Empat Mahasiswa Sastra Arab FIB Unpad Siap Jalani Magang di Arab Saudi

JATINANGOR, 21 Juli 2026 — Empat mahasiswa Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran, akan mendapatkan pengalaman berharga melalui program magang di Arab Saudi. Keempat mahasiswa tersebut dijadwalkan berangkat pada 28 Juli 2026 untuk mengikuti program magang selama 50 hari di dua institusi strategis, yakni Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dan Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah.

Keempat mahasiswa yang akan mengikuti program magang tersebut adalah Nurul Hilwa Izatunisa, Hanifa Irtiyah Khansa Sitorus, Khansa Haura Ramadhani, dan M Ilham Sofadzikri.
Program magang di Arab Saudi ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperluas pengalaman profesional sekaligus mengembangkan kemampuan bahasa dan komunikasi dalam lingkungan internasional. Selain itu, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring, meningkatkan wawasan lintas budaya, serta memberikan bekal yang relevan bagi pengembangan karier mahasiswa pada masa mendatang.

Magang di Luar Negeri Butuh Keberanian

Dalam acara pelepasan yang dilaksanakan pada hari ini, Dekan FIB Unpad Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas keberanian keempat mahasiswa tersebut dalam mengambil kesempatan dan berinvestasi pada pengembangan diri.
Menurutnya, keputusan untuk mengikuti program magang di luar negeri merupakan bentuk keberanian mahasiswa dalam mengambil peluang sekaligus menghadapi tantangan untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian para mahasiswa untuk berinvestasi pada diri mereka sendiri dan mengambil risiko untuk meningkatkan kemampuan, memperluas jejaring, serta mempersiapkan masa depan. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi perjalanan mereka ke depan,” ungkap Dekan FIB Unpad.

Dekan juga berpesan agar selama menjalani magang, para mahasiswa senantiasa menjaga sikap, berhati-hati, serta menjunjung tinggi nama baik pribadi, keluarga, dan almamater.
Ia berharap para mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan menunjukkan kompetensi serta karakter positif sebagai mahasiswa FIB Unpad. Hal tersebut penting agar kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan dapat terus terjaga sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa FIB Unpad lainnya untuk mengikuti program magang di Arab Saudi pada masa mendatang.

“Kami berpesan agar selalu berhati-hati dan menjaga nama baik almamater. Tunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unpad mampu membawa nama baik universitas di lingkungan internasional. Dengan demikian, pintu kesempatan untuk mahasiswa lainnya agar dapat mengikuti program magang di Arab Saudi tetap terbuka,” pesannya.

Magang sebagai Bentuk Diplomasi

Program magang ini juga menjadi bagian dari upaya FIB Unpad dalam mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan kampus. Interaksi langsung dengan institusi Indonesia di luar negeri diharapkan dapat memperkaya pengalaman mahasiswa, khususnya dalam memahami dunia kerja, pelayanan publik, diplomasi, serta dinamika hubungan Indonesia dengan masyarakat internasional.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset, Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum.; Manajer Akademik dan Kemahasiswaan, Rahmat Sopian, Ph.D.; serta Ketua Program Studi Sastra Arab, Dr. Eka Kurnia Firmansyah, M.Hum.
Keberangkatan empat mahasiswa Sastra Arab FIB Unpad ke Arab Saudi semakin memperkaya kiprah mahaiswa FIB Unpad di kancah internasional. Dengan membawa semangat Ngakar di Sarakan, Punjul di Buana, mereka diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman selama 50 hari tersebut untuk belajar, berkontribusi, membangun jejaring, dan kembali ke tanah air dengan wawasan serta kompetensi yang semakin kuat.

Kegiatan magang ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Keberangkatan empat mahasiswa Sastra Arab FIB Unpad ke KJRI dan KUH Jeddah mencerminkan komitmen pendidikan tinggi dalam menyediakan pembelajaran holistik berbasis pengalaman (experiential learning) guna mengasah keterampilan berbahasa, diplomasi, dan wawasan global. Pengalaman profesional internasional ini menjadi bekal krusial dalam meningkatkan daya saing serta kesiapan kerja mahasiswa di pasar kerja global. Di samping itu, program ini membuka akses mobilitas internasional dan peluang karier yang setara bagi mahasiswa, sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan perwakilan diplomatik dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing tinggi.

Bagikan berita ini