKEI ASIAN RECRUITING FORUM selama seminggu untuk mengikuti rangkaian kegiatan interview work in Japan NIKKEI ASIAN RECRUITING FORUM 2017 di Tokyo, Jepang. Kegiatan ini merupakan kerja sama FIB Unpad dengan Nikkei Asian Recruiting Forum yang sudah terjali sejak dua tahun lalu. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Sastra Jepang yang duduk di semester akhir dan mahasiswa lainnya berlangsung di Aula PSBJ Unpad Jatinangor.
Jumat, 5 Mei 2017. Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. membuka secara resmi penyelenggaraan Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 43 (Bandung Nihongo Nihon Bunkasai 43) yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Jepang FIB Unpad, acara tahunan kali ini diisi dengan presentasi ilmiah (hapyo) oleh Pika Yestia Ginanjar, Ph.D. (Dosen Prodi Sastra Jepang FIB) dan Farah Zia (mahasiswa 2010) happyo dimoderatori oleh Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D. Selain hapyo Bunkasai 43 juga diadakan aneka perlombaan seperti Sakubun Contest Grup A, Sakubun Contest Grup B, Choukai Contest, Kanji Contest, Kana Contest, Shuji Contest, Speech Contest, Quiz Contest, dan Karaoke Contest. Khusus untuk peserta yang berhasil menjuarai kontes Kanji Contest akan mendapat hadiah dari sponsor dalam hal ini Kyoto Minsai Japanese Language School, berupa tiket ke Jepang selama 2 minggu. Sedang untuk juara lomba Speech Contest akan maju ke babak berikutnya pada tingkat nasional di Japan Fondation Jakarta. Nihongo Nihon Bunkasai 43 kali ini diikuti oleh lembaga perguruan tinggi penyelenggara Bahasa Jepang di Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya. Bandung Nihongo Nihon Bunkasai 43 terselenggara atas kerja sama Program Studi Sastra Jepang FIB UNPAD dengan UPI, STBA YAPPARI, UKMARANATHA, UNIKOM, UTAMA, UNAS PASIM, STIBA INVADA, JLMC, PERSADA JABAR, JAPAN CLUB, Kyoto Minsai Japanese Language School, The Japan Foundation, Bandung Japanese School, Northern Light Education Center, Japan Indonesian Network. Selamat (Omedetou gozaimasu) kepada Mahasiswa Prodi Sastra Jepang yg telah berhasil menjadi juara umum dalam perlombaan Bunkasai 43, yang juga berhasil menyabet 2 hadiah ke Jepang, serta juara 1 speech grup B semoga berhasil nanti pada lomba pidato Bahasa Jepang di Japan Foundation Jakarta, semoga keberhasilan ini dapat lmemotivasi mahasiswa-mahasiswa anyg lain utk lebih semangat lagi meraih kemenangan pada Bunkasai tahun depan. https://www.facebook.com/pg/Fakultas-Ilmu-Budaya-Universitas-Padjadjaran-591382284227060/photos/?tab=album&album_id=1505658856132727
Rabu, 3 Mei 2017. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Unpad menyelenggaran Diskusi “Teater dan Pendidikan” dengan menghadirkan narasumber Wawan Sofwan seorang pegiat teater dari Mainteater Bandung, Ratu Tika Bravani seorang aktris & pemain teater dan Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Dosen Prodi Sastra Inggris FIB Unpad yang juga seorang penggiat kritikus sastra dan teater. Acara berlangsung di aula gedung B dihadapan mahasiswa Sastra Jerman yang mengambil mata kuliah Literaturwissenschaft dan dosen FIB Unpad. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Dr. Mumuh Muhsin Z., M.Hum. Acara ini terselenggara atas kerja sama Prodi Sastra Jerman FIB Unpad didukung oleh DAAD dengan Himpunan Mahasiswa Sastra Jerman Unpad. Diskusi ini membahas tentang pentingnya teater dalam pendidikan terutama dalam melatih kemampuan membaca, dan berpikir kritis melalui proses mengalami, olah rasa, olah pikir, dan olah raga yang kesemuanya terangkum dalam proses berteater, sehingga tercapai tujuan pendidikan yang memanusiakan manusia. “Konsep dasar pendidikan adalah olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga. Dan tujuan hakiki dari pendidikan adalah memanusiakan manusia. Teater merangkum dan menjiwakan itu semua” ungkap Dr. Phil. Dian Ekawati sebagai moderator pada acara tersebut. Pada hari sebelumnya (Selasa, 2 Mei 2017) Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Unpad juga menyelenggaran Pementasan Monolog dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional. Pementasan Monolog dengan tema “Guru Adalah Pembunuh ‘Klamm’s Kreig’” (Karya: Kay Hensel, diterjamahakan oleh Dian Ekawati) Berkisah tentang seorang guru bahasa Jerman yang merasa frustasi dengan system pendidikan, institusinya, dan kecewa dengan kualitas murid-muridnya. Pementasan Monolog diperagakan oleh Wawan Sofwan dari Mainteater Bandung. Acara berlangsung di Aula Gedung B dihadapan mahasiswa dan dosen FIB Unpad. Kegiatan ini juga menjadi bagian yang penting bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Literaturwissenschaft. “10 tahun lagi tidak akan ada lagi universitas. Dunia akan dikendalikan oleh anak kecil dari balik komputernya”. Theater in der Klasse, Monolog “Guru adalah Pembunuh” saat monolog berlangsung beberapa mahasiswa sempat “dikerjain” Wawan ..
Dalam rangka Hari pendidikan Nasional Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Unpad akan menggelar “Diskusi Teater dan Pendidikan” Silahkan hadir pada waktu dan tempat yang telah tertera
Workshop Teater & Pementasan “Monolog Guru Adalah Pembunuh”