Sumedang — Penguatan potensi pariwisata daerah terus dilakukan oleh civitas akademika Universitas Padjadjaran. Melalui Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Unpad Berdampak Tahun 2026, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan survei lapangan di Desa Citengah, Kabupaten Sumedang untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.



Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Dewi Ratnasari, M.Hum., ini melibatkan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Citengah. Diskusi terfokus pada penggalian potensi wisata lokal, pemetaan tantangan, serta perancangan strategi pengembangan destinasi secara berkelanjutan.
Selain itu, sebagai bagian dari program bertajuk “Navigasi Pintar Citengah: Pengembangan Peta Wisata Digital Interaktif dan Penguatan Literasi Media Sosial bagi Kelompok Penggerak Pariwisata di Desa Citengah, Kabupaten Sumedang”, tim juga melakukan peninjauan langsung ke salah satu destinasi unggulan, yaitu Puteri River Inn, untuk menilai kebutuhan pengembangan fasilitas dan promosi digital.
Wujudkan Pilot Project Wisata Edukasi
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun pilot project wisata edukasi berbasis masyarakat. Dengan menggabungkan teknologi digital dan literasi media sosial, Desa Citengah diharapkan mampu menjadi destinasi wisata mandiri yang berdaya saing tinggi serta tetap berwawasan lingkungan.
Mendorong Pariwisata Berkelanjutan
Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan dampak nyata yang sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) Pengembangan pariwisata edukasi dan peningkatan kemampuan literasi media sosial warga lokal dapat membuka lapangan kerja baru serta mendongkrak perekonomian masyarakat desa berbasis ekonomi kreatif.
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure) Inovasi pembuatan peta wisata digital interaktif mempermudah aksesibilitas informasi dan memperkuat infrastruktur digital pariwisata di kawasan pedesaan.
- SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) Melalui keterlibatan Kompepar, pengembangan desa wisata dilakukan secara terencana tanpa merusak karakter ekologis dan kearifan lokal kawasan setempat.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) Sinergi antara akademisi (FIB Unpad), pengelola wisata lokal (Kompepar), dan masyarakat Desa Citengah menjadi kunci utama pencapaian kemandirian pariwisata daerah.
