Berita, Uncategorized

Taufik Ampera, M. Hum., “Keluarga Kunci Penting Dekatkan Anak dengan Buku”

[unpad.ac.id, 4/01/2019] Menanamkan moral pada anak di antaranya dapat melalui buku bacaan, termasuk buku bacaan untuk anak berbahasa Sunda. Meski saat ini sudah banyak buku bacaan untuk anak berbahasa Sunda, minat anak pada buku-buku tersebut masih minim. “Tentu  harus ada upaya lain bagaimana mengenalkan kembali buku bacaan berbahasa Sunda terhadap generasi milenial,” ujar dosen Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Unpad Taufik Ampera, M. Hum. Menurut Taufik, salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah kurangnya penguasaan Bahasa Sunda oleh anak-anak saat ini. Meski lahir dan tinggal di lingkungan masyarakat Sunda, masih jarangnya penggunaan bahasa Sunda di lingkungan sekitar membuat anak sulit memahami buku-buku berbahasa Sunda. “Untuk itu perlu ada upaya dukungan dari keluarga terutama orang tua untuk mendekatkan anak pada buku bacaannya. Kebiasaan berkomunikasi dengan berbahasa Sunda di lingkungan keluarga juga akan berpengaruh besar terhadap minat anak pada buku bacaan anak berbahasa Sunda. Kemudian juga faktor lingkungan, dan tentu saja sekolah,” tutur Taufik yang mendalami kajian sastra anak dan remaja. Dari segi pengemasan, buku berbahasa Sunda juga dinilai kurang menarik dibandingkan buku terjemahan. Kebanyakan ceritanya pun masih bersumber dari dongeng-dongeng lama, belum dieksplorasi dan disajikan lebih menarik. Demikian pula dengan penggambaran karakter tokoh-tokoh ceritanya yang belum melahirkan tokoh idola bagi anak. Menghadirkan tokoh idola bagi anak dalam buku cerita anak sangat penting karena pada hakikatnya anak selalu meneladani tokoh yang disukainya. Hal itu pun akan berpengaruh besar pada kreativitas masyarakat. Taufik mencontohkan, ketika ada satu tokoh cerita yang muncul lalu kemudian dijadikan sebagai tokoh idola, maka akan berimbas pada aspek kehidupan. Salah satunya ada di bidang ekonomi kreatif dengan kemunculan gambar tokoh tersebut pada sejumlah produk konsumsi anak,  seperti peralatan sekolah, pakaian, perlengkapan tidur, dan sebagainya. “Fenomena seperti itu dalam sastra Sunda khususnya bacaan anak saya pikir masih jarang. Tentu saja kreativitas seperti itu yang harus digali,” kata Manajer Riset, PKM & Kerja Sama FIB Unpad ini. Untuk itu, peran perguruan tinggi dalam hal ini menjadi sangat penting. Perguruan tinggi diharapkan dapat mencetak penulis karya sastra anak dan remaja yang berkualitas. Berbagai penelitian dan seminar pun perlu terus dilakukan untuk terus mengembangkan karya sastra, terutama sastra anak dan remaja berbahasa Sunda. Diharapkan, buku bacaan atau sastra anak berbahasa Sunda tidak kalah bersaing dengan buku-buku bacaan atau sastra anak yang datang dari luar. “Jika kita ingin menanamkan moral pada anak, tentu saja salah satu di antaranya harus  dimulai dengan menyediakan buku bacaan anak yang berkualitas. Keterlibatan para akademisi, para peneliti dan para kritikus di bidang bahasa dan sastra sangat menentukan lahirnya buku-buku bacaan untuk anak yang berkualitas,” ujar Taufik. Pria kelahiran Karawang, 28 Maret 1966 ini menjelaskan, dibandingkan 10 tahun lalu, perkembangan kajian sastra anak dan remaja saat ini sudah cukup pesat. Sudah banyak ahli yang melakukan kajian serta banyak karya sastra anak dan remaja yang telah dihasilkan. “Saat ini, khususnya di FIB,  baik pada Program Studi Bahasa dan Sastra Sunda atau prodi lainnya, sudah banyak mahasiswa yang tertarik untuk melakukan kajian-kajian terhadap sastra anak dan remaja,” ujarnya. Sebelumnya, perkembangan mengenai sastra anak dan remaja, khususnya dalam sastra daerah kurang diperhatikan. Kurangnya apresiasi pada sastra anak dan remaja juga menyebabkan teori sastra anak dan remaja juga kurang berkembang. “Pada umumnya ketika kita berbicara masalah sastra, maka kita akan berbicara masalah sastra secara umum. Padahal kalau melihat dari aspek pendekatan teori, kategori pembaca, ,maka sastra itu harus didekati berdasarkan pada pembacanya, bahwa pembaca sastra itu terdiri atas pembaca anak-anak, pembaca remaja, dan pembaca dewasa,” jelas Taufik. Lebih lanjut Taufik menjelaskan bahwa sastra anak adalah sebuah karya sastra yang diperuntukan atau dikonsumsi untuk anak-anak dengan tokoh utamanya adalah anak-anak dan menggambarkan dunia anak.  Sementara sastra remaja, menggambarkan kehidupan remaja, peran utamanya juga remaja, dan tentu saja menampilkan permasalahan yang terkait dengan remaja. “Aspek moral atau muatan pendidikan dalam cerita anak lebih dominan jika dibandingkan dengan sastra remaja. Tentu saja hal itu dapat dipahami karena tentunya ada tujuan khusus bagi pengarang untuk menanamkan aspek moral pada pembacanya, ujar Taufik. Diungkapkan Taufik, saat ini mahasiswa FIB sudah banyak yang tertarik untuk menghasilkan cerita anak dan remaja. Selain itu, beragam penulis baru di kancah kesusastraan Sunda pun banyak bermunculan.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Berita, Kegiatan

