Cegah Stunting Lewat Naskah Kuno: Tim PPM Unpad Berdayakan Masyarakat Desa Cikunten Berbasis Manuskrip Sunda

TASIKMALAYA – Upaya pengentasan stunting di Indonesia terus melahirkan inovasi baru. Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran (Unpad) menginisiasi program pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal dengan memanfaatkan kekayaan naskah kuno (manuskrip) Sunda di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Program bertajuk “Penguatan Pengentasan Stunting Berbasis Manuskrip Sunda” ini dipimpin oleh Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, MS., bersama tim akademisi lintas disiplin dari Unpad. Kegiatan ini mengintegrasikan kearifan lokal berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang tercantum dalam naskah kuno seperti Mantra Pengobatan dan Naskah Tatamba.


Cegah Stunting dalam Manuskrip Sunda

Naskah kuno Sunda bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan sumber referensi kesehatan dan pencegahan penyakit yang relevan bagi masyarakat modern.

“Dalam naskah Sunda kuno, seperti Naskah Tatamba, terkandung informasi mengenai perawatan ibu dan anak sejak masa kandungan hingga remaja. Lewat pendekatan multidisiplin—mulai dari filologi, farmasi, hingga kesehatan masyarakat—pengetahuan ini kita revitalisasi agar dapat dimanfaatkan langsung oleh warga Desa Cikunten,” ujar Ketua Tim PPM Unpad, Dr. Elis Suryani.

Melalui pengabdian masyarakat ini, warga diajak untuk mengenal, membudidayakan kembali, dan memanfaatkan ragam tanaman obat tradisional antistunting yang ada di sekitar pemukiman mereka.


Kontribusi Program Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Penggunaan kearifan lokal berbasis naskah Sunda untuk pencegahan stunting ini secara langsung mendukung beberapa pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, di antaranya:

  • SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
    • Fokus Target: Mengakhiri segala bentuk malnutrisi dan mencapai ketahanan pangan.
    • Kaitan: Edukasi nutrisi dan pemanfaatan TOGA lokal membantu menjaga asupan gizi ibu hamil serta anak balita, memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan keluarga di tingkat desa.
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
    • Fokus Target: Memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.
    • Kaitan: Penggunaan resep pengobatan tradisional berbasis naskah untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh serta tumbuh kembang anak, sebagai upaya nyata pencegahan gagal tumbuh (stunting).
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
    • Fokus Target: Meningkatkan literasi dan pengetahuan berbasis kearifan lokal.
    • Kaitan: Menjadikan manuskrip kuno Sunda sebagai bahan pembelajaran dan referensi literasi multidisiplin bagi Generasi Z, guru, serta kader PKK setempat.
  • SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
    • Fokus Target: Melindungi dan melestarikan warisan budaya dunia (cultural heritage).
    • Kaitan: Mengidentifikasi, mendigitalisasi, dan mentransliterasi naskah kuno Sunda agar nilai-nilai kearifan budaya tidak punah dan tetap bermanfaat bagi masyarakat modern.

Langkah Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikunten

Dalam pelaksanaannya, Tim PPM Unpad menerapkan berbagai pendekatan, mulai dari penyuluhan, pendampingan, kaji tindak, hingga partisipasi aktif. Ibu-ibu PKK, kader kesehatan, serta generasi muda di Desa Cikunten dilatih untuk:

  1. Mengenali jenis-jenis tanaman obat antistunting berbasis petunjuk manuskrip.
  2. Mengolah dan mengonsumsi TOGA secara tepat dosis.
  3. Membudidayakan tanaman herbal secara berkelanjutan di pekarangan rumah.

Diharapkan program ini tidak hanya menurunkan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga menjadi role model bagaimana literasi budaya kuno mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan kesehatan masyarakat di era modern.

Bagikan berita ini