Kuliah Umum “Preparing the modern world: the historical and cultural significance of the reformation”

Selasa, 07 November 2017 ” Kuliah Umum “Preparing the modern world: the historical and cultural significance of the reformation” disampaikan dalam Bahasa Ingris oleh Prof. Dr. Grosshans (Uni Münster) di Aula PSBJ Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Kuliah umum ini terselengara atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman dengan Program Studi Sastra Jerman FIB Unpad (Deutschabteilung Unpad) “Menjadi manusia modern itu adalah menjadi manusia yang tahu mengidentifikasikan dirinya sendiri, berpikir terbuka, logis, peka, dan kritis, mampu menghargai perbedaan dan keragaman, menaati aturan dan kesepakatan yang dibuat bersama, tidak menyalahkan orang lain, serta terus berusaha berbuat baik dan memperbaiki diri tanpa perlu pengakuan dan penghargaan dari orang lain”. Kuliah umum yang sangat menarik dan mencerahkan dari Prof. Dr. Hans-Peter Grosshans (Uni Münster) yang terselenggara atas kerjasama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman dan Deutschabteilung Unpad kemarin. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang menyenangkan dari Ibu-ibu di Prodi Sastra Jerman, mahasiswa Himasad UNPAD yang sudah membantu dan aktif berdiskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis, serta tamu-tamu lain yang hadir dan bersedia bersama menyimak.  

Agenda, Berita, Kegiatan

International Conference on Japanese Language and Culture (IJLC) 2017

Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran berkeja sama dengan The Japan Foundation, menyelenggarakan International Conference on Japanese Language and Culture (IJLC) 2017 pada tanggal 30-31 Oktober 2017 di Unpad Training Center (UTC) Jl. H. Djuanda No. 4 Bandung. Keynote Speaker: Prof. Jun’ichi Sakuma (Nagoya University) Invited Speaker: Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. (Universitas Padjadjaran); Dr. Izumi Walker (National University of Singapore); Dr. Zuraida Mustafa (Islamic Science University of Malaysia); Dr Hieida Bernadette (De La Salle University, Philippines); Dr. Namchaya Mahakhan (Burapha University, Thailand)  

Berita, Kegiatan

KULIAH UMUM DIES NATALIS KE-59 FIB UNPAD

Kamis, 19 Oktober 2017, Dalam rangka Dies Natalis ke-59 FIB UNPAD. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Penerbit Mizan menggelar kuliah umum sebagai narasumber QAISRA SHAHRAZ seorang penulis asal Inggris dengan karya best seller REVOLT & TRAIN to KRAKOW.  Kuliah Umum dengan topik “Building Cultural Bridges and Fighting for Women’s Right through Literature”. Dalam paparannya, Qaisra menyampaikan bahwa pendidikan adalah pilar utama bagi kehidupan manusia, “education is the backbone of our faith”. Dengan demikian, semua manusia berhak untuk mendapat pendidikan sesuai dengan yang diinginkannya. Selanjutnya, Qaisra juga berbicara bahwa sebuah karya mampu menjadi jembatan antarbudaya di seluruh dunia. Sebuah karya juga dapat mengajarkan kita bagaimana untuk menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Lanjutnya, toleransi terhadap perbedaan dapat dilakukan dengan cara memandang perbedaan dari sisi kita sebagai manusia dan “get out of the box”. Maksudnya, kita harus menghargai perbedaan yang ada dengan melihatnya dari sudut pandang sebagai manusia, bukan sebagai siapa dan darimana kita. “Kita bisa saja melihat tanah, sebagai tanah, tapi orang lain bisa saja menganggapnya sebagai ‘mother earth’, dan menanggapi perbedaan tersebut kita harus menerimanya dan menghargainya, bukan menolaknya karena hal tersebut berbeda dengan keyakinan kita”, jelasnya. Dikusi tentang kesetaraan gender tersebut mendapat sambutan sangat baik oleh Dekan FIB Unpad, karena topik yang dibawakan sangat sesuai dengan amanah Universitas Padjadjaran kepada Dosen FIB Unpad untuk mengampu Tahap Persiapan Bersama (TPB) bagi mahasiwa baru yang membahas tentang kesetaraan gender. (Sus/Jhs)

Agenda, Pengumuman

Lowongan Kerja

Open recruitment Orient Corporation Japan Tempat  : Aula Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor Tangga  : Rabu, 20 September 2017 Waktu    : Pukul 10:30 S.d Selesai Kualifikasi yang dibutuhkan : 1. Usia Maksumal 30 tahun 2. Kemampuan bahasa Jepang Minimal N3 3. Diprioritaskan lulusan Teknik Lokasi kerja: 3-4 bulan mengikuti pelatihan di Indonesia, Mengikuti pelatihan di Jepang selama 1 tahun, Ditempatkan di Indonesia Informasi lengkap: Inu Isnaeni Sidiq, M.A., Ph.D. Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Tel   : +6287825013299 Mail : [email protected]

Berita

Pembelajaran Bahasa Asing Berbasis Budaya Lokal melalui Lagu dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Raudhatul Athfal di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

Sabtu, 16 September 2017. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Inovasi menyelenggarakan PKM dengan kegiatan Pembelajaran Bahasa Asing Berbasis Budaya Lokal melalui Lagu dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Raudhatul Athfal di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat bertempat di Islamic Center Pangandaran. Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal atau IGRA se-Kabupaten Pangandaran, yaitu organisasi profesi yang menjadi wadah silaturrahmi guru-guru RA dalam upaya menyiapkan kader-kader atau generasi anak didik usia dini yang berkarakter dalam nuansa yang Islami.     Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang akan dilaksanakan adalah meningkatkan kompetensi Guru Raudhatul Athfal di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Manfaat kegiatan ini adalah (1) meningkatkan kemampuan Guru Raudhatul Athfal dalam penguasaan bahasa asing tingkat dasar, mengingat pentingnya penguasaan bahasa asing saat ini, terutama bagi masyarakat Pangandaran sebagai masyarakat yang harus terlibat dalam pengembangan wisata setempat, (2) meningkatkan kemampuan pembelajaran bahasa asing bagi Guru Raudhatul Athfal, tentunya proses pembelajarannya bahasa asing memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat dan efektif. Keberhasilan pembelajaran bahasa asing pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang guru dalam menyajikan proses kegiatan belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak, pentingnya penguasaan bahasa asing saat ini, tentunya proses pembelajarannya bahasa asing memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat dan efektif. Keberhasilan pembelajaran bahasa asing pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang guru dalam menyajikan proses kegiatan belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak. Guru harus bisa menciptakan suasana belajar dari yang biasa atau keadaan kelas yang biasa saja menjadi suatu pengalaman penemuan yang luar biasa. Untuk membangun suasana yang bagus seorang guru harus bisa membangun suasana kelas yang hidup dan relaks sehingga siswa bisa menerima materi dengan baik. Diantara strategi mengajar bahasa asing untuk anak-anak yang bisa dilakukan oleh para guru adalah menggunakan lagu dan cerita. Lagu merupakan sumber bahasa yang otentik. Hal ini didukung oleh pendapat para ahli bahasa dan pengalaman para guru bahasa seperti yang dinyatakan oleh Abdulrahman Al-Faridi bahwa lagu-lagu berbahasa Inggris dapat membantu para guru untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan (Alfaridi, 2006). Lagu digunakan sebagai teknik/media dalam proses pembelajaran bahasa asing. Hal ini dikarenakan hampir tidak ada batas waktu dalam menggunakan media lagu untuk mengajar bahasa asing, maksudnya para siswa bisa menggunakan lagu sebagai input bahasa sesuka hati mereka, kapan pun mereka mau, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Mereka bisa menyanyikan lagu tersebut di mana saja, dan kapan saja mereka kehendaki. Secara alamiah mereka bersentuhan secara cepat dengan bahasa dan menikmati proses ini.    Tim Pelaksana PKM terdiri atas Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Pd., Ph.D., Dr. Hazbini, M.Ag. dan Taufik Ampera, M.Hum. Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Erlina, M.Hum. dan Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D. dibantu oleh Yusuf (mahasiswa Prodi Sastra Jepang) dan Shifa (mahasiswa Prodi Sastra Arab).  

Scroll to Top